Connect with us

Fashion

Koleksi Spring Summer Anggia Handmade Didominasi Warna Monokrom

Published

on

Salah satu Koleksi Spring Summer 2019 Anggia Handmade.

Femme.id, Jakarta – Perancang busana Anggia Mawardi melalui label Anggia Handmade mengeluarkan koleksi terbaru Spring Summer bertajuk “Revolution” di salah satu hotel kawasan Bandung, Kamis (21/3/2019).

Dalam pagelaran Annual Show Anggia Handmade kali kedua setelah 2016 itu, sang perancang memamerkan sekitar 75 koleksi busana berwarna monokrom dan coral dan tak semata evening wear seperti koleksi biasanya.

Anggia memperkenalkan karyanya untuk daily wear, syar’i, batik hingga baju koko dan menargetkan semua segmen pasar.

Dia menyiapkan semua koleksinya selama setahun terakhir, di masa kehamilan ketiganya. Inspirasinya bermula dari ide menciptakan busana yang sederhana, dengan cutting yang clean.

Untuk daily wear, ada sekitar 20 koleksi busana yang rata-rata menggunakan simple cut, clean dan menonjolkan warna monokrom dominan putih dengan aksen motif kotak. Material yang digunakan 100 persen cotton.

Setiap busana terdiri dari satu hingga tiga item yang bisa dipadupadankan dan menyasar mereka yang berusia 20-50 tahunan.

“Main styling saja untuk busana ready to wear, bisa dipadu padan sendiri. Tidak main banyak warna, dominasi putih, biru, mocca dengan aksen kotak-kotak dan cutting tak biasa,” kata Anggia di Bandung.

“Target Anggi bukan hanya di Indonesia tetapi untuk penjualan di luar negeri, jadi cari warna-warna monokrom, yang orang Indonesia dan luar suka. Anggi cari yang wearable, bahannya nyaman dan bisa dipakai sehari-hari,” sambung dia.

Dia juga mengeluarkan 10 koleksi busana wanita syar’i yang didominasi warna coral dan mocca. Semua koleksi ini merupakan gaun panjang dengan cutting A Line, dan detail lebih terfokus di bagian bawah berupa kombinasi bis dan kristal.

Busana bermaterial chiffon itu menurut Anggi ringan, sederhana dan tidak membentuk tubuh terlalu banyak.

“Bordir enggak full, simple. Bajunya bisa dipakai taklim atau umroh. Warnanya dominasi coral dan mocca. Untuk detail hanya bis dan kristal tetapi bukan Swarovski supaya harganya terjangkau. Lalu, Anggi menggunakan khimar,” tuturnya.

Selain itu, ada juga 10 koleksi busana batik menggunakan pewarna alam indigo berupa blouse dan outer dengan pallazo dan kain sarung yang dapat digunakan sebagai koleksi office wear atau acara resmi.

Untuk pria, Anggia berkolaborasi dengan label Intresse, menghadirkan baju muslim koko berwarna monokrom dan coral dengan aksen motif tenun kontemporer. Material cotton dan polyesther mendominasi koleksi koko ini.

“Baju koko, Anggi menambahkan unsur tenun karena Anggi banyak mengambil detail tradisional. Bordir campur tenun,” ujar Anggi yang berprofesi sebagai dokter gigi di Bandung.

Terakhir, ada juga koleksi luxurious yang masih menghadirkan detail bordir bermotif floral 3D berwarna pastel dengan aksen di bagian bawah. Koleksi ini menggunakan kombinasi warna coral dan mocca, dengan cutting A Line yang bisa dikenakan sebagai koleksi syar’i ataupun evening wear. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fashion

10 Tips Gaya Casual untuk Pria Tampil Keren

Published

on

Kedewasaan menunjukkan kejantanan dan aura untuk dihormati, dan itu adalah kualitas yang Anda inginkan di mata orang lain.

Femme.id, Jakarta – Setiap orang pasti ingin berpakain dengan lebih baik, tapi ingat, apa yang sedang tren saat ini belum tentu cocok buat Anda, dan kuncinya adalah tampil dengan gaya sendiri namun tetap menarik bagi semua orang.

Banyak orang ingin tampil trendi tapi tetap nyaman, dan jawabannya tidak lain adalah gaya kasual.

Bagi Anda yang menyukai gaya kasual, berikut beberapa tips yang membuat Anda tetap bisa tampil tajam (menonjol) dengan gaya ini, dilansir dari restartyourstyle :

1. Jangan berpakaian seperti anak laki-laki

Banyak pria mengimplementasikan gaya kasual dari sudut yang salah, alih-alih ingin terlihat muda. Agar tetap terlihat cocok dan menarik, Anda harus selalu berusaha terlihat dewasa.

