Connect with us

Beauty

Bulu Mata “Anti Badai” Sudah Ketinggalan Zaman

Published

on

Tren kecantikan saat ini lebih menonjolkan sesuatu yang terlihat natural. Begitu juga dengan bulu mata, lentik, tebal dan panjang.

Femme.id, Jakarta – Sama halnya dengan makeup, gaya bulu mata pun memiliki tren yang berganti dan kini sudah tidak zaman lagi bulu mata “anti badai”.

Makeup artist professional, Philips Kwok mengatakan tren kecantikan saat ini lebih menonjolkan sesuatu yang terlihat natural. Begitu juga dengan bulu mata, lentik, tebal dan panjang sudah tidak digandrungi lagi.

“Bulu mata udah enggak zaman yang seperti Syahrini. Sekang udah yang model Korea, yang cuma sehelai-sehelai dan natural. Sekarang itu trennya udah balik ke arah natural,” kata Philips ditemui dalam peluncuran Mascara The One Tremendous di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Philips juga memberikan tips cara menggunakan maskara untuk mendapatkan bulu mata yang lentik. Pertama, Anda harus menjepit bulu mata pada tiga bagian yakni ujung, tengah dan pangkal.

“Jangan cuma satu kali aja, nanti turun lagi habis dikasih maskara. Jadi ujung, tengah, panggal dijepit. Terus pakai maskara, kalau pakai maskara yang bagian atas, ngacanya dari bawah. Kalau bagian yang ke bawah, kanan kiri dipakai maskara terus tarik ke tengah ke arah atas,” jelas Philips.

“Kesalahan yang paling sering dilakukan orang adalah mengocok-ngocok kuas maskara di dalam tabungnya. Ini malah akan membuat gumpalan saat dipakai dan maskara jadi cepat kering,” lanjutnya.

Menurut Philips memilih maskara haruslah tepat, jika tidak dapat merusak bulu mata dan menjadikannya rontok.

“Cari maskara yang benar-benar bagus, kualitas dari kuas itu juga sangat menentukan sekali. Kalau maskaranya keberatan juga akan bikin beban bulu matanya dan jadi berat. Membersihkannya kalau enggak benar juga akan merusak bulu mata,” ujar Philips. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty

Hyaluronic Acid Tetap Jadi Tren Skincare

Published

on

Hyaluronic Acid secara alami ada di setiap permukaan kulit manusa yang berperan sebagai bantalan sendi.

Femme.id, Jakarta – Skincare dengan kandungan Hyaluronic Acid (HA) diprediksi akan tetap menjadi tren perawatan kulit wajah di tahun-tahun yang akan datang.

Hyaluronic Acid secara alami ada di setiap permukaan kulit manusa yang berperan sebagai bantalan sendi, syaraf serta menghidrasi kulit dan rambut karena mampu menahan kelembapan.

“HA membuat kulit lembut lembut dan kenyal karena kemampuannya untuk meningkatkan produksi kolagen,” kata Maharani Kemala, selaku CEO pabrikan kosmetik PT Urban Indo Manufaktur di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Sayangnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk memproduksi HA semakin lambat sehingga mengakibatkan munculnya sejumlah tanda penuaan seperti keriput, garis halus, dan kulit kering.

Lebih lanjut, Maharani yang juga pendiri rangkaian skincare MS Glow itu mengatakan PT Urban Indo Manufaktur memiliki produk terbaru berbasis HA yakni “watery body gel”.

“Watery body gel itu losion dengan inovasi sensasi menyejukkan kulit, ringan dan cepat meresap karena molekulnya dibuat sangat kecil sehingga bisa menyerap cepat di kulit seperti air,” kata Maharani.

“Arahnya masih ke tampilan kulit glass skin sih, make up minimalis tapi wajah tetap glowing,” kata Maharani.

Glass skin adalah tampilan kulit ala Korea yang memiliki tampilan sangat halus seolah tak memiliki pori-pori namun bercahaya seperti kaca. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Alasan Kulit Kendur Setelah Usia 25 Tahun

Published

on

Radiasi UV, adalah alasan di balik sebagian besar masalah kulit seperti tanning, pigmentasi, keriput dan kulit kendur.

Femme.id, Jakarta – Kulit mengalami penuaan seiring dengan bertambahnya usia. Tanda penuaan kulit di antaranya adalah munculnya kerutan dan kulit kendur.

Apalagi bila ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti stres, minum alkohol, dan kurang istirahat yang membuat kulit bisa mengalami penuaan dini, dengan tekstur yang mengendur, kusam dan pori-pori besar.

“Di sisi lain, saat usia sudah di atas 25 tahun kemampuan produksi kolagen mengalami penurunan sebesar 1,25 hingga 1,5 persen,” kata Direktur Gloskin Aesthetic Clinic dr Nanang Masrani Dipl. AAAM dalam keterangan pers, Rabu (2/10/2019).

Padahal, kata dr Nanang, kolagen berperan penting untuk mempertahankan kualitas kulit.

“Kolagen merupakan jaringan ikat pada kulit yang berfungsi untuk menjadikan kulit menjadi kencang,” kata dia.

