Femme.id – Menyambut Hari Raya Waisak di Indonesia bisa menjadi momen edukatif dan spiritual yang berkesan bagi seluruh keluarga.
Perayaan Waisak tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat nilai toleransi, sejarah, dan kekayaan budaya bangsa.
Indonesia memiliki banyak lokasi ikonik yang menjadi pusat perayaan Waisak setiap tahunnya, mulai dari vihara megah hingga candi kuno yang penuh makna.
Tempat-tempat ini ramah keluarga dan cocok dikunjungi untuk mengenalkan anak-anak pada tradisi umat Buddha secara langsung.
Dari vihara hingga candi, berikut 10 rekomendasi destinasi terbaik untuk merayakan atau menyaksikan perayaan Waisak di Indonesia.
Candi Borobudur, Magelang: Pusat Perayaan Waisak Paling Megah
Candi Borobudur menjadi jantung perayaan Waisak di Indonesia dan merupakan destinasi utama yang paling banyak dikunjungi.
Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur menyelenggarakan rangkaian acara resmi yang melibatkan ribuan biksu dan umat dari berbagai daerah.
Salah satu momen paling dinanti adalah prosesi pelepasan lampion ke langit malam yang menciptakan pemandangan magis dan penuh khidmat.
Perayaan ini juga ditetapkan sebagai bagian dari agenda budaya nasional dan sering kali dihadiri pejabat negara.
Baca Juga:
Cara Mengatasi Sakit Kepala Setelah Olahraga Pagi: Penyebab dan Solusi Terbaik
Rekomendasi Audiobook Terbaik untuk Wanita Karier: Temani Perjalanan dan Pengembangan Diri
Biaya UKT UGM 2026 untuk Jalur SNBT dan Mandiri: Informasi Lengkap dan Terbaru
Keluarga yang datang bisa mengikuti kegiatan edukatif, melihat pameran budaya, serta menikmati suasana spiritual yang tenang dan damai.
Candi Muaro Jambi, Jambi: Kompleks Candi Terluas di Asia Tenggara
Candi Muaro Jambi menawarkan pengalaman Waisak yang unik dengan latar belakang sejarah Kerajaan Sriwijaya.
Kompleks candi ini menempati area seluas 12 kilometer persegi dan menjadi salah satu situs arkeologi terpenting di Indonesia.
Perayaan Waisak di sini dimeriahkan dengan Pradaksina, yaitu ritual jalan kaki mengelilingi stupa sebagai bentuk penghormatan.
Baca Juga:
Gaji Nggak Naik? Ini 7 Cara Tetap Bahagia dan Termotivasi di Tempat Kerja
Panduan Karier dan Gaya Hidup Profesional Wanita Modern 2026
Teror Hantu di Lingkungan Warga: Ini 5 Langkah Aman untuk Lindungi Keluarga dari Modus Kejahatan
Umat dan pengunjung juga turut melepas lampion di tepian Sungai Batanghari yang menambah kesan syahdu malam hari.
Lingkungan yang asri dan dikelilingi hutan konservasi membuat tempat ini nyaman untuk dikunjungi bersama anak-anak.
Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto: Jejak Kerajaan Kuno yang Masih Hidup
Maha Vihara Mojopahit berdiri di tanah yang dulu merupakan pusat Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan Buddha-Hindu terbesar di Nusantara.
Vihara ini menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Buddha di Jawa Timur, terutama saat perayaan Waisak.
Setiap tahun, vihara ini menggelar upacara pemindahan api suci dari India yang disebut dengan Ritual Trisuci Waisak.
Prosesi ini melibatkan arak-arakan umat, pembacaan kitab suci, dan meditasi massal yang bisa diikuti oleh pengunjung umum.
Baca Juga:
12 Strategi Efektif untuk Menghentikan Kebiasaan Berbelanja Berlebihan di Tahun 2026
Tantangan Menjadi Orang Tua di Usia 20-an dan 30-an serta Tips Menghadapinya di Tahun 2026
Desain arsitektur vihara yang megah dan penuh ornamen khas Majapahit memberikan nuansa sakral sekaligus edukatif.
Vihara Dharma Bhakti, Jakarta: Vihara Tertua di Ibu Kota
Vihara Dharma Bhakti di Glodok, Jakarta Barat, adalah vihara tertua di Jakarta yang dibangun sejak abad ke-17.
Selama perayaan Waisak, vihara ini menjadi pusat kegiatan komunitas Tionghoa-Buddhis di Jakarta.
Meskipun berada di tengah kota yang padat, suasana di dalam vihara tetap tenang dan penuh khidmat.
Umat melakukan sembahyang, mendengarkan ceramah Dhamma, dan mengikuti prosesi pembersihan patung Buddha (Tukang Kembang).
Lokasinya yang strategis memudahkan keluarga dari berbagai wilayah untuk berkunjung sekaligus mengeksplorasi kawasan Chinatown di Jakarta.
Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang: Menara Setinggi 45 Meter dengan Pemandangan Luar Biasa
Vihara Buddhagaya Watugong di Semarang dikenal dengan menara pagodanya yang menjulang setinggi 45 meter.
Menjelang Waisak, vihara ini mengadakan bazar amal, pertunjukan seni, dan meditasi bersama yang terbuka untuk umum.
