Connect with us

Destinasi

Yogya Berbenah Sambut Wisatawan Libur Lebaran, Malioboro Didandani

Published

on

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta saat libur Lebaran juga bisa mengunjungi belasan kampung wisata sebagai wisata alternatif.

Femme.id, Yogyakarta – Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta memperkirakan Kawasan Malioboro tetap akan menjadi magnet wisata saat libur Lebaran, sehingga berbagai persiapan pun terus dilakukan untuk menyambut wisatawan agar tetap merasa aman dan nyaman.

“Karena kunjungan wisatawan diperkirakan terpusat di Kawasan Malioboro, maka persiapan terus dilakukan. Mulai dari pengamanan, pelayanan, hingga hiburan,” kata Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Atraksi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Edi Sugiharto di Yogyakarta, Jumat (17/5/2019).

Persiapan di bidang pelayanan dilakukan dengan membuka pos khusus untuk Tourism Information Center (TIC) dan Tourism Information Service (TIS) di depan Malioboro Mall dari 7-11 Juni. Pelayanan untuk wisatawan tersebut merupakan kerja sama dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Dimas Diajeng Yogyakarta, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

Sedangkan untuk keamanan, akan dibuka posko pengamanan di ujung utara Jalan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Untuk memberikan hiburan kepada wisatawan, akan digelar pentas kawasan di penggal Jalan Malioboro pada 8-9 Juni pada pukul 15.00 WIB-23.00 WIB. “Akan ada pentas kesenian tradisional hingga modern, mulai dari karawitan, tari dan band. Semuanya merupakan potensi wilayah di Kota Yogyakarta,” katanya.

Pegawai struktural di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga diminta untuk turun ke lapangan melakukan pemantauan dengan cara giliran di berbagai destinasi utama wisata seperti Malioboro dan Taman Pintar Yogyakarta.

Selain mengunjungi Malioboro, Edi menyebut, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta saat libur Lebaran juga bisa mengunjungi belasan kampung wisata sebagai wisata alternatif.

Di Kota Yogyakarta terdapat 17 kampung wisata, dengan sembilan di antaranya sudah terakreditasi. Salah satu kampung wisata unggulan yang bisa dikunjungi adalah Dipowinatan yang menawarkan konsep wisata urban sehingga wisatawan dapat membaur dengan kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat.

“Kami juga menawarkan wisata belanja, seperti di Beringharjo dan wisata kuliner gudeg yang ada di Wijilan,” katanya.

Sebelumnya, Taman Pintar Yogyakarta juga sudah melakukan pembaruan di salah satu zona yaitu Zona Kebaikan Air sehingga wisatawan tidak hanya memperoleh informasi tentang sumber air tetapi upaya mengelola kelestarian air, pengolahan sampah dari botol air mineral, serta berbagai permainan alternatif tentang air. (eka)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Destinasi

Ekowisata Boonpring Kembangkan Wisata Edukasi Bambu

Published

on

72 spesies bambu yang ada di Ekowisata Boonpring ditempatkan pada arboretum, atau kebun botani yang memiliki koleksi puluhan spesies bambu.

Femme.id, Malang – Destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ekowisata Boonpring tengah mengembangkan wisata edukasi untuk spesies bambu yang ada di wilayah tersebut.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerto Raharjo Samsul Arifin mengatakan bahwa pengembangan wisata edukasi tersebut dibidik karena memiliki potensi yang sangat besar, dalam mendukung kelangsungan ekowisata secara berkelanjutan.

“Pangsa pasar pendidikan itu tidak pernah putus, itu yang kami bidik. Saat ini, kami memiliki setidaknya 72 spesies bambu,” ujar Samsul, di Desa Sanankerto, Kabupaten Malang, Senin (20/5/2019).

Boonpring, oleh masyarakat sekitar Desa Sanankerto, Kabupaten Malang, diartikan sebagai kebun bambu. Namun, kata-katan “boon” sendiri juga bisa diartikan sebagai anugerah, di mana Boonpring bisa diartikan sebagai anugerah dari bambu.

Menurut Samsul, 72 spesies bambu yang ada di Ekowisata Boonpring ditempatkan pada arboretum, atau kebun botani yang memiliki koleksi puluhan spesies bambu. Dalam taman botani tersebut, tumbuhan dikoleksi dan dipelihara serta diberikan keterangan secara mendetil.

