Kisah Dokter-dokter Mengedukasi Masyarakat di Masa Pandemi

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 12 Juli 2020 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Kecantikan, Sonia Wibisono. (Foto : Instagram @sonia_wibisono)

Dokter Kecantikan, Sonia Wibisono. (Foto : Instagram @sonia_wibisono)

Femme.id, Jakarta – Pada masa adaptasi kebiasaan baru aman COVID-19, semua pihak wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dan menjaga jarak, saat melakukan setiap aktivitas.

Hal itu tentu melahirkan perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat dan penyesuaian menghadapi pandemi COVID-19, yang sampai saat ini masih terjadi di Indonesia.

Melihat fenomena adaptasi dan penyesuaian kebiasaan baru tersebut, Dokter Kecantikan Sonia Wibisono juga memiliki pengalaman bagaimana perubahan produktivitas dalam mengedukasi masyarakat.

ads

Dalam hal ini, dokter juga dituntut untuk lebih kreatif dalam mengemas cara penyampaian edukasi kepada masyarakat.

“Kalau dulu kita memberikan edukasi langsung bertemu dengan masyarakat, sekarang kita memanfaatkan ruang digital untuk menjadi sarana mengedukasi masyarakat,” ujar Sonia dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (11/7/2020).

Sonia yang juga dikenal sebagai public figure mengatakan bahwa dirinya tidak keluar rumah kecuali jika ada hal penting yang harus dikerjakan, sehingga pemberian edukasi kepada masyarakat melalui ruang digital harus dilakukan di rumah dengan proses produksi secara mandiri dan kreatif.

“Karena lebih banyak di rumah, kegiatan shooting video juga harus di rumah dengan mempersiapkan kamera dan lampu-lampu secara mandiri serta pengemasannya harus kreatif. Bisa juga langsung shoot dengan handphone nanti dari media yang bekerja sama dengan kita yang akan mengedit videonya,” lanjut Sonia. 

Keharusan dalam menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, Sonia kerap mengedukasi hal tersebut melalui media sosial bersama keluarga di rumah agar edukasi yang diberikan memang sesuai dengan apa yang saat ini masyarakat lakukan.

“Seperti kegiatan mencuci tangan bersama anak, hal ini juga bisa menjadi ajakan bagi orang tua untuk mulai mengajarkan gaya hidup bersih dan sehat kepada anak sejak dini,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, edukasi melalui ruang digital juga diterapkan oleh Anggota Junior Doctors Indonesia Vito Anggarino Damay dalam selang aktivitas pekerjaannya sebagai dokter jantung.

“Jika sudah selesai jam praktek saya di rumah sakit, saya menyediakan waktu untuk memberikan edukasi. Seperti Sonia, kita bisa memberikan edukasi dengan mengundang sesama dokter secara virtual melalui aplikasi ruang digital sehingga walaupun masyarakat tidak tatap muka langsung dengan dokter, tapi kita bisa menjangkau mereka melalui cara ini,” jelas Vito.

Vito juga menjelaskan bahwa dalam memberikan edukasi pada masa adaptasi kebiasaan baru dibutuhkan kreativitas dan bukan berarti menggurui, namun hal ini dilakukan demi kepentingan bersama.

“Saat ini memang harus lebih kreatif. Supaya kita kesannya bukan menggurui, tapi kita bersama-sama melakukan ini (edukasi) untuk kepentingan bersama. Dengan begitu masyarakat dapat pengertian tanpa merasa kita menggurui mereka,” tambah Vito.

Vito kerap kali ditanyakan oleh para pasien penderita penyakit jantung melalui media sosial. Penyakit jantur menjadi salah satu penyakit penyerta atau komorbid yang memiliki potensi yang cukup besar terjangkit COVID-19.

“Tentu banyak sekali pertanyaan dari mereka (penderita penyakit jantung), jika dijawab satu per satu, informasinya tidak ketahui oleh banyak orang. Untuk itu lebih baik saya membuat video untuk menjawab isu-isu dan kekhawatiran mereka sehingga informasinya dapat tersebar lebih luas dan membangun trust dalam menghadapi pandemi ini bersama-sama,” lanjutnya.

