Inilah 7 Pemanis Buatan yang Terkenal, Waspada karena Ada Juga yang Berbahaya untuk Ibu Hamil

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 22 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemanis Buatan yang Berbahaya untuk Ibu Hamil. (Pixabay.com/StockSnap)

Pemanis Buatan yang Berbahaya untuk Ibu Hamil. (Pixabay.com/StockSnap)

Oleh: Sharon Susanto dan Astrid Fransisca Padang, (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya)

JAKARTA – Pemanis buatan kian banyak digunakan dalam produk makanan dan minuman.

Hal ini karena pemanis buatan menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan gula, seperti rendah kalori, jumlah penggunaannya bisa lebih sedikit, dan dinilai lebih ekonomis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, pemanis buatan tidak bisa dikonsumsi sembarangan.

Takarannya harus dibatasi, bahkan beberapa jenis pemanis buatan dilarang untuk kelompok rentan, seperti ibu hamil (bumil) maupun ibu menyusui (busui).

Sayangnya, belum lama ini media sosial dihebohkan dengan temuan pemanis buatan dalam produk susu khusus bumil.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melarang penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan khusus ibu hamil dan menyusui.

Sebab, jenis pemanis buatan tertentu diduga berisiko menyebabkan ibu mengalami diabetes selama kehamilan (gestasional) hingga melahirkan bayi dengan cacat lahir.

Masalahnya, bumil mungkin saja tidak sengaja mengonsumsi produk pangan harian yang mengandung pemanis buatan.

Lalu, apa saja pemanis buatan dalam produk pangan yang harus diwaspadai ibu hamil?

1. Sakarin

Sakarin merupakan salah satu pemanis buatan tertua di pasaran. Secara umum, pemanis ini tergolong aman dikonsumsi manusia.

Menurut European Food Safety Authority (ESFA), acceptable daily intake (ADI) alias batas konsumsi harian maksimal sakarin adalah 5 hingga 9 mg/kg berat badan (BB) per hari

. Namun, di negara lain, seperti Kanada, penggunaan pemanis ini sangat dibatasi pada produk pangan tertentu.

Di Indonesia, sakarin termasuk pemanis buatan yang dilarang digunakan dalam produk pangan khusus bumil dan busui.

Penelitian mengenai efek samping sakarin pada ibu hamil sendiri memang masih sangat terbatas, tetapi penggunaannya cenderung tidak disarankan.

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa sakarin yang dikonsumsi bumil berisiko membahayakan janin.

Sebab, proses pengeluaran sakarin dari janin lebih lambat sehingga dapat mengakibatkan akumulasi pada janin.

Kendati sakarin pada konsentrasi tinggi dikategorikan tidak berbahaya, tetapi sakarin yang diproses dengan metode tertentu bisa menghasilkan cemaran yang bersifat genotoxic (dapat merusak DNA).

Sementara itu, penelitian terbaru membantah temuan awal yang menduga bahwa sakarin dapat memicu kanker kandung kemih pada bayi.

Sakarin pun resmi dihapus dari daftar zat penyebab kanker.

2. Siklamat

Sebuah studi awal menduga bahwa siklamat maupun jenis garamnya (kalsium siklamat, natrium siklamat, dan magnesium siklamat) dikaitkan dengan risiko kejadian kanker.

Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa siklamat tidak terbukti secara ilmiah menyebabkan kanker.

Hal ini menimbulkan kontroversi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat (AS) masih melarang secara total penggunaan siklamat pada produk pangan.

Sementara di Indonesia, pemanis ini boleh digunakan dalam jumlah yang sangat terbatas pada beberapa jenis makanan.

Sesuai peraturan yang berlaku, batas konsumsi siklamat diperketat pada beberapa produk pangan seperti makanan diet.

Bumil dan busui yang ingin menjaga pola makan harus berhati-hati mengecek produk makanan diet yang mungkin saja mengandung siklamat.

3. Aspartam

Aspartam merupakan salah satu pemanis yang paling banyak digunakan dalam produk makanan dan minuman.

Pemanis ini bisa memberikan rasa 200 kali lipat lebih manis dibandingkan dengan gula biasa, sehingga penggunaannya bisa lebih sedikit dan hemat ongkos produksi.

Namun, keamanan penggunaan aspartam sempat menimbulkan kontroversi.

Berdasarkan kajian International Agency for Research on Cancer, pemanis ini dilabeli sebagai zat yang diduga menyebabkan kanker bagi populasi umum, tetapi FDA dan beberapa badan pengawas di Eropa masih mengizinkan penggunaan aspartam dalam kadar tertentu.

Selain itu, aspartam sama sekali tidak terdeteksi menyeberangi plasenta karena sepenuhnya dicerna dalam saluran cerna.

Di Indonesia sendiri, batas konsumsi aspartam bagi populasi umum adalah 40 mg/kg berat badan. Adapun untuk makanan diet kadarnya lebih diperketat.

BPOM sendiri tetap tidak mengizinkan penggunaan aspartam dalam produk pangan bumil dan busui.

4. Sukralosa

Sukralosa memiliki tingkat kemanisan 600 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan gula atau sukrosa.

