Connect with us

Beauty

Dampak Buruk Kecanduan Ponsel untuk Kulit Jerawat Hingga Penuaan Dini

Published

on

Layar ponsel memiliki banyak kuman yang bisa menyebabkan jerawat dan bisa merusak pola tidur dan (insomnia).

Femme.id, Jakarta – Anda mungkin akan lebih rajin membersihkan smartphone Anda ketika tahu jika gawai favorit berbagai kalangan itu bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, termasuk penuaan dini.

Divya Mehta, founder label perawatan kulit Epique Labs seperti dilansir Indian Express mengungkapkan ada lima masalah kulit akibat “kecanduan” menggunakan ponsel, seperti dermatitis, keriput dini, pigmentasi dan jerawat, lingkaran hitam dan kulit kusam.

Berikut paparan Mehta soal kelima masalah kulit tersebut berikut solusinya :

Dermatitis

Dermatitis merupakan peradangan pada kulit. Studi terbaru menunjukkan memegang smartphone terlalu dekat dengan kulit menyebabkan pembengkakan, kemerahan, gatal, atau melepuh di dekat tulang pipi, telinga, rahang, atau tangan.

Logam seperti nikel dan kromium yang terdapat pada smartphone bertanggung jawab untuk ini.

Solusinya : Gunakan perangkat handsfree seperti headset, bluetooth atau letakkan ponsel Anda pada mode speaker kapan pun Anda bisa, untuk menghindari kontak langsung dengan kulit.

Pigmentasi kulit dan jerawat

Smartphone cenderung menjadi hangat setelah digunakan dalam waktu lama. Ketika perangkat ini menjadi hangat, maka cenderung mengganggu produksi melanin normal kulit Anda, menyebabkan bintik-bintik gelap dan warna kulit yang tidak merata dalam jangka panjang.

Juga, karena telepon tidak bebas kuman. Kuman di gawai Anda bisa berpindah ke wajah dan menyebabkan kulit berjerawat.

Solusinya : Coba dan batasi lama panggilan. Jika itu tidak memungkinkan, ingatlah untuk selalu bergantian menerima telepon antara telinga kanan dan kiri. Cara ini akan membantu mengurangi terjadinya bintik hitam.

Selain itu, bersihkan ponsel Anda setiap hari menggunakan pembersih anti-bakteri dan ingatlah untuk menjaga kebersihannya sebelum bertukar ponsel dengan orang lain juga.

Ritual malam dan lingkaran hitam mata

Salah satu ritual malam, menjelang tidur, yang kerap orang lakukan adalah memeriksa unggahan Facebook terbaru, komentar di Twitter atau Instagram via ponsel. Ingatlah, saat mata Anda melihat layar yang terang di ruangan gelap terlalu lama, otak lebih sulit untuk bersantai dan masuk ke mode tidur.

Akibatnya, timbul lingkaran hitam di sekitar mata

Solusinya : Sebaiknya jauhkan smartphoe dan tak menyentuhnya setelah makan malam. Alih-alih masuk ke media sosial, luangkan waktu satu jam untuk bersantai.

Kulit kusam

Paparan cahaya biru dari ponsel sebelum tidur buruk bagi kesehatan. LED biru yang dipancarkan smartphone tidak hanya melepaskan radiasi non-ion tetapi juga mengganggu siklus tidur alami tubuh Anda.

Selain masalah kesehatan lainnya, kurang tidur bisa menyebabkan keseimbangan jumlah air yang buruk dalam tubuh, sehingga mengakibatkan kulit kusam serta kerutan yang lebih terlihat.

Solusinya : Tidur yang cukup dan berkualitas baik penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan kulit Anda.

Keriput

Saat ini usia bukanlah satu-satunya faktor yang bertanggung jawab pada munculnya keriput. Bahkan, orang berusia 20-an sudah mulai mengeluhkah kondisi ini di sekitar mata.

Menurut Mehta, terus-menerus menatap layar kecil dan memicingkan mata untuk membaca huruf kecil dapat menyebabkan kerutan di sekitar area leher atau daerah di bawah dagu, uga kerutan vertikal di antara kedua alis.

Solusinya: Para ahli menyarankan Anda memegang smartphone setinggi mata dan menambah ukuran font untuk menghindari masalah kulit ini. Selain itu, gunakan krim mata dengan aplikator pendingin untuk membantu mata rileks, juga krim pengencang kulit guna meningkatkan elastisitas dan produksi kolagen. (hep)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty

Bagaimana Memilih “Cushion” yang Tepat?

Published

on

Cara memilih cushion yaitu dengan menyesuaikan jenis dengan tipe kulit, lalu pilihlah warna sesuai warna kulit.