Dalam pengembangan wisata edukasi tersebut, pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerto Raharjo menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengidentifikasi jenis-jenis bambu yang dimiliki.

“Kami sudah bekerja sama dengan LIPI, dan mendatangkan ahli bambu di Indonesia untuk melakukan identifikasi,” ujar Samsul.

Rencananya, setelah melakukan identifikasi terkait jenis-jenis bambu yang ada di kawasan Ekowisata Boonpring tersebut, hasilnya akan dituangkan dalam sebuah buku yang bisa dijadikan bahan literasi bagi para mahasiswa.

Saat ini, proses pendataan jenis-jenis bambu yang ada di desa yang letaknya 33 kilometer dari pusat Kota Malang, Jawa Timur itu sudah mencapai 70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat proses pendataan itu bisa segera rampung.

“Suatu saat nanti, kami juga akan membuat ‘greenhouse’ untuk pembibitan bambu, karena masing-masing bambu itu memiliki karakteristik tersendiri. Itu akan sangat bermanfaat untuk edukasi generasi muda,” kata Samsul.

Ekowisata Boonpring merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Pemberdayaan tanah kas desa tersebut, mampu menjadi pemicu perputaran roda perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Tercatat, pada 2017 Ekowisata Boonpring itu mampu meraup omzet sebesar Rp994 juta, dan meningkat cukup signifikan pada 2018 mencapai Rp2,8 miliar. Dari omzet tersebut, telah menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp517 juta. (vic)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

Kyoto Sewakan Kimono untuk Turis Muslim

Published

on

kerudung dan baju yang disediakan di toko tersebut sudah dijahit berbentuk segitiga, lebih mudah untuk langsung dipakai.

Femme.id, Jakarta – Hijab warna-warni terinspirasi dari kimono jadi salah satu hal terpopuler bagi tursi di Kyoto, di mana banyak muslimah ikut mencicipi budaya lokal untuk menikmati liburan mereka di Jepang.

Yumeyakata, toko penyewaan kimono di Kyoto, misalnya, mulai menyediakan hijab ‘wagara’ dengan desain khas Negeri Sakura sejak Februari untuk merespons jumlah turis muslim yang mencari penutup kepala senada dengan kimono sewaan.

Shahnaz Daphne, perempuan 25 tahun asal Indonesia yang bergabung dengan perusahaan tahun lalu, punya peran besar dalam mengembangkan lini produk hijab di perusahaan itu.

Dilansir Kyoto Shimbun, kerudung yang disediakan di toko tersebut sudah dijahit berbentuk segitiga, lebih mudah untuk langsung dipakai.

Motif-motifnya berupa bunga sakura atau bunga krisan. Ada 40-50 jenis hijab wagara yang bisa disewa.

“Sama seperti baju, hijab adalah cara penting untuk menunjukkan kepribadian seseorang,” kata Shahnaz.

Sementara itu, Yoshiya, toko suvenir dan makanan di area wisata Arashiyama, sudah menjual hijab wagara selama beberapa tahun terakhir.

Semua dimulai ketika Sachiyo Tsukuda, wakil presiden perusahaan yang berusia 53 tahun, memberi hadiah hijab buatan tangan oleh seorang temannya yang muslim. Hijab itu terbukti populer ketika temannya kembali ke Indonesia, dan orang mulai mencari penutup kepala serupa ketika di Jepang, membuat perusahaan itu mulai menjualnya.

Winda Suci Pratiwi, staf Indonesia di Yoshiya, mengatakan “Hijab glamor senada dengan mode sederhana sedang tren saat ini, dan wagara sangat populer.”

Pelanggan “bisa berdandan dengan bergaya Jepang,” ujar Tsukuda, yang juga memuat mushola berlantai tatami untuk para turis muslim. (nna)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

Ajak Balita ke Luar Negeri Tanpa Pengasuh

Published

on

Kurangi ekspektasi dan nikmati liburan secara santai. Sebaiknya, anda tidak memaksakan diri dan jalani liburan dengan mengedepankan kenyamanan anak.

Femme.id, Jakarta – Libur lebaran seringkali bukan cuma dimanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman melainkan juga liburan jauh ke mancanegara.

