Kaya Raya, Cantik, Cewek Ini Dipenjara 13 Th karena Korupsi Rp 30,5 T

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 27 April 2020 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Putri sulung Islam Karimov, mantan presiden Uzbekistan, Gulnara Karimova. (Foto : Instagram @gulnara_karimovareal)

Putri sulung Islam Karimov, mantan presiden Uzbekistan, Gulnara Karimova. (Foto : Instagram @gulnara_karimovareal)

Femme.id, Jakarta – Dia pernah dijuluki sebagai salah satu wanita terkaya di dunia. Namun kini harus mendekam di penjara karena kasus korupsi.

Dia adalah Gulnara Karimova, putri mendiang penguasa tiran Uzbekistan, Islam Karimov.

Baru-baru ini, wanita berusia 46 tahun itu dijatuhi hukuman penjara 13 tahun karena korupsi senilai 1,7 miliar poundsterling (Rp30,5 triliun). Dia divonis oleh pengadilan rahasia di Tashkent.

ads

Hukumannya akan dihitung mulai dari tahun 2015, ketika dia ditahan.

Mantan duta besar Inggris untuk Uzbekistan pernah menggambarkan ‘putri’ itu sebagai penjahat James Bond yang cantik namun mematikan.

“Gulnara Karimova adalah paket yang luar biasa,” kata Craig Murray.

“Lebih kaya dari Paris Hilton, tidak dapat disangkal lebih pintar dan bisa dibilang lebih seksi – dan saya sudah bertemu keduanya.”

“MBA Harvard, pemilik sejumlah bisnis, sabuk hitam seni bela diri, fasih dalam empat bahasa, perancang perhiasan profesional, penyair dan pemain pop hit nomor satu.”

“Pacarnya yang berotot berjalan dengan hormat di belakangnya, kepalanya tertunduk.”

Karimova pernah disiapkan untuk menggantikan ayahnya sebagai presiden. Tapi rencana tersebut batal, setelah dia tersandung kasus korupsi.

Setelah itu dia seolah dibuang, dan tidak lagi dicintai di negaranya.

Sekarang, dia dikurung di belakang kawat berduri di koloni narapidana suram nomor 21 di wilayah Tashkent.

Dikutip dari Rakyatku.com, pada persidangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, ia dituduh secara curang mengakuisisi aset senilai £ 455 juta dan menerima suap senilai £ 664 juta yang dibayarkan ke rekening luar negeri.

Nilai total dugaan pencuriannya dari rakyat Uzbekistan mencapai lebih dari £1,7 miliar.

Dia dihukum karena mengorganisir kelompok kriminal, pemerasan, penggelapan karena penyelewengan, dan legalisasi pendapatan yang diperoleh dari kegiatan kriminal.

Lima kaki tangannya juga dipenjara.

Pemerintah Uzbekistan telah menyita sekitar £1 miliar dari asetnya.

Bulan lalu, Karimova memohon pengganti ayahnya, Presiden Shavkat Mirziyoyev agar mengizinkan pembebasannya, dengan alasan kesehatan yang buruk dan kebutuhan mendesak untuk operasi. (ria)

Berita Terkait

Pelukan Terakhir Korban Gempa Cianjur, Pemerintah Umumkan Sebanyak 162 Korban Meninggal
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita yang Ditemukan di Kolong Tol Becakayu Bekasi
Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Ciputat Tangsel Diamankan Polisi
Dilimpahkan ke Kejagung, Berkas Perkara 4 Tersangka Kasus Yayasan Aksi Cepat Tanggap
Kasus Wanita Bermercy Curi Cokelat di Alfamart, Polres Tangsel Periksa 5 Orang Saksi
Ajudan Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Komnas HAM, Kasus Polisi Tembak Polisi
Wanita Tua Sakit Lumpuh Dieksekusi Paksa PN Jakpus, Akhirnya Terlantar di Kosan
Pembunuhan Berencana, Terdakwa Kasus Sate Sianida Divonis 18 Tahun Penjar
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 10:13 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan Ungkap Alasan Dirinya Dorong Prabowo Subianto Beli Kapal Riset Senilai Rp3,5 Triliun

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:36 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Rabu, 8 Mei 2024 - 11:50 WIB

Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Eskalasi Tensi Geopolitik di Berbagai Kawasan

Sabtu, 4 Mei 2024 - 10:36 WIB

Tanggapi Inflasi Pangan di April 2024, Bapanas: Kolaborasi Mampu Redam Laju Inflasi Terutama Sektor Pangan

Selasa, 30 April 2024 - 13:55 WIB

Inilah Profil Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air yang Pendirinya Terlibat Kasus Korupsi PT Timah Tbk

Kamis, 25 April 2024 - 10:06 WIB

Akses Dana Bergulir untuk Kalangan Koperasi Dapat Dorongan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM

Selasa, 23 April 2024 - 14:00 WIB

Dorong Transisi Energi, Menkeu Sri Mulyani Indrawati Jajaki Kerja Sama dengan European Commission

Kamis, 18 April 2024 - 09:08 WIB

Presiden Jokowi Minta Bangun Pabrik Manufaktur Apple di Indonesia, Bos Apple Beri Tanggapan Ini

Berita Terbaru

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Indonesia Kompeten 2024 di Hotel Pullman, Jakarta (16/5/24). (Doc.BNSP)

NASIONAL

Program Indonesia Kompeten 2024: Meningkatkan Kualitas SDM

Sabtu, 18 Mei 2024 - 00:12 WIB

ENTERTAINMENT

Ajak Teman dan Keluarga ke Festival Lagu Laguan 2024!

Kamis, 16 Mei 2024 - 09:43 WIB