JAKARTA – Kesadaran akan pentingnya keberlanjutan semakin meningkat, termasuk dalam industri kecantikan.
Konsumen kini tidak hanya mencari produk yang efektif, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Dari kemasan ramah lingkungan hingga bahan-bahan alami, skincare yang berkelanjutan menjadi tren yang berkembang pesat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi, apakah benar perawatan kulit bisa membantu menyelamatkan lingkungan?
Salah satu cara utama adalah dengan memilih produk yang menggunakan bahan-bahan alami dan bebas dari zat berbahaya.
Banyak produk skincare konvensional mengandung mikroplastik, paraben, dan sulfat yang dapat mencemari air ketika dibilas ke saluran pembuangan. Bahan-bahan sintetis ini tidak mudah terurai dan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.
Selain itu, proses produksi yang bertanggung jawab juga memainkan peran penting. Beberapa brand mulai beralih ke metode manufaktur yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi limbah produksi dan menggunakan energi terbarukan.
Baca Juga:
Tips Jitu Career Cushioning: Strategi Aman Hadapi Ketidakpastian Kerja di Tahun 2026
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Kemasan juga menjadi perhatian utama, dengan banyak perusahaan yang kini menggunakan bahan daur ulang atau sistem isi ulang untuk mengurangi sampah plastik.
Tak hanya itu, industri kecantikan yang berkelanjutan juga berusaha untuk tidak melakukan uji coba pada hewan (cruelty-free) dan memilih bahan yang diperoleh secara etis.
Dengan memilih produk dari brand yang memiliki sertifikasi cruelty-free dan fair trade, konsumen dapat memastikan bahwa skincare yang mereka gunakan tidak merugikan makhluk hidup lainnya.
Perubahan ini tidak hanya dipicu oleh inisiatif perusahaan, tetapi juga oleh permintaan konsumen yang semakin sadar lingkungan.
Baca Juga:
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
Dengan meningkatnya kesadaran ini, brand baru yang mengusung konsep keberlanjutan semakin bermunculan.
Salah satu contoh brand skincare menghadirkan produk skincare yang ramah lingkungan. Brand pendatang baru ini mengusung komitmen keberlanjutan melalui program #SaveWater.
Salah satu inisiatif mereka adalah program 1% for Water, di mana 1% dari setiap keuntungan akan disumbangkan untuk mendukung pelestarian air bersih dan pembersihan sampah di sungai. “Kami berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan.
Melalui program #SaveWater dan inisiatif 1% for Water, kami menyumbangkan 1% keuntungan untuk menjaga kebersihan sungai dan mendukung pelestarian air,” jelas Nafira Permata, Manager R&D Luna Luxe.
Luna Luxe menggabungkan 12 bahan dasar alami dengan 8 kandungan premium untuk menciptakan formulasi yang efektif bagi kulit.
“Kami di Luna Luxe sangat memperhatikan kualitas setiap produk yang kami kembangkan. Dengan menggabungkan 12 bahan alami dan 8 kandungan premium, kami memastikan setiap formulasi tidak hanya efektif, tapi juga aman dan ramah lingkungan,” ujar Nafira.
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Kebangkitan Desa Pegunungan: “Homestay Economy” di Guizhou Jadi Angin Segar bagi Desa-Desa Etnik
Kombinasi bahan seperti ekstrak lidah buaya, teh hijau, licorice, dan chamomile memberikan manfaat hidrasi dan antioksidan yang tinggi.
Sementara itu, kandungan premium seperti niacinamide, tranexamic acid, dan marine squalane membantu mencerahkan kulit sekaligus menjaga skin barrier.
Formulasi ini dirancang untuk memberikan hasil optimal tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya seperti paraben, sulfat, atau pewangi sintetis.
“Kami di Luna Luxe percaya bahwa kecantikan alami bisa didapat dengan perawatan yang tepat. Karena itu, kami menghadirkan produk dengan bahan-bahan premium dan alami yang sudah teruji secara ilmiah,” tambah Nafira.
Luna Luxe juga memastikan setiap produknya melewati penelitian dan pengujian ketat sebelum dipasarkan.
Produk ini direncanakan hadir di platform e-commerce seperti Shopee dan TikTok Shop pada 2025, membawa konsep skincare berkelanjutan ke pasar Indonesia.***









