Connect with us

Digital

Instagram Permudah Cara Membagi Cuplikan Konten IGTV di Feed

Published

on

Instagram telah melakukan pembaruan fitur untuk memudahkan para pengguna dalam menemukan dan membagikan konten IGTV.

Femme.id, Jakarta – Instagram meluncurkan fitur baru untuk menampilkan cuplikan IGTV di Feed sejak Kamis (7/2/2019).

Jika orang yang Anda ikuti mengunggah sebuah video IGTV baru, Anda akan melihat cuplikan video mereka di Feed, sebelum Anda menonton video mereka secara lengkap di IGTV.

Melalui fitur tersebut, Instagram ingin memudahkan pengguna untuk menemukan dan menonton konten video terbaru dari orang yang mereka ikuti, berdasarkan keterangan resmi Instagram dikutip, Jumat (8/2/2019).

Melalui fitur cuplikan IGTV di Feed, para kreator video kini dapat membagikan cuplikan video IGTV dengan durasi satu menit di Feed setelah mereka memposting video IGTV baru.

Selain itu, mereka bisa membagikan cuplikan video IGTV dengan durasi satu menit di profil pribadi setelah mereka memposting video IGTV baru.

Sejak peluncuran IGTV, Instagram berfokus untuk menghubungkan pengguna dengan para kreator dan konten-konten yang mereka sukai, baik dari kreator yang telah mereka ikuti maupun yang belum pernah mereka temukan sebelumnya.

“Instagram telah melakukan pembaruan fitur untuk memudahkan para pengguna dalam menemukan dan membagikan konten IGTV, seperti IGTV di Explore, membagikan video IGTV ke Instagram Stories, menyimpan video IGTV dan memasukkan video IGTV ke dalam website,” demikian keterangan Instagram.

Simak langkah-langkah berikut untuk melihat cuplikan video IGTV :

1. Saat menjelajahi Feed, tekan video yang muncul di Feed Anda untuk menyalakan suara di video tersebut.

2. Apabila Anda ingin melanjutkan menonton videonya secara lengkap, tekan ikon IGTV di sudut kiri bawah layar.

3. Setelah IGTV video selesai, Anda akan secara otomatis kembali ke Feed Anda.

4. Untuk melihat video-video IGTV lainnya, Anda dapat menggeser video yang sedang diputar ke atas dan Instagram akan menampilkan browser IGTV untuk menemukan video-video baru lainnya. (mon)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Digital

Studi Ungkap Pengaruh Buruk Medsos bagi Kalangan Remaja

Published

on

Media sosial membuat para remaja kurang tidur, aktivitas fisik menurun, dan meningkatkan paparan terhadap perundungan.

Femme.id, Jakarta – Sebuah studi terbaru mengungkap dampak buruk penggunaan media sosial di kalangan remaja, yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Child & Adolescent Health, menunjukkan media sosial membuat para remaja kurang tidur, aktivitas fisik menurun, dan meningkatkan paparan terhadap perundungan.

“Hasil penelitian memperlihatkan bahwa media sosial tidak berbahaya, tetapi penggunaannya yang sering akan mengganggu kegiatan yang baik untuk kesehatan mental seperti tidur dan berolahraga,” kata Russel Viner, penulis studi dari UCL Great Ormond Street Institute of Child Health.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa media sosial membuat anak-anak muda terpapar konten berbahaya, dan mengalami perundungan siber.

Kesimpulan studi itu didapat setelah peneliti menganalisis data dari hampir 10.000 anak berusia 13-16 tahun di Inggris.

Tim peneliti mewawancarai mereka sejak 2014 hingga 2015, dan bertanya tentang kepuasan hidup, kebahagiaan, kegelisahan, dan media sosial mereka termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, dan Snapchat.

Hasilnya, anak perempuan ditemukan lebih terpapar dampak buruk media sosial, dibandingkan anak laki-laki.

Menurut penelitian itu, anak perempuan mengalami tekanan psikologis lebih berat karena kualitas tidur yang buruk dan perundungan siber.

Semakin lama mereka menghabiskan waktu untuk media sosial, makin besar pula kesulitan yang dialami.

Studi itu menyarankan kepada orang tua dan penyedia layanan kesehatan fokus pada strategi untuk mengatasi perundungan siber, meningkatkan kualitas tidur, dan mendorong mereka aktif secara fisik.

Perubahan tersebut, menurut Bob Patton seorang dosen psikologi klinis di University Surrey, dapat membantu mengurangi dampak fisik dan psikologis dari media sosial, demikian seperti dilansir Medical Daily. (hep)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Instagram Tambah Fitur Laporkan Hoax

Published

on

Program cek fakta Instagram saat ini baru berlaku di Amerika Serikat.

Femme.id, Jakarta – Instagram menambah fitur untuk melaporkan informasi yang salah pada platform berbagi foto dan video tersebut, sebagai upaya tambahan untuk menangkal hoax.

“Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi misinformasi,” kata juru bicara Facebook, Stephanie Otway, dikutip dari Reuters, Jumat (16/8/2019).

Pengguna sebenarnya tidak dilarang mengunggah konten yang berisi misinformasi di platform media sosial Facebook, namun, mereka berusaha mengurangi sebaran konten tersebut dan memberi peringatan bahwa klaim dalam konten tersebut menjadi perdebatan.

Facebook sejak Mei lalu memperkenalkan teknologi deteksi gambar, image detection, untuk Instagram untuk menemukan konten yang di-debunk. Facebook juga meluaskan jaringan pengecek fakta mereka hingga ke platform Instagram.

Konten yang sudah dilabeli sebagai hoax oleh pengecek fakta akan dihapus dari tempat para pengguna mencari konten baru, misalnya tab Explore, berlaku juga untuk pencarian tanda pagar, hashtag.

Program cek fakta Instagram saat ini baru berlaku di Amerika Serikat.

Instagram dan platform media sosial Facebook juga mendapat tekanan untuk memblokir hoax mengenai kesehatan, termasuk unggahan tentang anti-vaksin. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Peneliti Temukan Tiga Kelemahan Besar WhatsApp

Published

on

Gambaran ideal enkripsi end-to-end adalah pesan hanya dapat dibaca oleh si penerima pesan, WhatsApp bahkan tidak dapat melihat pesan tersebut.

Femme.id, Jakarta – Peneliti keamanan siber dari Check Point saat konferensi Black Hat membeberkan tiga masalah keamanan di WhatsApp, yang menurut mereka berakibat serius untuk para penggunanya.

Temuan pertama dari Check Point, seperti diberitakan laman Phone Arena, berupa celah yang dapat disalahgunakan oleh peretas untuk membaca pesan yang dikirim lewat WhatsApp.

Peretas, menurut Check Point, tidak hanya bisa membaca pesan walau pun pesan tersebut sudah dienkripsi end-to-end, tapi, juga dapat mengubah pesan tersebut. Gambaran ideal enkripsi end-to-end adalah pesan hanya dapat dibaca oleh si penerima pesan, WhatsApp bahkan tidak dapat melihat pesan tersebut.

Check Point juga menemukan bahwa peretas bisa membajak akun WhatsApp seseorang, dia dapat mengirim pesan dengan akun asli tersebut.

Temuan terakhir, Check Point melihat bahwa celah keamanan di WhatsApp juga bisa digunakan oleh peretas untuk menyamarkan pesan publik menjadi pesan pribadi. Penerima pesan mengira jawaban yang dia berikan bersifat pribadi, padahal pesan tersebut bisa dilihat oleh orang lain.

Check Point sudah memberi tahukan masalah-masalah ini ke Facebook tahun lalu, perusahaan induk WhatsApp itu sudah memperbaiki masalah yang terakhir. Dua masalah pertama menurut laman tersebut belum terselesaikan, Check Point menyebutnya “threat actor”, aktor ancaman.

“Kami sudah meninjau secara cermat masalah ini tahun lalu dan keliru jika mengira kami memberikan celah keamanan di WhatsApp,” kata Facebook.

Facebook menilai mereka perlu berhari-hati mengatasi masalah yang diperlihatkan oleh Check Point karena khawatir mengurangi sifat privasi WhatsApp, misalnya dengan menyimpan informasi asal pesan. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.