Connect with us

Kuliner

Berkah Ramadhan Juga Dirasakan Pedagang Lemang, Makanan Khas Padang

Published

on

Lemang dibuat dari beras ketan dan santan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar selama empat jam.

Femme.id, Jakarta – Berkah Ramadhan tahun ini juga dirasakan para pedagang di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, yang menjajakan lemang, makanan khas Padang Sumatera Barat yang terbuat dari beras ketan dan santan.

“Alhamdulillah penjualannya meningkat, sehari biasanya terjual 15 buah, bulan puasa seperti ini bisa 30 buah bahkan lebih,” kata Nuraini (30), pedagang lemang bambu dan nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Senin (13/5/2019).

Di kawasan Jalan Kramat Raya, lemang dijual dengan harga satuan antara Rp30.000 sampai Rp35.000.

Angka penjualan lemang di kawasan itu pada awal Ramadhan, diakui para pedagang, naik hingga dua kali lipat dari hari biasa.

Menurut Nuraini, yang telah 25 tahun menggeluti usaha lemang bersama keluarga, omzet penjualan lemang bisa naik sampai 100 persen selama Ramadhan.

“Kalau hari biasa pendapatan kisaran Rp500 ribu, kalau Ramadhan bisa mencapai Rp1 juta lebih,” katanya.

Anik, pedagang lemang lain di Jalan Kramat Raya, juga merasakan kenaikan omzet penjualan.

“Kalau sehari biasanya menyediakan 20 masih sisa 10 buah, bulan puasa seperti ini 20 bisa habis, bahkan kadang sampai minta pedagang sebelah,” katanya.

Lemang dibuat dari beras ketan dan santan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar selama empat jam.

“Ini cuma pakai garam saja, jadi tanpa pengawet, karena dalam bambu dan dibakar lama jadi walau pun sore tetap hangat, ini juga bisa tahan hingga dua hari,” Nuraini menerangkan.

Anik menjelaskan lemang biasanya dimakan bersama tapai, atau rendang, atau opor ayam, atau durian.

“Jadi memang sesuai dengan selera masing-masing saja, lemang gurih biasa dimakan dengan yang manis,” katanya. (dew)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Kuliner

Resep Ayam Goreng Renyah Lemon dari Chef Michelin Star

Published

on

Jika Anda bosan dengan ayam goreng biasa, resep yang satu ini bisa dicoba. Cocok untuk makan siang atau makan malam, membuatnya juga mudah.

Femme.id, Jakarta – Chef Michelin Star, Kwok-keung Chan, asal Hong Kong mendemonstrasikan resep ayam goreng renyah dengan bumbu lemon segar di pameran Food & Hotel Indonesia 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Berikut bahan dan cara memasaknya :

Bahan

Daging ayam fillet 300 gram
2 sendok makan tepung jagung
Bawang putih diiris
2 potong jahe

Bumbu oles :

1 sendok makan saus tiram

Bumbu masak :

2 sendok makan saus plum
1 sendok makan konsentrat jus lemon atau 1/2 lemon segar
3 sendok makan gula

Cara :

1. Potong daging ayam. Cuci, oleskan bumbu oles dan biarkan 10 menit. Lapisi dengan tepung jagung dan goreng sampai cokelat keemasan.
2. Panaskan minyak di wajan. Tumis potongan jahe dan bawang putih. Tambahkan bumbu, tumis dengan suhu tinggi hingga saus mengental, masukkan daging ayam. Hidangkan. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Memilih Teh yang Cocok Disandingkan dengan Makanan Sehari-hari

Published

on

Tradisi yang sudah mengakar juga jadi salah satu faktor untuk menentukan kecocokan teh dengan makanan.

Femme.id, Jakarta – Pakar teh Oza Sudewo, salah satu juri kompetisi Tea Masters Cup, berbagi pengetahuan memilih teh yang sesuai dengan makanan pendampingnya.

“Sama seperti wine, misalnya wine merah cocok dengan daging merah sementara wine putih cocok dengan daging putih,” kata Oza di Tea Masters Cup, JIExpo Kemayoran, Rabu (24/7/2019).

Saat memakan hidangan berbahan dasar daging ayam maupun ikan, maka minuman teh yang cocok adalah teh hijau

Makanan yang dimasak dengan banyak minyak, misalnya hidangan di restoran China, juga nikmat bila dipasangkan dengan minum teh hijau yang bisa “membersihkan” lidah yang terlalu berminyak.

Teh hitam bisa dipilih untuk makanan-makanan berat yang diolah jadi hidangan berlemak. Teh jenis ini juga cocok jadi pendamping makanan yang bersantan untuk menyegarkan rongga mulut.

“Cokelat juga cocok dimakan dengan teh hitam,” imbuh dia.

Akhir-akhir ini juga mulai banyak teh dengan rasa dan aroma buah. Jenis teh seperti ini serasi bila diminum sambil menyantap kue-kue manis atau asin.

Tradisi yang sudah mengakar juga jadi salah satu faktor untuk menentukan kecocokan teh dengan makanan.

“Kalau makan di rumah makan Padang, pasti tehnya terasa beda? Biasanya yang dipakai adalah teh Vanila,” kata Oza.

Di daerah Jawa Barat, teh hitam lebih lazim diminum sebagai pendamping makanan karena memang area tersebut dikelilingi perkebunan teh. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Tengah, teh melati lebih populer karena keterbatasan sumber daya alam. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Mau Bikin Teh Enak di Rumah? Ini Kata Pakarnya

Published

on

Teh memiliki kandungan utama polifenol (katekin), kafein, asam amino, dan juga asam lemak omega-3 dan omega-6.

Femme.id, Jakarta – Bukan cuma kopi, teh juga bisa diseduh dengan berbagai teknik untuk menghasilkan rasa terbaik.

Pakar teh Oza Sudewo yang menjadi salah satu juri kompetisi Tea Masters Cup di Indonesia berbagi kiat untuk orang yang ingin belajar menjadi seorang master teh.

Daun teh berkualitas

Ini menjadi salah satu modal utama untuk menghasilkan minuman teh yang enak. Tanpa daun teh berkualitas, rasa yang dihasilkan akan biasa-biasa saja. Kini mulai banyak banyak produsen teh premium (specialty tea) yang menyediakan ragam teh berkualitas untuk dicoba.

Air berkualitas

“Air bisa diibaratkan sebagai ibunya teh karena 97 persen kandungan teh itu terdiri dari air,” ujar Oza di Tea Masters Cup, JIExpo Kemayoran, Rabu (24/7/219).

Air dari mata air atau air mineral bisa jadi pilihan untuk menyeduh teh. Oza tidak menyarankan air distilasi atau air yang sudah melewati proses penyulingan. Pada air suling, tidak ada kandungan mineral dan oksigen yang berfungsi “mengeluarkan” rasa dari daun teh.

Peralatan yang mumpuni

Minum teh bukan cuma sekadar pelepas dahaga, tapi sebuah pengalaman yang sebaiknya dinikmati perlahan-lahan. Oza mengibaratkan bila dalam hidup ada gas dan rem, maka teh menjadi rem yang membuat orang bisa menghirup nafas untuk sejenak bersantai.

Peralatan yang dipakai jadi faktor yang tak kalah penting. Siapkan wadah teh yang pas, entah dari bahan porselen atau kaca, lengkap dengan saringan, teko sampai gelas yang pantas. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.