Connect with us

Fashion

Belajar “Branding” dari BTS

Published

on

Bangtan Boys atau dikenal juga sebagai BTS adalah grup penyanyi pria asal Korea Selatan.

Femme.id, Jakarta – Merek (brand) produk tidak harus selalu terpaku pada logo identitas yang mewakili tetapi dapat dibentuk dengan citra atau pesona unik.

Pelaku desain grafis dan pengamat merek Caroline Peni asal Indonesia yang berbasis di AS, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/7/2019), menyatakan merek merupakan citra yang membedakan sesuatu produk dari produk yang lain seperti grup K-pop BTS.

Grup Korea Selatan itu punya 3,3 miliar penggemar, yang disebut ARMY, di seluruh dunia. Nilai merek BTS mencapai sekitar 45 miliar dolar AS dan setiap hari mendapatkan sebutan di Twitter hingga 600.000 kali.

“Tidak mengherankan kalau BTS adalah salah satu dari sedikit brand paling berpengaruh di dunia saat ini,” katanya.

Caroline mengatakan loyalitas yang kuat dari para penggemar memegang penting dalam pembangunan merek BTS.

“Para ​believers​ BTS mempunyai daya kepemilikan yang kuat terhadap ​brand​ itu. ​Brand​ yang cenderung membuat fenomena heboh seperti itu lazim disebut sebagai ​cult brand​,” ujarnya.

Dia mengatakan tidak semua merek bisa disebut cult brand. Cult brand punya pemahaman sebagai ideologi yang tulen dan identitas yang otentik.

Dia berpendapat, salah satu faktor yang membuat BTS berhasil menorehkan citra mendalam pada penggemarnya adalah kesuksesan grup beranggotakan tujuh orang itu untuk keluar dari stereotipe grup K-pop.

BTS juga mengangkat isu yang dekat bagi generasi muda saat ini.

“Yang menarik dari BTS adalah keberanian mereka membawa tema yang ​fresh di dunia K-pop. Isu masalah kesehatan jiwa dan kepercayaan pada diri sangatlah relevan dan universal bagi generasi yang dibombardir oleh ekspektasi mustahil, kemajuan teknologi dan kelebihan informasi,” ujar Caroline.

Para penggemar BTS yang berasal dari berbagai negara, agama, ras dan gender melihat citra tersebut sebagai cerminan diri mereka sendiri.

Loyalitas, lanjut Caroline, adalah salah satu pembeda utama cult brand dengan merek pada umumnya. BTS yang punya lebih dari 20 juta pengikut di Twitter menamakan penggemar mereka ARMY.

“Dengan memberikan nama khusus dan logo identitas, loyalitas dibangun oleh para A.R.M.Y. yang merasa menjadi satu keluarga,” katanya.

Rasa cinta penggemar bisa terlihat dari antusiasme mereka untuk membeli produk-produk terkait BTS.

Pada Desember 2017, LINE store di New York meluncurkan sub-brand BT21 yang merupakan proyek kolaborasi antara LINE FRIENDS dan BTS berupa delapan maskot kartun mewakili tiap anggota dan juga ARMY.

Pada hari pembukaannya, sebanyak 2.000 penggemar mengantri sebelum jam buka dan tercatat jumlah pengunjung toko LINE pada pekan itu sebanyak 300.000 orang.

Kehebohan serupa juga terjadi ketika Uniqlo Indonesia mulai menjual kaos-kaos bergambar BT21. Selama tiga hari sejak dirilis pada 21 Juni, Uniqlo Indonesia mengumumkan lewat Twitter bahwa seluruh koleksi kaos BT21 sudah terjual.

Loyalitas yang kuat, menurut Caroline, juga terlihat dari ​cult brand​ besar seperti Apple yang juga pengikut fanatiknya yang rela mengantri semalaman untuk mendapatkan iPhone seri terbaru. Apple mempunyai nilai merek sebesar 278.9 miliar dolar AS.

Apple pertama kali memperkenalkan Macintosh pada 1984 dengan konsep ​stylish dan mudah digunakan. Macintosh membuat komputer terlihat lebih manusiawi.