Kenapa begitu? Karena kedewasaan merupakan kualitas yang menarik pada pria. Kedewasaan, bagaimanapun adalah apa yang membedakan laki-laki dengan anak laki-laki. Kedewasaan menunjukkan kejantanan dan aura untuk dihormati, dan itu adalah kualitas yang Anda inginkan di mata orang lain.

Itu bukan berarti Anda harus berpakaian seperti ayah Anda, dan bukan pula harus berpakaian gaya tua. Jangan pula Anda terjebak dengan menggambarkan diri Anda sebagai seorang remaja, kecuali Anda memang benar-benar seorang remaja.

Dengan begitu, Anda diharapkan tampil tidak seperti seseorang yang belum dewasa seseorang yang terjebak di masa lalunya. Anda tentu tidak ingin terlihat seperti anak laki-laki, maka berpakianlah seperti layaknya seorang pria.

2. Hindari graphic tees berlebihan

Untuk tampil lebih dewasa hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menghindari tampilan kekanak-kanakan. Jangan kenakan pakaian atau t-shirt dengan banyak gambar yang mungkin Anda anggap keren.

Meskipun populer, kaus bergrafis tidak membuat Anda lucu atau orisinil. Faktanya, setiap pria lain juga mengenakan kaus yang sama, dan Anda hanya akan berbaur dengan banyak orang.

Seperti di film-film, Anda tidak akan pernah melihat pahlawan aksi maskulin yang tangguh atau seorang heartthrob ramah tamah yang mengenakan pakaian dengan tee grafis, kecuali memang karakternya seorang anak laki-laki. Bedakan gambar yang dimaksud di sini dengan simbol super hero seperti Superman, Batman, dan lainnya.

3. Celana jeans untuk penampilan lebih baik

Pakaian kasual untuk pria mana pun adalah celana jeans, dan tidak ada yang salah dengan itu. Mengenakan jeans akan terlihat luar biasa asalkan Anda memasangkannya dengan atasan yang tepat.

Hindari jeans longgar. Anda tentu tidak ingin menaikkan celana jeans Anda setiap dua detik. Ukuran jeans yang pas harusnya bisa dikenakan dengan baik meski tanpa sabuk, dan tidak berlipat di sekitar pergelangan kaki.

Sebaiknya, jaga agar celana jeans Anda tetap sederhana. Gunakan pasangan bersih dan cocok, misalnya kaus atau baju warna biru tua. Hindari hiasan, yang berarti itu tanpa ada tampilan berlebihan, tidak ada robekan, hindari logo besar di pakaian Anda, apalagi di bagian pantat.

4. Ubah bawahan, jangan juga melulu jeans

Jeans memang bagus, tetapi semuanya terlihat hampir sama, dan itu bukan satu-satunya pilihan Anda untuk penampilan pinggang ke kawah. Tambahkan beberapa variasi ke lemari pakaian Anda dengan berinvestasi setidaknya satu atau dua pasang chino.

Kemeja atau kaus Anda bisa dipasangkan dengan celana chino, tidak melulu jeans. Itu akan membuat Anda tampil beda namun tetap trendi. Pilih lah celana chino yang cocok untuk kaus dan kemeja-kemeja Anda, dalam hal warna utamanya.

5. Perhatikan sepatu Anda karena wanita memerhatikannya

Sepatu kets Anda yang kotor dan usang akan merusak pakaian yang bagus. Anda harus menggantinya dengan sesuatu yang lebih bermartabat.

Dan jangan berpikir orang tidak memerhatikan sepatu Anda. Mereka memerhatikan, terutama wanita. Misal, kenakan sepatu kulit cokelat alih-alih sepatu kets sehari-hari Anda, dan penampilan akan terlihat lebih tajam.

Ada banyak model sepatu kasual yang cocok juga dipasangkan dengan celana chino, jadi tidak selalu sepatu kulit cokelat yang macho.

6. Hiasi pergelangan tangan

Hiasi pergelangan tangan Anda karena pergelangan tangan telanjang membosankan. Anda bisa mengenakan arloji, gelang kulit, atau keduanya.

Tidak masalah apa yang Anda kenakan, tetapi kenakan sesuatu di sana. Itu akan membuat penampilan Anda sedikit lebih banyak kepribadian.

7. Tambahkan layer

Untuk membuat penampilan yang bervariasi, Anda perlu juga mengenakan lapisan tambahan selain yang tampak dominan di luar.

Seorang pria yang mengenakan jeans dan sweater mungkin sudah terlihat keren, tapi menambahkan kemeja sederhana yang Anda kenakan sebelum Anda mengenakan sweater bakal membuat Anda jauh lebih keren.