Persiapan berlibur tentunya lebih heboh bila perjalanan itu melibatkan buah hati yang masih belia.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Bukan hanya kesenangan orangtua, melainkan juga kenyamanan anak.

Nucha Bachri, pendiri Parentalk.id, berbagi tips yang bisa diterapkan orangtua yang ingin mengajak balita berlibur ke luar negeri tanpa mengandalkan pengasuh.

Persiapkan mental

Saat berlibur sendirian atau hanya bersama pasangan, satu hari bisa dihabiskan untuk mengunjungi dua atau tiga tempat sekaligus.

Namun, jangan berharap hal yang sama bisa diterapkan ketika berwisata dengan anak karena tidak semuanya bisa diprediksi.

“Kita tidak bisa ambisius ketika pergi dengan anak,” ujar ibu dari dua balita itu di Mothercare, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Misalnya, anak ogah-ogahan makan sehingga waktu terbuang untuk membujuk buah hati agar mau disuapi. Hal-hal seperti itu mungkin terjadi ketika sedang berlibur bersama.

“Jadi kita harus bikin plan B ketika itu terjadi,” ujarnya.

Oleh karena itu, kurangi ekspektasi dan nikmati liburan secara santai. Sebaiknya, Anda tidak memaksakan diri dan jalani liburan dengan mengedepankan kenyamanan anak. Tidak masalah bila Anda hanya bisa mengunjungi satu tempat dalam satu hari selama anak juga senang dan tidak kelelahan.

Buat kesepakatan dengan pasangan

Pergi tanpa pengasuh artinya beban mengurus anak harus dibagi dua. Bicarakan dengan pasangan soal pembagian tugas sehingga tidak ada letupan pertengkaran di tempat wisata gara-gara ada satu pihak yang merasa lebih letih menjaga buah hati.

Buat daftar perjalanan secara rinci lengkap dengan siapa yang bertugas menjaga buah hati di tempat tertentu.

Jika ibu ingin membeli barang-barang di tempat belanja, maka ayah yang bertugas menjaga anak. Saat ayah ingin melihat-lihat sepatu di toko idamannya, giliran ibu yang bertugas menunggui anak.

“Kita pasti punya tujuan, komunikasikan dengan baik, biar kalau sudah sampai ke tempat yang kita inginkan, bisa bergantian menjaga anak,” kata dia.

Beri pemahaman pada anak

Bukan cuma ayah dan ibu yang harus bersiap-siap. Anak juga sebaiknya diberitahu soal liburan mendatang meski mereka masih terlalu kecil untuk benar-benar paham. Sejak jauh-jauh hari, orang tua dapat memberitahu anaknya bila ada rencana bepergian. Mulai dari tujuan liburan, suasana di tempat tujuan, apa yang akan ditemui atau dilihat, hingga berapa jam yang harus ditempuh di pesawat.

Hal yang sama diterapkan pada anak yang lebih kecil. Walau mereka belum paham, orang tua “mengajak ngobrol” agar si kecil sehat dan baik-baik selama perjalanan maupun liburan.

Bawa barang secukupnya

Orang tua sebaiknya tidak perlu membawa mainan seisi rumah agar anak tidak rewel di jalan, cukup siapkan beberapa. Tapi, sebaiknya pilih mainan yang baru sehingga anak lebih tertarik memainkannya dalam waktu lama. Mainan itu akan membantu anak mengatasi kebosanan di jalan, apalagi bila waktu yang ditempuh cukup lama.

Hal yang sama berlaku untuk baju-baju. Jika memungkinkan untuk membawa dalam jumlah sedikit, orang tua tidak perlu repot membawa banyak baju. Misalnya, jika penginapan yang dituju adalah apartemen dengan fasilitas mesin cuci, sebaiknya membawa baju anak dalam jumlah sedikit.

Nucha punya tips agar penampilan anak di foto atau video tidak terkesan “pakai yang itu-itu saja”.

“Bawa baju yang warnanya monokrom,” ujar dia.

Jika membawa kereta bayi, usahakan bawa yang mudah dioperasikan dengan satu tangan. Orang tua lebih leluasa melakukan kegiatan lain, misalnya sambil menggendong si adik atau membawa tas belanja. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.