Ideologi itu yang membuat Apple menang dari IBM dengan perolehan 25 persen pangsa pasar setelah peluncurannya.

“Loyalitas konsumen yang kuat dan momentum yang tepat menjadikan Apple berani menjual produk selain komputer. Seperti iPod yang diluncurkan pada 2001. Sejak itu, Apple dipandang lebih dari penjual komputer. Dia juga menjual sebuah ​lifestyle. Konsumennya pun merambat ke pecinta musik,” ujar Caroline.

Pada 2008, Apple berhasil meraih 48 persen pangsa pasar pengguna pemutar musik portable mengalahkan SONY yang terlebih dahulu hadir dengan Walkman.

“Apple berhasil membangun konsumen yang fanatik sejak kehadirannya tahun 1984 dan BTS menjadi contoh paling terkini sebuah ​cult brand​ yang berhasil mendunia hanya dalam jangka waktu lima tahun sejak kemunculannya. ​Cult brand​ adalah jenis merek​ yang paling berpengaruh,” tuturnya.

Caroline mengatakan merek-merek yang ingin mengikuti jejak BTS atau Apple harus menunjukkan mereka punya visi dan ideologi yang jelas, membangun rasa kepemilikan konsumen terhadap merek tersebut serta membangun komunitas kuat agar pertukaran informasi dan pikiran bisa terlaksana. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Fashion

Satu Dekade Berkarya, Ria Miranda buat Pameran “10 Langkah”

Published

on

Ria Miranda yang bernama lengkap Indria Miranda, adalah seorang perancang busana Indonesia.

Femme.id, Jakarta – Perancang busana Ria Miranda merayakan satu dekade berkiprah dalam industri modest fashion dengan menggelar pameran “10 Langkah RiaMiranda” di Senayan City, Jakarta.

Pameran yang berlangsung hingga 1 Desember 2019 itu tercipta atas kolaborasi bersama rekan-rekan lain dalam industri kreatif di luar industri fesyen, seperti biro arsitek FFFAAARRR yang mengatur tata letak ruang pameran dan Environmental Design Graphic Studio Nusae yang membuat desain grafis untuk buku “10 Langkah” serta grafis informasi.

“Itu kali pertama aku buat pameran. Rasanya deg-degan,” ujar Ria dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Ria harus melakukan penggalian memori tentang pengalaman, bahkan yang sempat terlupa, selama sepuluh tahun demi menggelar pameran itu.

Pameran itu, menurut Ria, merupakan bentuk syukur, penghargaan terhadap waktu dan proses kerja sama tim yang solid, selain apresiasi terhadap semua pihak yang menemani langkah perjalanannya dalam industri fesyen.

Pameran itu pun sengaja dibuat agar pengunjung merasa berada dalam lembaran buku yang terbuka, memperlihatkan langkah Ria dari tahun ke tahun.

Begitu memasuki ruangan pameran di lantai satu Senayan City, pengunjung akan disambut dengan bagan singkat yang menceritakan perjalanan Ria Miranda merintis karir sebagai desainer busana muslim di Indonesia.

Ada pula tampilan ruang kerja dan contoh-contoh karya ikonis selama satu dekade.​​​​​​​

Pengunjung bisa melihat hasil kolaborasi sang perancang dengan Microsoft Rinna, teknologi berbasis kecerdasan artifisial (artificial intelligence), yang menghasilkan empat motif kerudung berbasis DNA fesyen Ria Miranda.

Kerudung-kerudung hasil kolaborasi perdana teknologi kecerdasan artifisial dengan perancang busana Indonesia itu dijual secara terbatas.

Ada pula koleksi istimewa yang berisi busana dengan siluet yang paling disukai serta motif-motif favorit pelanggan selama sepuluh tahun perjalanan Ria Miranda. Koleksi tersebut dihiasi dengan logo monogram Dekade sebagai penanda istimewa.

Perancang yang menempuh pendidikan di Esmod Fashion School itu juga akan meluncurkan buku “10 Langkah Ria Miranda” yang berisi pengalaman dan perjalanannya dalam industri mode hingga strategi bisnis dan mengembangkan komunitas. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Tiga Tas yang Wajib Dimiliki, Kata Penata Fesyen

Published

on

Tiga model tas yang wajib dimiliki oleh wanita adalah tas tangan kecil (clucth bag), tas besar (tote bag) dan bertali (sling bag).

