Connect with us

Fashion

Baju Syar’i Jadi Tren Lebaran Tahun Ini

Published

on

Selain praktis atau juga mungkin karena harganya yang murah, baju syar'i sebenarnya mulai digemari sejak tahun 2015-an.

Femme.id, Jakarta – Model baju syar’i nampaknya akan menjadi tren lebaran tahun ini. Hingga hari ini, sudah ribuan pembeli menyerbu lapak pedagang busana muslimah di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk berburu model baju tersebut.

“Yang paling banyak diborong busana model syar’i,” kata Ifa, penjaga toko busana muslimah Albatany Daffa Central di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).

Dia mengatakan dalam satu hari, tokonya mampu menjual hingga 300 potong baju muslimah dengan lebih dari 200 potong di antaranya adalah busana muslimah model syar’i.

Busana muslimah model syar’i, kata dia, memiliki model lebih modis dengan ciri-ciri utama dijual satu paket dengan jilbab dengan warna yang serasi dengan busananya, berbeda dengan model gamis yang tidak dijual dalam satu paket dengan jilbab.

Baju syari dijual dengan harga sekitar Rp135ribu sampai Rp250ribu per potong. Sementara busana model gamis juga dijual dengan harga antara Rp200ribu sampai Rp300ribu per potong.

Bahan kain yang ditawarkan dari busana muslimah model tersebut bermacam-macam mulai dari jaguar, katun dan satin.

Model syar’i bahan katun lebih banyak diserbu pelanggan karena serat kainnya lebih lembut sehingga lebih nyaman dipakai dibandingkan bahan jaguar yang memiliki ciri-ciri serat kain lebih kasar.

Meski berserat lebih kasar, busana muslimah model syar’i dengan perpaduan bahan jaguar dan katun juga banyak dibeli pemborong karena terlihat lebih glamor, kata Ifa.

Berbeda dengan Ifa, Ratih, penjual busana muslimah lain, mengatakan pembeli di tokonya lebih banyak membeli busana muslim model syari berbahan teribos.

Bahan tersebut, kata dia, memiliki ciri-ciri serat lain yang lebih tipis dan lebih ringan dibandingkan bahan katun. Meski lebih tipis dan ringan, bahan jenis ini tetap tidak menerawang.

Ratih mengaku, dirinya bisa menjual 200-300 potong per hari untuk busana muslim model syari.

“Karena mau lebaran, jadi pelanggan lebih banyak membeli model syari,” jelasnya.

Di antara busana model syari yang dibeli, dia mengatakan pelanggan di tokonya lebih sering memilih busana warna krem, peach, hijau toska dan perpaduan di antara warna-warna tersebut.

Baju syari dan tren fesyen hijrah

Selain praktis atau juga mungkin karena harganya yang murah, baju syar’i sebenarnya mulai digemari sejak tahun 2015-an.

Kehadirannya merupakan antitesis dari merebaknya gaya jilbab mini dengan atasan ketat yang sering dipadukan dengan bawahan yang juga ketat seperti celana jins.

Kini, dengan mulai menggemanya gaya hidup hijrah, utamanya di kalangan selebritas yang menyerukan untuk bergaya hidup ke jalan yang lebih Islami, baju syar’i pun mulai naik daun.

Sejumlah influencer yang menerapkan fesyen hijrah seperti kakak-beradik Sungkar hingga penyanyi Mulan Jameela tampak gencar mempromosikan gaya fesyen ini.

Anisa, pembeli baju syar’i di Pasar Tanah Abang sengaja datang berburu baju model ini karena terdorong keinginan untuk tampil anggun layaknya para influencer kekinian.

“Lebih suka yang syar’i karena lebih praktis dan lebih sederhana, tapi tetap anggun,” kata karyawati swasta berusia 25 tahun itu. (alv)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fashion

Satu Dekade Berkarya, Ria Miranda buat Pameran “10 Langkah”

Published

on

Ria Miranda yang bernama lengkap Indria Miranda, adalah seorang perancang busana Indonesia.

Femme.id, Jakarta – Perancang busana Ria Miranda merayakan satu dekade berkiprah dalam industri modest fashion dengan menggelar pameran “10 Langkah RiaMiranda” di Senayan City, Jakarta.

Pameran yang berlangsung hingga 1 Desember 2019 itu tercipta atas kolaborasi bersama rekan-rekan lain dalam industri kreatif di luar industri fesyen, seperti biro arsitek FFFAAARRR yang mengatur tata letak ruang pameran dan Environmental Design Graphic Studio Nusae yang membuat desain grafis untuk buku “10 Langkah” serta grafis informasi.

“Itu kali pertama aku buat pameran. Rasanya deg-degan,” ujar Ria dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Ria harus melakukan penggalian memori tentang pengalaman, bahkan yang sempat terlupa, selama sepuluh tahun demi menggelar pameran itu.

Pameran itu, menurut Ria, merupakan bentuk syukur, penghargaan terhadap waktu dan proses kerja sama tim yang solid, selain apresiasi terhadap semua pihak yang menemani langkah perjalanannya dalam industri fesyen.

Pameran itu pun sengaja dibuat agar pengunjung merasa berada dalam lembaran buku yang terbuka, memperlihatkan langkah Ria dari tahun ke tahun.

Begitu memasuki ruangan pameran di lantai satu Senayan City, pengunjung akan disambut dengan bagan singkat yang menceritakan perjalanan Ria Miranda merintis karir sebagai desainer busana muslim di Indonesia.

