Connect with us

Digital

Tiket Pesawat Naik, Bus Laris di Traveloka Jelang Lebaran

Published

on

Tiket bus untuk sejumlah rute masih tersedia, termasuk tiket untuk 31 Mei yang diprediksi menjadi puncak arus mudik 2019.

Femme.id, Jakarta – Biro perjalanan daring Traveloka memperkirakan pemesanan tiket bus melalui platform yang dikelolanya itu akan naik pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

“Tahun ini, permintaan terhadap moda transportasi darat meningkat secara signifikan, yaitu mencapai 30 persen untuk kereta api dan 300 persen untuk bus antarkota dibandingkan dengan periode normal,” kata Head of Growth Management Traveloka, Iko Putera, dalam keterangan resmi, Jumat (17/5/2019).

Berdasarkan data Traveloka, minat masyarakat terhadap transportasi udara masih cukup tinggi meskipun harga tiket naik belakangan ini.

Pantauan di platform Traveloka, tiket bus untuk sejumlah rute masih tersedia, termasuk tiket untuk 31 Mei yang diprediksi menjadi puncak arus mudik 2019.

Tiket yang masih tersedia antara lain untuk tujuan Jakarta-Semarang, Jakarta-Solo dan Jakarta-Palembang.

Tiket bus yang ditawarkan di Traveloka mulai dari Rp280.000, platform tersebut bekerja sama dengan 110 operator bus dan travel antara lain Lorena, Damri, Primajasa, Agra Mas, Pahala Kencana dan Kramat Djati.

Menurut Traveloka, tingginya minat terhadap transportasi darat, terutama bus, untuk mudik Lebaran karena pengguna dapat menghemat anggaran. Berdasarkan riset, pengguna bisa menghemat hingga Rp950.000 dibandingkan naik pesawat.

Menyikapi mudik Lebaran tahun ini, Traveloka mempersiapkan sistem mereka agar tetap stabil dalam melayani pemesanan dan pembayaran di platform tersebut.

Traveloka membuka layanan pelanggan, customer service, 24 jam sehari selama tujuh hari penuh dan jaminan tiket resmi atau 100 persen uang kembali jika terdapat kendala saat keberangkatan. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Digital

Google Lacak Semua Aktivitas Belanja Online Penggunanya

Published

on

Google menyatakan pelacakan ini hanya dilihat oleh pemilik akun dan pengguna dapat menghapus informasi tersebut.

Femme.id, Jakarta – Google secara diam-diam mencatat semua aktivitas belanja online yang tersambung ke akun personal Gmail penggunanya.

Laman The Verge menulis catatan transaksi tetap ada meski pun dilakukan 10 tahun yang lalu. Bahkan sejumlah transaksi belanja langsung yang menggunakan kartu kredit juga tercatat.

Transaksi langsung dapat terlacak oleh Gmail jika mesin melihat nomor kartu kredit dan nama yang terhubung dengan email untuk mengirimkan tanda terima belanja, program penawaran dan dalam kasus tertentu mengumpulkan data belanja.

Google menyatakan pelacakan ini hanya dilihat oleh pemilik akun dan pengguna dapat menghapus informasi tersebut.

“Kami tidak menggunakan informasi dari pesan Gmail untuk mengirim Anda iklan, dan informasi tersebut termasuk email tanda terima dan konfirmasi yang ada di laman pembelian,” kata Google.

Dikutip dari laman Phone Arena, informasi ini bisa dihapus dari laman Pembelian atau Purchase, yang berada di laman myaccount.google.com.

Klik transaksi yang ingin dilihat dan pilih kolom hapus di bawah total transaksi. Pengguna akan diarahkan ke email tanda terima transaksi tersebut di Gmail. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Facebook Ubah Tampilan Konten di News Feed

Published

on

Facebook akan melatih algoritme mereka berdasarkan pola komunikasi tersebut untuk memprediksi siapa saja yang dekat dengan pemilik akun dan akan muncul di News Feed.

Femme.id, Jakarta – Facebook memperbaiki tampilan Kabar Berita atau News Feed berdasarkan interaksi pemilik akun dengan pengguna, tidak lagi menampilkan semua unggahan dari teman atau laman yang diikuti.

“Tujuan dari News feed adalah untuk menghubungkan orang-orang dengan unggahan yang paling relevan untuk mereka. Kami pernah menyatakan, penggunaan bukan berdasarkan jumlah waktu yang dihabiskan di Facebook, tapi, kualitas waktu yang dihabiskan,” kata Facebook dalam blog resmi mereka, dikutip Minggu (19/5/2019).

Facebook meminta pengguna mereka untuk menyusun daftar teman yang mereka anggap dekat. Mereka akan menganalisis pola komunikasi, misalnya berada dalam foto yang sama atau sering memberikan komentar atau reaksi di unggahan.

Facebook akan melatih algoritme mereka berdasarkan pola komunikasi tersebut untuk memprediksi siapa saja yang dekat dengan pemilik akun dan akan muncul di News Feed.

Pengguna akan melihat unggahan dari orang-orang terdekat di laman teratas News Feed, namun, tidak berarti mereka sama sekali tidak bisa melihat unggahan dari teman-teman lain yang tidak masuk ke daftar teman dekat mereka.

Algoritme serupa juga digunakan untuk menentukan unggahan atau tautan apa yang relevan dengan pengguna. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Banyak Warganet Indonesia Belum Pernah Belanja Online

Published

on

Warganet yang tidak pernah berbelanja online khawatir barang yang mereka beli tidak sampai ke tujuan (9,5 persen) dan merasa kesulitan karena harus membayar dengan cara transfer (9 persen).

Femme.id, Jakarta – Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2018 tentang penetrasi dan profil pengguna Internet menunjukkan lebih dari separuh responden mengaku tidak pernah berbelanja online.

Survei tersebut mengemukakan 56 persen responden menjawab tidak pernah berbelanja melalui platform online. Sebanyak 24 persen responden menjawab mereka belum tentu bertransaksi online dalam sebulan, sementara yang menjawab belanja online sebulan sekali berjumlah 7,6 persen.

Mereka beralasan lebih suka datang langsung ke toko karena akan langsung mendapatkan barang (18,8 persen) dan belum bisa menggunakan aplikasi belanja online (12,2 persen).

Warganet yang tidak pernah berbelanja online khawatir barang yang mereka beli tidak sampai ke tujuan (9,5 persen) dan merasa kesulitan karena harus membayar dengan cara transfer (9 persen).

Hasil serupa juga berlaku untuk pertanyaan barang yang pernah dibeli secara daring, 58,8 persen menjawab tidak pernah bertransaksi online, demikian menurut hasil survei yang dipublikasikan beberapa waktu lalu.

Sementara bagi yang menjawab pernah berbelanja online, mereka membeli pakaian (14,6 persen), buku (4 persen) dan aksesoris (3 persen).

APJII dalam survei tersebut memberikan pertanyaan platform yang mereka gunakan untuk berbelanja, hasilnya 53,4 persen menjawab tidak pernah berkunjung ke platform belanja daring.

Platform belanja Shopee berada di urutan pertama yang sering digunakan bertransaksi masyarakat Indonesia, berjumlah 11,2 persen, diikuti Bukalapak 8,4 persen, Lazada 6,7 persen dan Tokopedia 4,3 persen.

Jumlah pengguna Internet di Indonesia pada 2018 berjumlah 171,17 juta dari total populasi Indonesia 264,16 juta jiwa. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.