Femme.id – Sudah rutin pakai sunscreen tapi wajah tetap kusam dan muncul tanda penuaan dini? Bisa jadi Anda melakukan kesalahan umum dalam penggunaan sunscreen yang mengurangi efektivitas perlindungannya terhadap sinar ultraviolet.
Menurut penelitian berjudul “Sunscreens and Photoaging: A Review of Current Literature” yang terbit di PubMed Central, sekitar 80% tanda penuaan pada kulit wajah disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet (UV).
Selain menyebabkan keriput dan kulit kusam, sinar UV juga berpotensi memicu sunburn dan bahkan kanker kulit jika tidak dilindungi dengan benar.
Sunscreen seharusnya menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit harian untuk mencegah dampak negatif dari sinar matahari.
Namun, banyak orang masih mengalami masalah kulit meski sudah menggunakan sunscreen, karena ada kesalahan dalam pemilihan, pengaplikasian, atau kebiasaan pemakaian yang kurang tepat.
Untuk membantu Anda mendapatkan perlindungan maksimal, berikut tujuh kesalahan pakai sunscreen yang sering terjadi dan cara menghindarinya di tahun 2026.
Memahami UVA, UVB, SPF, dan PA untuk Perlindungan Kulit Optimal
Sebelum membahas kesalahan penggunaan sunscreen, penting untuk memahami dasar-dasar perlindungan dari sinar UV.
Matahari memancarkan dua jenis radiasi ultraviolet yang berdampak pada kulit, yaitu UVA dan UVB.
Sinar UVA menembus lebih dalam hingga ke lapisan dermis dan menjadi penyebab utama penuaan dini seperti keriput dan flek hitam.
Baca Juga:
Rekomendasi Sepatu Kerja Nyaman dan Diskon Fashion Terkini untuk Profesional Modern
Tren Fashion dan Karier yang Tetap Relevan hingga 2026
Rekomendasi Jasa Foto Keluarga Terbaik di Jakarta, Bali, dan Malang untuk Kenangan Abadi 2026
Sementara itu, sinar UVB hanya menjangkau lapisan epidermis dan lebih dikenal sebagai penyebab sunburn atau kulit terbakar matahari.
Baik UVA maupun UVB memiliki potensi merusak DNA kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Untuk melindungi kulit dari kedua jenis sinar ini, penting menggunakan sunscreen dengan perlindungan ganda.
SPF atau Sun Protection Factor mengukur kemampuan sunscreen melindungi kulit dari sinar UVB.
Baca Juga:
Rekomendasi Blazer Kerja Elegan dan Software Kantor Hukum Terbaik 2026
Manfaat Konsultasi Psikolog Pernikahan dan Rekomendasi Ahli di Indonesia 2026
Rekomendasi Blazer Rajut untuk Gaya Kerja Musim Panas yang Stylish dan Nyaman
Semakin tinggi angka SPF, semakin lama waktu perlindungan terhadap sunburn.
Sebagai contoh, SPF 30 dapat memblokir sekitar 97% sinar UVB, sementara SPF 50 memblokir sekitar 98%.
Di sisi lain, PA atau Protection Grade of UVA menunjukkan seberapa efektif sunscreen melindungi kulit dari sinar UVA.
Tanda plus (+) setelah PA menunjukkan tingkat perlindungannya, mulai dari PA+ hingga PA++++, dengan PA++++ memberikan perlindungan paling tinggi.
Untuk perlindungan maksimal, pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan PA++ atau lebih tinggi.
7 Kesalahan Umum dalam Penggunaan Sunscreen yang Harus Dihindari
Tidak Memperhatikan Nilai SPF dan PA pada Produk
Banyak konsumen memilih sunscreen hanya berdasarkan merek atau tekstur tanpa memperhatikan nilai SPF dan PA.
Baca Juga:
Ide Hadiah untuk Guru Saat Kenaikan Kelas yang Berkesan dan Terjangkau
Cara Efektif Menyisihkan Waktu untuk Olahraga di Tengah Hari Kerja Tanpa Mengganggu Produktivitas
7 Skill Ibu Rumah Tangga yang Bisa Jadi Nilai Tambah Saat Kembali Bekerja di 2026
Padahal, nilai ini menentukan seberapa efektif produk tersebut melindungi kulit dari sinar UVB dan UVA.
Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), sunscreen dengan SPF 30 atau lebih sudah cukup untuk perlindungan harian.
Namun, jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan, SPF 50 atau lebih disarankan.
Pastikan juga produk memiliki label PA++ atau lebih untuk perlindungan terhadap penuaan dini.
Memilih Jenis Sunscreen yang Tidak Sesuai dengan Jenis Kulit
Sunscreen terbagi menjadi dua jenis utama: physical (mineral) dan chemical.
Physical sunscreen bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas kulit yang memantulkan sinar UV, cocok untuk kulit sensitif.
Sementara chemical sunscreen menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas yang kemudian dilepaskan dari kulit, biasanya lebih ringan dan mudah menyerap.
Memilih jenis yang tidak sesuai dengan kondisi kulit bisa menyebabkan iritasi, komedo, atau bahkan reaksi alergi.
