Tidak banyak kata-kata yang bisa kutuangkan disini karena betapa sulitnya menerjemahkan perasaan-perasaan ini.
Kini aku sedang merindukanmu, mbah. Aku juga merindukan mbah putri yang beberapa bulan setelah itu menyusulmu pergi meninggalkan kami.
Aku yang sekarang sedang duduk ditempat dulu engkau sering tidur disini, di bangku panjang yang terbuat dari bambu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oh, betapa rasanya sangat berbeda: kenangan-kenangan itu hadir sangat kuat disini.
Di depanku ada sepeda ontel yang dulu pernah kau pakai untuk menjajakan jasa sol sepatu.
Kini kunamai itu senjata perang yang sudah pensiun. (Ditulis di Yogyakarta).
Agastha Fahmi Fauzi, sehari-hari beraktivitas dengan berdagang, dan mengisi waktu luangnya dengan menulis.