Namun demikian, Anda juga tetap mempertimbangkan apakah menambahkan layer ini cocok untuk gaya Anda, jika tidak jangan juga memaksakan.

8. Kenakan jaket yang mengangkat penampilan kasual

Anda bisa meningkatkan penampilan kasual Anda dengan mengenakan jaket atau blazer yang pas. Mengenaakan blazer yang menjadi favorit pria kasual bisnis ini juga disebut gaya smart kasual.

Mengenakan blazer akan membuat penampilan Anda terlihat bagus karena blazer menonjolkan bentuk tubuh pria tidak seperti pakain lainnya.

Jaket atau blazer juga akan menyembunyikan pakaian di baliknya yang sangat sederhana sekalipun, misal kemeja putih polos, dengan celana jeans.

9. Kesampingkan dunia mode

Sebagian orang sering mencari bantuan ke dunia mode untuk mencoba berpakaian lebih bagus. Mereka mencari dan melihat apa yang sedang trendi.

Namun, dunia mode hanya baik untuk pria yang terobsesi dengan fesyen. Jika Anda hanya pria biasa yang ingin berpakain lebih baik, mengetahui apa yang trendi di dunia mode tidak akan banyak membantu Anda.

Fokuslah untuk mendapatkan pakaian klasik yang tetap terlihat bagus sepanjang tahun. Fokus pada potongan abadi yang masih akan bergaya sepuluh tahun dari sekarang. Berfokuslah untuk tampil berkelas dan bergaya sesuai gaya Anda.

10. Jangan terlalu keras berusaha, tetaplah sederhana

Banyak pria “menembak” dirinya sendiri dengan berusaha terlalu keras untuk tampil bagus. Alhasil, mereka mengenakan yang berlebihan, mengenakan terlalu banyak aksesoris, seperti gelang, beberapa kalung, dan lainnya.

Itu justru membuat Anda terlihat seperti “berandalan”. Atau, ingin tampil beda dengan pakaian-pakaian warna-warni tapi justru terlihat “norak”.

Tetap bidik pakaian yang kalem, sederhana, dan bersahaja, dan Anda akan tampil menonjol dengan baik. (sur)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Rok Mini Jadi Tren Lagi

Published

on

Rok mini mungkin dianggap lebih sebagai tren anak muda, tetapi ada tanda-tanda bahwa rok tersebut diminati oleh segala usia.

Femme.id, Jakarta – Setelah rok midi dan maxi (panjang) mendominasi pasar fesyen selama bermusim-musim, kini giliran rok mini yang menjadi tren

Seperti dikutip dari Guardian, Senin (22/4/2019), retailer online Asos musim ini menyediakan 165 pilihan rok mini, sedangkan Topshop dilaporkan mendapat kenaikan hingga 106 persen untuk pencarian item tersebut.

Topshop pun akhirnya memendekkan keliman salah satu rok yang menjadi gaya paling populer miliknya

“Kami mengharapkan rok mini versi terlaris kami menjadi favorit musim ini,” kata Anthony Cuthbertson, direktur desain global di Topshop.

Transisi midi-ke-mini juga merambah ke atas catwalk. Burberry memamerkan rok mini bermotif sapi, lengkap dengan sanggurdi, di atas catwalk dalam koleksi SS19-nya, sementara Chanel menampilkan rok sebagai bagian dari set terkoordinasi yang bertuliskan nama labelnya.

Tren fesyen ini kembali menjadi pusat perhatian, sebagian karena pameran V&A tentang Mary Quant, yang dibuka bulan ini di London. Perancang era 1960-an itu yang akhirnya mempopulerkan rok mini.

“Ada sesuatu yang secara inheren optimis saat mengenakan rok mini, yang mungkin menjelaskan mengapa rok mini kembali jadi tren,” kata Ellie Pithers, editor fitur mode di British Vogue.

“Rok mini memberikan kesan semangat muda, namun bukan berarti Anda tidak bisa memakainya jika Anda sudah berumur, Anda hanya perlu percaya diri untuk memakainya,” ujarnya.

Rok mini mungkin dianggap lebih sebagai tren anak muda, tetapi ada tanda-tanda bahwa rok tersebut diminati oleh segala usia.

Emma Bunton, 43, penyanyi Spice Girls, baru-baru ini mengenakan mini kulit hitam sambil mempromosikan album barunya dan Gwen Stefani, 49, keluar mengenakan denim dengan celana ketat jala ikan di Los Angeles.

