Connect with us

Kuliner

Sensasi Hamburger Ala Negeri Sakura

Published

on

Pengunjung dapat memilih salah satu dari variasi saus yang disediakan, sausnya akan dituang ke wadah panas yang langsung berasap.

Femme.id, Jakarta – Penyuka daging hamburg yang terkenal di Negeri Sakura bisa menikmati kelezatan potongan daging sapi cincang yang gurih dan lembut di gerai internasional pertama restoran Ishigamaya di Jakarta.

Outlet ini pertama kali dibuka di Jepang pada 2010 dengan jumlah cabang yang terus bertambah, kata Shota Kidokoro, Presiden PT Kichiri Rizki Abadi.

Menu hamburg Jepang di restoran ini dengan hamburger yang biasa dikenal dari restoran cepat saji yang banyak tersebar di Indonesia.

Dagingnya tidak diapit dengan dua lapis roti lengkap dengan sayur dan acar, tetapi disajikan dengan potongan jagung, pasta, nasi Jepang yang pulen atau roti serta salad.

“Daging sapinya impor dan segar, kami giling sendiri, lalu diolah dengan cermat dengan bumbu orisinal dan sayuran segar, membuat hamburg ini jadi terasa enak,” kata chef Yukihito Sakase di pembukaan “Ishigamaya” di Plaza Indonesia, Selasa (12/2/2019).

Bagian depan restorannya dilapisi kaca transparan, memperlihatkan kesibukan para chef di dapur yang mengolah hamburg dari masih mentah hingga siap dinikmati.

Pengunjung bisa melihat daging yang sedang digiling, kemudian dibentuk menjadi bulat, lalu dipanggang menggunakan oven khusus.

Ovennya dibuat dari batu khusus dengan temperatur tinggi yang membuat bagian luar hamburg terasa renyah, tapi bagian dalamnya lembut dan juicy berkat efek sinar inframerah dari oven batu.

Untuk menambah cita rasa, pengunjung dapat memilih salah satu dari variasi saus yang disediakan. Sausnya akan dituang ke wadah panas yang langsung berasap.

Agar lebih sesuai dengan lidah orang Indonesia yang relatif suka dengan bumbu kuat, chef yang pernah membuka tiga restoran berstatus Michelin star ini menyediakan empat saus tambahan di luar saus original.

Ada saus teriyaki yang manis, saus krim keju yang gurih, saus Napolitan yang berbahan dasar tomat serta saus istimewa sang koki yang terdiri dari krim butter dengan bawang putih dan rempah.

Selain menu khas Ishigamaya yang terdiri dari daging hamburg lengkap dengan pasta, potongan jagung manis, buncis serta salad, Anda juga dapat menikmati hamburg dengan saus Napolitan, nasi omelet hamburg hingga hamburg gratin yang kisaran harganya mulai dari Rp138.000. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Destinasi

Arborea Cafe Sensasi “Ngopi” di Hutan Megalopolitan

Published

on

Arborea berlokasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Femme.id, Jakarta – Menikmati kopi di sebuah kafe di pusat perbelanjaan Jakarta adalah hal biasa. Tapi, bagaimana jika menyuruput kopi sembari merasakan udara hutan kota ala Megalopolitan Jakarta?

Sensasi “ngopi” di hutan yang berlokasi persis di jantung Ibukota itu yang menjadi penawaran khas Arborea Cafe, pada Kamis (14/3/2019).

Arborea berlokasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Penempatan kafe yang berada di sela-sela pepohonan rindang seakan menjadi tantangan bagi pengunjung untuk menemukannya di halaman KLHK. Tantangan itu semakin meningkat karena desain bangunan kafe yang didominasi bahan kayu.

“Desainnya lucu, minimalis, dan ‘instagramable’ banget. Bagus buat nongkrong dan foto-foto bareng temen-temen,” ujar salah satu pengunjung Arborea Cafe, Stefani Kristin (25).

Kafe yang diresmikan pada Agustus 2018 oleh Menteri LHK Siti Nurbaya itu memiliki tiga lantai. Pelataran luas untuk menampung pertunjunkan musik secara langsung setiap Jumat sore berada pada lantai pertama.

Di Lantai kedua, tempat makan yang dilengkapi pendingin ruangan serta jendela merupakan ruang utama Arborea. Pada lantai atas, Arborea menyediakan ruang terbuka yang cocok menjadi titk pengambilan foto sambil menikmati kopi dengan latar gedung-gedung Jakarta di balik pepohonan.

Pengunjung lain Alif Ramadan (26) mengaku menikmati pemandangan yang dilihatnya sambil sesekali mengabadikan pemandangan itu lewat ponsel pintarnya.

“Saya paling suka ‘rooftop’ di lantai tiga. Menikmati pemandangan sambil minum kopi atau mengambil foto. Saya juga terkadang menyelesaikan pekerjaan di sini,” ujar Alif.

Namun, Arborea bukan hanya menawarkan keunikan lokasi dan desain bangunan. Kafe yang buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB itu pun menyuguhkan aneka jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemilik kafe juga menggunakan peralatan yang ramah lingkungan lho, seperti sedotan kertas.

Kamu tertarik mencobanya? Harga minuman yang ditawarkan sekira Rp15 ribu hingga Rp35 ribu. Sedangkan untuk kudapan, Arborea mematok harga Rp25 ribu hingga Rp47 ribu. (arn)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Cungkring, Sajian Khas Bogor yang Diburu Penggemar Kuliner

Published

on

Cungkring yang dipadukan lumuran bumbu kacang ini membuat cita rasanya nikmat, manis, asin, dan pedas jadi satu.

Femme.id, Jakarta – Cungkring, sajian khas yang dijual di kawasan Pecinan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi buruan penggemar kuliner, baik warga lokal maupun dari luar kota.

“Saya datang ke sini memang sengaja untuk menikmati cungkring,” kata Budi Prasetyo (41), warga Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten di Bogor, Kamis (28/2/2019).

Menurut Budi, rasa makanan seharga Rp18.000 per porsi tersebut unik dan membuatnya selalu menyantapnya setiap berkunjung ke Bogor.

“Bibir, otot kaki sapi, dan lontong yang dipadukan lumuran bumbu kacang ini membuat cita rasanya nikmat, manis, asin, dan pedas jadi satu,” kata Budi yang mengaku ketagihan cungkring selama dua tahun terakhir.

Senada dengan Budi, menurut warga asal Tangerang, Damayanti (39), dari sekian banyak kuliner di Suryakencana Bogor, cungkring merupakan hidangan paling unik dan tidak dapat dia temukan di daerah lain.

“Karena langka, Suryakencana ya menjadi satu-satunya pilihan kalau saya kangen cungkring,” kata wanita yang mengaku kerap berburu kuliner khas daerah di Indonesia itu.

Sementara itu, warga setempat, Dwi Noviani (20) mengatakan, ada empat pedagang cungkring yang mangkal di kawasan Suryakencana.

“Dari empat yang ada, yang paling legendaris adalah cungkring Pak Jumat,” kata dia.

Meski keempatnya juga termasuk enak, lanjut Dwi, cungkring Pak Jumat bercita rasa paling nikmat dan paduan rasa pedas, manis, serta asinnya pas.

Bertempat di depan kedai kopi, lapak kecil dan sederhana cungkring Pak Jumat menjadi salah satu tempat yang tak pernah sepi pembeli.

“Kami buka pukul 06.30 dan tutup pukul 10.00, terkadang sudah habis lebih cepat dari jadwal tutup biasanya,” kata putra Pak Jumat, Muhammad Deden yang menjadi penerus usaha makanan cungkring ayahnya.

Dia mengatakan, saat jam buka, biasanya pelanggannya sudah banyak yang mengantre untuk sarapan.

“Tak hanya warga lokal yang ingin sarapan, banyak pelanggan dari kota-kota lain sekitar Bogor yang sengaja datang ke sini,” kata Deden.

Arti cungkring

Cungkring diambil dari nama bahan-bahan yang digunakan untuk sajian tradisional itu. “Cungur (bibir) dan kaki garingan, itu kepanjangannya,” tambah Deden.

Ia menceritakan, awalnya kakek Deden berkeliling untuk menjual cungkring. Namun, sejak 1975, penerusnya Pak Jumat memutuskan untuk mangkal di Jalan Suryakencana.

“Karena semakin ramai, beberapa orang mengikuti jejak ayah saya berjualan di Suryakencana ini… Saat ini juga mulai banyak bermunculan pedagang cungkring baru di tempat lain,” kata dia.

Meski ada pesaing, Deden mengklaim cungkring Pak Jumat lebih sedap. Salah satu rahasianya ada di racikan bumbu kacangnya.

Di sela meladeni pembeli yang mampir di lapaknya, Deden pun mewanti-wanti para pecinta kuliner untuk jeli karena ada pedagang yang mengganti bahan bibir dan otot kaki dengan kikil atau kulit sapi. (ant)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Nikmati BBQ dari Singapura di Jakarta

Published

on

Hidangan dari restoran Collin's asal Singapura di Pondok Indah Mal, Jakarta.

Femme.id, Jakarta – Variasi daging sapi, ayam hingga bebek yang dipanggang dengan arang adalah sebagian pilihan menu yang disajikan di Collin’s, Street Gallery, mal Pondok Indah Jakarta.

Ini adalah kali pertama restoran asal Singapura itu melebarkan sayap ke Indonesia, setelah memiliki enam gerai di negara asalnya.

Di restoran ini, semua dagingnya dibakar dengan arang sehingga memiliki aroma yang berbeda ketimbang dipanggang dengan oven gas atau listrik.

“Semua brand Collin’s pakai equipment yang sama,” kata pemilik Collin’s Jakarta Soerijadi Kaharudin di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Pria yang akrab disapa Apin itu mengatakan makanan-makanan di restoran Collin’s dijamin punya rasa yang sama dengan gerai mereka di Singapura.

“Bahan-bahannya banyak dari Indonesia karena kami mengusahakan lebih banyak bahan lokal,” kata Apin.

Khusus untuk restoran di Indonesia, ada beberapa menu yang disesuaikan dengan selera lidah pencinta kuliner Tanah Air.

Pengunjung dapat memesan sop buntut, atau mengganti pasta dalam menu set dengan nasi goreng.

Jika ingin mencicipi berbagai daging sekaligus, cobalah menu platter yang menyajikan beberapa variasi daging.

Duck confit-nya terasa renyah di luar dan lembut di dalam, sementara daging sirloin-nya tetap lembut meski tingkat kematangannya well done.

Pencinta daging wajib mencicipi 45 days dry aged beef yang ditawarkan di restoran ini.

Daging-daging itu disimpan dalam chiller khusus untuk mengatur kelembapan dan suhu tertentu.

Semakin lama didiamkan, kelembapan daging semakin berkurang sehingga yang tersisa hanyalah sensasi juicy dari daging tersebut. Semakin lama, daging akan semakin enak, harganya juga semakin mahal.

Harganya mulai dari Rp170.000 hingga Rp500.000 per 100 gram.

“Ini nomor satu untuk pencinta daging,” kata Apin. “Buat mereka, cara menikmati daging yang terbaik hanya dengan rock salt.”

Dia menambahkan Collin’s berencana membuka cabang baru di Indonesia tahun ini. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.