Selain itu, Vito juga menggunakan hobinya yaitu bernyanyi dalam mengedukasi masyarakat.

“Itu lah salah satu kreativitasnya. Karena saya suka menyanyi, jadi saya coba memberikan edukasinya dengan lagu-lagu. Karena apa yang saya miliki saya anggap milik orang lain yang dititipkan ke saya, sehingga saya merasa bahwa hal ini bukan hanya untuk saya tapi juga untuk orang lain,” ungkapnya. 

Sonia dan Vito juga kerap berkolaborasi seerta mengajak influencer dokter lainnya maupun non-dokter untuk bergabung dalam misi mengeduksi masyarakat melalui sisi kesehatan yang dikemas lebih ringan dan dapat dengan mudah dipahami masyarakat.

Sekalipun tidak diberi imbalan dalam angka, misi tersebut merupakan panggilan jiwa mereka dalam membantu sesama.

“Justru kebahagiaan bukan dari apa yang kita terima, tapi apa yang kita bisa berikan untuk orang lain. Memberi adalah salah satu kebahagiaan yang bisa mengisi diri kita dengan banyak hal dibanding imbalan. Hal ini yang jadi panggilan jiwa untuk kita semua,” jelas Sonia.

Terakhir, Vito juga mengajak untuk influencer lainnya dalam memaksimalkan dampak yang mereka bisa hasilkan dengan membantu sesama.

“Semua influencer yang ada di Indonesia, dampak dan apa yang bisa kita lakukan atau bisa membuat orang berpengaruh itu adalah amanah. Jadi pergunakan ilmu dan amanah yang diberikan kepada kita untuk bisa membantu orang banyak,” tutupnya. (vid)

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

12 Rekomendasi Situs Lowongan Kerja Terbaik
Harga Stick Xbox Original Terbaru 2023 di Indonesia
Berikut 8 Jenis Tanaman Kesehatan yang Bermanfaat bagi Kesehatan, Termasuk Sambiloto dan Lidah Mertua
Luxury Skincare Beauty Boutiques dari London, ÉLÉVATIONE Melebarkan Sayap Bisnisnya di Jakarta dan Surabaya
Review Rice Cooker Philips HD4515 Lengkap dengan Fiturnya
Tips Memilih Busana Muslim Casual yang Wajib Dicoba
Ibu Rumah Tangga? Berikut Ide-Ide Usaha untuk Menambah Cuan
10 Tempat Wajib Dikunjungi di Korea Selatan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 00:12 WIB

Program Indonesia Kompeten 2024: Meningkatkan Kualitas SDM

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:55 WIB

Ungkap Gaya Kepemimpinannya, Prabowo Subianto Sebut Dirinya Ingin Jadi Diri Sendiri dengan Tulus

Senin, 13 Mei 2024 - 13:09 WIB

Sebut Anak-anak adalah Masa Depan, Prabowo Tekankan Urgensi Program Makan Siang dan Susu Gratis

Jumat, 10 Mei 2024 - 22:09 WIB

LPA Kota Lubuklinggau Anugerahkan Gelar Adat kepada Wamenaker RI Afriansyah Noor

Kamis, 9 Mei 2024 - 10:10 WIB

Presiden Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Bangun Komunikasi dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Sabtu, 20 April 2024 - 16:00 WIB

Kunjungi Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan, Tony Blair Ucapkan Selamat atas Pilpres: Fantastis!

Sabtu, 13 April 2024 - 11:12 WIB

Curah Hujan Tinggi di Hari Ketiga Lebaran, Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Bandar Lampung

Jumat, 12 April 2024 - 09:04 WIB

Di Hari Kedua Lebaran, Prabowo Subianto Ucapkan Maaf Lahir Batin ke Rekan-rekan Media

Berita Terbaru

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Indonesia Kompeten 2024 di Hotel Pullman, Jakarta (16/5/24). (Doc.BNSP)

NASIONAL

Program Indonesia Kompeten 2024: Meningkatkan Kualitas SDM

Sabtu, 18 Mei 2024 - 00:12 WIB

ENTERTAINMENT

Ajak Teman dan Keluarga ke Festival Lagu Laguan 2024!

Kamis, 16 Mei 2024 - 09:43 WIB