Connect with us

Health

6 Cara agar Tidak Dehidrasi, Kata Ahli Nutrisi Selebritas Hollywood

Published

on

Dehidrasi akibat keringat yang berlebih dan kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan kram dan kelemahan otot.

Hello.id, Jakarta – Air sangat penting untuk kesehatan tubuh. Seorang ahli gizi di Los Angeles Kimberly Snyder mengatakan tubuh sangat bergantung dengan hidrasi optimal, mulai dari fungsi organ hingga keseimbangan hormon.

“Ketika Anda terhidrasi, sendi Anda terlubrikasi, kulit Anda terpelihara, dan folikel rambut Anda dapat tumbuh dengan sehat,” katanya.

Dan ketika dehidrasi, kulit menjadi tidak berkilau, rambut rapuh, tubuh tidak berenergi, detoksifikasi dan pencernaan pun melambat.

Mulai dari kelelahan dan fungsi otak menurun hingga pencernaan lemah, dehidrasi ringan dapat menyebabkan banyak masalah dalam tubuh.

Snyder pun mengungkap bagaimana ia memastikan kliennya seperti Reese Witherpoon, Drew Barrymore, dan Kerry Washington tetap terhidrasi, seperti dilansir Vogue beberapa waktu lalu.

Sesuaikan asupan air

Delapan gelas air, telah lama dianggap sebagai jumlah esensial agar tetap terhidrasi. Tapi menurut Snyder, sebenarnya jumlah itu tergantung kebutuhan, aktivitas, dan faktor suhu di luar.

Ia menyarankan takaran menyesuaikan dengan berat tubuh, yakni 0,5-1 ons (hingga 30 ml) air untuk tiap 1 pon (0,45 kg) berat badan.

Misalnya berat badan Anda 140 pon (63,5 kg) maka minumlah air 70-140 ons (2-4 liter) dalam sehari.

Minum air bersuhu ruangan

“Aku selalu mengatakan kepada klienku betapa pentingnya minum air dengan suhu ruangan,” kata Snyder, yang menurutnya air tersebut lebih menghidrasi ketimbang air dingin.

Air dingin membuat tubuh menghabiskan energi lebih untuk mengubah suhunya sehingga bisa diserap, yang mengakibatkan tubuh justru kehilangan air.

Selain itu, air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah di perut mengecil, sehingga mengganggu pencernaan dan memperlambat hidrasi.

Minum air pagi hari

Awali hari dengan minum air adalah kunci untuk hidrasi.

Tubuh sering mengalami dehidrasi saat malam. Hidrasi di pagi hari akan memberi Anda lebih banyak energi, kata Snyder.

Anda juga bisa meminum secangkir air hangat dengan perasan lemon. Air lemon itu mengandung vitamin C dan mendukung proses pembersihan.

Makan makanan yang mengandung air

Snyder mengatakan makanan yang mengandung banyak air juga membantu tubuh terhidrasi. Salah satu favoritnya adalah timun.

Timun kaya dengan enzim, vitamin B, nutrien, elektrolit, dan silika.

Seledri juga baik, karena mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat yang membuat badan segar dan kulit bercahaya.

Ia merekomendasikan kliennya untuk menambahkan kedua bahan itu di resep smoothies dan meminumnya pada pagi hari saat perut kosong.

Kompensasi untuk kafein dan alkohol

Kafein dan alkohol adalah diuretik, artinya saat meminumnya, Anda akan buang air kecil lebih banyak dan kehilangan banyak cairan.

Untuk memastikan tetap terhidrasi, perbanyak minum Anda. Jika Anda minum satu gelas kopi maka ikuti dengan segelas penuh air.

Minum air kelapa

“Selama berabad-abad, orang-orang di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik meminum air dari kepala muda untuk hidrasi,” ujarnya.

“Itu adalah cara terbaik untuk mengganti air dan elektrolit yang hilang dari tubuh karena cuaca panas.”

Jadi setelah lama berada di bawah sinar mentari, Snyder menyarankan untuk menambah asupan air dengan minum air kelapa. (hep)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health

Mengapa Polusi Sebabkan Rambut Rontok? Begini Penjelasannya

Published

on

Kualitas udara yang buruk juga memengaruhi tiga protein lain, yang disebut cyclin D1, cyclin E dan CDK2, yang juga mendukung pertumbuhan dan retensi rambut.

Femme.id, Jakarta – Para peneliti berpendapat, rambut rontok tak hanya disebabkan gen, tetapi juga sejumlah besar faktor lingkungan salah satunya polusi udara.

Hal ini mungkin menjelaskan jika suatu saat warga Jakarta mengeluhkan rambut mereka rontok, mengingat Jakarta belakangan ini tercatat sebagai kota dengan level polusi yang tinggi.

Peneliti dari Future Science Research Center di Korea Selatan, Hyuk Chul Kwon dalam makalahnya berjudul “Efek partikel pada papilla dermal manusia,” menemukan efek materi partikulat pada sel di pangkal folikel rambut. Sel-sel ini disebut sel papilla dermal folikel (HFDPC).

Materi partikulat, adalah istilah untuk campuran partikel padat dan tetesan cairan, terbuat dari berbagai bahan kimia, yang dapat dihirup orang. Beberapa partikel ini menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Dalam studi, Kwon dan koleganya mengekspos HFDPC ke partikel debu dan diesel PM10. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), partikel PM10 adalah partikel yang bisa terhirup dengan diameter yang umumnya 10 mikrometer dan lebih kecil dari itu.

