Connect with us

Destinasi

Bogor Street Festival Digelar 19 Februari

Published

on

Kegiatan Bogor Street Festival 2019 bebas dari keagamaan dan tidak bicara politik, tapi berbicara tentang keberagamaan.

Femme.id, Bogor – Bogor Street Festival (BSF) 2019 yang akan digelar pada 19 Febuari 2019 merupakan ajang kegiatan budaya yang merupakan warisan bangsa Indonesia, kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Kegiatan Bogor Street Festival yang juga memperingati Cap Go Meh bukan acara keagamaan, tapi kegiatan budaya,” kata Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Kamis (14/2/2019).

Ia mengatakan, acara tahunan yang memiliki slogan `Ajang Budaya Pemersatu Bangsa` itu ditambahkan dia menjadi `Ajang Budaya Pemersatu Bangsa dari Bogor untuk Indonesia`.

Alasannya Bima menjelaskan, bangsa ini tengah diuji dalam konteks kebersamaan dalam keberagamaan.

Ia mengatakan, banyak kelompok yang tidak berani menyuarakan keberagamaan dengan hitung-hitungan politik.

“Padahal warisan dari bangsa kita turun-temurun kebersamaan dan keberagaman. Kalau tidak tegas dan kalau dikuasai oleh kelompok intoleran, mau dibawa ke mana Kota Bogor kita, dan negara kita, apa lagi dibawa ke politik,” tegas Bima Arya.

Untuk itu ia menegaskan lagi kegiatan Bogor Street Festival 2019 bebas dari keagamaan dan tidak bicara politik, tapi berbicara tentang keberagamaan.

“Secara keseluruhan budaya warisan bangsa perlu kita jaga. Buktinya kita kawal bersama-sama. Bahkan acara ini akan dihadiri Pak Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, Pangdam, dan Kapolda Jawa Barat,” tutur dia.

Ketua Pelaksana Bogor Street Festival Pesta Rakyat CGM 2019, Arifin Himawan mengatakan acara tahunan ini selalu dinantikan ribuan warga Kota Bogor yang berlangsung di sepanjang Jalan Suryakencana.

“Acara ini kita mengambil tema kemasan `Katumbiri` yang mengandung nilai keindahan dalam keberagaman,” jelas Arifin Himawan.

Dijelaskanya Katumbiri dari bahasa Sunda yang berarti pelangi, diharapkan dapat menjadi semangat bersama warga Bogor untuk Indonesia dalam merawat keberagaman.

“Berbeda dari tahun lalu, aksi budaya yang menampilkan berbagai bentuk seni budaya yang unik disuguhkan pada malam hari,” ujarnya. (mis)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Destinasi

Pantai Kebang Kemilau Lokasi Ngabuburit Favorit Warga Bangka Tengah

Published

on

Pantai dengan panjang sekitar dua kilometer ini merupakan satu dari sejumlah objek wisata andalan "Negeri Selawang Segantang" karena letaknya cukup strategis dan pantainya tergolong indah.

Femme.id, Koba – Pantai Kebang Kemilau di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung menjadi lokasi ngabuburit favorit warga pada bulan Ramadhan tahun ini, karena letaknya yang cukup strategis yaitu di pinggir jalan raya dengan panorama alam memikat.

Della, seorang pengunjung pantai, Selasa (21/5/2019) mengaku hampir setiap hari menunggu waktu berbuka di Pantai Kembang Kemilau.

“Pantai ini sangat indah, bersih, tertata rapi dan yang paling menarik saya bisa menikmati sunset pada sore hari di pantai ini,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pantai ini sudah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung di antaranya gazebo, toilet dan tempat bermain anak.

“Pantai ini sangat cocok menjadi objek wisata keluarga karena ada tempat bermain anak dan tidak merasa khawatir bermain air laut karena ombaknya yang tenang,” ujarnya.

Pantai yang berlokasi di pinggir jalan utama dan menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka Tengah itu selalu ramai dikunjungi warga untuk mengisi waktu santai menjelang berbuka puasa.

Pantai dengan panjang sekitar dua kilometer ini merupakan satu dari sejumlah objek wisata andalan “Negeri Selawang Segantang” karena letaknya cukup strategis dan pantainya tergolong indah.

Dengan air laut yang tenang, pantainya landai dan berpasir putih bersih membuat objek wisata itu lebih eksotis. Ditambah pula jejeran pohon kelapa dan pohon pelindung lainnya yang cukup rindang menghiasi pesisir pantai.

Hariyana, warga lainnya juga mengaku sering mengisi waktu santai “nongkrong” di Pantai Kembang Kemilau karena bersih, aman dan nyaman.

“Pantai ini mudah dijangkau dan akses transportasinya lancar karena persis berada di pinggir jalan utama. Hanya saja tempat parkir belum memadai karena harus memarkir kendaraan di pinggir jalan,” ujarnya. (kap)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

Ekowisata Boonpring Kembangkan Wisata Edukasi Bambu

Published

on

72 spesies bambu yang ada di Ekowisata Boonpring ditempatkan pada arboretum, atau kebun botani yang memiliki koleksi puluhan spesies bambu.

