Kala itu ia merupakan Pekerja Tidak Tetap (PTT) selama 4 tahun lamanya.

Ketika dirinya bekerja menjadi seorang dokter umum, ia benar-benar menabung.

Karena ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keinginan untuk meraih gelar spesialis bedah kala itu.

“Saya menabung untuk bisa melanjutkan pendidikan spesialis dan bidang spesialis yang saya minati saat itu adalah spesialis bedah,” papar dia.

Ipda Viona akhirnya berhasil mendapatkan gelar spesialis bedah setelah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur.

Setelah itu, ia bekerja menjadi salah seorang dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, Bali.

Melihat minimnya dokter organik Polri, membuat dirinya termotivasi untuk menjadi dokter perwira polri.