Connect with us

Health

Tips agar Berat Badan Tak Melonjak Usai Imlek

Published

on

Jeruk Mandarin, ini mengandung serat vitamin C untuk membuat Anda kenyang lebih lama.

Femme.id, Jakarta – Ada banyak makanan yang biasanya tersaji saat perayaan Imlek seperti kue tar nanas, bak kwa, kue kacang, kueh lapis hingga yu sheng dan nian gao.

Tak sedikit orang lupa menakar asupan makanannya sehingga berat badan bertambah setelah Imlek.

Sebanyak 500 kkal makanan (setara dengan 1,5 iris bak kwa, atau enam tar nanas) per hari dapat menyebabkan berat badan naik setengah hingga satu kilogram dalam seminggu.

Artinya, setelah periode perayaan 15 hari, Anda bisa jadi dua kilogram lebih berat.

Berikut, terdapat delapan cara agar Anda tetap sehat usai merayakan tahun baru Imlek ini seperti dilansir dari Channel News Asia, yang dikutip Selasa (5/2/2019).

1. Makanlah beberapa buah sebelum ngemil

Jeruk Mandarin bisa menjadi pilihan sebelum Anda menikmati tart nanas. Buah ini mengandung serat vitamin C untuk membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga mungkin akan mengurangi asupan makanan ringan yang sarat gula.

2. Tetapkan batasan Anda sendiri

Diet terbaik adalah yang direncanakan. Jadi ingatlah berapa banyak asupan makanan Anda. Cobalah untuk tidak makan lebih dari lima potong camilan per kunjungan.

Gunakan piring kecil atau mangkuk untuk berbagi makanan pada kerabat dan cobalah untuk tidak makan makanan yang sama dua kali.

Memilih piring yang lebih kecil membantu Anda makan lebih sedikit karena jumlah makanan yang sama terlihat lebih besar di piring yang lebih kecil.

Sebagai tuan rumah, memotong bak kwa menjadi potongan-potongan kecil akan membantu semua orang ngemil dengan lebih moderat.

3. Makan perlahan

Makan perlahan memastikan Anda tidak makan berlebihan. Plus, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk bertemu dengan kerabat yang hanya dapat Anda temui setahun sekali.

4. Hindari berkunjung ke rumah kerabat dengan perut kosong

Cara ini akan membantu Anda menghindari kudapan dan kue kering berkalori tinggi. Makan makanan ringan seperti roti gandum utuh dengan segelas susu atau yoghurt dengan buah segar, sebelum Anda pergi untuk berkunjung ke rumah kerabat.

5. Minum secara bijak

Jika Anda pikir Anda bisa mengurangi berat badan dengan minum daripada mengemil saat berkunjung ke rumah, pikirkan lagi. Minuman 250 ml dengan pemanis mengandung sebanyak 5,5 sendok teh gula, setengah dari batas asupan gula yang direkomendasikan ahli kesehatan.

Pilih minuman rendah gula yang mengandung setidaknya 25 persen lebih sedikit gula daripada minuman manis biasa lainnya, atau gunakan teh hijau bebas gula dan teh oolong. Lebih baik lagi, air putih.

6. Hitung kalori Anda

Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Daripada mencicipi semua hidangan di meja makan, pilih tiga hingga lima favorit Anda, atau sesuatu yang tidak bisa Anda makan setiap hari. Ambil porsi yang lebih kecil karena makanan seperti tart lebih banyak kalori daripada biasanya.

7. Gunakan bahan-bahan alami untuk membumbui hidangan Anda

Sebagai tuan rumah, menyajikan makanan yang lebih bergizi tidak berarti hal sulit. Tambahkan bumbu dengan rempah-rempah, jus lemon atau buah-buahan, tanpa atau tambahkan sedikit gula atau garam. Misalnya, jika Anda membuat kue tar nanas, gunakan buah segar untuk rasa lebih banyak dan lebih sedikit kalori.

8. Siapkan makanan dengan cara memasak yang lebih sehat

Gunakan lebih sedikit minyak untuk mengurangi konsumsi kalori. Gantilah makanan olahan seperti stik daging, bakso dan sosis dengan bahan-bahan segar seperti ikan, jamur, dan sayuran.

Alih-alih menggunakan kaldu sup siap saji yang dapat mengandung natrium dalam jumlah tinggi, persiapkan kaldu Anda sendiri dengan merebus tanpa daging, daging ayam tanpa lemak dengan kol putih, wortel dan jagung. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Health

Berniat Tahan Buang Air Kecil saat Nonton “Endgame”? Ini Bahayanya

Published

on

Menahan buang air kecil bisa menyebabkan nyeri pada saluran kemih.

