Home / Tak Berkategori

Hah? Masa Iya NII di Sumbar akan Gulingkan Pemerintah Hanya dengan Senjatakan Golok

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadli Zon. (Instagram.com/@fadlizon)

Fadli Zon. (Instagram.com/@fadlizon)

FEMME – Berita sensasi muncul di media yakni penangkapan kelompok NII di Sumbar yang katanya bervisi seperti NII Kartosuwiryo.

Ditemukan senjata berupa golok diantara salah satu tersangka. Hebatnya kelompok ini katanya akan menggulingkan Pemerintah Jokowi sebelum 2024.

Dengan bermodal visi, sebilah golok dan usaha untuk mencari pandai besi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fadli Zon meragukan kelompok di Sumbar ini benar-benar ingin menggulingkan Pemerintahan Jokowi.

“Golok biasanya digunakan untuk mengambil kelapa dan berbuka puasa”, selorohnya.

Bukan hanya orang dewasa tetapi Densus 88 juga menyasar anak-anak.

Keraguan itu lebih kuat ternyata yang berniat akan menggulingkan itu hanya satu orang.

Penangkapan kelompok NII ini bersamaan momen dengan maraknya aksi mahasiswa yang memprotes agenda penundaan Pemilu dan perpanjangan 3 periode. Ada pula aspirasi yang mendesak Presiden untuk mundur.

Di tengah memanasnya tekanan pada Presiden Jokowi maka keterkaitan gerakan penggulingan oleh NII sepertinya dicoba untuk didekat-dekatkan.

Bila melihat sejarah penggulingan Pemerintahan dan agenda penggantian ideologi oleh PKI pada tahun 1926, 1948, dan terakhir 1965.

Nampaknya “penggulingan golok” NII di Sumbar ini nampaknya lebih pada halusinasi daripada benar-benar aksi.

PKI jauh lebih matang dan terkonsolidasi. Kesiapan kekuatan jauh lebih nyata.

Untuk agenda penggulingan, kekuatan riel jutaan massa PKI telah siap mendukung.

Tentara disusupi dan berada di lingkaran Istana. Cakrabirawa menjadi pasukan penyusup yang solid.

Belum lagi Angkatan Udara. Aparat birokrasi yang terafiliasi PKI juga cukup banyak termasuk Menteri.

Jadi kondisi seperti ini yang memang siap untuk melakukan penggulingan. Dan itupun ternyata dapat digagalkan.

Terlalu menyederhanakan dan memalukan jika sedemikian ketakutan atas puluhan orang NII yang baru diduga hendak melakukan teror.

Entah bagamaina caranya, dan hanya satu orang yang terkuak ingin menggulingkan Pemerintahan.

Modal untuk itupun hanya satu golok panjang. Densus 88 terlalu mahal untuk klaim murahan seperti ini.

Jika aksi mahasiswa atau elemen masyarakat lainnya mendesak Presiden untuk mengundurkan diri.

Atau menyampaikan aspirasi ke DPR/MPR agar melakukan proses pemakzulan Presiden, maka hal itu sah-sah saja.

Tak perlu ada penangkapan seperti terhadap kekuatan “berlevel Kecamatan” di Sumbar atas nama kelompok NII.

Aksi mahasiswa atau elemen masyarakat di atas tidak bisa di kualifikasi penggulingan yang bernama makar atau kudeta.

Oleh karenanya Densus 88 tidak perlu terlalu cepat mengumbar ancaman “penggulingan” pada Pemerintahan Jokowi atas penangkapan mereka yang menamakan dirinya sebagai NII di Sumatera Barat.

OPM yang menjadi KKB dan Teroris di Papua saja Pemerintah ragu untuk bertindak padahal aksi kekerasan mereka nyata.

Tentara dan masyarakat sipil banyak yang terbunuh sebagai korban dari kelompok separatis yang sebenarnya adalah “upaya penggulingan”.

Ini NII di Sumbar yang belum terdengar ada kekerasan kerusuhan, atau pembunuhan sudah diposisikan sebagai “akan menggulingkan”.

Di masa Orde Baru munculnya kelompok seperti Komando Jihad, NII dan sejenisnya disinyalir sebagai buatan. Bahan untuk menciptakan hantu dan memecah belah umat Islam.

Semoga saja dipopulerkan kembali NII, JI dan sejenisnya bukan mengambil oper pola Orde Baru dulu. Dengan tujuannya yang jelas adalah fitnah dan memecah belah.

Jadi menggulingkan Pemerintah dengan hanya bersenjatakan golok jelas absurd dan tidak nyambung.

Opini: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.***

Berita Terkait

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Coda Perluas Upaya Pencegahan Penipuan melalui Kampanye Terbaru Guard Your Game
Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO
Produk Guangdong Mendunia: Acara “Produk Zhongshan di Malaysia” Resmi Debut di Luar Negeri
Milan Design Week 2026: Haier dan Fisher & Paykel Semakin Solid di Segmen Premium, Hadirkan Terobosan untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Berita Terkait

Rabu, 26 Maret 2025 - 09:54 WIB

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release

Rabu, 29 April 2026 - 10:22 WIB

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 April 2026 - 09:00 WIB

Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru

Rabu, 29 April 2026 - 08:16 WIB

Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026

Rabu, 29 April 2026 - 06:00 WIB

TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI

Rabu, 29 April 2026 - 05:16 WIB

Coda Perluas Upaya Pencegahan Penipuan melalui Kampanye Terbaru Guard Your Game

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB