Connect with us

Health

Berapa Banyak Pasta Gigi yang Harus Digunakan

Published

on

Gigi yang terlalu banyak terpapar fluoride dapat mengalami fluorosis yaitu kondisi yang ditandai oleh perubahan warna atau bintik-bintik pada email gigi.

Femme.id, Jakarta – Selama ini mungkin Anda melihat iklan pasta gigi yang menggambarkan pasta gigi berbentuk gelombang yang menutupi seluruh kuas sikat gigi.

Tetapi apakah itu benar-benar jumlah yang tepat yang harus Anda gunakan?

Seperti dikutip dari Medical Daily, Jumat (8/2/2019), dokter gigi mengatakan bahwa pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong sudah cukup untuk satu sesi menyikat gigi.

Selain itu, anak-anak di bawah usia tiga tahun dapat menggunakan jumlah yang bahkan lebih sedikit yakni kira-kira seukuran sebutir beras. Intinya adalah lebih banyak pasta tidak berarti gigi lebih bersih.

“Fluoride bermanfaat luar biasa tetapi perlu digunakan dengan hati-hati. Mineral yang terbentuk secara alami dikatakan memainkan peran penting dalam mengurangi gigi berlubang,” kata Dr. Mary Hayes, seorang dokter gigi di Chicago.

Namun, gigi yang terlalu banyak terpapar fluoride dapat mengalami fluorosis yaitu kondisi yang ditandai oleh perubahan warna atau bintik-bintik pada email gigi.

Salah satu masalah dengan pasta gigi anak-anak adalah rasanya yang manis, yang berarti beberapa orang mungkin merasa tergoda untuk menelannya.

“Anda tidak ingin mereka memakannya seperti makanan. Kami ingin orang tua bertanggung jawab atas sikat gigi dan pasta gigi,” tutur Hayes.

Meskipun risiko ini terbatas pada kelompok usia yang lebih muda, orang dewasa juga dapat mengalami kerugian bila menggunakan pasta gigi berlebih – yaitu, uang Anda akan terbuang sia-sia jika Anda menggunakan merek mahal.

Anda perlu waktu dua menit untuk menyikat gigi dan memastikan menyikat secara menyeluruh bagian dalam mulut.

Tetapi gumpalan besar pasta akan menghasilkan busa terlalu banyak, sehingga sulit untuk menyikat dengan benar dan melakukannya untuk jumlah waktu yang tepat.

“Faktanya, kita meludahkan sebagian besar pasta gigi ekstra ke dalam bak cuci tanpa pernah menyentuh gigi kita. Busa yang berlebih memenuhi mulut kita dan juga bisa membuat kita berhenti menyikat gigi lebih cepat dari yang seharusnya,” tulis Dr. Christopher Chamberlin, seorang dokter gigi yang berbasis di Boulder, Colorado.

Tip lainnya adalah jangan menyikat terlalu keras karena beberapa orang berpikir ini bisa membantu membersihkan gigi dalam waktu yang lebih singkat.

Sebaliknya, terlalu banyak gesekan dapat merusak gigi dan melukai gusi Anda. Jika Anda harus mengganti sikat gigi setiap dua atau tiga bulan, itu pertanda bahwa Anda menyikat terlalu keras. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health

Manfaat Makan Cokelat saat Valentine

Published

on

Mengonsumsi cokelat dapat menurunkan risiko penurunan ingatan bagi para orang tua.

Femme.id, Jakarta – Cokelat yang diidentikan dengan Hari Valentine memiliki sejumlah manfaat, salah satunya meningkatkan suasana hati, menurut sebuah studi.

Kandungan triptofan yang merupakan asam amino untuk membantu otak membuat serotonin – neurotransmitter pembuat rasa puas dan bahagia adalah kuncinya.

Selain itu, ada juga phenylethylalanine yang merupakan senyawa yang sama dengan yang diproduksi otak saat jatuh cinta, serta theobromine yang berperan membentuk perasaan bahagia.

Selain bermanfaat untuk menghibur hati, cokelat memiliki kebaikan untuk kesehatan otak. Berdasarkan penelitian oleh Harvard T.H. Chan Shool of Public Health, biji kakao mengandung Fitonutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan penyakit dan membantu tubuh bekerja lebih baik.

Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Journal of Alzheimer’s Disease menyebutkan bahwa mengonsumsi cokelat dapat menurunkan risiko penurunan ingatan bagi para orang tua.

Penyajian cokelat pun kian beragam, salah satunya dalam bentuk es krim berbagai bentuk misalnya mochi dan cookies, demikian siaran pers Aice yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (14/5/2019). (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Manfaat Cranberry bagi Kulit dan Rambut

Published

on

Vitamin yang terkandung dalam cranberry, khususnya vitamin C dapat mencegah rambut beruban sebelum waktunya dan menjaga kesehatannya.

Femme.id, Jakarta – Cranberry ternyata memiliki banyak manfaat untuk kulit dan rambut. Bahkan hampir semua produk kecantikan, kini mengandung sari buah berwarna merah tersebut.

Berikut ini adalah beberapa manfaat cranberry untuk kulit dan rambut, dikutip dari laman Boldsky, Kamis (14/2/2019).

Untuk kulit :

1. Mengobati jerawat dan bekasnya

Cranberry sangat membantu melawan jerawat dan bekasnya. Buah ini memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-jamur yang membantu menenangkan kulit dan menghilangkan bakteri penyebab jerawat. Cranberry mengandung vitamin C yang membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan membersihkan kulit.

Oleskan jus cranberry menggunakan kapas ke kulit yang berjerawat, tunggu 20 menit dan bilas dengan air.

