Connect with us

Beauty

Punya Kulit Sensitif, Gracia Indri Tak Mau Sembarangan Perawatan

Published

on

Gracia Indria Sari Sulistyaningrum, adalah seorang aktris dan presenter berkebangsaan Indonesia.

Femme.id, Bekasi – Selebritas Gracia Indri mengaku tidak ingin sembarangan memilih perawatan kecantikan karena memiliki kulit yang sangat sensitif.

“Jadi memang sangat sensitif banget memilih riasan, memilih perawatan. Aku enggak bisa mengikuti perawatan yang teman-teman semua cocok karena belum tentu buat aku cocok,” kata Gracia Indri saat ditemui dalam acara pembbukaan cabang kedua Beauty CT Clinic di Bekasi, Minggu (9/9/2019).

Bagi Gracia Indri, pekerjaannya sebagai publik figur menuntutnya untuk selalu tampil maksimal setiap saat. Untuk itu, dia tidak bisa menyepelekan masalah pemilihan perawatan produk kecantikan itu.

Wanita kelahiran 29 tahun silam itu bahkan mengaku pernah salah dalam memilih perawatan untuk kulit yang bahkan sampai trauma.

“Pernah waktu itu laser muka dan enggak cocok. Butuh waktu sekitar dua minggu dan sampai trauma melakukan perawatan ekstrem itu. Cuma, mau enggak mau harus melakukan perawatan itu,” katanya.

Gracia Indri pun belajar dari pengalaman pribadinya itu. Sebelum memilih perawatan kecantikan, dia selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Enggak bisa kayak dateng perawatan tergantung teman. Aku harus konsultasi dulu sama dokternya. Harus lihat sebenarnya kulit aku seperti apa,” ujarnya.

Selain perawatan, Gracia Indri juga mengaku rutin melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh serta menjaga penampilannya.

“Kalau olahraga itu pasti dan minum air putih. Aku sangat gila minum air putih. Untungnya, karena mungkin energi aku banyak terbuang saat olahraga, kalori juga. Jadi, diimbangi dengan air putih,” ujarnya. (yog)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Beauty

Bulu Mata “Anti Badai” Sudah Ketinggalan Zaman

Published

on

Tren kecantikan saat ini lebih menonjolkan sesuatu yang terlihat natural. Begitu juga dengan bulu mata, lentik, tebal dan panjang.

Femme.id, Jakarta – Sama halnya dengan makeup, gaya bulu mata pun memiliki tren yang berganti dan kini sudah tidak zaman lagi bulu mata “anti badai”.

Makeup artist professional, Philips Kwok mengatakan tren kecantikan saat ini lebih menonjolkan sesuatu yang terlihat natural. Begitu juga dengan bulu mata, lentik, tebal dan panjang sudah tidak digandrungi lagi.

“Bulu mata udah enggak zaman yang seperti Syahrini. Sekang udah yang model Korea, yang cuma sehelai-sehelai dan natural. Sekarang itu trennya udah balik ke arah natural,” kata Philips ditemui dalam peluncuran Mascara The One Tremendous di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Philips juga memberikan tips cara menggunakan maskara untuk mendapatkan bulu mata yang lentik. Pertama, Anda harus menjepit bulu mata pada tiga bagian yakni ujung, tengah dan pangkal.

“Jangan cuma satu kali aja, nanti turun lagi habis dikasih maskara. Jadi ujung, tengah, panggal dijepit. Terus pakai maskara, kalau pakai maskara yang bagian atas, ngacanya dari bawah. Kalau bagian yang ke bawah, kanan kiri dipakai maskara terus tarik ke tengah ke arah atas,” jelas Philips.

“Kesalahan yang paling sering dilakukan orang adalah mengocok-ngocok kuas maskara di dalam tabungnya. Ini malah akan membuat gumpalan saat dipakai dan maskara jadi cepat kering,” lanjutnya.

Menurut Philips memilih maskara haruslah tepat, jika tidak dapat merusak bulu mata dan menjadikannya rontok.

“Cari maskara yang benar-benar bagus, kualitas dari kuas itu juga sangat menentukan sekali. Kalau maskaranya keberatan juga akan bikin beban bulu matanya dan jadi berat. Membersihkannya kalau enggak benar juga akan merusak bulu mata,” ujar Philips. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Ini Bahaya Membiarkan Anak Pakai “Make up” Terlalu Dini

Published

on

Kulit anak lebih tipis sehingga fungsi penghalangnya tidak sebesar kulit orang dewasa.

Femme.id, Jakarta – Dulu, anak-anak perempuan mungkin pernah berpura-pura memakai riasan dengan mainan, atau diam-diam memakai lipstik milik ibu.

​​Namun, kini banyak anak kecil sudah tak asing dengan make up, bahkan pandai berdandan, dan memamerkan keahliannya di media sosial.

