Connect with us

Health

Mudah Lelah Hingga Sesak Nafas Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung

Published

on

Penderita gagal jantung juga biasanya mengalami sesak nafas dan cepat lelah terutama saat beraktivitas, sesak bahkan bisa membuat mereka terbangun dari tidur.

Femme.id, Jakarta – Gagal jantung tak muncul tiba-tiba. Kondisi itu hadir disertai sejumlah gejala, salah satunya mudah lelah, menurut dokter spesialis jantung dr Dicky Armein Hanafy, SpJP(K), FIHA.

“Cepat lelah. Enam bulan lalu bisa naik tangga lima lantai sekarang dua lantai saja sudah ngos-ngosan,” ujar dia yang praktik di RS Columbia Asia Pulomas, Jakarta Timur itu, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Selain itu, penderita gagal jantung juga biasanya mengalami sesak nafas terutama saat beraktivitas. Sesak bahkan bisa membuat mereka terbangun dari tidur.

“Gejala lainnya bengkak pada kaki dan tungkai bawah, berkurangnya selera makan karena begah dan keluhan perut,” kata Dicky.

Gagal jantung terjadi saat jantung gagal memompa darah dalam jumlah memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme.

Itu merupakan kondisi akhir dari setiap penyakit jantung, termasuk aterosklerosis pada arteri koroner, serangan jantung, kelainan katup jantung maupun kelainan bawaan.

Dicky mengatakan hipertensi menjadi salah satu faktor risiko kuat terjadinya gagal jantung. Oleh karena itu, sebaiknya jaga tekanan darah Anda dalam kisaran normal yakni di bawah 120/80 mmHg.

“Tekanan darah tinggi faktor risiko kuat gagal jantung. Tekanan dianjurkan kurang dari 120/80 mmHg. Walau enggak ada keluhan tapi yang sudah tekanannya 140/90 jangan beraggapan aman. Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah, ginjal dan menyebabkan gagal jantung,” katanya.

“Tekanan darah tinggi sering tidak ada keluhan. Hanya sebagian kecil penderita yang diberi kelebihan kalau tensi darah naik ada keluhan. Yang lain tiba-tiba stroke, gagal jantung,” papar Dicky.

Faktor risiko gagal jantung lainnya adalah penumpukan lemak di pembuluh darah jantung sehingga suplai oksigen dan darah terganggu, penyakit otot jantung karena hipertensi, faktor genetika, gangguan irama jantung dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health

Alodokter, Penghubung Pasien dan Dokter Via Dunia Maya

Published

on

Aplikasi ini terdiri dari empat fitur, seperti chat bersama dokter di mana pasien dapat berkonsultasi mengenai gejala atau penyakit yang dideritanya.

Femme.id, Jakarta – Aplikasi Alodokter berusaha menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan informasi medis melalui dunia maya, menghubungkan pasien dengan 20.000 dokter secara digital.

Alodokter didirikan oleh Suci Arumsari pada 2014, berawal dari pengalamannya didiagnosa menderita penyakit genetik langka di bagian tulang belakang.

Co-founder dan director Alodokter itu berusaha mencari informasi akurat di dunia maya selama empat tahun, namun dia tak jua mendapatkan informasi maupun dokter yang tepat.

“Saat itu saya depresi banget, mau cari informasi apa saja tidak ada yang akurat, cari dokter apa yang cocok juga bingung,” kata Suci di acara temu media Alodokter, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

“Saya tidak mau ada orang-orang yang mengalami hal seperti saya,” dia menjelaskan alasannya mendirikan Alodokter.

Dalam kurun lima tahun, aplikasi penyedia layanan kesehatan di Indonesia itu sudah diakses lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulan.

“Paling banyak dari kota-kota besar yang penetrasi Internetnya tinggi.”

Aplikasi ini terdiri dari empat fitur, seperti chat bersama dokter di mana pasien dapat berkonsultasi mengenai gejala atau penyakit yang dideritanya. Dalam fitur itu, pasien bisa memilih mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis.

Untuk konsultasi dengan dokter spesialis, pasien dikenakan biaya yang dapat dibayar dengan bank hingga e-wallet.

Aplikasi tersebut juga menyediakan 350.000 informasi kesehatan yang diracik dalam bahasa sederhana yang mudah dicerna pembaca. Suci mengatakan semua informasi kesehatan itu sudah melewati proses pengecekan oleh pakar kesehatan.

“Garansi, informasi di sana sudah di-approve,” kata dia.

Selain berkonsultasi dan mencari informasi seputar kesehatan, pasien juga bisa menggunakan fitur Booking Dokter dan Rumah Sakit. Alodokter bekerja sama dengan lebih dari 500 rumah sakit di Indonesia.

Ada pula proteksi Alodokter yang bermitra dengan AXA Insurance. Kecuali beberapa kondisi, seperti kehamilan atau penyakit berat yang dialami sebelum masuk asuransi, pasien bisa mendapatkan bantuan uang tunai bila dirawat di rumah sakit. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Berniat Tahan Buang Air Kecil saat Nonton “Endgame”? Ini Bahayanya

Published

on

Menahan buang air kecil bisa menyebabkan nyeri pada saluran kemih.

Femme.id, Jakarta – Apakah Anda salah satu dari orang yang berniat menonton “Avengers: Endgame” dan rela menahan hasrat berkemih selama durasi tiga jam?

Hati-hati, menahan buang air kecil terlalu lama bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Situasi dingin, seperti bioskop, memang salah satu faktor yang menyebabkan orang ingin buang air kecil, seperti dikemukakan dokter umum Mulki Rakhmawati dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pondok Pucung, Tangerang Selatan.

“Selain itu rasa kebelet terjadi pada orang yang mengalami infeksi saluran kemih, mengalami tekanan rongga panggul seperti kondisi hamil atau pelemahan otot dasar panggul yang dialami lansia,” ujar Mulki, Rabu (24/4/2019).

Menurut dokter umum Wiranty Ramadhani dari AP & AP Pediatric, Growth & Diabetes Cente, menahan buang air kecil bisa menyebabkan nyeri pada saluran kemih.

“Infeksi dan gangguan aliran urine yang berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, akibatnya bisa berujung pada gagal ginjal,” kata Wiranty.

Infeksi dapat terjadi karena urine yang terendap lama bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak.

“Gejalanya anyang-anyangan, tidak nyaman di panggul bawah, nyeri saat buang air kecil, terkadang meriang,” kata Mulki.

Kebiasaan menahan pipis juga bisa membuat fungsi kontrol buang air kecil terganggu, yang bisa berujung pada mengompol.

Tak cuma itu, menahan buang air kecil bisa menyebabkan batu saluran kemih. Menurut Mulki, orang yang biasa menahan pipis biasanya mengurangi asupan cairan, penyebab meningkatnya risiko terjadinya batu saluran kencing.

Lantas, seberapa lama manusia dapat menahan buang air kecil?

“Jika memang sangat dibutuhkan, menahan buang air kecil bisa sampai tiga jam, tapi itu sangat tidak dianjurkan,” tutur Mulki.

Salah satu cara mengurangi risiko kebelet adalah menghindari asupan makanan dan minuman yang bisa meningkatkan produksi urine, di antaranya makanan dan minuman manis, teh atau kopi yang mengandung kafein, alkohol serta soda. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Stress Bisa Tingkatkan Risiko Kena Penyakit Jantung

Published

on

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

Femme.id, Jakarta – Stres bisa meningkatkan risiko seseorang terutama mereka di bawah usia 50 tahun terkena penyakit jantung, menurut sebuah studi dalam jurnal BMJ.

Seperti dilansir dari Indian Express, Minggu (21/4/2019), dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pasca-trauma dan lainnya.

Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres. Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun.

Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres.

Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum.

Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum.

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

“Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres,” kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di University of Iceland.

“Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi,” ujar dia. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.