Jauh dari sirkuit selebriti, anggota parlemen Konservatif Andrea Leadsom, 55, telah mengenakan rok kulit hitam di atas lutut, dan pembawa acara TV Caroline Flack, 39, memilih satu dengan denim, dipasangkan dengan sepatu bot hitam.

Rok mini melawan gravitasi industri fesyen baru-baru ini yang justru mengarah ke “modest” fesyen yang lebih menyukai bentuk hemline panjang dan bentuk yang lebih longgar, demikian seperti dilansir Guardian. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Pesona Betawi di “Milan Design Week”

Published

on

Partisipasi DKI Jakarta di Milan Design Week merupakan dukungan Pemprov DKI terhadap industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional.

Femme.id, London – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menampilkan karya kreatif dari para seniman dan perancang Indonesia di pameran Superdesign Show dalam “Milan Design Week”, pekan pameran berbagai jenis karya dan rancangan terkemuka di dunia, di kota Milan, Italia dari 7-14 April mendatang.

Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Roma, Veronika Vonny Handayani di London, Kamis (11/4/2019) mengatakan, pameran berjudul Essential Jakarta menghadirkan berbagai jenis karya rancangan kontemporer berupa busana, furnitur, tarian dipadukan dengan video mapping, dan videografi dikurasi ICAD, dengan kurator Diana Nazir dan Itjuk.

Ragam karya ini mengambil inspirasi dari delapan ikon Betawi, seperti Ondel-ondel, Kembang Kelapa, Gigi Balang, Baju Sadariah dan Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor dan Bir Pletok. Menempati lahan seluas 175m2, stand Jakarta dirancang menyerupai bentuk Kembang Goyang, kue khas dari Betawi.

Selain tampilan karya, ada pula pertunjukan tarian tradisional dan suguhan makanan kecil maupun kue dan kudapan tradisional yang menarik perhatian pengunjung.

Furnitur karya Junianto berupa kursi kayu dengan jalinan rotan berbentuk lengkungan asimetris, diberi nama “Ciliwung Chair” mengambil tema sungai Ciliwung. Bagi Junanto, kursi Betawi menceritakan sejarah dan proses evolusi desain sejak jaman kolonial.

Sementara itu, Eldwin Pradipta membuat instalasi karya berupa topeng Betawi yang dipadukan dengan teknik video mapping sebagai latar belakang dari tarian Betawi, yang menjadikan seni pertunjukan lebih hidup untuk memberikan ilustrasi keragaman dan proses akulturasi masyarakat Betawi.

Ada pula busana tradisional karya Felicia Budi yang memadukan warisan budaya dengan modernitas kaum urban dalam karya Kebaya Kerancang bagi perempuan dan Baju Sadariah bagi kaum pria.

Para pengunjung yang terdiri dari undangan khusus, komunitas desain, media maupun masyarakat umum banyak yang menyukai karya yang ditampilkan di stand Indonesia. Gisella Borioli, Direktur dari Superstudio mengatakan, paviliun Indonesia sangat menarik dan berwarna dengan pemanfaatan lahan yang sangat baik.

“Saya memiliki impresi yang kuat dan positif dengan apa yang ditampilkan Indonesia, yaitu budaya tradisionalnya yg dikemas dalam tampilan kontemporer,” ujar Gisella.

Mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sherly Yuliana, menjelaskan, partisipasi DKI Jakarta di Milan Design Week merupakan dukungan Pemprov DKI terhadap industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional serta mempromosikannya ke kancah internasional.

“Ini adalah untuk pertama kalinya Jakarta melakukan promosi industri kreatif sekaligus budaya ke Eropa,” ujarnya.

Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles Hutapea saat menghadiri pembukaan pameran mengatakan, partisipasi Indonesia di Superdesign Show di Milan kali ini merupakan wujud penguatan kerja sama khususnya di sektor ekonomi kreatif, sesuai dengan tema Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia tahun 2019, yang mendorong kerja sama ekonomi kreatif dan UKM.

Para seniman yang berpartisipasi dari Indonesia adalah Aloysius Baskara Junianto, Ayang Kalake, Danton Sihombing, Du’Anyam, Eldwin Pradipta, Felicia Budi, Natureline, Pala Nusantara, Savira Lavinia, Studio Dapur dan Tommy Ambiyo.

Sementara tim ICAD terdiri dari kurator Diana Nazir dan Itjuk, Andika Frestian selaku Direktur Artistik dan Amanda Ariawan. Milan Design Week adalah pekan pameran desain terkemuka yang melibatkan komunitas kreatif dari seluruh dunia.

Sepanjang pekan, berbagai pameran digelar di kota Milan, salah satunya Superdesign Show bertempat di kompleks Superstudio Piu, Via Tortona. (zey)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.