Femme.id, Jakarta – Meski bukan pengoleksi tas, setidaknya ada tiga model tas yang wajib dimiliki untuk bisa dipadupadankan dengan gaya penampilan yang diinginkan.

Penata fesyen (fashion stylist) langganan selebriti Bimo Permadi mengatakan tiga model tas yang wajib dimiliki adalah tas tangan kecil (clucth bag), tas besar (tote bag) dan bertali (sling bag).

Clutch bag

Clutch bag adalah tas tangan tanpa tali (strapless) yang dirancang untuk dipegang dengan tangan. Biasanya clucth bag dipakai untuk acara formal seperti pergi ke resepsi pernikahan.

“Aku sarankan kalau beli clucth tuh yang pas HP, karena kan sekarang orang enggak bisa lepas dari HP,” kata Bimo di Jakarta pada Rabu (12/9/2019).

Clucth bag bukan hanya menjadi barang fesyen untuk perempuan, para pria sekarang banyak yang menggunakan tas model ini untuk pelengkap gaya berbusananya.

Tote bag

“Tote” sendiri adalah frasa bahasa Inggris yang artinya membawa. Jadi tote bag bisa diartikan sebagai tas besar dan terbuka sederhana dengan pegangan di bagian tengah masing-masing sisi.

Tote bag adalah tas yang bisa dipakai untuk melengkapi gaya berbusana yang kasual atau santai. Bentuknya yang biasanya besar bisa berfungsi untuk membawa banyak barang.

“Ukuran tote bag bisa disesuaikan dengan lifestyle kita masing-masing, kalau orang yang biasa bawaannya banyak ya pilih tote bag yang besar,” kata Bimo.

Sling bag

Bimo menyebutkan tas terakhir yang wajib dimiliki adalah tas yang bertali.

​​​​​​​”Bentuk bawahnya terserah mau seperti apa yang jelas harus punya satu tas yang bertali, upayakan talinya ada padding agar tidak sakit di pundak,” kata Bimo yang juga menyarankan agar saat memakai tas senantiasa dipindah posisi dari pundak kanan ke kiri dan sebaliknya untuk menghindari postur tubuh yang tidak seimbang.

Sementara untuk warna, Bimo menyarankan agar memilih warna-warna netral. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Bergaya dengan Kemeja Flanel Ala Andien dan Asmara Abigail

Published

on

Andien yang bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi, adalah seorang penyanyi Indonesia yang beraliran musik Jazz.

Femme.id, Jakarta – Kemeja flanel jadi perbincangan warganet di media sosial, kemarin, karena mendadak ada banyak orang di area publik yang ramai-ramai mengenakannya.

Tertarik untuk menambah kemeja flanel untuk gaya berbusana sehari-hari? Berikut inspirasi gaya modis dari Andien dan Asmara Abigail dalam memakai kemeja bermotif kotak-kotak ini seperti dikutip dari siaran pers Uniqlo Indonesia.

Andien dan gaya preppy 1970-an

Selain aktif sebagai musisi, Andien juga dikenal dengan gaya busana yang modis.

Untuk menonjolkan kesan rapi yang unik, Andien memadupadankan kemeja flanel lengan panjang dengan t-shirt lengan panjang dan celana corduroy. Kombinasi pakaian ini dapat ditambah dengan berbagai aksesoris manis seperti topi atau tas mungil menghasilkan gaya ala tahun 70an yang nyentrik namun tetap memiliki kesan preppy.

Kombinasi gaya ini cocok digunakan dalam berbagai aktivitas semi formal.

Asmara Abigail dan gaya edgy

Aktris Asmara Abigail tampil sederhana dan feminin dengan kombinasi kemeja flanel, t-shirt lengan panjang dan rok pensil.

Untuk menambah kesan edgy, Asmara menambahkan beberapa aksesoris etnik dengan warna netral. Pilihan gaya seperti ini bisa diterapkan saat menghadiri acara-acara non-formal dan semi-formal karena tetap terkesan rapi walau gayanya santai. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.