Femme.id, Jakarta – Apakah Anda salah satu dari orang yang berniat menonton “Avengers: Endgame” dan rela menahan hasrat berkemih selama durasi tiga jam?

Hati-hati, menahan buang air kecil terlalu lama bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Situasi dingin, seperti bioskop, memang salah satu faktor yang menyebabkan orang ingin buang air kecil, seperti dikemukakan dokter umum Mulki Rakhmawati dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pondok Pucung, Tangerang Selatan.

“Selain itu rasa kebelet terjadi pada orang yang mengalami infeksi saluran kemih, mengalami tekanan rongga panggul seperti kondisi hamil atau pelemahan otot dasar panggul yang dialami lansia,” ujar Mulki, Rabu (24/4/2019).

Menurut dokter umum Wiranty Ramadhani dari AP & AP Pediatric, Growth & Diabetes Cente, menahan buang air kecil bisa menyebabkan nyeri pada saluran kemih.

“Infeksi dan gangguan aliran urine yang berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, akibatnya bisa berujung pada gagal ginjal,” kata Wiranty.

Infeksi dapat terjadi karena urine yang terendap lama bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak.

“Gejalanya anyang-anyangan, tidak nyaman di panggul bawah, nyeri saat buang air kecil, terkadang meriang,” kata Mulki.

Kebiasaan menahan pipis juga bisa membuat fungsi kontrol buang air kecil terganggu, yang bisa berujung pada mengompol.

Tak cuma itu, menahan buang air kecil bisa menyebabkan batu saluran kemih. Menurut Mulki, orang yang biasa menahan pipis biasanya mengurangi asupan cairan, penyebab meningkatnya risiko terjadinya batu saluran kencing.

Lantas, seberapa lama manusia dapat menahan buang air kecil?

“Jika memang sangat dibutuhkan, menahan buang air kecil bisa sampai tiga jam, tapi itu sangat tidak dianjurkan,” tutur Mulki.

Salah satu cara mengurangi risiko kebelet adalah menghindari asupan makanan dan minuman yang bisa meningkatkan produksi urine, di antaranya makanan dan minuman manis, teh atau kopi yang mengandung kafein, alkohol serta soda. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Stress Bisa Tingkatkan Risiko Kena Penyakit Jantung

Published

on

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

Femme.id, Jakarta – Stres bisa meningkatkan risiko seseorang terutama mereka di bawah usia 50 tahun terkena penyakit jantung, menurut sebuah studi dalam jurnal BMJ.

Seperti dilansir dari Indian Express, Minggu (21/4/2019), dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pasca-trauma dan lainnya.

Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres. Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun.

Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres.

Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum.

Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum.

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

“Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres,” kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di University of Iceland.

“Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi,” ujar dia. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Durasi Keramas Ideal agar Kepala Tidak Gatal

Published

on

Frekuensi keramas disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rambut orang. Begitupula, pemijatan lembut untuk menguatkan akar rambut.

Femme.id, Tangerang – Kegiatan keramas semestinya berlangsung tiga hingga lima menit agar tidak terdapat sisa partikel yang menyebabkan kulit kepala gatal, demikian disampaikan pakar perawatan kulit PT Paragon Technology & Innovation Meti Fatmawati di Tangerang, Senin (15/4/2019).

“Jika keramas terlalu lama, banyak partikel yang dapat mengendap di rambut. Jika partikel itu terlalu lama bertahan di rambut, justru rambut akan lepek.” kata Meti.

Meti juga menyarankan frekuensi keramas disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rambut orang. Begitupula, pemijatan lembut untuk menguatkan akar rambut.

Pembilasan rambut, lanjut Meti, perlu dipastikan secara menyeluruh agar busa sampo tidak tertinggal di rambut. Busa sampo menyebabkan rambut lepek dan kulit kepala terasa gatal.

“Selepas keramas, pembilasan harus sempurna. Jadi, penyebab rambut lepek atau kadang ada putih-putih itu berasal dari residu atau busa sampo yang belum dibilas. Sisa busa itu menumpuk dan menyebabkan gatal,” kata Meti.

“Kadang pakai sampo beberapa hari masih ada putih-putih. Itu belum tentu ketombe. Pembentukan ketombe enggak terjadi secara cepat. Jadi, pastikan busa ketika keramas tidak ada lagi di rambut,” ujarnya. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.