Connect with us

Relationship

Kiat Hadapi “Mom Shaming” Menurut Psikolog

Published

on

Perundungan terkadang juga datang dari orang-orang terdekat seperti teman atau bahkan keluarga sendiri.

Femme.id, Jakarta – Psikolog Dessy Ilsanty menuturkan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi mom shaming atau perundungan verbal yang diarahkan pada ibu yang tengah mempersiapkan masa kehamilan hingga mengasuh anak.

“Pertama ubah mindset untuk lebih terbuka. Orang ngomong tidak bisa terkontrol, apa yang dia ucapkan jangan langsung bereaksi. Cerna apakah yang dia sampaikan benar atau tidak,” kata Dessy dalam acara kampanye “anti mom shaming” di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Dessy kemudian memberi contoh perkataan yang bisa dicerna terlebih dahulu oleh para ibu sebelum menganggapnya sebagai perundungan verbal.

“Kalau kayak kok anaknya enggak dikasih ASI. Kalau kita cerna secara subjektif, ASI itu bagus tapi dia mungkin enggak tahu kondisi kita sebenarnya seperti apa,” ujarnya.

Menurut dia, perundungan terkadang juga datang dari orang-orang terdekat seperti teman atau bahkan keluarga sendiri. Untuk kondisi ini, menurut Dessy, para ibu harus mampu berpikir terbuka.

“Yang rancu itu mom shaming dari keluarga atau orang terdekat. Pertama kita open minded pasti dia niat baik. Kalau tidak cocok enggak usah diambil. Kalau kita bisa terima segala kritikan bisa diambil sebagai nasihat jadi jangan baper,” kata dia.

“Itu bisa dilatih kok caranya berpikir terbuka. Secara pikiran jangan baper jangan dimasukin hati dan harus dicerna,” tuturnya.

Penanganan terhadap mom shaming sangat berguna untuk kesehatan mental bagi para ibu agar tidak mengalami tekanan psikologis. (yog)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Relationship

Pernah Ingat Mantan saat Mencium Aroma Tertentu? Begini Penjelasannya

Published

on

Aroma adalah satu-satunya sensasi yang melakukan perjalanan langsung ke pusat emosi dan memori otak.

Femme.id, Jakarta – Bagi banyak orang, aroma seringkali memicu ingatan yang kuat, mengingatkan mereka tentang bagian kehidupan mereka yang penting, misalnya aroma parfum tertentu mengingatkan seseorang saat bersama orang terkasihnya atau bahkan ingat akan mantan.

Tetapi apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi?

Sederhana saja. Hal ini karena berbagai wilayah di otak yang bekerja dengan bau atau aroma, ingatan dan emosi, terjalin erat.

John McGann, dari departemen psikologi Rutgers University di New Jersey seperti dilansir Medical Daily, mengatakan, aroma adalah satu-satunya sensasi yang melakukan perjalanan langsung ke pusat emosi dan memori otak, sementara semua indera lain pertama-tama pergi ke thalamus–wilayah otak yang bertindak seperti “papan tombol.”

Namun, aroma memintas thalamus lalu mencapai hippocampus dan amigdala, menghasilkan hubungan yang agak intim antara apa yang kita cium dan apa yang kita ingat, serta bagaimana perasaan kita tentang ingatan itu.

Inilah alasan ingatan yang dipicu oleh aroma jauh lebih kuat daripada oleh indera yang lain.

Rachel Herz, asisten asisten profesor psikiatri dan perilaku manusia di Brown University di Rhode Island menuturkan, inilah juga alasan hal yang Anda ingat melalui penciuman lebih emosional dan lebih menggugah.

“Aroma yang tak asing tetapi sudah lama terlupakan sering membuat orang menangis,” tutur dia.

Jadi ketika Anda mencium aroma yang membuat Anda mengingat ingatan yang jauh, berterima kasihlah pada otak Anda karena hal ini memastikan Anda tidak lupa. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Relationship

4 Alasan Kenapa Pensiun Dini Harus Dipikirkan Masak-Masak

Published

on

Pensiun dini akan memaksa Anda lebih berhemat karena mungkin tidak mudah mendapatkan pemasukan baru untuk menambah saldo di rekening.

Femme.id, Jakarta – Pensiun dini dari pekerjaan formal mungkin menjadi impian sebagian orang, namun kenyataannya meninggalkan pekerjaan terlalu cepat bisa jadi tak seindah yang kita bayangkan.

Berikut empat alasan kenapa orang harus mempertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk pensiun dini, mengutip Motley Fool, Jumat (6/12/2019) :

1. Perlu tabungan untuk menopang hidup lebih lama

Semakin dini Anda pensiun, semakin cepat Anda harus mulai menarik tabungan pensiun Anda, dan semakin besar risiko uang Anda akan habis terlalu cepat.

Anda harus sangat berhati-hati tentang berapa banyak Anda menarik uang dari rekening pensiun Anda. Jika tabungan pensiun besar mungkin Anda bisa mempertahankan saldo pokoknya dan mendapatkan pendapatan bunga yang cukup untuk hidup.

Sementara para ahli biasa menyarankan agar Anda bisa menarik 4 persen tabungan Anda dengan aman setiap tahun, tapi ada bahaya besar bisa kehabisan uang jika Anda melakukan ini.