Kulit berminyak sebaiknya memilih formula non-comedogenic dan oil-free, sementara kulit kering butuh sunscreen dengan kandungan pelembap.
Sebelum membeli, cek komposisi dan baca ulasan dari pengguna dengan tipe kulit yang mirip.
Hanya Menggunakan Sunscreen saat Cuaca Panas atau Cerah
Banyak orang beranggapan bahwa sunscreen hanya perlu dipakai saat matahari bersinar terang.
Faktanya, sinar UV dapat menembus awan bahkan pada hari mendung.
Menurut AAD, hingga 80% sinar UV tetap mencapai permukaan bumi meskipun langit tertutup awan.
Ini berarti kulit tetap terpapar radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang.
Karena itu, penggunaan sunscreen harus konsisten setiap hari, terlepas dari kondisi cuaca.
Tidak Menggunakan Sunscreen Setiap Hari
Beberapa orang hanya menggunakan sunscreen saat berpergian ke luar rumah atau berlibur ke pantai.
Padahal, paparan sinar UV juga terjadi saat berada di dalam ruangan, terutama jika dekat jendela atau berada di ruang kerja dengan pencahayaan alami.
Sinar UVA dapat menembus kaca, sehingga kulit tetap berisiko meski tidak terkena sinar langsung.
The Skin Cancer Foundation merekomendasikan penggunaan sunscreen setiap hari sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit, baik di dalam maupun luar ruangan.
Tidak Mengaplikasikan Ulang Sunscreen Secara Berkala
Perlindungan dari sunscreen tidak bertahan sepanjang hari.
Setelah dua hingga tiga jam, efektivitasnya mulai menurun terutama jika terkena keringat, air, atau gesekan dari menyentuh wajah.
Dr. Khetarpal dari Cleveland Clinic menekankan pentingnya reapply sunscreen setiap dua jam sekali saat berada di luar ruangan.
Bagi yang memakai makeup, kini tersedia bentuk powder sunscreen atau spray yang memudahkan pengaplikasian ulang tanpa merusak tata rias.
Kebiasaan ini sangat penting untuk menjaga perlindungan kulit tetap optimal sepanjang hari.
Menggunakan Jumlah Sunscreen yang Terlalu Sedikit
Banyak orang menggunakan sunscreen dalam jumlah yang jauh di bawah takaran yang disarankan.
Menurut AAD, sebagian besar pengguna hanya mengaplikasikan 25 hingga 50% dari jumlah yang dibutuhkan.
Untuk wajah dan leher, jumlah yang direkomendasikan adalah sekitar dua jari tangan (dua strip) produk.
Jika digunakan terlalu sedikit, nilai SPF yang tertera pada kemasan tidak akan tercapai.
Misalnya, sunscreen SPF 50 yang diaplikasikan setengah dari takaran hanya akan memberikan perlindungan setara SPF 25.
Karena itu, pastikan Anda menggunakan jumlah yang cukup agar perlindungan sesuai dengan klaim produk.
Mengabaikan Area Kulit yang Rentan Terpapar Sinar UV
Kebanyakan orang hanya mengaplikasikan sunscreen pada wajah, padahal area lain seperti leher, telinga, pelipis, dan punggung tangan juga rentan terpapar sinar UV.
Area-area ini sering terlupakan tetapi sangat berisiko mengalami penuaan dini dan kerusakan kulit.
Leher dan dada, misalnya, sering menunjukkan tanda penuaan lebih awal karena jarang dilindungi dengan sunscreen.
Untuk perlindungan menyeluruh, pastikan Anda meratakan sunscreen ke semua area yang terpapar sinar matahari, termasuk bagian atas kepala jika rambut tipis atau Anda sering membuka rambut.
Menggunakan topi dan pakaian pelindung juga bisa menjadi strategi tambahan untuk meminimalkan paparan UV.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan antara UVA dan UVB?
UVA menembus lebih dalam ke lapisan dermis dan menyebabkan penuaan dini seperti keriput dan flek hitam, sementara UVB hanya menjangkau epidermis dan menyebabkan sunburn atau kulit terbakar matahari.
Berapa SPF sunscreen yang direkomendasikan untuk penggunaan harian?
American Academy of Dermatology Association (AAD) merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan harian dari sinar UVB.
Haruskah sunscreen diaplikasikan ulang meski sudah memakai makeup?
Ya, sunscreen tetap perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam sekali meski memakai makeup, dan bisa menggunakan bentuk powder sunscreen atau spray yang tidak mengganggu tata rias.
Apakah sunscreen perlu dipakai saat cuaca mendung atau di dalam ruangan?
Ya, sinar UV tetap menembus awan dan kaca, sehingga penggunaan sunscreen tetap diperlukan setiap hari, baik di luar maupun dalam ruangan yang terpapar cahaya alami.
Berapa banyak sunscreen yang seharusnya digunakan untuk wajah dan leher?
Jumlah yang direkomendasikan untuk wajah dan leher adalah sekitar dua jari tangan (dua strip) produk agar perlindungan sesuai dengan nilai SPF yang tertera di kemasan.