Aktris Masayu Anastasia, salah satu pasien dr Nanang mengaku rutin menjalani perawatan saat memasuki usianya yang ke-35 tahun di Gloskin Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Aku suka treatment Gloskin Ultralift. Treatment ini menjadikan kulit wajah kencang dan bercahaya dalam waktu singkat. Ini pertama kali di Indonesia dan satu-satunya di dunia,” kata ibu satu anak itu.

Menurut Masayu, hasil dari Gloskin Ultralift langsung terlihat dalam sekali treatment, yakni wajah lebih kencang dan bercahaya.

Masayu juga mengatakan, perawatan tidak menyebabkan rasa sakit karena tidak disuntik.

“Setelah treatment aku bisa langsung make up dan beraktivitas. Waktu pertama kali malah aku langsung syuting,” kata Masayu yang ingin wajah dia terlihat lebih berisi karena dia merasa wajahnya sudah tirus.

Gloskin Ultralift adalah metode peremajaan dan pembentukan wajah non invasive (face lifting and sculpting), serta pembentukan dan pengencangan tubuh (body contouring and tightening).

“Namun, saat ini yang baru masuk ke Indonesia adalah untuk kulit wajah dan leher,” kata dr Nanang.

Gloskin Ultralift menggunakan teknologi Jerman generasi terbaru yang menggunakan metode TFT (Thermal Diffussion Technology). TDT ini adalah energi panas advanced ultrasound yang bekerja secara intense dan fokus menjangkau lapisan terdalam di bawah kulit secara efektif.

Manfaat TDT adalah menstimulasi produktivitas kolagen dan meremajakan kulit 10 kali lebih efektif. Teknologi TDF dapat dikerjakan pada seluruh bagian wajah, bahkan di area-area yang sulit dijangkau.

Gloskin Ultrasound dikerjakan mulai dari kerutan di dahi, eyebrow, kerutan di sudut mata, di antara dua alis, kantung mata, nasolabial fold, pipi, bagian atas bibir, garis senyum, memperbaiki skin tone, double chin dan leher.

Saat pengerjaan, dengan kecepatan 10 Hz, yang artinya lebih cepat dari kecepatan HIFU, sinar ultrasound bekerja secara intens dan fokus hingga kedalaman kulit dermis terdalam. Energi panas yang dipancarkan akan memperbaiki struktur kulit dan merangsang produksi kolagen tanpa merusak permukaan kulit dan meninggalkan bekas luka.

Setelah perawatan selama 15-20 menit hasilnya langsung terlihat. Tekstur kulit epidermis menjadi lebih kencang karena proses pembentukan kolagen terbentuk sempurna.

“Hasilnya 97 persen perubahan dramatis, kulit kencang seketika, tampak bercahaya setiap saat,” kata dr Nanang.

Hasil terbaik akan tampak setelah dua bulan pengerjaan.

“Setelah dua bulan treatment dapat diulang setiap dua bulan. Untuk hasil bagus sebaiknya treatment dikerjakan selama tiga kali. Setelah itu, hasil bisa bertahan 1-1,5 tahun. Hasilnya sangat alami, tidak mengubah bentuk wajah seseorang,” kata dr Nanang.

Biaya perawatan dibanderol Rp5 juga hingga Rp10 juta, tergantung bagian wajah. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Tips Cantik, Sesuaikan Pembersih Wajah dengan Tipe Kosmetik

Published

on

Pilih pembersih riasan yang sesuai dengan tipe kosmetik yang dipakai dan ketebalan riasan.

Femme.id, Jakarta – Membersihkan wajah dari riasan secara menyeluruh sebelum tidur adalah hal penting yang tak boleh terlewatkan agar kulit wajah tetap sehat meski setiap hari dilapisi make-up.

Menurut dokter spesialis kulit Kardiana Purnama Dewi, pilih pembersih riasan yang sesuai dengan tipe kosmetik yang dipakai dan ketebalan riasan.

“Kalau pakai make up tebal, harus pakai pembersih yang ada kandungan susu atau minyak biar bisa terangkat,” ujar Kardiana di peluncuran Silcot Maximizer Cotton, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Riasan tebal yang tampak menawan di wajah biasanya lebih menempel di kulit sehingga tidak sembarangan pembersih bisa betul-betul mengangkat sisa kosmetik itu.

Jika tetap nekat tidak memakai pembersih dengan bahan dasar minyak, efek samping pada wajah bisa terjadi cepat atau lambat.

“Kalau tidak bersih dan menutup pori, lama-lama bisa beruntusan, atau jadi komedo dan jerawat,” tutur Dewi.

Namun tidak perlu terlalu ambil pusing bila riasan wajah tipis, sekadar memakai pelembap, tabir surya dan sedikit pulasan bedak. Pada situasi seperti itu, Dewi mengatakan pembersih praktis seperti tipe produk all in one bisa diandalkan.

Selain pembersih, Dewi mengingatkan agar setiap orang selalu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit, terutama mereka yang beraktivitas di Jakarta.

Faktor seperti asap kotor kendaraan dan udara buruk membuat kulit wajah lebih mudah terinfeksi.

“Lindungi dengan pelembap, tabir surya, bedak dan masker”. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.