Connect with us

Health

Benarkah Jantung Berhenti Berdetak saat Bersin

Published

on

Jantung akan terus berdetak pada kecepatan normal selama bersin.

Femme.id, Jakarta – Konon, saat seseorang bersin maka jantungnya akan berhenti berdetak, oleh sebab itu beberapa orang diajarkan untuk mengucap “bless you” alias “Anda diberkati” setiap kali ada orang bersin untuk melindungi mereka dari kemungkinan meninggal dunia karena jantungnya berhenti berdetak.

Tapi benarkah jantung manusia berhenti berdetak saat bersin?

Bersin sebetulnya adalah semacam mekanisme pertahanan.

“Ini adalah perilaku naluriah yang dirancang untuk membersihkan hidung dari debu dan puing-puing,” kata Christopher Kelly, MD, ahli jantung dan penulis buku “Am I Dying?!: Panduan Lengkap untuk Gejala Anda dan Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya” dilansir Women’s Health, Jumat (1/2/2019).

Pada dasarnya, ketika bagian dalam hidung teriritasi, Anda akan secara refleks menutup mata, menarik napas dalam-dalam, dan otot-otot dada memaksa udara keluar dari paru-paru dengan kecepatan tinggi, meniup melalui hidung Anda dan membersihkan apa pun yang menurut tubuh Anda tidak seharusnya ada di sana.

Benjamin S. Bleier, MD, seorang ahli THT di Mass Eye and Ear di Boston, MA mengatakan mitos kalau jantung berhenti berdetak saat bersin, sebetulnya ada benarnya.

Posisi jantung sangat dekat dengan paru-paru. Saat seseorang mengambil napas dalam-dalam (yang Anda lakukan tepat sebelum bersin) dapat mengaktifkan saraf panjang yang disebut saraf vagus (saraf yang menjulur dari otak ke bagian usus besar), kata Dr. Bleier.

Salah satu fungsi saraf vagus adalah mengirimkan sinyal ke jantung untuk memperlambat kerja.

Itu sebabnya mengambil napas dalam-dalam dapat membantu memperlambat detak jantung dan bahkan bisa menenangkan saat seseorang sedang stres.

“Pada beberapa orang, napas dalam yang terjadi saat bersin dapat mengaktifkan saraf vagus sedemikian rupa sehingga jantung melambat sebentar atau bahkan berhenti berdetak,” kata Dr. Kelly.

Tetapi bagi kebanyakan orang “jantung akan terus berdetak pada kecepatan normal selama bersin, tanpa efek nyata.”

Tetapi bahkan jika jantung Anda berdetak kencang atau melambat sesaat, itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

“Jantung berdetak rata-rata sekitar 70 hingga 90 kali per menit,” kata Dr. Kelly. Masalah sebenarnya adalah ketika jantung benar-benar berhenti.

“Jika berhenti lebih dari empat atau lima detik, Anda akan pingsan. Lebih lama dari itu, dan seseorang lebih baik mulai melakukan CPR.”

Tetapi sekali lagi, itu tidak akan terjadi karena bersin. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health

Manfaat Makan Cokelat saat Valentine

Published

on

Mengonsumsi cokelat dapat menurunkan risiko penurunan ingatan bagi para orang tua.

Femme.id, Jakarta – Cokelat yang diidentikan dengan Hari Valentine memiliki sejumlah manfaat, salah satunya meningkatkan suasana hati, menurut sebuah studi.

Kandungan triptofan yang merupakan asam amino untuk membantu otak membuat serotonin – neurotransmitter pembuat rasa puas dan bahagia adalah kuncinya.

Selain itu, ada juga phenylethylalanine yang merupakan senyawa yang sama dengan yang diproduksi otak saat jatuh cinta, serta theobromine yang berperan membentuk perasaan bahagia.

Selain bermanfaat untuk menghibur hati, cokelat memiliki kebaikan untuk kesehatan otak. Berdasarkan penelitian oleh Harvard T.H. Chan Shool of Public Health, biji kakao mengandung Fitonutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan penyakit dan membantu tubuh bekerja lebih baik.

Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Journal of Alzheimer’s Disease menyebutkan bahwa mengonsumsi cokelat dapat menurunkan risiko penurunan ingatan bagi para orang tua.

Penyajian cokelat pun kian beragam, salah satunya dalam bentuk es krim berbagai bentuk misalnya mochi dan cookies, demikian siaran pers Aice yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (14/5/2019). (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Manfaat Cranberry bagi Kulit dan Rambut

Published

on

Vitamin yang terkandung dalam cranberry, khususnya vitamin C dapat mencegah rambut beruban sebelum waktunya dan menjaga kesehatannya.

Femme.id, Jakarta – Cranberry ternyata memiliki banyak manfaat untuk kulit dan rambut. Bahkan hampir semua produk kecantikan, kini mengandung sari buah berwarna merah tersebut.

Berikut ini adalah beberapa manfaat cranberry untuk kulit dan rambut, dikutip dari laman Boldsky, Kamis (14/2/2019).

Untuk kulit :

1. Mengobati jerawat dan bekasnya

Cranberry sangat membantu melawan jerawat dan bekasnya. Buah ini memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-jamur yang membantu menenangkan kulit dan menghilangkan bakteri penyebab jerawat. Cranberry mengandung vitamin C yang membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan membersihkan kulit.

Oleskan jus cranberry menggunakan kapas ke kulit yang berjerawat, tunggu 20 menit dan bilas dengan air.

