Connect with us

Health

Kiat agar Anak Suka Menyantap Sayur

Published

on

Hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memperlihatkan tampilan dan mengenalkan rasa makanan sehat pada anak agar mereka belajar untuk menyukainya.

Femme.id, Jakarta – Ingin punya anak yang tidak pilih-pilih makanan dan suka menikmati sayuran?

Memperkenalkan anak untuk menyantap sayur dalam bentuk aslinya adalah cara untuk melatih selera makan mereka, ujar dokter anak Natalie Muth di California.

Dilansir CNA, hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memperlihatkan tampilan dan mengenalkan rasa makanan sehat pada anak agar mereka belajar untuk menyukainya.

Berikut adalah beberapa kiat agar buah hati tumbuh jadi orang yang menyukai makanan sehat.

Makan malam bersama

Anak-anak yang makan malam bersama anggota keluarga, di mana suasananya menyenangkan, cenderung tak hanya mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur, lebih sedikit makanan yang digoreng serta soda, tapi juga memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik ke depannya.

Sediakan makanan yang bisa dipilih di meja makan, mulai dari semangkuk tomat ceri atau potongan wortel, sehingga anak bisa memilih mana yang mereka mau dan tidak mau makan, tanpa diajari bahwa mereka butuh menu makanan berbeda.

Dengan cara ini, anak akan mengenal dan menyukai lebih banyak ragam hidangan.

Lapar sebelum makan

Untuk mengenalkan anak pada makanan baru, mereka harus berada dalam keadaan lapar. Kadang, orangtua tidak membiarkan perut anak kosong.

Dokter anak Nimali Fernando dari Virginia mengatakan itu membuat anak lebih sulit menikmati makan malam karena mereka tidak terlalu lapar.

Biarkan anak bermain dengan makanan

Melanie Potock, pakar makan anak dan penulis “Raising a Healthy, Happy Eater: A Parent’s Handbook” mengatakan memperkenalkan makanan pada anak tak harus melewati proses mengunyah.

Biarkan anak “bermain” dengan makanan, misalnya menjadikan potongan labu berbentuk dadu sebagai building blocks, atau mengiris bit yang berwarna merah kemudian membiarkan anak membuat sendiri “tato” dengan tanaman itu.

Setelah anak bermain, cucilah sayuran itu agar bisa dimasak agar tidak mubazir. Lama kelamaan, cara ini akan membuat anak lebih mengenal sayuran.

“Anak akan jadi lebih tertarik mencicipi dan menikmatinya.”

Orangtua juga dapat memadukan makanan baru dengan makanan yang disukai anak agar mereka lebih tertarik untuk mencoba. (nna)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health

Alodokter, Penghubung Pasien dan Dokter Via Dunia Maya

Published

on

Aplikasi ini terdiri dari empat fitur, seperti chat bersama dokter di mana pasien dapat berkonsultasi mengenai gejala atau penyakit yang dideritanya.

Femme.id, Jakarta – Aplikasi Alodokter berusaha menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan informasi medis melalui dunia maya, menghubungkan pasien dengan 20.000 dokter secara digital.

Alodokter didirikan oleh Suci Arumsari pada 2014, berawal dari pengalamannya didiagnosa menderita penyakit genetik langka di bagian tulang belakang.

Co-founder dan director Alodokter itu berusaha mencari informasi akurat di dunia maya selama empat tahun, namun dia tak jua mendapatkan informasi maupun dokter yang tepat.

“Saat itu saya depresi banget, mau cari informasi apa saja tidak ada yang akurat, cari dokter apa yang cocok juga bingung,” kata Suci di acara temu media Alodokter, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

“Saya tidak mau ada orang-orang yang mengalami hal seperti saya,” dia menjelaskan alasannya mendirikan Alodokter.

Dalam kurun lima tahun, aplikasi penyedia layanan kesehatan di Indonesia itu sudah diakses lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulan.

“Paling banyak dari kota-kota besar yang penetrasi Internetnya tinggi.”

Aplikasi ini terdiri dari empat fitur, seperti chat bersama dokter di mana pasien dapat berkonsultasi mengenai gejala atau penyakit yang dideritanya. Dalam fitur itu, pasien bisa memilih mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis.

Untuk konsultasi dengan dokter spesialis, pasien dikenakan biaya yang dapat dibayar dengan bank hingga e-wallet.

Aplikasi tersebut juga menyediakan 350.000 informasi kesehatan yang diracik dalam bahasa sederhana yang mudah dicerna pembaca. Suci mengatakan semua informasi kesehatan itu sudah melewati proses pengecekan oleh pakar kesehatan.

“Garansi, informasi di sana sudah di-approve,” kata dia.

Selain berkonsultasi dan mencari informasi seputar kesehatan, pasien juga bisa menggunakan fitur Booking Dokter dan Rumah Sakit. Alodokter bekerja sama dengan lebih dari 500 rumah sakit di Indonesia.

Ada pula proteksi Alodokter yang bermitra dengan AXA Insurance. Kecuali beberapa kondisi, seperti kehamilan atau penyakit berat yang dialami sebelum masuk asuransi, pasien bisa mendapatkan bantuan uang tunai bila dirawat di rumah sakit. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Berniat Tahan Buang Air Kecil saat Nonton “Endgame”? Ini Bahayanya

Published

on

Menahan buang air kecil bisa menyebabkan nyeri pada saluran kemih.

Femme.id, Jakarta – Apakah Anda salah satu dari orang yang berniat menonton “Avengers: Endgame” dan rela menahan hasrat berkemih selama durasi tiga jam?

Hati-hati, menahan buang air kecil terlalu lama bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Situasi dingin, seperti bioskop, memang salah satu faktor yang menyebabkan orang ingin buang air kecil, seperti dikemukakan dokter umum Mulki Rakhmawati dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pondok Pucung, Tangerang Selatan.

“Selain itu rasa kebelet terjadi pada orang yang mengalami infeksi saluran kemih, mengalami tekanan rongga panggul seperti kondisi hamil atau pelemahan otot dasar panggul yang dialami lansia,” ujar Mulki, Rabu (24/4/2019).

Menurut dokter umum Wiranty Ramadhani dari AP & AP Pediatric, Growth & Diabetes Cente, menahan buang air kecil bisa menyebabkan nyeri pada saluran kemih.

“Infeksi dan gangguan aliran urine yang berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, akibatnya bisa berujung pada gagal ginjal,” kata Wiranty.

Infeksi dapat terjadi karena urine yang terendap lama bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak.

“Gejalanya anyang-anyangan, tidak nyaman di panggul bawah, nyeri saat buang air kecil, terkadang meriang,” kata Mulki.

Kebiasaan menahan pipis juga bisa membuat fungsi kontrol buang air kecil terganggu, yang bisa berujung pada mengompol.

Tak cuma itu, menahan buang air kecil bisa menyebabkan batu saluran kemih. Menurut Mulki, orang yang biasa menahan pipis biasanya mengurangi asupan cairan, penyebab meningkatnya risiko terjadinya batu saluran kencing.

Lantas, seberapa lama manusia dapat menahan buang air kecil?

“Jika memang sangat dibutuhkan, menahan buang air kecil bisa sampai tiga jam, tapi itu sangat tidak dianjurkan,” tutur Mulki.

Salah satu cara mengurangi risiko kebelet adalah menghindari asupan makanan dan minuman yang bisa meningkatkan produksi urine, di antaranya makanan dan minuman manis, teh atau kopi yang mengandung kafein, alkohol serta soda. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Stress Bisa Tingkatkan Risiko Kena Penyakit Jantung

Published

on

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

Femme.id, Jakarta – Stres bisa meningkatkan risiko seseorang terutama mereka di bawah usia 50 tahun terkena penyakit jantung, menurut sebuah studi dalam jurnal BMJ.

Seperti dilansir dari Indian Express, Minggu (21/4/2019), dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pasca-trauma dan lainnya.

Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres. Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun.

Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres.

Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum.

Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum.

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

“Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres,” kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di University of Iceland.

“Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi,” ujar dia. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.