Pensiun dini akan memaksa Anda lebih berhemat karena mungkin tidak mudah mendapatkan pemasukan baru untuk menambah saldo di rekening.

2. Pensiun dini mengurangi tabungan jaminan sosial

Kebanyakan orang yang pensiun mengklaim jaminan sosial untuk menambah tabungan mereka.

Tetapi, semakin cepat Anda pensiun maka uang jaminan sosial yang Anda terima akan semakin kecil, terlebih jika dibandingkan dengan mereka yang pensiun pada waktunya.

3. Anda perlu mengeluarkan uang untuk biaya kesehatan

Sebagian besar perusahaan memberikan jaminan perawatan kesehatan hingga karyawan pensiun. Jadi, jika Anda pensiun lebih cepat mungkin Anda akan kehilangan jaminan kesehatan dari perusahaan.

Oleh karena itu, Anda perlu menyisihkan uang sendiri untuk asuransi kesehatan atau biaya perawatan ketika Anda membutuhkan. Dan, bila Anda tidak punya pemasukan baru maka itu akan menguras uang pensiun Anda juga.

Sementara pada umumnya, kesehatan seseorang semakin menurun dan biaya perawatan meningkat seiring bertambahnya usia kita.

4. Anda bisa bosan

Bagi banyak orang, pekerjaan memberikan interaksi sosial dan tantangan mental. Jika Anda meninggalkan pekerjaan lebih awal, Anda akan bosan karena tidak banyak beraktivitas seperti ketika Anda masih bekerja.

Kecuali jika Anda memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana Anda ingin menghabiskan waktu pensiun Anda. Tanpa rencana yang jelas dan kadang rencana juga tak seperti yang diharapkan dalam implementasi, bisa membuat Anda bosan serta tertekan.

Pikirkan baik-baik tentang apakah pensiun dini cocok untuk Anda. Anda tentu tidak ingin berakhir berjuang secara finansial dan menghabiskan masa pensiun Anda tanpa melakukan apa pun.
Jadi sebelum Anda pensiun dini, pertimbangkan potensi kerugian ini. Jika Anda memiliki banyak tabungan, rencana biaya perawatan kesehatan, dan tujuan yang jelas untuk pensiun, meninggalkan pekerjaan lebih awal mungkin masuk akal bagi Anda.

Tanpa itu, pensiun dini mungkin bukan pilihan yang tepat. (sur)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Relationship

Cara Benar Pendidikan Seksual kepada Anak

Published

on

Anak juga harus diajarkan fungsi dari organ seksualitas mereka dengan benar.

Femme.id, Jakarta – Pendidikan seksual penting diajarkan sejak dini agar anak memiliki masa depan yang benar, dan tidak tumbuh dengan penyimpangan seksual.

Di tahun-tahun awal, anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan organ intim dan fungsinya.

“Ajarkan anak tentang pendidikan seksual sedari awal. Organ intim harus disebut sesuai namanya, bukan disebut dengan sebutan yang aneh-aneh misal penis jadi burung atau payudara jadi tetek,” kata Psikolog seksual Zoya Amirin saat dihubungi, Selasa (15/10/2019).

Hal itu dimaksudkan agar anak tidak menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang aneh, menakutkan atau bahkan tabu sehingga mesti ditutup-tutupi dengan penyebutan lain.

“Ketika anak tidak menganggap seksualitas sebagai hal yang aneh maka dia akan nyaman dengan seksualitas dia dan tak akan bereksperimen sendiri dengan seksualitasnya,” kata dia.

Selain itu, anak juga harus diajarkan fungsi dari organ seksualitas mereka dengan benar. Misalkan vagina dan penis fungsinya untuk buang air kecil maka harus dijaga kebersihannya.

“Sebaiknya orang tua bisa menjelaskan semua itu dengan santai sehingga anak mendapatkan pelajaran soal seksual pertama kali dari orang tua, bukan dari lingkungan, baru dari situ orang tua bisa memasukkan nilai-nilai agama dan budaya,” katanya.

Sementara itu, psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, M.Psi, Psi mengatakan anak juga hendaknya diberi keleluasaan untuk memahami dan menghayati seksualitasnya.

“Ketika anak misalnya suka pegang alat kelaminnya di usia 1 atau 2 tahun berikan pemahaman bahwa iya dia punya penis sama dengan papa atau vagina sama dengan mama, lalu berikan contoh model yang tepat bahwa kalau laki-laki menampilkan maskulintas dengan tepat kalau perempuan menampilkan feminitas. Penghayatan gender itu dilakukan dengan cara mengamati, kalau contohnya benar maka penghayatannya tepat,” kata psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah yang akrab disapa Vera itu.

Penyimpangan perilaku seksual yang secara medis disebut paraphilia adalah kondisi di mana kepuasaan seksual didapat dengan melibatkan objek seksual yang tidak biasa.

“Penyimpangan seksual punya obyek seksualitas yang tidak normal dibanding kebanyakan orang. Normalnya orang memiliki objek seksualitas lawan jenis yang memang secara umum mendatangkan hasrat seksual, nah pada orang tertentu hal itu bisa menyimpang, bisa saja objek seksualitasnya adalah orang asing di keramaian, bisa anak kecil, bisa pakaian lawan jenis yang bukan milik pasangan,” kata Vera. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.