APA yang terjadi ketika perempuan yang setiap hari mengutamakan organisasi, keluarga, dan masyarakat akhirnya menyediakan waktu khusus untuk dirinya sendiri?

Mengapa UNbound memilih psikologi, latihan pernapasan, wellness, dan melukis sebagai cara membantu perempuan mengenali kondisi dirinya?

Pertanyaan tersebut menjadi gagasan utama UNbound by Yayasan Mindset Perempuan Indonesia saat menggelar private workshop Social Psychology Community.

Kegiatan pada Sabtu, (08/Agustus/2026), diikuti 16 pemimpin perempuan dari Lions Club Jakarta Selatan Tulip (LCJS Tulip).

President LCJS Tulip periode 2026–2027 Noviania Darmadji dan Intermediate Past President Lolita Djong turut hadir dalam kegiatan tersebut.

UNbound dirancang sebagai ruang privat yang menggabungkan edukasi psikologi dengan experiential activity agar peserta tidak sekadar belajar, tetapi mengalami proses refleksi.

Peran Berlapis Membuat Kesadaran Diri Menjadi Bagian Penting Keseharian

Para peserta selama ini menjalankan berbagai peran, mulai dari pemimpin organisasi, istri, ibu, hingga bagian dari kegiatan pelayanan masyarakat.

Melalui sesi psikologi, UNbound mengajak peserta mengenali emosi, memahami respons terhadap tekanan, serta membaca kebutuhan pribadi di tengah tuntutan kehidupan.

Founder Yayasan Mindset Perempuan Indonesia Mella Noviani mengatakan mengenali diri perlu dipahami sebagai proses merawat diri, bukan tindakan mementingkan diri sendiri.

“Mengenali diri bukan berarti menjadi egois,” ujar Mella Noviani, Founder Yayasan Mindset Perempuan Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa proses tersebut membantu seseorang menyadari apa yang dirasakan, dibutuhkan, serta bagaimana merespons berbagai keadaan.

Pendekatan ini mendapat konteks lebih luas karena WHO pada 2026 kembali mendorong perluasan akses terhadap psychological self-help berbasis bukti untuk membantu masyarakat mengelola tekanan dan masalah kesehatan mental.

Dari Tubuh ke Pikiran Peserta Diajak Mengenali Sinyal Diri

Konsep UNbound kemudian diperluas melalui sesi “Check In With Your Body” bersama iO Pro dan Lanny Sutiarto.

Sesi tersebut membahas pentingnya nutrisi bagi psikologi serta mendorong peserta lebih memperhatikan kondisi tubuh sebagai bagian dari kesejahteraan diri.

Peserta juga mengikuti Breathing & Grounding Practice yang dipandu Coach PJ dari Pilates Hunter Kemang untuk mempraktikkan teknik olah napas.

Praktik tersebut diperkenalkan sebagai keterampilan yang dapat dilakukan di rumah ketika tubuh menghadapi tekanan.

“Tubuh, pikiran, dan emosi kita juga membutuhkan perhatian,” kata Mella Noviani, Founder Yayasan Mindset Perempuan Indonesia.

Dalam konteks kesehatan mental secara umum, WHO juga menempatkan pengelolaan stres dan self-care sebagai bagian penting dalam mendukung kesejahteraan.

Seni Melukis Dipilih Sebagai Media Refleksi yang Lebih Menyenangkan

UNbound menggandeng Mitra Hadiprana untuk menghadirkan Painting Workshop sebagai pengalaman utama dalam konsep experiential activity.

Puri Hadiprana dan Toto selaku coach melukis memberikan penjelasan mengenai teknik dasar, teori, filosofi, serta makna di balik proses berkarya.

Peserta tidak hanya diarahkan menghasilkan karya, tetapi juga menikmati proses dan menggunakan aktivitas kreatif sebagai ruang untuk mengekspresikan diri.

Bagi UNbound, pengalaman tersebut membantu proses mengenali diri melalui pendekatan yang ringan, interaktif, dan tidak monoton.

Team Wardah Beauty turut hadir melalui sesi “Beauty in Balance” yang membahas perawatan kulit sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan perempuan.

Wardah juga memberikan produk premiumnya sebagai apresiasi bagi para perempuan pemimpin LCJS Tulip yang mengikuti kegiatan tersebut.

UNbound Menghubungkan Jeda Dengan Semangat Bertumbuh Berdaya Berdampak

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan UNbound yang tidak hanya mengandalkan penyampaian materi, tetapi menggabungkan psikologi dengan pengalaman langsung.

Konsep self-awareness yang dibawa UNbound mencakup kemampuan memahami kondisi, emosi, kebutuhan, kelelahan, serta pilihan respons terhadap situasi.

Pesan itu diarahkan kepada perempuan yang terbiasa memimpin, melayani, mengurus, dan memberikan perhatian kepada banyak orang.

Pada akhirnya, UNbound mengajak peserta mengajukan pertanyaan sederhana, “Have you taken time to be there for yourself?”.

Program Social Psychology Community Yayasan Mindset Perempuan Indonesia tersebut membawa identitas “A Private Space to Pause, Know Yourself, and Grow”.

Melalui pendekatan itu, UNbound menempatkan jeda bukan sebagai berhenti dari tanggung jawab, melainkan kesempatan untuk kembali hadir dengan kesadaran yang lebih baik.****

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL