Connect with us

Health

Ibu Hamil dan Anak Harus Lebih Hati-Hati Terhadap Polusi Udara

Published

on

Anak-anak bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa sehingga mereka akan menghirup lebih banyak polusi per kilogram berat badan dari udara berkualitas buruk.

Femme.id, Jakarta – Polusi udara berbahaya untuk semua orang, termasuk ibu hamil, bayi, dan anak. Berbagai risiko kesehatan jangka pendek pun mengintai, seperti mata dan hidung berair, penyakit batuk sering kambuh, hingga infeksi saluran napas atas.

“Polusi udara menjadi lebih berbahaya karena tidak kasat mata sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil. Namun mengingat dampaknya, upayakan untuk meminimalisir paparan polusi udara ini,” kata Dokter Merwin Tjahjadi, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dalam siaran pers, Kamis (8/8/2019).

Ia menekankan pentingnya memperhatikan indeks kualitas udara ketika berencana untuk beraktivitas di luar ruangan serta menghindari aktivitas di luar ruangan di siang hari karena saat itulah polusi udara tertinggi.

Selain itu, upayakan memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas di luar ruang.

“Alat penyaring udara juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan udara ketika Anda sedang berada di dalam ruangan,” tambah dr. Merwin.

Dia menyampaikan beberapa potensi berbahaya yang dapat muncul bila ibu hamil dan wanita pada umumnya terlalu banyak terpapar udara berkualitas buruk, antara lain :

• Berat badan lahir rendah
• Meningkatkan risiko kelahiran prematur
• Meningkatkan risiko bayi dengan kelainan cacat bawaan.
• Infeksi saluran pernapasan atas dan asma: Polusi udara buruk dapat memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ataupun pencetus asma pada ibu hamil.
• Meningkatkan risiko kardiovaskular maupun hipertensi dalam kehamilan akibat proses pengapuran plasenta.
• Masalah fertilitas: Beberapa studi telah membutikan bahwa polusi udara terbukti memberikan dampak bagi berkurangnya tingkat fertilitas, baik pada wanita maupun pria

Perempuan yang sedang mengandung pada trimester awal harus lebih waspada. Risiko keguguran akipat terpapar polusi udara dapat meningkat pada usia kehamilan yang masih muda. Sebaiknya gunakan masker pernapasan yang layak ketika beraktivitas di luar ruang dan pantau selalu kualitas udara di sekitar.

Pada anak

Tak hanya ibu hamil, anak-anak juga rentan terhadap udara berkualitas buruk. Anak-anak bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa sehingga mereka akan menghirup lebih banyak polusi per kilogram berat badan dari udara berkualitas buruk.

Anak berada dalam periode penting perkembangan sehingga pajanan racun dapat menyebabkan efek negatif. Anak juga mempunyai kebiasaan menjelajah dan beraktivitas di luar ruangan sehingga tergolong populasi yang rentan menghirup atau terpapar polusi udara.

“Pengaruh polusi udara yang paling umum pada anak yaitu iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, dan perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya,” papar dr. Wahyuni Indawati, dokter spesialis anak konsultan respirologi RS Pondok Indah – Pondok Indah.

“Risiko perburukan penyakit paru akan lebih tinggi pada anak yang memiliki penyakit sebelumnya seperti asma, pneumonia, penyakit jantung, gangguan imunitas, malnutrisi, dan lain-lain.”

Dokter Wahyuni juga membagikan beberapa panduan untuk meminimalisir dampak kualitas udara yang buruk pada anak, yakni menghindari beraktivitas di sekitar jalan raya yang penuh dengan kendaraan.

Ganti filter pendingin udara secara rutin. Pakaikan masker dengan ukuran yang sesuai anak lalu ganti masker jika sudah tampak kotor. Apabila kualitas udara sedang sangat buruk, sebaiknya anak-anak tetap beraktivitas di dalam ruangan saja.

Dia juga menganjurkan untuk menghindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi seperti merokok di lingkungan sekitar rumah karena akan memperburuk dampak polusi udara dan dampak paparan asap rokok bagi anak.

Pastikan juga status hidrasi anak cukup, anjurkan untuk banyak minum agar saluran napas tetap lembab dan lendir tetap encer. Orangtua juga bisa memasang alat penyaring udara (air purifier) dapat membantu membersihkan udara di dalam ruangan. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health

Tes DNA Bukan Hanya untuk Cari Hubungan Keluarga

Published

on

Pengujian DNA bermanfaat untuk mengetahui kebutuhan vitamin dan kecenderungan metabolisme tubuh yang berbahaya bagi kesehatan.

Femme.id, Jakarta – Pengujian asam deoksiribonukleat atau akrab dikenal DNA seringkali dipahami sebagai salah satu prosedur untuk mengetahui riwayat keturunan, padahal pengujian itu juga bermanfaat untuk mendeteksi risiko penyakit dalam gen.

“Setiap individu di dunia terlahir unik karena DNA satu individu dengan individu lain berbeda. DNA merupakan informasi dasar yang mengkode siapa kita. Jika secara farmakokinetik kita tahu tubuh kita seperti apa, maka kita akan tahu cara terapi yang tepat untuk tubuh,” kata Manajer Laboratorium Genetics Indonesia Erlin Soedarmo di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Erlin yang juga telah menggeluti bidang genetika selama 30 tahun itu mengatakan pengujian DNA bermanfaat untuk mengetahui kebutuhan vitamin dan kecenderungan metabolisme tubuh yang berbahaya bagi kesehatan dan respon terhadap jenis makanan tertentu.

Pengujian DNA, lanjut Erlin, dapat memberikan rekomendasi gaya hidup sehat meskipun faktor DNA hanya menentukan sekira lima persen memunculkan fenotipe atau karakter genotik dari organisme metabolisme.

“Selebihnya adalah faktor lingkungan, pola hidup, pola makan, pola olahraga dan lain-lain. Jika kita tahu tubuh kita seperti apa, faktor DNA bisa dikendalikan,” katanya.

DNAku

Perusahaan bioteknologi Genetics Indonesia menghadirkan layanan pemeriksaan tes genetika berbasis internet bernama DNAku. Pengujian itu diklaim mampu menerjemahkan informasi DNA menjadi profil genetik.

Ada lima ragam pemeriksaan (modul) yang ditawarkan oleh DNAku berupa pemeriksaan kulit, metabolisme, olahraga, nutrisi, dan diet, serta leluhur atau ancestry.

Secara garis besar, pemeriksaan kulit berfungsi mengetahui jenis kulit, risiko berbagai jenis kelainan kulit, serta kebutuhan vitamin. Kemudian, pemeriksaan metabolisme mengetahui kecenderungan metabolisme tubuh yang bisa berbahaya bagi kesehatan dan respon terhadap jenis makanan tertentu.

Pemeriksaan olahraga berguna untuk memahami jenis olahraga yang paling sesuai untuk individu, risiko cedera, dan irama sirkadian. Sedangkan pemeriksaan nutrisi dan diet bermanfaat untuk mengetahui jenis makanan yang berpengaruh besar pada berat badan, kecenderungan obesitas, dan respon olahraga terhadap berat badan.

Lalu, pemeriksaan ancestry berguna untuk mengetahui asal muasal leluhur.

Penggunaan DNAku dilakukan dengan cara membuat akun di laman dnaku.id dan melakukan pembelian. Setelah mendaftar, kit pengambilan sampel akan dikirim ke alamat pelanggan.

Kit itu digunakan untuk mengambil sampel DNA pada lapisan dalam pipi. Sampel DNA lantas dikirim ke lab DNAku.

Direktur Genetics Indonesia Simon mengatakan Genetics Indonesia melakukan proses ekstraksi dan sequencing DNA di Indonesia sehingga keamanan data pengguna terjamin.

“Kami patuh pada international consent procedure. Kami memberikan pilihan pada pengguna, apakah setuju data mereka untuk penelitian. Jika setuju, maka data individu tak akan kami gunakan. Tapi, cuma sebagai data kelompok karena DNA adalah info tentang siapa kita jadi ini amat penting,” kata Simon.