Pengunjung bisa naik ke puncak menara untuk melihat pemandangan kota Semarang dari ketinggian.
Prosesi Waisak di sini melibatkan arak-arakan lampion dan patung Buddha yang dibawa keliling kompleks vihara.
Fasilitas yang lengkap dan area taman yang luas membuat vihara ini sangat ramah anak dan keluarga.
Candi Mendut dan Candi Pawon, Magelang: Rangkaian Prosesi dari Candi ke Borobudur
Candi Mendut dan Candi Pawon menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan Waisak sebelum prosesi puncak di Borobudur.
Setiap tahun, patung Buddha dari Candi Mendut dibawa dalam arak-arakan menuju Candi Borobudur.
Prosesi ini melintasi jarak sekitar 3 kilometer dan diikuti oleh ribuan umat serta peziarah.
Kegiatan ini tidak hanya religius, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara.
Keluarga bisa menyaksikan langsung prosesi ini sambil mengajarkan anak-anak tentang makna persatuan dan kerukunan umat beragama.
Vihara Satya Dharma, Bandung: Suasana Kental Nuansa Indonesia
Vihara Satya Dharma di Kota Baru Parahyangan, Bandung, dikenal dengan arsitektur yang memadukan gaya Tiongkok dan tradisional Indonesia.
Perayaan Waisak di vihara ini selalu ramai dengan kegiatan seperti donor darah, pengobatan gratis, dan pameran makanan vegetarian.
Ada juga pertunjukan musik dan tarian yang menampilkan budaya lokal, sehingga memberikan nuansa keberagaman yang kental.
Umat dan pengunjung bisa mengikuti meditasi bersama di aula utama yang luas dan tertata rapi.
Lokasinya yang berada di kawasan perumahan elit membuat aksesnya mudah dan aman untuk keluarga.
Vihara Tanah Air, Denpasar: Simbol Kerukunan Umat Beragama di Bali
Vihara Tanah Air di Denpasar merupakan simbol harmoni antarumat beragama di Bali yang mayoritas Hindu.
Walaupun berada di tengah komunitas Hindu, vihara ini diterima dengan baik dan sering dikunjungi oleh umat dari berbagai latar belakang.
Perayaan Waisak di sini diisi dengan doa bersama, ceramah Dhamma, dan kegiatan sosial seperti pembagian sembako.
Bentuk bangunan vihara yang modern namun tetap kental dengan unsur spiritual membuatnya menarik untuk dikunjungi.
Ini adalah contoh nyata bagaimana toleransi beragama tumbuh subur di tengah masyarakat Bali.
Vihara Avalokitesvara, Medan: Vihara Terbesar di Sumatera Utara
Vihara Avalokitesvara di Medan dikenal sebagai vihara terbesar dan paling megah di Sumatera Utara.
Setiap Waisak, vihara ini dipenuhi umat dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk wisatawan asing.
Prosesi ibadah diadakan di aula utama yang mampu menampung ribuan orang.
Selain itu, ada juga kegiatan bakti sosial seperti sunatan massal, donor darah, dan pembagian nasi bungkus gratis.
Patung Guanyin setinggi 30 meter menjadi ikon vihara dan sering menjadi latar foto pengunjung.
Vihara Dharma Giri, Batu: Nuansa Alam dan Spiritualitas yang Menyatu
Vihara Dharma Giri di Batu, Malang, menawarkan suasana damai dengan pemandangan alam pegunungan yang indah.
Terletak di ketinggian, vihara ini menjadi tempat favorit untuk meditasi dan refleksi spiritual.
Selama Waisak, vihara mengadakan retret singkat, pelatihan mindfulness, dan kebaktian bersama keluarga.
Ada juga area bermain anak dan kantin vegetarian yang menyediakan makanan sehat dan halal.
Kombinasi antara alam, pendidikan, dan spiritualitas membuat Vihara Dharma Giri menjadi destinasi Waisak yang sangat layak dikunjungi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Hari Raya Waisak dirayakan di Indonesia?
Hari Raya Waisak dirayakan setiap bulan Mei, bertepatan dengan purnama bulan ke-4 dalam kalender lunar, yang menandai kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.
Apakah non-umat Buddha boleh mengunjungi tempat perayaan Waisak?
Ya, tempat perayaan Waisak terbuka untuk umum, termasuk pengunjung dari latar belakang agama lain, selama menjaga sikap sopan dan menghormati prosesi yang berlangsung.
Apa yang biasanya dilakukan selama perayaan Waisak?
Kegiatan utama meliputi sembahyang, meditasi, arak-arakan, pelepasan lampion, pembacaan kitab suci, dan bakti sosial seperti donor darah dan pembagian makanan.
Apakah perayaan Waisak di Candi Borobudur memerlukan tiket masuk khusus?
Ya, selama perayaan Waisak, pengunjung perlu mendaftar atau memiliki tiket khusus karena jumlah peserta terbatas dan proses keamanan diperketat.
Apa yang harus dikenakan saat mengunjungi vihara saat Waisak?
Disarankan untuk memakai pakaian sopan dan tertutup, berwarna putih atau netral, sebagai bentuk penghormatan terhadap suasana sakral perayaan.