PERKEMBANGAN  industri desain pencahayaan global kembali mendapat sorotan dalam malam penganugerahan LIT Lighting Design Awards yang berlangsung di jantung kota Paris, Prancis, pada 16 Juni lalu.

Ajang internasional tahunan ini menjadi ruang apresiasi utama bagi karya-karya terbaik di bidang Lighting Product Design, Architectural Lighting Design, serta Entertainment Lighting Design.

Acara berskala internasional tersebut mempertemukan lebih dari 200 desainer pencahayaan profesional, anggota dewan juri, serta para pelaku industri global dari 25 negara untuk melihat arah tren, inovasi teknologi, dan estetika pencahayaan terbaru.

Dalam kompetisi global tersebut, salah satu representasi industri kreatif dari Indonesia berhasil mencatatkan prestasi signifikan pada kategori Decorative Accent Lamp.

Penghargaan internasional tersebut diberikan kepada produk bernama ROH Table Lamp, sebuah koleksi desain lampu meja buatan studio Rêmên.

Penghargaan tingkat dunia ini diterima langsung oleh pendiri sekaligus desainer utama Rêmên, Sylviana Putri Sunario Soegondo, dalam rangkaian penyerahan trofi kepada perwakilan pemenang terpilih. Apresiasi ini sekaligus menegaskan posisi desain produk lokal di pasar internasional.

Rangkaian agenda penganugerahan di Paris ini diawali dengan sesi networking dan design talks yang diselenggarakan pada waktu sore hari sebelum acara puncak dimulai.

Sesi diskusi tersebut menghadirkan presentasi singkat yang memaparkan konsep dasar, inovasi material, serta kisah di balik proses kreatif karya-karya pemenang untuk periode tahun 2024 dan 2025.

Para pemenang, anggota dewan juri lintas negara, serta sejumlah perwakilan media internasional berkumpul di kawasan tepian Sungai Seine untuk melakukan diskusi profesional, berbagi inspirasi, serta membangun jejaring kerja sama industri pencahayaan internasional.

Acara kemudian ditutup dengan agenda gala dinner, di mana setiap pemenang dari berbagai kategori dipanggil ke atas panggung untuk menerima commemorative anniversary trophy.

Penyerahan trofi peringatan ini menjadi simbol atas pencapaian personal dari masing-masing perancang desain, sekaligus mencerminkan adanya semangat kolaboratif yang terus mendorong pertumbuhan serta perkembangan standar industri desain pencahayaan global.

Kehadiran para pelaku sektor kreatif dari puluhan negara ini menegaskan pentingnya pemetaan potensi pasar dan kolaborasi desain di tingkat internasional.

Pendiri Rêmên, Sylviana Putri Sunario Soegondo, menyatakan bahwa pengakuan di tingkat global ini memberikan tanggung jawab baru bagi studio desain yang berbasis di Indonesia tersebut.

Sebagai sebuah merek komersial yang baru didirikan pada tahun 2025, pencapaian ini dinilai sebagai motivasi strategis untuk terus konsisten menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar namun tetap mempertahankan akar identitas budaya.

Melalui penciptaan objek pencahayaan fungsional, Rêmên berupaya memperkenalkan nilai estetika lokal ke dalam ekosistem desain internasional.

industri desain pencahayaan global kembali mendapat sorotan dalam malam penganugerahan LIT Lighting Design Awards. (Dok. Omura Masaya)

“Sebagai brand yang lahir pada tahun 2025, pengakuan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menciptakan karya yang relevan, bermakna, dan berakar pada identitas Indonesia.”

“Melalui setiap objek, kami berharap dapat menghadirkan kehangatan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada dunia,” kata Sylviana. Ia menambahkan bahwa berada di antara nama-nama besar industri pencahayaan global memberikan pengalaman inspiratif untuk terus mengevaluasi, belajar, dan membawa produk lokal melangkah lebih jauh di kancah internasional.***

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL