Home / Tak Berkategori

Menlu RI Suarakan Peranan Perempuan dalam Hadapi COVID-19 pada WEF

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 22 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto : Instagram @retno_marsudi)

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto : Instagram @retno_marsudi)

Femme.id, ​Jakarta – Indonesia, Seiring dengan perayaan Hari Kartini, Menteri Luar Negeri RI mengawali sambutannya dengan mengisahkan perjuangan Kartini untuk memajukan hak-hak perempuan di Indonesia, dan menjelaskan pula pentingnya penguatan kemitraan antara Pemerintah-Swata dalam atasi pandemi COVID-19 pada World Economic Forum (WEF) Virtual Inaugural Meeting of the Regional Action Group for Asia-Pacific (APAC RAG) (21/4/2020).

Ada empat hal pokok yang disampaikan Menlu RI pada pertemuan WEF di hadapan sejumlah tingkat Menteri dari beberapa negara di kawasan yakni dari Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan kalangan pebisnis CEO serta pengamat ekonomi dan akademisi.

Pertama, peranan perempuan di Indonesia dan dunia untuk melawan COVID-19. “Lebih dari 70% tenaga kesehatan di dunia adalah perempuan dan 64% pengelola UMKM dimiliki dan dikelola oleh perempuan” jelas Menlu Retno yang diberikan kesempatan untuk sambutan pertama pada pertemuan tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Menlu RI mengajak semua kalangan baik pemerintah maupun swasta untuk dapat melibatkan pebisnis perempuan guna memitigasi dampak COVID-19.

Kedua, memberikan perhatian yang lebih besar kepada negara berkembang dan Least Developed Countries (LDCs) guna memberikan akses dan biaya yang terjangkau terhadap peralatan kesehatan, obatan-obatan dan vaksin.

Menlu RI menegaskan bahwa “kita harus menjamin bahwa komitmen tidak berhenti pada sambutan semata tapi harus diwujudkan dalam tindakan dan aksi yang nyata”.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa hal ini dapat dicapai antara lain dengan menurunkan hambatan terhadap hak kekayaan intelektual serta mendukung alih teknologi dan know-hows. Hanya dengan cara itu, maka aksesibilitas dan keterjangkauan biaya vaksin dapat dicapai, ujar Menlu RI dalam paparannya.

“Jika kita tidak berhasil dalam melaksanakan agenda ini, maka pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam Agenda 2030 akan sulit diraih, khususnya pada tujuan ketiga (3) yaitu menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi semua” tegas Menlu Retno.

Ketiga, terkait masa depan dunia paska COVID-19 yang tidak akan sama lagi.

Globalisasi akan ditinjau kembali dengan berbagai penyesuaian, semua akan melakukan perubahan pendekatan pembangunan antara lain dengan diversifikasi produksi, dan akan lebih menekankan penggunaan sistem teknologi informasi (IT-based).

Lebih dalam lagi, Menteri Luar Negeri RI menjelaskan bahwa reformasi PBB dan badanbadan internasional lainnya akan semakin dibutuhkan dalam tatanan hubungan internasional. Berbagai organisasi internasional harus dapat merespon lebih baik bencana pandemi global melalui penguatan tata kelola kesehatan dunia.

Hal ini dapat dicapai dengan penguatan leadership menurut Menlu Retno, yang menyinggung hasil KTT ASEAN dan ASEAN Plus Three yang lalu, dan telah menyusun langkah aksi konkrit.

Keempat, pentingnya penguatan Global Public-Private Partnerhsip, sebagai platform kolaborasi yang perlu diperkuat dan disempurnakan.

WEF sebagai forum dianggap telah berhasil mengembangkan model kolaborasi melalui WEF Disaster Resources Partnership Initiative yang diluncurkan di Jakarta 2011.

Bentuk kemitraan tersebut dapat ditiru dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan guna mengatasi mulai dari kekurangan peralatan kesehatan, penyediaan obatan dan vaksin hingga memperbaiki fasilitas medis lainnya. Menlu Retno di penghujung sambutan mempertegas bahwa kita tidak punya pilihan lain kecuali untuk bertindak sekarang.

Platform WEF nantinya juga akan saling menguatkan dengan berbagai inisiatif lainnya di kawasan, seperti ASEAN yang akan mendirikan ASEAN COVID-19 Response Fund dan APEC yang menawarkan bantuan keuangan kepada UMKM. Platform WEF juga akan mengadakan pertemuan lanjutan untuk menindaklanjuti pembahasan terkait penanganan COVID-19.

World Economic Forum didirikan pada tahun 1971, merupakan forum bergengsi di dunia sebagai ajang dialog ekonomi global antara pemimpin pemerintah dan kalangan bisnis untuk membahas berbagai isu yang mempengaruhi ekonomi global dan menekankan penguatan kemitraan. (klu) #mediamelawancovid19

Berita Terkait

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release
CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”
Infrastruktur Digital Mempercepat Transformasi Cerdas di Industri Perkeretaapian
Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”
Huawei dan Sejumlah Mitra Raih GSMA Global Mobile LATAM Award atas Proyek Konservasi Jaguar di Meksiko
Pemimpin Solusi AI Industri Pamerkan Solusi CIM dan Manufaktur Cerdas di Kuala Lumpur
Perubahan Tren Perjalanan Wisata ke Luar Negeri, Bergeser dari Panduan Wisata Menuju Selera Pribadi, Xiaohongshu dan Singapore Tourism Board Teken Kerja Sama Strategis
Ajang Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum Ubah Paradigma Perjalanan Wisata ke Luar Negeri: Selera Pribadi Kini Menentukan Rencana Liburan
Cathay United Bank Cambodia Perkuat Layanan Keuangan Digital dengan Meluncurkan Aplikasi CUBC Merchant

Berita Terkait

Rabu, 26 Maret 2025 - 09:54 WIB

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:12 WIB

CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:55 WIB

Infrastruktur Digital Mempercepat Transformasi Cerdas di Industri Perkeretaapian

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:01 WIB

Huawei dan Sejumlah Mitra Raih GSMA Global Mobile LATAM Award atas Proyek Konservasi Jaguar di Meksiko

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:31 WIB

Pemimpin Solusi AI Industri Pamerkan Solusi CIM dan Manufaktur Cerdas di Kuala Lumpur

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB