Angel baru saja ingin beranjak dari duduknya ketika seorang polisi menghampirinya dan memborgol tangannya. Angel diseret ke mobil patroli yang dikendarai polisi tersebut. Semua orang yang sedang bertandang ke kantin untuk sejenak memesan minuman dibuat terperangah dengan kejadian ini.
Di dalam mobil ada dua orang polisi dengan dua orang lainnya yang tampak tak asing di matanya. Mobil melaju dengan cepat sehingga hanya butuh beberapa menit saja mereka sudah tiba di kantor polisi.
Angel dibawa menghadap seorang polisi yang berperut besar dan tampangnya cukup sangar. Dengan tangan masih terborgol, Angel disuruh duduk di kursi tepat di hadapan polisi sangar itu. Nama polisi itu Merkorius.
Angel mengetahui nama itu dari papan nama yang dibordir pada pundak kanan bajunya. Ia sendiri tertunduk dan tak berani menatap wajah sangar itu.
“Angela Girlani! Apa betul itu nama Anda?” sambar polisi di seberang meja. Keduanya duduk berhadapan dengan dipisahkan oleh sebuah meja yang melintang di antara mereka.
Angel tak mampu menjawab pertanyaan itu kecuali kepalanya yang mengangguk pertanda benar itu adalah namanya.
“Anda dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap Saudara Riand Almond. Apakah benar demikian?” sambung polisi itu.
Angel memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap lekat wajah sangar di hadapannya. Ia mulai bercerita tentang kronologi kejadian itu. Angel mengakui bahwa ia adalah dalang dari kasus tersebut.
Ceritanya berawal dari proposal yang ditulisnya dengan susah payah dan harus menghadapi setiap koreksi dan revisi dari dosen pembimbing dan Riand mengambilnya dengan alasan bahwa sebaiknya Riand saja yang lebih dulu lulus agar ia dapat mengurus perusahaan ayahnya yang sudah tua dan mulai sakit-sakitan.
Riand juga berjanji akan segera menikahinya sesudah wisuda nanti. Karena tergiur dengan tawaran menarik dari Riand, ia pun menyerahkan soft copy proposalnya kepada Riand.
Ia lalu membantu Riand menyelesaikan proposal itu hingga Riand menelepon dan mengabarkan akan mengikuti ujian proposal dua hari mendatang.
Bersamaan dengan itu Angel pun menceritakan kepada Riand bahwa ia sudah melakukan tes urin dan hasil yang diperoleh dari alat test pack bahwa ia sendiri pun telah positif hamil.
Keduanya lalu saling mengucap selamat atas kerja yang baik ini.
Sehari sesudah kabar gembira itu, Angel mendapati sebuah surat undangan nikah yang tercecer di depan pintu kamar kostnya. Dipungutnya surat itu dan dibacanya.
Ia terkejut menemukan nama Riand disandingkan dengan nama seorang gadis yang ia sendiri tidak kenal. Tertera juga foto mesra keduanya pada surat undangan tersebut.
Angel sangat geram dan membakarnya hingga sisakan debu. Malam itu juga, di sela-sela sakit hatinya yang mendalam ia menyewa dua orang teman kampusnya untuk menghabisi nyawa Riand.
Sesudah mendengar penjelasan Angel, polisi berwajah sangar itu lalu menjebloskan Angel ke penjara dengan tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Riand Almond dengan vonis pidana dua puluh tahun sesuai pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.