Femme.id – Memahami inner child menjadi kunci bagi Ryo Sihombing dalam menjalani peran sebagai ayah yang hadir secara penuh bagi ketiga anaknya.
Sebagai seorang profesional di bidang logistik dan pengiriman di PT Indo Marco Prismatama atau Indomaret, Ryo Sihombing telah menjalani karier selama 12 tahun.
Ia menjabat di divisi Merchandising dengan fokus pada pengelolaan armada, SOP delivery, tim loading, serta mitigasi risiko kecelakaan dalam proses distribusi.
Meski memiliki tanggung jawab besar di kantor, Ryo selalu berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu agar bisa pulang cepat.
Ia bahkan dikenal sebagai salah satu karyawan yang konsisten pulang tepat waktu tanpa lembur.
Bagi Ryo, kehadiran sebagai ayah bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan keterlibatan emosional dan waktu yang berkualitas bersama anak-anak.
Ia memiliki tiga anak, yaitu Obed (6), Willy (4), dan Nikita (1).
Perjalanan pengasuhan keluarganya mengalami titik balik ketika Obed, anak pertamanya, didiagnosis mengalami ADHD tingkat sedang dan memiliki indikasi autisme sekitar 20%.
Di awal, diagnosis ini memberikan kejutan yang cukup besar bagi Ryo dan istrinya.
Baca Juga:
Tren Blazer Tweed dan Panduan Jujur Menghadapi Wawancara Kerja Setelah PHK
Persiapan Nonton Konser F4 2026: Tips Anti Panik dan Tetap Nyaman di Indonesia Arena
Cara Mengatasi Sakit Kepala Setelah Olahraga Pagi: Penyebab dan Solusi Terbaik
Namun mereka memilih untuk menerima kondisi tersebut sebagai panggilan untuk lebih dekat dengan anak.
Sejak itu, mereka aktif menjalani terapi rutin selama kurang lebih lima tahun dengan progres yang terus berkembang.
Komitmen ini menuntut alokasi waktu yang lebih intensif dibanding pengasuhan anak pada umumnya.
Proses pembelajaran untuk Obed membutuhkan pengulangan hingga puluhan kali, sehingga Ryo dan istrinya harus menyisihkan waktu ekstra di rumah.
Baca Juga:
10 Rekomendasi Tempat Merayakan Waisak Terpopuler di Indonesia, Vihara hingga Candi
Rekomendasi Audiobook Terbaik untuk Wanita Karier: Temani Perjalanan dan Pengembangan Diri
Biaya UKT UGM 2026 untuk Jalur SNBT dan Mandiri: Informasi Lengkap dan Terbaru
Di luar jam kerja, akhir pekan mereka digunakan secara maksimal untuk stimulasi dan pendampingan anak.
Tantangan pengasuhan tidak hanya terletak pada waktu, tetapi juga lingkungan sosial yang belum sepenuhnya memahami kondisi anak berkebutuhan khusus.
Ryo mengakui adanya penilaian dari lingkungan yang kadang membuat mereka harus menjelaskan kondisi Obed secara berulang.
Meski begitu, dukungan dari keluarga besar, sekolah, dan komunitas sekitar cukup membantu proses adaptasi.
Secara finansial, biaya terapi, konsultasi psikolog, tes psikologi, dan pemeriksaan berkala menjadi beban tambahan yang harus dikelola.
Ryo dan istrinya berusaha memastikan bahwa kebutuhan adik-adik Obed tetap terpenuhi secara adil.
Baca Juga:
Gaji Nggak Naik? Ini 7 Cara Tetap Bahagia dan Termotivasi di Tempat Kerja
Panduan Karier dan Gaya Hidup Profesional Wanita Modern 2026
Teror Hantu di Lingkungan Warga: Ini 5 Langkah Aman untuk Lindungi Keluarga dari Modus Kejahatan
Mereka mengatur alokasi dana agar setiap anak mendapatkan stimulasi sesuai usia dan kebutuhannya.
Aspek emosional juga menjadi tantangan tersendiri.
Ada masa-masa ketika Ryo merasa lelah dan putus asa melihat perkembangan Obed yang terasa lambat.
Ia mengakui adanya keinginan agar anaknya bisa berkembang seperti anak-anak lainnya.
Namun di tengah perasaan itu, ia belajar untuk menerima, bersabar, dan mengelola ekspektasi secara lebih bijak.
Kunci utama dalam perjalanan ini adalah kesadaran akan inner child-nya sendiri.
Saat kecil, Ryo merasa hubungannya dengan orang tua, terutama ayahnya, cenderung jauh karena kesibukan kerja.
Ada rasa sungkan dan jarak yang membuatnya merasa kurang terhubung secara emosional.
Pengalaman itulah yang menjadi pemicu kuat baginya untuk tidak mengulangi pola yang sama.
Ia bertekad untuk menjadi ayah yang dekat, terbuka, dan selalu hadir bagi anak-anaknya.
Ryo ingin menciptakan memori yang hangat dan aman bagi anak-anaknya.
Ia ingin mereka tumbuh dengan rasa percaya bahwa ayah selalu ada untuk diajak berbicara.
Bagi Ryo, menjadi tempat aman dan sistem pendukung utama adalah bentuk kasih yang paling nyata.
Perjalanan Ryo Sihombing mengingatkan kita bahwa menjadi orang tua bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang kehadiran.
Melalui refleksi diri dan pemahaman inner child, ia berhasil mengubah luka masa kecil menjadi kekuatan dalam pengasuhan.
Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak ayah untuk lebih sadar dan terlibat dalam tumbuh kembang anak.
Di tahun 2026, kesadaran akan kesehatan mental dan pengasuhan inklusif semakin penting, dan Ryo adalah contoh nyata dari ayah modern yang menjalani peran itu dengan hati.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan inner child dalam konteks pengasuhan?
Inner child merujuk pada bagian diri yang membawa pengalaman, emosi, dan pola dari masa kecil seseorang. Dalam pengasuhan, memahami inner child membantu orang tua menyadari pengaruh masa lalu terhadap cara mereka mengasuh anak, sehingga bisa membuat pilihan yang lebih sadar dan sehat.
Bagaimana Ryo Sihombing menerapkan pemahaman inner child dalam perannya sebagai ayah?
Ryo menyadari bahwa hubungannya dengan orang tua saat kecil cenderung jauh karena kesibukan. Pengalaman itu membuatnya bertekad untuk tidak mengulangi pola tersebut, sehingga ia memilih untuk selalu hadir secara emosional dan fisik bagi anak-anaknya.
Apa tantangan utama yang dihadapi Ryo dalam mengasuh anak dengan kebutuhan khusus?
Tantangan utamanya mencakup alokasi waktu yang lebih intensif, tekanan finansial dari biaya terapi, penilaian sosial dari lingkungan, serta tantangan emosional dalam mengelola ekspektasi dan rasa lelah selama proses pengasuhan.
Bagaimana Ryo mengatur keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga?
Ryo memprioritaskan efisiensi kerja agar bisa pulang tepat waktu, sehingga waktu bersama keluarga tidak terganggu. Ia juga memanfaatkan akhir pekan secara maksimal untuk stimulasi dan pendampingan anak-anak di rumah.
Mengapa kehadiran ayah penting dalam tumbuh kembang anak, terutama anak dengan kebutuhan khusus?
Kehadiran ayah memberikan rasa aman, stabilitas emosional, dan dukungan yang konsisten. Bagi anak dengan kebutuhan khusus, keterlibatan ayah yang aktif dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan progres terapi secara keseluruhan.