Riset menunjukkan bahwa pemanis ini diduga dapat berpindah dari ibu hamil karena zatnya ditemukan pada urine bayi baru lahir.

Seperti halnya pemanis lainnya, BPOM melarang penggunaan sukralosa pada produk pangan khusus ibu hamil dan menyusui.

Meski begitu, bumil dan busui harus berhati-hati, karena pemanis dengan ADI sebesar 15 mg/kgBB ini mungkin saja digunakan dalam produk pangan harian.

5. Asesulfam potasium

Asesulfam potasium sering kali ditemukan pada berbagai makanan, minuman, maupun produk farmasi dengan ADI sebesar 15 mg/kgBB.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemanis ini ditemukan pada cairan ketuban dan urine janin, bahkan konsentrasi tingginya ditemukan pada plasenta.

Studi pada hewan lainnya menunjukkan bahwa janin yang terpapar pemanis ini memiliki kecenderungan untuk memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman manis saat dewasa.

Sebagai catatan, konsumsi asesulfam potasium pada penelitian hewan tersebut lebih besar dibandingkan dengan takaran konsumsi yang disarankan pada manusia.

6. Neotame

Neotame disetujui sebagai pemanis, baik di Indonesia maupun AS. Pemanis ini mampu memberikan 13 ribu kali lipat rasa yang lebih manis daripada gula dapur.

Neotame stabil terhadap panas, sehingga cocok digunakan pada produk makanan yang dipanggang.

Belum ada data yang cukup terkait efek konsumsi neotame selama kehamilan, tetapi penggunaannya pada populasi umum dinyatakan aman.

FDA menyetujui neotame sebagai pemanis serbaguna (kecuali pada produk daging dan unggas).

Namun, BPOM tetap melarang penggunaan neotame sebagai pemanis dalam produk pangan khusus bumil dan busui.

7. Gula alkohol

Gula alkohol (poliol), merupakan gula alami berjumlah kecil dalam buah dan sayur.

Dalam jumlah massal, pemanis ini diproses secara kimia, sehingga pada beberapa negara dikategorikan dalam kelas lain, yaitu pengganti gula.

Di Indonesia, gula alkohol digolongkan sebagai pemanis alami. Beberapa contoh golongan gula alkohol adalah manitol, sorbitol, atau silitol.

Bukti ilmiah mengenai efek poliol terhadap kehamilan masih terbatas. Namun, senyawa poliol ditemukan pada sampel ibu hamil dan janin dengan kehamilan normal.

Karena itu, kemungkinan besar pemanis ini aman dikonsumsi dalam batas normal.

Hanya saja penelitian terbaru menduga adanya keterkaitan antara kejadian diabetes gestasional dengan konsumsi gula alkohol sorbitol dan erythritol.

Kendati belum ada penelitian yang secara jelas menyatakan dampak negatif konsumsi pemanis buatan selama kehamilan, penggunaan bahan tambahan pangan ini tetap tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.

BPOM secara tegas juga melarang semua jenis pemanis buatan dalam produk pangan khusus ibu hamil maupun menyusui.

Karena itu, bumil dan busui harus berhati-hati mengonsumsi produk pangan harian yang mungkin saja mengandung pemanis buatan dalam kadar tertentu.***

Artikel ini direpublikasi dari The Conversation dalam artikel berjudul: Mengenal 7 pemanis buatan: Mana yang berbahaya untuk ibu hamil?.*

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnispost.com dan Ekbisindonesia.com 

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabartv.com dan Pusatsiaranpers.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Sulawesiraya.com dan Harianjayakarta.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 0853155577880855777788808781555778808111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Sumber Berita: Theconversation.com

Berita Terkait

Pikat Pelanggan Lewat Tampilan, Pentingnya Kemasan Bening Berkualitas bagi Bisnis Dessert
Realita Ibu-Ibu: Perjuangan Mengurus Rumah dan Anak Bersama Cakra Maya
Testimoni Pribadi: Pengalaman Setelah Mengonsumsi Biokhol
Pengalaman Saya Mengenai Cakra Maya yang Berperan Besar Dalam Kehidupan Saya yang Berat
Cara Baru Atasi Hipertensi Tanpa Obat Kimia, Cukup dari Segelas Susu Herbal
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mandi Air Hangat Saat Demam?
Stebido : Tips Menjaga Stamina Pria
Kandungan Stebido Bantu Tingkatkan Hormon Testosterone

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:45 WIB

Pikat Pelanggan Lewat Tampilan, Pentingnya Kemasan Bening Berkualitas bagi Bisnis Dessert

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:40 WIB

Realita Ibu-Ibu: Perjuangan Mengurus Rumah dan Anak Bersama Cakra Maya

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:32 WIB

Testimoni Pribadi: Pengalaman Setelah Mengonsumsi Biokhol

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:21 WIB

Pengalaman Saya Mengenai Cakra Maya yang Berperan Besar Dalam Kehidupan Saya yang Berat

Senin, 14 Juli 2025 - 13:57 WIB

Cara Baru Atasi Hipertensi Tanpa Obat Kimia, Cukup dari Segelas Susu Herbal

Berita Terbaru