Femme.id, Jakarta – Sebagian kaum hawa memilih produk cushion demi mendapat tampilan kulit wajah yang bersinar, warna kulit rata, serta mampu menutup bintik hitam dan jerawat.

Lalu bagaimana memilih cushion yang tepat?

Hal penting yang perlu Anda ingat, menyesuaikan jenis cushion dengan tipe kulit, lalu pilihlah warna sesuai warna kulit, menurut Senior Decorative Formulator PT Paragon Technology and Innovation, Hilda Endang Damayanti, S.Farm., Apt.

“Untuk kebutuhan Indonesia, ingin hasil sempurna sehingga dari sisi covering lebih tinggi,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Soal warna, pemilik kulit ke arah kuning bisa memilih kelir beige, sementara bagi mereka yang memiliki warna kulit putih, bisa menggunakan cushion warna lebih light.

Sebelum memutuskan memilih satu produk cushion, Anda bisa mencoba menepuk-nepuk produk pada punggung tangan. Cara ini untuk mengetahui apakah warna produk cocok untuk kulit Anda.

Bagi pemilik kulit sangat kering, sebaiknya jangan gunakan cushion full coverage karena bisa menyebabkan cracking. Pilih produk yang coverage-nya medium ke arah low saja.

“Kalau misalnya kulit sangat kering, pakai full coverage sebabkan cracking semakin parah, jangan terlalu pilih produk yang coverage-nya tinggi. Pilih yang medium. Kalau kulit normal, high coverage tampilan bisa sempurna,” papar Hilda. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Perlukah Mencuci “Puff” untuk Riasan?

Published

on

Puff yang tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah kulit seperti jerawat,komedo dan iritasi pada wajah.

Femme.id, Jakarta – Alat kecantikan semisal puff dalam produk cushion ternyata bisa terkontaminasi bakteri sehingga menyebabkan wajah berjerawat atau berkomedo. Lantas apakah mencuci puff bisa menjadi solusi?

Senior Decorative Formulator PT Paragon Technology and Innovation, Hilda Endang Damayanti, S.Farm., Apt. mengatakan Anda bisa mencucinya menggunakan air hangat.

“Kalau tidak nyaman karena tidak dicuci sama sekali, bisa rendam puff dia air hangat, bisa dengan sabun yang tidak terlalu kuat, misalnya sabun cuci muka,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Setelah itu keringkan puff misalnya di dalam oven jika menjemurnya terlalu lama, dan taruh kembali ke dalam wadah untuk bisa dipakai kembali.

Hilda tak begitu menyarankan Anda mencuci puff karena rentan terkontaminasi bakteri saat pencucian. Agar puff aman dari bakteri, saat ini sebenarnya sudah tersedia yang sifatnya waterproof dan anti bakteri.

“Dari bahan puff yang terbaik itu yang waterproof, otomatis produk tidak akan terserap ke puff. Kalau bahannya tidak waterproof, produk akan terserap dan jadi makanan bakteri, bakteri menempel dan berisiko terkontaminasi,” tutur dia.

Untuk mengetahui apakah puff yang Anda punya bersifat waterproof atau tidak, cobalah menggunting sedikit bagiannya. Jika ada produk riasan yang menempel di dalam lapisannya, berarti puff tidak waterproof. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Trik Pakai Blush on agar Pipi Tampak Tirus

Published

on

Mengenakan dua warna blush on tidak akan tampak aneh, justru wajah bakal terlihat tirus dan kencang.

Femme.id, Jakarta – Penggunaan perona (blush on) pada area pipi bisa menjadi pilihan Anda untuk menampilkan wajah yang terlihat tirus. Namun, ada teknik khusus agar tampilan sesuai harapan.

Makeup Artist (MUA) Allyssa Hawadi mengatakan, sebaiknya gunakan dua warna blush on, yang gelap dan lebih terang, misalnya coral peach dan rosy pink dari Wardah.

“Warna lebih gelap dipakai di bagian luar muka (tulang pipi ke arah ujung mata). Sementara yang warna lebih terang di bagian dekat hidung,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurut Allyssa, mengenakan dua warna blush on tidak akan tampak aneh, justru wajah bakal terlihat tirus dan kencang.

Kebanyakan para perempuan hanya mengenakan satu warna blush on dan mengaplikasikannya dari bagian dalam wajah ke luar. Hasilnya, warna akan tampak mengumpul di bagian tengah yang bukan target blush on.

“Jangan ditarik langsung, warna ngumpul di situ. Sebaiknya pakai dari bagian luar dulu. Aneh enggak pakai dua warna? Enggak karena warna kelihatan paling luar wajah, jadi berasa kencang natural,” tutur Allyssa. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.