Walau beauty vlogger cilik sudah banyak bermunculan, orangtua sebaiknya tidak serta merta membiarkan buah hati bermain-main dengan make up terlalu dini.

Dilansir CNA, ada beberapa alasan medis mengapa make up tidak bagus saat terpapar pada anak kecil.

Menurut dokter Lynn Chiam, pakar kulit dari Children & Adult Skin Hair Laser Clinic, kulit anak lebih tipis sehingga fungsi penghalangnya tidak sebesar kulit orang dewasa.

Fungsi kulit sebagai penghalang merujuk pada kemampuannya menjaga kelembapan dan melindungi tubuh dari elemen yang merusak, sehingga “kulit anak lebih rentan terhadap bahan yang mengiritasi.”

Jika terpapar bahan kimia dalam make up yang bisa menyebabkan kulit kering, merah, gatal dan iritasi, kulit anak bisa jadi lebih sensitif pada hal lain, seperti air, sabun, keringat dan panas.

Proses yang penting dalam memakai make up adalah membersihkannya secara menyeluruh sehingga kulit bisa kembali “bernafas”. Bila anak tidak membersihkan make up secara optimal, pori-porinya bisa tersumbat dan berujung pada jerawat.

Bagaimana dengan sedikit lip gloss dan pemulas pipi?

Dokter menegaskan riasan bisa berujung pada dermatitis pada kulit dan bibir, menyebabkan merah-merah dan gatal. Anak bisa terkena iritasi meski kuantitasnya sedikit.

Dokter menyarankan agar orangtua menunggu hingga anak berusia 16 tahun sebelum memberinya izin berdandan.

Tapi jika anak punya kegiatan yang mengharuskannya berdandan, misalnya untuk pentas tari, dia merekomendasikan riasan berbabahan dasar bedak yang pada umumnya tidak terlalu mengiritasi kulit seperti riasan liquid.

Hal serupa berlaku pada cat rambut. Jika anak merengek-rengek ingin rambutnya diwarnai, orangtua harus mengingat bahwa kulit kepala anak lebih sensitif dan rambutnya pun lebih halus.

Proses bleaching rambut sebaiknya baru dilakukan setelah anak puber, setidaknya 16 atau 17 tahun.

Bila memang terpaksa, pakailah pewarna non-permanen yang mudah luntur dalam bentuk semprotan dan kapur. Pewarna ini tidak meresap seperti cat rambut, tapi hanya ada di permukaan.

Bagaimana dengan cat kuku?

Bahan-bahan kimia dalam cat kuku membuat orangtua harus menahan diri untuk tidak membiarkan buah hati mewarnai kukunya, terutama bila si anak punya kebiasaan menggigit kuku atau makan dengan tangan.

Jika orangtua memberi izin, dokter merekomendasikan untuk tidak berlama-lama membiarkan cat kuku itu ada di tangan anak, setidaknya tidak lebih dari sepekan. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Ini Langkah Perawatan Wajah yang Benar untuk Remaja

Published

on

Jenis kulit sendiri umumnya dapat dibedakan menjadi kulit normal, berminyak, kering, dan sensitif.

Femme.id, Jakarta – Menjaga kesehatan kulit bisa dimulai sejak remaja dengan menggunakan produk perawatan sesuai usia.

Bagaimana langkah tepat merawat kulit wajah pada usia belia?

Senior Brand Manager Emina, Clarissa Angga Gunawan menjelaskan rutinitas perawatan kulit dimulai pada pagi dan dilanjutkan malam hari demi kulit sehat, lembap, segar dan bercahaya.

“Perawatan kulit tidak hanya pagi atau malam tetapi pagi dan malam. Siapkan kulit wajah yang bersih untuk memulai aktivitas,” ujar dia di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Pertama, gunakan produk micellar water dilanjutkan pembersih muka (face wash) dan krim pelembap (moisturizing cream) atau tone up cream yang mengandung proteksi UVA dan UVB untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari.

Saat ini ada beragam produk tone up cream yang bisa menjadi pilihan, salah satunya yang mengandung brightening powder sehingga menjadikan wajah cerah seketika tanpa membuatnya terlihat abu-abu atau meninggalkan noda putih.

“Remaja biasanya beraktivitas di outdoor sehingga warna kulitnya terkadang tak rata. Perlu sesuatu untuk meratakan warna kulit, salah satunya tone up cream,” kata Clarissa.

Perawatan kulit pagi hari dapat ditutup dengan penggunaan bedak tabur (loose powder) untuk membuat kulit wajah menjadi cerah dan halus.

Pilih loose powder yang teruji secara dermatologis sehingga tidak menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Pada malam hari, bersihkan kulit menggunakan micellar water untuk menghapus debu dan kotoran, dilanjutkan mencuci wajah menggunakan produk face wash.

Perawatan kulit malam hari ditutup dengan penggunaan sheet mask. Saat ini ada beragam produk sheet mask yang tersedia, pilihlah sesuai dengan kebutuhan kulit. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.