Laporan keuangan adalah sebuah dokumen yang berisi informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan atau organisasi.
Laporan ini biasanya dibuat setiap periode tertentu, misalnya bulanan, triwulanan, atau tahunan, umumnya berisi tiga jenis informasi utama, yaitu laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
Berikut ini adalah contoh laporan keuangan sederhana dari PT ABCD, sebuah perusahaan fiktif yang bergerak di bidang distribusi barang-barang elektronik. Contoh ini dibuat untuk periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi berisi informasi mengenai pendapatan, biaya, dan keuntungan atau kerugian suatu perusahaan pada periode tertentu.
Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi dari PT ABCD.

Dari neraca di atas, dapat diketahui bahwa PT ABCD memiliki total aset sebesar 850.000.000 rupiah.
Yang terdiri dari kas dan setara kas sebesar 100.000.000 rupiah, piutang usaha sebesar 50.000.000 rupiah.
Persediaan barang sebesar 200.000.000 rupiah, dan aset tetap sebesar 500.000.000 rupiah.
Sedangkan total kewajiban dan ekuitas PT ABCD adalah sebesar 770.000.000 rupiah.
Kewajiban terdiri dari hutang usaha sebesar 50.000.000 rupiah, hutang lain-lain sebesar 20.000.000 rupiah, dan pinjaman bank sebesar 300.000.000 rupiah.
Sementara itu, ekuitas PT ABCD terdiri dari modal sebesar 480.000.000 rupiah.
Neraca
Neraca adalah sebuah laporan keuangan yang berisi informasi mengenai aset, kewajiban, dan modal suatu perusahaan pada periode tertentu.
Berikut ini adalah contoh neraca dari PT ABCD.

Dari neraca di atas, dapat diketahui bahwa PT ABCD memiliki total aset sebesar 850.000.000 rupiah.
Yang terdiri dari kas dan setara kas sebesar 100.000.000 rupiah, piutang usaha sebesar 50.000.000 rupiah.
Persediaan barang sebesar 200.000.000 rupiah, dan aset tetap sebesar 500.000.000 rupiah.
Sedangkan total kewajiban dan ekuitas PT ABCD adalah sebesar 770.000.000 rupiah.
Kewajiban terdiri dari hutang usaha sebesar 50.000.000 rupiah, hutang lain-lain sebesar 20.000.000 rupiah, dan pinjaman bank sebesar 300.000.000 rupiah.
Sementara itu, ekuitas PT ABCD terdiri dari modal sebesar 480.000.000 rupiah.
BACA JUGA : Cara Mendesain Kemasan Produk Agar Menarik Minat Pembelian
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan yang berisi informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan pada periode tertentu.
Berikut ini adalah contoh laporan arus kas dari PT ABCD.

Dari Contoh laporan keuangan sederhana Laporan arus kas di atas, dapat diketahui bahwa PT ABCD memiliki kas masuk sebesar 1.060.000.000 rupiah.
Yang terdiri dari penjualan barang sebesar 1.000.000.000 rupiah dan penerimaan piutang sebesar 60.000.000 rupiah.
Sedangkan kas keluar PT ABCD sebesar 735.000.000 rupiah, yang terdiri dari pembelian barang sebesar 500.000.000 rupiah, gaji karyawan sebesar 100.000.000 rupiah, sewa gedung sebesar 50.000.000 rupiah, biaya lain-lain sebesar 20.000.000 rupiah, biaya listrik dan air sebesar 10.000.000 rupiah, biaya pemasaran sebesar 50.000.000 rupiah, dan biaya lain-lain sebesar 5.000.000 rupiah.
Dari perhitungan kas masuk dikurangi kas keluar, diperoleh arus kas bersih PT ABCD sebesar 325.000.000 rupiah.
Selain itu, PT ABCD memiliki kas awal tahun sebesar 100.000.000 rupiah dan kas akhir tahun sebesar 425.000.000 rupiah.
Dengan adanya laporan keuangan yang lengkap dan akurat, perusahaan dapat mengetahui kinerja keuangannya selama periode tertentu dan memperoleh informasi yang berguna dalam membuat keputusan bisnis di masa depan.









