MAKAU, 24 Agustus 2026 /PRNewswire/ — World Youth Forum (WYF), platform nirlaba internasional yang setiap tahun menjangkau lebih dari 500.000 anak muda di lebih dari 30 negara melalui program pendidikan, kompetisi, konferensi, dan berbagai inisiatif yang digerakkan generasi muda, sukses menggelar WYF-FLALS 2026 di Makau. WYF mempertemukan lebih dari 400 pelajar selama lima hari melalui sesi pembelajaran lintasdisiplin dan kolaborasi lintasbudaya melalui Future Liberal Arts Leadership Summit.
Para peserta berasal dari lebih dari 10 negara dan wilayah, antara lain Kamboja; Tiongkok, termasuk Hong Kong SAR, Makau SAR, dan wilayah Taiwan; India; Indonesia; Singapura; Thailand; Amerika Serikat; serta Vietnam (diurutkan berdasarkan abjad). Setelah WYF-FELS di Hong Kong, WYF-FLALS menjadi penutup rangkaian konferensi tingkat tinggi WYF 2026. Secara keseluruhan, ajang tersebut mempertemukan lebih dari 1.000 anak muda untuk belajar dan bertukar gagasan di bidang ekonomi, seni liberal, serta lintasbudaya.
WYF bersama Komite Penyelenggara International Academic Decathlon (IAD) menggagas WYF-FLALS untuk mengajak peserta mengeksplorasi tema "Our Changing Climate" dari berbagai perspektif, mulai dari ilmu sosial, sastra, seni rupa, sains, matematika, ekonomi, hingga musik. Lewat tantangan lintasdisiplin, proyek, pidato, dan sesi pertukaran, para pelajar dapat mempelajari perubahan iklim, tidak hanya dari sisi ilmiah, namun juga dari perspektif ekonomi, sosial, dan budaya.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Wong Yee Lam, Anggota Komite Administratif Macao Trade and Investment Promotion Institute; Cheng Wai Tong, Wakil Direktur Macao Government Tourism Office; Cheong Man Fai, Kepala Departemen Urusan Pemuda, Badan Pendidikan dan Kepemudaan Makau; Li Feilong, Direktur Departemen Urusan Taiwan, Liaison Office of the Central People’s Government in the Macao SAR; Jia Qiong, Sekretaris Kedua Departemen Informasi dan Diplomasi Publik, Office of the Commissioner, Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Makau SAR; Lao Ngai Leong dan Si Ka Lon, masing-masing menjabat sebagai Deputi Kongres Rakyat Tiongkok; Wong Kit Cheng, Wakil Ketua All-China Youth Federation; Lam Ieng Pui, Presiden Pendiri Chinese Youth Advancement Association; Zhang Senhua, Presiden Chinese Youth Advancement Association; Zhao Gang, Direktur Jenderal Global Innovation Center; Amy Dosch, Direktur Eksekutif United States Academic Decathlon (USAD); serta Henry Peng, Anggota Global Council World Youth Forum (WYF). Melalui sesi akademik dan diskusi bersama para pelajar, kalangan pejabat dan tokoh mengaitkan materi belajar di ruang kelas dengan berbagai tantangan global. Mereka juga mendorong peserta agar melihat persoalan kompleks dari berbagai sudut pandang.
Rangkaian kegiatan WYF-FLALS 2026 mencakup Super Quiz, Academic Exploration Fair, Team Spark & Global Fusion Fest, U20–Master Call, U20–Idea Incubation, Themed Speech, U20–Youth Voice, serta Bridging Worlds: Real-World Learning Journey. Penghargaan turut diberikan kepada peserta yang menunjukkan keunggulan dalam bidang akademik, kerja sama tim, komunikasi, dan kreativitas.
WYF akan terus bekerja sama dengan IAD, sekolah, pendidik, dan mitra internasional untuk memperluas akses terhadap pembelajaran lintasdisiplin yang berbasis tantangan.