2. Mengelupas kulit

Cranberry bersifat asam, hal tersebut berfungsi membersihkan sel-sel kulit mati. Buah ini juga dapat meresap jauh ke dalam kulit dan menghilangkan racun dari kulit serta membantu kulit untuk mengelupas.

3. Membuat kulit kencang

Cranberry kaya akan vitamin A dan C yang membantu meningkatkan produksi kolagen, protein yang berfungsi menjaga elastisitas kulit. Kolagen membuat kulit tetap kencang sehingga terlihat awet muda.

4. Agen anti-penuaan

Memiliki kandungan vitamin C, B3 dan B5, cranberry mampu membantu melawan penuaan dini. Antioksidan yang hadir di dalamnya membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas sehingga bisa mengurangi garis-garis halus dan kerutan pada wajah.

5. Membuat kulit bersinar

Cranberry mampu mempromosikan sel-sel kulit yang sehat dan melawan kerusakan akibat radikal bebas. Sel kulit mati dan radikal bebas akan membuat kulit terlihat kusam, di sinilah cranberry membantu mencerahkan kulit Anda dan membuatnya bersinar serta sehat.

Untuk rambut :

1. Membantu pertumbuhan rambut

Cranberry dapat membantu memfasilitasi pertumbuhan rambut. Buah ini memiliki vitamin A dan C yang dapat mendorong pertumbuhan rambut.

2. Mengobati ketombe

Bakteri dan kulit berminyak adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan ketombe. Cranberry dapat melawan kedua masalah ini. Sifat anti-bakterinya menjaga dan mengendalikan kelebihan minyak. Karena itu, cranberry bermanfaat untuk mengobati ketombe.

3. Melembabkan kulit kepala

Kulit kepala yang kering dapat menyebabkan gatal dan kerak. Cranberry memiliki kandungan air yang tinggi dan membantu menjaga kulit kepala tetap lembab dan terhidrasi.

4. Memperbaiki kerusakan rambut

Vitamin C yang terkandung dalam cranberry adalah antioksidan yang dapat memperbaiki folikel rambut yang rusak. Dengan demikian hal ini berfungsi untuk memperbaiki rambut yang rusak dan membuat sehat serta kuat.

5. Mencegah rambut beruban

Vitamin yang terkandung dalam cranberry, khususnya vitamin C dapat mencegah rambut beruban sebelum waktunya dan menjaga kesehatannya. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Health

Kisah Penyintas Kanker Serviks, Berawal dari Keputihan

Published

on

Kanker serviks bisa diawali gejala berupa keputihan (kanker menimbulkan lendir).

Femme.id, Jakarta – Awalnya Untung Endang Suryani (52) hanya mengalami keputihan selama beberapa hari. Dia pikir itu tanda normal menjelang menopause.

Tanpa bertanya pada pihak medis, Endang memutuskan minum obat-obatan herbal atas rekomendasi teman-temannya yang pernah merasakan hal serupa.

“Dua bulan minum tetapi tetap keputihan. Menstruasi tiga hari. Lalu dua bulan kemudian enggak menstruasi. Saya pikir menopause. Jamunya habis bikin sendiri. Saya juga minum obat herbal dari semua harga,” ujar dia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Suatu waktu, dia kembali menstruasi namun disertai pendarahan hebat. Endang lalu memutuskan berkonsultasi dengan dokter dan ternyata pada Mei 2017 dia didiagnosa kanker serviks. Kadar hemoglobinnya juga rendah, hanya 2,6.

“Di biopsi, lalu di USG. Kanker sudah seperempat serviks,” kata dia.

Untuk mengatasi pendarahan, dokter menyarankan Endang menggunakan tampon. Bukan tampon biasa, melainkan yang terbuat dari kain kasa yang digulung lalu ditaruh di dalam vagina. Dia harus memakai tampon yang diganti setiap hari selama 10 hari.

Endang mengaku merasakan sakit luar biasa begitu tampon terpasang. Namun dia tak memiliki pilihan lain.

“Dipasang tampon pakai gulungan kain kasa ditaruh di vagina untuk hentikan pendarahan. Sakit sekali. Keluar darah sebesar batu bata. Waktu itu pakai tiga gulung kain kasa,” tutur dia.

Pendarahan tak kunjung berhenti. Akhirnya, dokter menyarankan radiasi sembari menjalani kemoterapi. Saat menjalani radiasi, Endang mengalami rasa sakit sekaligus panas pada bagian perutnya.

Dia tak menampik terkadang mengalami kesulitan menahan efek radiasi dan kemoterapi. Namun, Endang bertekad melanjutkan pengobatan hingga tak ada lagi sel kanker menggerogoti tubuhnya.

Untuk membantu tetap semangat melawan kanker, Endang bergabung dengan komunitas Cancer Information and Support Center (CISC). Di sana, dia bisa berbagi duka sekaligus menghimpun semangat dari para anggota komunitas.

Kini, Endang bisa lega karena telah selesai menjalani pengobatan kanker serviks dan tak lagi menyandang status pasien, namun penyintas.

Berkaca dari kasus Endang, Prof. Dr. Andrijono SpOG(K) dari Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) menyarankan kaum hawa yang mengalami keputihan tak kunjung sembuh setelah pengobatan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mengetahui penyebabnya dan bisa segera mendapatkan penanganan medis.

“Kalau keputihan, diobati lalu muncul lagi, segera periksakan diri agar tahu apa penyebabnya. Bisa karena kuman atau apa. Pengobatan tergantung hasil pemeriksaan,” tutur dia.

Kanker serviks bisa diawali gejala berupa keputihan (kanker menimbulkan lendir). Namun, biasanya ini baru muncul saat kanker sudah memasuki stadium dua atau lebih. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.