Femme.id – Bagi perempuan, ibu rumah tangga, atau orang tua yang bekerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3 bukanlah hal yang mustahil meskipun memiliki tanggung jawab keluarga yang besar.
Beasiswa S2 dan S3 untuk perempuan kini semakin banyak tersedia dengan pendekatan inklusif yang mendukung perempuan dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga dan pekerja dengan tanggung jawab pengasuhan.
Banyak program beasiswa luar negeri yang tidak hanya menawarkan pendanaan penuh, tetapi juga memberikan fasilitas pendukung seperti tunjangan keluarga, biaya sekolah anak, dan akses ke jaringan profesional global.
Kesempatan ini dibuka luas untuk perempuan Indonesia yang ingin mengembangkan potensi akademik dan karier tanpa harus mengorbankan peran keluarga.
Berikut daftar beasiswa S2 dan S3 untuk perempuan, ibu rumah tangga, dan orang tua bekerja yang dapat dipertimbangkan pada tahun 2026.
Beasiswa S2 dan S3 untuk Perempuan dengan Tanggung Jawab Keluarga
Berbagai beasiswa internasional kini dirancang untuk mendukung keseimbangan antara pendidikan, keluarga, dan karier.
Program ini khusus mempertimbangkan kebutuhan perempuan yang memiliki tanggung jawab pengasuhan atau bekerja penuh waktu.
Beasiswa-beasiswa berikut menawarkan dukungan finansial, akomodasi keluarga, hingga pendampingan akademik untuk memastikan kesuksesan penerima selama masa studi.
Dengan dukungan ini, impian melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri bisa terwujud tanpa harus meninggalkan peran sebagai orang tua atau pencari nafkah keluarga.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
LPDP: Beasiswa Pemerintah Indonesia dengan Tunjangan Keluarga
LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan merupakan program beasiswa unggulan dari pemerintah Indonesia untuk jenjang S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri.
Program ini sangat relevan bagi ibu rumah tangga atau orang tua bekerja yang ingin melanjutkan studi tanpa kehilangan dukungan finansial untuk keluarga.
Salah satu keunggulan LPDP adalah adanya Dana Tunjangan Keluarga yang dapat diberikan hingga untuk dua anggota keluarga.
Fasilitas ini khusus tersedia bagi penerima beasiswa program doktoral (S3), dokter spesialis, atau dokter subspesialis.
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Manfaat lainnya mencakup dana pendaftaran, tunjangan buku, dana bantuan penelitian tesis atau disertasi, serta dana publikasi jurnal internasional.
Penerima juga mendapat dana transportasi, dana hidup bulanan, dan dukungan biaya selama masa studi.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi LPDP di lpdp.kemenkeu.go.id.
Akun Instagram @lpdp_ri juga menyediakan update terkini mengenai pendaftaran, syarat, dan pengalaman penerima beasiswa.
Australia Awards in Indonesia: Dukungan Penuh untuk Perempuan Rentan
Australia Awards in Indonesia (AAI) menawarkan beasiswa penuh untuk studi S2 dan S3 di Australia dengan pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
Program ini memberikan prioritas kepada perempuan dari kelompok rentan, termasuk ibu tunggal, perempuan dengan tanggung jawab pengasuhan, dan perempuan dari daerah terpencil.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
AAI mendukung penuh biaya pendidikan, biaya hidup, tiket pesawat pulang-pergi, dan Overseas Student Health Cover (OSHC).
Salah satu kelebihan utama adalah penerima dapat membawa serta keluarga, termasuk anak dan pasangan, ke Australia.
Biaya sekolah anak ditanggung oleh Pemerintah Negara Bagian setempat, sehingga tidak menjadi beban tambahan.
Program ini juga menyediakan pelatihan pra-keberangkatan dan program akademik pendahuluan untuk memastikan kesiapan penerima.
Detail pendaftaran dan persyaratan dapat ditemukan di australiaawardsindonesia.org.
Informasi terkini juga dibagikan melalui akun Instagram @australiaawards.
AAUW International Fellowships: Beasiswa untuk Perempuan di Bidang STEM
American Association of University Women (AAUW) menyediakan International Fellowships bagi perempuan internasional yang ingin menempuh pendidikan pascasarjana di Amerika Serikat.
Program ini khusus mendukung perempuan dalam bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) sejak tahun 1917.
Beasiswa ini memberikan dana pendidikan sebesar USD 20.000 untuk jenjang S2 dan USD 25.000 untuk jenjang S3.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp323 juta dan Rp405 juta dengan asumsi kurs 2026.
AAUW International Fellowships terbuka untuk perempuan dari semua negara berkembang, termasuk Indonesia.
Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga akses ke jaringan profesional perempuan global.
Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi www.aauw.org dengan batas waktu yang ditentukan setiap tahun.
British Council Scholarships for Women in STEM
British Council Scholarships for Women in STEM dirancang khusus untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Program ini menawarkan beasiswa penuh untuk studi S2 selama satu tahun di universitas unggulan di Inggris.