Femme.id, Malang – Destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ekowisata Boonpring tengah mengembangkan wisata edukasi untuk spesies bambu yang ada di wilayah tersebut.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerto Raharjo Samsul Arifin mengatakan bahwa pengembangan wisata edukasi tersebut dibidik karena memiliki potensi yang sangat besar, dalam mendukung kelangsungan ekowisata secara berkelanjutan.

“Pangsa pasar pendidikan itu tidak pernah putus, itu yang kami bidik. Saat ini, kami memiliki setidaknya 72 spesies bambu,” ujar Samsul, di Desa Sanankerto, Kabupaten Malang, Senin (20/5/2019).

Boonpring, oleh masyarakat sekitar Desa Sanankerto, Kabupaten Malang, diartikan sebagai kebun bambu. Namun, kata-katan “boon” sendiri juga bisa diartikan sebagai anugerah, di mana Boonpring bisa diartikan sebagai anugerah dari bambu.

Menurut Samsul, 72 spesies bambu yang ada di Ekowisata Boonpring ditempatkan pada arboretum, atau kebun botani yang memiliki koleksi puluhan spesies bambu. Dalam taman botani tersebut, tumbuhan dikoleksi dan dipelihara serta diberikan keterangan secara mendetil.

Dalam pengembangan wisata edukasi tersebut, pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerto Raharjo menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengidentifikasi jenis-jenis bambu yang dimiliki.

“Kami sudah bekerja sama dengan LIPI, dan mendatangkan ahli bambu di Indonesia untuk melakukan identifikasi,” ujar Samsul.

Rencananya, setelah melakukan identifikasi terkait jenis-jenis bambu yang ada di kawasan Ekowisata Boonpring tersebut, hasilnya akan dituangkan dalam sebuah buku yang bisa dijadikan bahan literasi bagi para mahasiswa.

Saat ini, proses pendataan jenis-jenis bambu yang ada di desa yang letaknya 33 kilometer dari pusat Kota Malang, Jawa Timur itu sudah mencapai 70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat proses pendataan itu bisa segera rampung.

“Suatu saat nanti, kami juga akan membuat ‘greenhouse’ untuk pembibitan bambu, karena masing-masing bambu itu memiliki karakteristik tersendiri. Itu akan sangat bermanfaat untuk edukasi generasi muda,” kata Samsul.

Ekowisata Boonpring merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Pemberdayaan tanah kas desa tersebut, mampu menjadi pemicu perputaran roda perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Tercatat, pada 2017 Ekowisata Boonpring itu mampu meraup omzet sebesar Rp994 juta, dan meningkat cukup signifikan pada 2018 mencapai Rp2,8 miliar. Dari omzet tersebut, telah menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp517 juta. (vic)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

Kyoto Sewakan Kimono untuk Turis Muslim

Published

on

kerudung dan baju yang disediakan di toko tersebut sudah dijahit berbentuk segitiga, lebih mudah untuk langsung dipakai.

Femme.id, Jakarta – Hijab warna-warni terinspirasi dari kimono jadi salah satu hal terpopuler bagi tursi di Kyoto, di mana banyak muslimah ikut mencicipi budaya lokal untuk menikmati liburan mereka di Jepang.

Yumeyakata, toko penyewaan kimono di Kyoto, misalnya, mulai menyediakan hijab ‘wagara’ dengan desain khas Negeri Sakura sejak Februari untuk merespons jumlah turis muslim yang mencari penutup kepala senada dengan kimono sewaan.

Shahnaz Daphne, perempuan 25 tahun asal Indonesia yang bergabung dengan perusahaan tahun lalu, punya peran besar dalam mengembangkan lini produk hijab di perusahaan itu.

Dilansir Kyoto Shimbun, kerudung yang disediakan di toko tersebut sudah dijahit berbentuk segitiga, lebih mudah untuk langsung dipakai.

Motif-motifnya berupa bunga sakura atau bunga krisan. Ada 40-50 jenis hijab wagara yang bisa disewa.

“Sama seperti baju, hijab adalah cara penting untuk menunjukkan kepribadian seseorang,” kata Shahnaz.

Sementara itu, Yoshiya, toko suvenir dan makanan di area wisata Arashiyama, sudah menjual hijab wagara selama beberapa tahun terakhir.

Semua dimulai ketika Sachiyo Tsukuda, wakil presiden perusahaan yang berusia 53 tahun, memberi hadiah hijab buatan tangan oleh seorang temannya yang muslim. Hijab itu terbukti populer ketika temannya kembali ke Indonesia, dan orang mulai mencari penutup kepala serupa ketika di Jepang, membuat perusahaan itu mulai menjualnya.

Winda Suci Pratiwi, staf Indonesia di Yoshiya, mengatakan “Hijab glamor senada dengan mode sederhana sedang tren saat ini, dan wagara sangat populer.”

Pelanggan “bisa berdandan dengan bergaya Jepang,” ujar Tsukuda, yang juga memuat mushola berlantai tatami untuk para turis muslim. (nna)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.