Ada pula tampilan ruang kerja dan contoh-contoh karya ikonis selama satu dekade.​​​​​​​

Pengunjung bisa melihat hasil kolaborasi sang perancang dengan Microsoft Rinna, teknologi berbasis kecerdasan artifisial (artificial intelligence), yang menghasilkan empat motif kerudung berbasis DNA fesyen Ria Miranda.

Kerudung-kerudung hasil kolaborasi perdana teknologi kecerdasan artifisial dengan perancang busana Indonesia itu dijual secara terbatas.

Ada pula koleksi istimewa yang berisi busana dengan siluet yang paling disukai serta motif-motif favorit pelanggan selama sepuluh tahun perjalanan Ria Miranda. Koleksi tersebut dihiasi dengan logo monogram Dekade sebagai penanda istimewa.

Perancang yang menempuh pendidikan di Esmod Fashion School itu juga akan meluncurkan buku “10 Langkah Ria Miranda” yang berisi pengalaman dan perjalanannya dalam industri mode hingga strategi bisnis dan mengembangkan komunitas. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Tiga Tas yang Wajib Dimiliki, Kata Penata Fesyen

Published

on

Tiga model tas yang wajib dimiliki oleh wanita adalah tas tangan kecil (clucth bag), tas besar (tote bag) dan bertali (sling bag).

Femme.id, Jakarta – Meski bukan pengoleksi tas, setidaknya ada tiga model tas yang wajib dimiliki untuk bisa dipadupadankan dengan gaya penampilan yang diinginkan.

Penata fesyen (fashion stylist) langganan selebriti Bimo Permadi mengatakan tiga model tas yang wajib dimiliki adalah tas tangan kecil (clucth bag), tas besar (tote bag) dan bertali (sling bag).

Clutch bag

Clutch bag adalah tas tangan tanpa tali (strapless) yang dirancang untuk dipegang dengan tangan. Biasanya clucth bag dipakai untuk acara formal seperti pergi ke resepsi pernikahan.

“Aku sarankan kalau beli clucth tuh yang pas HP, karena kan sekarang orang enggak bisa lepas dari HP,” kata Bimo di Jakarta pada Rabu (12/9/2019).

Clucth bag bukan hanya menjadi barang fesyen untuk perempuan, para pria sekarang banyak yang menggunakan tas model ini untuk pelengkap gaya berbusananya.

Tote bag

“Tote” sendiri adalah frasa bahasa Inggris yang artinya membawa. Jadi tote bag bisa diartikan sebagai tas besar dan terbuka sederhana dengan pegangan di bagian tengah masing-masing sisi.

Tote bag adalah tas yang bisa dipakai untuk melengkapi gaya berbusana yang kasual atau santai. Bentuknya yang biasanya besar bisa berfungsi untuk membawa banyak barang.

“Ukuran tote bag bisa disesuaikan dengan lifestyle kita masing-masing, kalau orang yang biasa bawaannya banyak ya pilih tote bag yang besar,” kata Bimo.

Sling bag

Bimo menyebutkan tas terakhir yang wajib dimiliki adalah tas yang bertali.

​​​​​​​”Bentuk bawahnya terserah mau seperti apa yang jelas harus punya satu tas yang bertali, upayakan talinya ada padding agar tidak sakit di pundak,” kata Bimo yang juga menyarankan agar saat memakai tas senantiasa dipindah posisi dari pundak kanan ke kiri dan sebaliknya untuk menghindari postur tubuh yang tidak seimbang.

Sementara untuk warna, Bimo menyarankan agar memilih warna-warna netral. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Bergaya dengan Kemeja Flanel Ala Andien dan Asmara Abigail

Published

on

Andien yang bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi, adalah seorang penyanyi Indonesia yang beraliran musik Jazz.

Femme.id, Jakarta – Kemeja flanel jadi perbincangan warganet di media sosial, kemarin, karena mendadak ada banyak orang di area publik yang ramai-ramai mengenakannya.

Tertarik untuk menambah kemeja flanel untuk gaya berbusana sehari-hari? Berikut inspirasi gaya modis dari Andien dan Asmara Abigail dalam memakai kemeja bermotif kotak-kotak ini seperti dikutip dari siaran pers Uniqlo Indonesia.

Andien dan gaya preppy 1970-an

Selain aktif sebagai musisi, Andien juga dikenal dengan gaya busana yang modis.

Untuk menonjolkan kesan rapi yang unik, Andien memadupadankan kemeja flanel lengan panjang dengan t-shirt lengan panjang dan celana corduroy. Kombinasi pakaian ini dapat ditambah dengan berbagai aksesoris manis seperti topi atau tas mungil menghasilkan gaya ala tahun 70an yang nyentrik namun tetap memiliki kesan preppy.

Kombinasi gaya ini cocok digunakan dalam berbagai aktivitas semi formal.

Asmara Abigail dan gaya edgy

Aktris Asmara Abigail tampil sederhana dan feminin dengan kombinasi kemeja flanel, t-shirt lengan panjang dan rok pensil.

Untuk menambah kesan edgy, Asmara menambahkan beberapa aksesoris etnik dengan warna netral. Pilihan gaya seperti ini bisa diterapkan saat menghadiri acara-acara non-formal dan semi-formal karena tetap terkesan rapi walau gayanya santai. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.