Beasiswa mencakup biaya kuliah, biaya hidup, tiket perjalanan internasional, biaya visa, dan asuransi kesehatan.
Pelamar harus memiliki gelar sarjana di bidang STEM dan belum pernah menempuh pendidikan magister di Inggris.
Salah satu nilai tambahnya adalah penerima akan menjadi bagian dari jaringan alumni global yang aktif di bidang inovasi dan riset.
Program ini juga memberikan peluang karier internasional pasca-studi.
Informasi lengkap tersedia di www.britishcouncil.id pada halaman Study UK: Women in STEM.
P.E.O. International Peace Scholarship (IPS)
P.E.O. International Peace Scholarship (IPS) adalah beasiswa tahunan yang diberikan kepada perempuan warga negara asing yang menempuh pendidikan penuh waktu di institusi terakreditasi di Amerika Serikat atau Kanada.
Beasiswa ini ditujukan untuk perempuan yang tidak memiliki akses pendanaan dari pemerintah atau lembaga lainnya.
Nominal beasiswa berkisar antara USD 12.500 hingga USD 15.000 per tahun, tergantung kebutuhan dan ketersediaan dana.
IPS mendukung berbagai bidang studi, termasuk humaniora, sains, pendidikan, dan teknik.
Program ini sangat cocok bagi ibu rumah tangga atau perempuan yang kembali ke dunia akademik setelah jeda karier.
Pendaftaran dilakukan melalui komite lokal P.E.O. di negara asal atau perwakilan di luar negeri.
Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi P.E.O. Sisterhood.
Fulbright Foreign Student Program for Women
Fulbright Foreign Student Program untuk perempuan merupakan bagian dari program beasiswa Fulbright yang didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Program ini memberikan kesempatan kepada perempuan dari negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menempuh pendidikan S2 di Amerika Serikat.
Fulbright menekankan pada peningkatan kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan gender melalui pendidikan tinggi.
Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, biaya hidup bulanan, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan pelatihan bahasa Inggris jika diperlukan.
Penerima juga mendapat akses ke jaringan akademik dan profesional yang luas selama dan setelah masa studi.
Fulbright sangat mendukung perempuan yang memiliki rencana kontribusi sosial atau pembangunan di negara asal pasca-studi.
Pendaftaran dilakukan melalui United States-Indonesia Society (USINDO) atau AMINEF di Indonesia.
Informasi resmi tersedia di aminef.or.id dan fulbrightonline.org.
UN Women Fellowship Programme
UN Women Fellowship Programme adalah inisiatif dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendukung perempuan peneliti dan akademisi dari negara berkembang.
Program ini fokus pada isu gender, kesetaraan, dan pemberdayaan perempuan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Fellowship ini dirancang untuk perempuan yang sedang menempuh studi doktoral (S3) atau penelitian pasca-doktoral.
Durasi fellowship berkisar antara 6 hingga 12 bulan di kantor UN Women di New York atau regional.
Peserta mendapatkan tunjangan bulanan, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan akses ke jaringan global para ahli kebijakan gender.
Program ini ideal bagi perempuan yang ingin menggabungkan akademik dengan dampak sosial nyata.
Pendaftaran dibuka setiap tahun melalui situs resmi UN Women di unwomen.org.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ibu rumah tangga bisa mendapatkan beasiswa S2 atau S3 di luar negeri?
Ya, ibu rumah tangga bisa mendapatkan beasiswa S2 atau S3 di luar negeri. Banyak program seperti Australia Awards dan LPDP yang mendukung perempuan dengan tanggung jawab keluarga, termasuk fasilitas untuk membawa keluarga dan tunjangan keluarga.
Beasiswa apa saja yang mendukung biaya sekolah anak selama studi di luar negeri?
Australia Awards in Indonesia (AAI) menanggung biaya sekolah anak penerima beasiswa di Australia. Biaya ini ditanggung oleh Pemerintah Negara Bagian setempat, sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi penerima.
Apakah beasiswa LPDP memberikan tunjangan untuk keluarga?
Ya, LPDP menyediakan Dana Tunjangan Keluarga hingga untuk dua anggota keluarga. Namun, fasilitas ini hanya tersedia untuk penerima beasiswa program doktoral (S3), dokter spesialis, atau dokter subspesialis.
Bagaimana cara mendaftar British Council Scholarships for Women in STEM?
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi British Council di www.britishcouncil.id. Calon pelamar harus memiliki gelar sarjana di bidang STEM dan belum pernah menempuh S2 di Inggris.
Apakah beasiswa Fulbright tersedia untuk perempuan Indonesia?
Ya, Fulbright Foreign Student Program membuka kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk menempuh S2 di Amerika Serikat. Pendaftaran dilakukan melalui AMINEF dengan fokus pada kepemimpinan dan kontribusi sosial.