Setelah 24 jam, mereka memeriksa kadar protein setelah terpapar partikel menggunakan analisis Western blotting.

Analisis tersebut mengungkapkan paparan PM10 dan partikel diesel menurunkan kadar protein beta-catenin untuk pertumbuhan rambut.

Selain itu, debu dan PM10 menurunkan tingkat protein lain yakni cyclin D1, cyclin E, dan CDK2 yang menentukan pertumbuhan rambut dan retensi rambut.

“Sementara hubungan antara polusi udara dan penyakit serius seperti kanker, penyakit paru obstruktif kronis, dan penyakit kardiovaskular sudah kuat, hanya dedikit atau tidak ada penelitian tentang efek partikel paparan pada kulit manusia khususnya rambut,” kata Kwon seperti dilansir dari Medical News Today.

Di seluruh dunia, sekitar 4,2 juta orang meninggal setiap tahun akibat pencemaran udara, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO juga memperkirakan lebih dari 90 persen populasi dunia hidup di daerah yang terlalu tercemar.

Serangan jantung, asma yang memburuk, detak jantung tidak teratur dan fungsi paru-paru yang lebih buruk hanyalah beberapa kondisi yang terkait dengan paparan berlebihan polusi pada tubuh. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Lidah Mulus Tanpa Bintil? Pertanda Ada Masalah

Published

on

Penyakit lidah bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kekurangan nutrisi, daya tahan tubuh yang lemah, hingga gaya hidup.

Femme.id, Jakarta – Coba julurkan lidah Anda di depan cermin, kemudian lihat apakah bintil-bintil di lidah atau disebut papila masih adakah di sana?

Jika tidak ada, bisa jadi Anda mengalami glositis atrofi atau radang lidah.

Radang lidah menyebabkan perubahan warna dan tekstur, termasuk hilangnya banyak papila, menurut Healthline, seperti dilansir LiveScience.

Lalu, apa yang menyebabkan kondisi ini? Tes darah mengungkapkan karena rendahnya kadar vitamin B12.

Dalam suatu kasus, ada seorang pria berusia 64 tahun yang mengeluhkan hilangnya papila di lidah, juga menderita anemia pernisiosa (suatu kondisi seseorang memiliki kadar sel darah merah yang rendah karena kekurangan vitamin B12).

Dalam beberapa kasus, orang mengembangkan anemia pernisiosa karena sistem kekebalan tubuh menyerang protein yang dibutuhkan untuk penyerapan vitamin B12.

Sel darah merah mengandung protein yang disebut mioglobin yang penting untuk kesehatan otot, termasuk otot lidah.

Untungnya, anemia pernisiosa biasanya mudah diobati, menurut National Institutes of Health. Pasien biasanya mendapatkan vitamin B12 dosis besar dalam bentuk suntikan atau pil dosis tinggi.

Dalam kasus pria itu, dia menerima suntikan vitamin B12, dan dalam satu bulan lidahnya kembali normal. Dia akan terus membutuhkan suntikan vitamin B12 secara teratur agar dia tidak mengalami kekurangan vitamin B12. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Minum Air Putih Berlebihan Dapat Memicu Hiponatremia

Published

on

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi atau hidrasi tinggi adalah melalui warna air seni dan seberapa sering Anda buang air kecil.

Femme.id, Jakarta – Meskipun mengkonsumsi air putih sangat dianjurkan untuk kesehatan, konsumsi air putih lebih banyak daripada jumlah yang dapat dikeluarkan oleh tubuh dapat memicu kondisi yang disebut hiponatremia.

“Hiponatremia adalah kondisi gangguan elektrolit ketika kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal,” ujar ahli nutrisi Kristin Koskinen sebagaimana dikutip dari Health, Rabu (16/10/2019).

Natrium (sodium) adalah elektrolit penting dalam tubuh yang menjaga tubuh dengan mendistribusikan air ke seluruh tubuh, dan sisanya dibuang melalui ekskresi dalam bentuk air seni atau keringat.

Kadar natrium (sodium) yang rendah dalam darah dapat menyebabkan gejala seperti kembung, sakit kepala, sulit berpikir jernih (brain fog), dan mual.

“Ginjal juga memiliki batasan berapa banyak air yang dapat mereka proses untuk dikeluarkan pada satu waktu, maksimum 800 hingga 1.000 mililiter per jam,” kata Koskinen.

“Meskipun keracunan air adalah hal yang jarang terjadi, itulah yang akan Anda alami bila mengkonsumsi air putih melebihi jumlah yang dapat diterima dan dikeluarkan tubuh,” kata Koskinen.

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi atau hidrasi tinggi adalah melalui warna air seni dan seberapa sering Anda buang air kecil. Pada umumnya, air seni berwarna kuning pucat hingga menyerupai kucing kecoklatan menyerupai warna air teh.

Jika air seni Anda berwarna lebih jernih daripada biasanya, itu pertanda Anda minum terlalu banyak air dalam rentang waktu yang terlalu pendek.

“Rata-rata, orang buang air kecil 6-8 kali sehari, atau 10 kali untuk seseorang yang secara rutin mengkonsumsi kafein atau alkohol,” kata Koskinen.

Namun jika Anda harus buang air kecil beberapa kali dalam satu jam dengan warna air seni yang jernih, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah asupan cairan. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.