2. Mengelupas kulit

Cranberry bersifat asam, hal tersebut berfungsi membersihkan sel-sel kulit mati. Buah ini juga dapat meresap jauh ke dalam kulit dan menghilangkan racun dari kulit serta membantu kulit untuk mengelupas.

3. Membuat kulit kencang

Cranberry kaya akan vitamin A dan C yang membantu meningkatkan produksi kolagen, protein yang berfungsi menjaga elastisitas kulit. Kolagen membuat kulit tetap kencang sehingga terlihat awet muda.

4. Agen anti-penuaan

Memiliki kandungan vitamin C, B3 dan B5, cranberry mampu membantu melawan penuaan dini. Antioksidan yang hadir di dalamnya membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas sehingga bisa mengurangi garis-garis halus dan kerutan pada wajah.

5. Membuat kulit bersinar

Cranberry mampu mempromosikan sel-sel kulit yang sehat dan melawan kerusakan akibat radikal bebas. Sel kulit mati dan radikal bebas akan membuat kulit terlihat kusam, di sinilah cranberry membantu mencerahkan kulit Anda dan membuatnya bersinar serta sehat.

Untuk rambut :

1. Membantu pertumbuhan rambut

Cranberry dapat membantu memfasilitasi pertumbuhan rambut. Buah ini memiliki vitamin A dan C yang dapat mendorong pertumbuhan rambut.

2. Mengobati ketombe

Bakteri dan kulit berminyak adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan ketombe. Cranberry dapat melawan kedua masalah ini. Sifat anti-bakterinya menjaga dan mengendalikan kelebihan minyak. Karena itu, cranberry bermanfaat untuk mengobati ketombe.

3. Melembabkan kulit kepala

Kulit kepala yang kering dapat menyebabkan gatal dan kerak. Cranberry memiliki kandungan air yang tinggi dan membantu menjaga kulit kepala tetap lembab dan terhidrasi.

4. Memperbaiki kerusakan rambut

Vitamin C yang terkandung dalam cranberry adalah antioksidan yang dapat memperbaiki folikel rambut yang rusak. Dengan demikian hal ini berfungsi untuk memperbaiki rambut yang rusak dan membuat sehat serta kuat.

5. Mencegah rambut beruban

Vitamin yang terkandung dalam cranberry, khususnya vitamin C dapat mencegah rambut beruban sebelum waktunya dan menjaga kesehatannya. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Kisah Penyintas Kanker Serviks, Berawal dari Keputihan

Published

on

Kanker serviks bisa diawali gejala berupa keputihan (kanker menimbulkan lendir).

Femme.id, Jakarta – Awalnya Untung Endang Suryani (52) hanya mengalami keputihan selama beberapa hari. Dia pikir itu tanda normal menjelang menopause.

Tanpa bertanya pada pihak medis, Endang memutuskan minum obat-obatan herbal atas rekomendasi teman-temannya yang pernah merasakan hal serupa.

“Dua bulan minum tetapi tetap keputihan. Menstruasi tiga hari. Lalu dua bulan kemudian enggak menstruasi. Saya pikir menopause. Jamunya habis bikin sendiri. Saya juga minum obat herbal dari semua harga,” ujar dia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Suatu waktu, dia kembali menstruasi namun disertai pendarahan hebat. Endang lalu memutuskan berkonsultasi dengan dokter dan ternyata pada Mei 2017 dia didiagnosa kanker serviks. Kadar hemoglobinnya juga rendah, hanya 2,6.

“Di biopsi, lalu di USG. Kanker sudah seperempat serviks,” kata dia.

Untuk mengatasi pendarahan, dokter menyarankan Endang menggunakan tampon. Bukan tampon biasa, melainkan yang terbuat dari kain kasa yang digulung lalu ditaruh di dalam vagina. Dia harus memakai tampon yang diganti setiap hari selama 10 hari.

Endang mengaku merasakan sakit luar biasa begitu tampon terpasang. Namun dia tak memiliki pilihan lain.

“Dipasang tampon pakai gulungan kain kasa ditaruh di vagina untuk hentikan pendarahan. Sakit sekali. Keluar darah sebesar batu bata. Waktu itu pakai tiga gulung kain kasa,” tutur dia.

Pendarahan tak kunjung berhenti. Akhirnya, dokter menyarankan radiasi sembari menjalani kemoterapi. Saat menjalani radiasi, Endang mengalami rasa sakit sekaligus panas pada bagian perutnya.

Dia tak menampik terkadang mengalami kesulitan menahan efek radiasi dan kemoterapi. Namun, Endang bertekad melanjutkan pengobatan hingga tak ada lagi sel kanker menggerogoti tubuhnya.

Untuk membantu tetap semangat melawan kanker, Endang bergabung dengan komunitas Cancer Information and Support Center (CISC). Di sana, dia bisa berbagi duka sekaligus menghimpun semangat dari para anggota komunitas.

Kini, Endang bisa lega karena telah selesai menjalani pengobatan kanker serviks dan tak lagi menyandang status pasien, namun penyintas.

Berkaca dari kasus Endang, Prof. Dr. Andrijono SpOG(K) dari Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) menyarankan kaum hawa yang mengalami keputihan tak kunjung sembuh setelah pengobatan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mengetahui penyebabnya dan bisa segera mendapatkan penanganan medis.

“Kalau keputihan, diobati lalu muncul lagi, segera periksakan diri agar tahu apa penyebabnya. Bisa karena kuman atau apa. Pengobatan tergantung hasil pemeriksaan,” tutur dia.

Kanker serviks bisa diawali gejala berupa keputihan (kanker menimbulkan lendir). Namun, biasanya ini baru muncul saat kanker sudah memasuki stadium dua atau lebih. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.