Selain itu, DNAku menggunakan mesin Asian Screening Array (ASA) yang dibuat khusus untuk populasi Asia.

Hasil tes DNA dari DNAku akan diterima secara online dengan mengakses web DNAku.

Kit DNAku dibanderol senilai Rp1,4 juta dan masing-masing modul senilai Rp499 ribu. Khusus pada 17 dan 18 Agustus 2019, terdapat promo diskon senilai 45 persen untuk pembelian kit. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Pakar : Temuan Akar Bajakah Melawan Sel Kanker Tahap Awal

Published

on

Pasien kanker tetap harus mengikuti standar pengobatan dan terapi sesuai bukti medis, antara lain pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.

Femme.id, Jakarta – Pakar medis dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta Venita berpendapat hasil temuan para siswa asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tentang akar tanaman Bajakah untuk melawan kanker payudara masih tahap awal untuk menjadi obat yang tersertifikasi.

​”Yang saya tahu, proses untuk menjadi obat kanker tersertifikasi itu panjang sekali dan mahal. Mungkin Bajakah masih pada tahap yang sangat awal dan untuk dinyatakan efektif bagi (melawan) kanker (dan) masih banyak tahapan ilmiah yang perlu dilewati,” kata Venita dalam pesan elektroniknya di Jakarta, Kamis (15/8/2019).​​​​​​

Temuan akar tanaman Bajakah yang dipresentasikan dalam Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, pada Juli, itu berupa bubuk teh sebagai obat penyembuh kanker payudara.

Tapi, Venita tidak menampik potensi akar itu sebagai obat kanker, karena telah banyak obat pelawan kanker berasal dari tumbuhan.

“Tapi, tidak lantas karena penelitian kecil atau percobaan pada hewan, ataupun percobaan pada satu-dua orang, lantas langsung diputuskan tumbuhan tersebut pasti efektif untuk kanker,” tuturnya.

Venita menyarankan pasien kanker tetap harus mengikuti standar pengobatan dan terapi sesuai bukti medis, antara lain pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.

Sementara pengobatan yang bersifat suplemen atau herbal sebaiknya hanya menjadi komplemen.

“Kalaupun (Bajakah) mau dipakai pasien, pasien harus tetap mengikuti protokol pengobatan yang ada sesuai bukti medis dan yang bersifat suplemen atau herbal menjadi komplemen,” katanya.
​​​
Venita berharap penemuan obat kanker akan semakin berkembang merujuk pada temuan awal tentang akar Bajakah itu. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Atasi Gatal Bisa dengan Meletakkan Handuk Panas?

Published

on

Gatal, terkadang bisa menjadi pertanda serius seperti dermatitis atopik (DA) atau asma kulit.

Femme.id, Jakarta – Terkadang, menggaruk tak bisa mengatasi kulit gatal sehingga sejumlah orang meletakkan benda panas semisal handuk yang direndam air panas bisa memulihkan gatal.

Benarkah hal ini menurut ahli kesehatan?

“Handuk panas, atau sesuatu yang panas untuk mengatasi gatal dirasa bisa (untuk sebagian orang). Panas sebenarnya hanya menghilangkan gatal sementara,” tutur dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko, SpKK, dalam seminar media di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Alih-alih meredakan gatal, suhu panas yang kelewat batas justru bisa menyebabkan kulit gatal melepuh, sehingga penting menjaga suhu yang aman.

Ketimbang benda panas, Anthony lebih menyarankan bedak atau produk yang terdapat menthol di dalamnya untuk meredakan gatal. Lebih bagus lagi, bedak yang mengandung pelembap.

Gatal, terkadang bisa menjadi pertanda serius seperti dermatitis atopik (DA) atau asma kulit. Selain gatal, penderita biasanya juga mengalami kulit kering hingga pecah-pecah, ruam kemerahan dan kulit bisa menebal.

Kondisi ini umumnya terjadi pada bagian tubuh tertentu, pada anak misalnya di wajah, sikut, kulit kepala. Sementara pada dewasa umumnya penyakit ini muncul di lipatan siku, lipatan lutut, leher, seputar mata dan bibir.

Jika gatal terus berlanjut padahal sudah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan pada dokter. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.