Connect with us

Fashion

Eco Fashion Week Canangkan Gerakan “Save The Loom”

Published

on

Eco Fashion Week Indonesia mempunyai target untuk memberikan pelatihan kepada 2.000 penenun dalam tiga tahun kedepan.

Femme.id, Jakarta – Eco Fashion Week Indonesia 2018 membuat sebuah gerakan “Save The Loom” untuk menyelamatkan para penenun Indonesia.

Eco Fashion Week Indonesia 2018 mengangkat tema “Rethinking the Fashion System” sebagai bentuk tantangan untuk mengubah pola produksi dan konsumsi industri fashion dengan memperhatikan nilai etika, keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Konsep ini tidak semata tertuju kepada bagaimana menghasilkan produk fashion, namun juga kepada kesejahteraan pekerja dan kondisi lingkungan hidup.

Oleh karena itu, “Save The Loom” lahir dari pemikiran bahwa penenun adalah ujung tombak dalam menghasilkan kain cantik yang bernilai seni tinggi.

“Save The Loom” adalah gerakan aksi nyata di akar rumput yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan penenun, khususnya mereka yang tinggal di daerah miskin, dengan meningkatkan penggunaan bahan baku yang berasal dari kekayaan alam terbarukan, demikian keterangan yang diterima, Senin (3/12/2018).

Di Indonesia sendiri, pekerjaan penenun dianggap kurang bergengsi. Sementara itu, sebagian besar penenun tinggal di daerah miskin dan masih membutuhkan dukungan.

Gerakan ini akan membuktikan bahwa Sustainable Development Goals bukan sekadar wacana. Kampanye yang sederhana ini dapat menyadarkan masyarakat umum bahwa sehelai kain tenun dapat berperan sebagai pengendali perubahan iklim.

“Save The Loom” dirasa sangat mendesak, mengingat kejadian bencana alam yang terjadi secara berurutan mulai dari Lombok, serta Donggala dan Palu. Karena peristiwa tersebut, banyak penenun yang kehilangan pekerjaan, dan berapa keluarga yang tidak bisa melanjutkan kegiatan belajar untuk anak-anaknya.

Eco Fashion Week Indonesia mempunyai target untuk memberikan pelatihan kepada 2.000 penenun dalam tiga tahun kedepan. Pada tahun pertama, kegiatan akan difokuskan kepada upaya “Save The Loom”.

Pada tahun kedua, upaya pelatihan penenun akan ditingkatkan dengan dengan memasukkan komponen Land and Ocean Conservation. Sedangkan pada tahun ketiga meningkatkan materi Education It is beyond fashion. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fashion

Lima Kiat Memilih Sepatu Bot

Published

on

Bot adalah sepatu yang bisa digunakan untuk kegiatan di dalam dan di luar ruangan.

Femme.id, Jakarta – Sepatu bot, yang disebut jadi tren tahun ini, bisa jadi pilihan gaya baru untuk penampilan Anda pada 2019.

Bot adalah sepatu yang bisa dipadupadankan dengan berbagai gaya pakaian, baik kasual maupun formal.

Tertarik untuk menambah bot ke dalam koleksi sepatu di rumah? Berikut lima kiat memilih sepatu bot seperti dikutip dari keterangan resmi Timberland, Rabu (9/1/2019).

1. Ukuran yang tepat

Ukurlah panjang, lebar, dan lengkungan kedua kaki karena ukuran kanan dan kiri tidak selalu identik. Selain itu, sebaiknya Anda mencoba dan membeli sepatu pada sore atau malam hari karena setelah beraktivitas seharian, ukuran kaki akan sedikit membesar. Terakhir, gunakan kaus kaki saat mencoba bot untuk memastikan sepatu tetap nyaman walaupun dilapisi kaus kaki tebal.

2. Sol yang nyaman

Sol adalah bagian dalam sepatu yang menyentuh telapak kaki. Sol yang bagus menyangga setiap bagian dari kaki namun tetap fleksibel mengikuti gerakan kaki.

Saat mencoba sepasang bot, berjalanlah di sekitar toko agar bisa merasakan seberapa nyaman kaki saat bergerak.

Selain berjalan, berdirilah di ujung jari kaki untuk mengetahui apakah jari-jari kaki mempunyai cukup ruang untuk merenggang keluar atau malah terbentur di ujung dan atas sepatu.

Kemudian, naikkan tumit seakan mau naik tangga untuk mengetes apakah tumitmu bergeser-geser di dalam sepatu. Bot yang bagus akan mencengkeram tumit dengan pas agar bisa berjalan dengan nyaman.

3. Tes kelenturan

Anda juga harus mengetes kelenturan bagian luar dan atas bot karena karena ini akan mempengaruhi kenyamanan. Tes bisa dilakukan dalam empat cara, yaitu menekuk toebox alias bagian depan sepatu dimana jari-jari berada, ke atas.

Bot harus cukup fleksibel untuk menekuk sedikit, tapi tidak sampai setengah sepatu.

Periksa juga apakah ada penyangga untuk bagian lengkungan kaki dan selalu pilih bot yang mempunyai hak yang lebar dan tebal karena ini akan membantu menjaga keseimbangan.

4. Bagian luar tahan air

Bot adalah sepatu yang bisa digunakan untuk kegiatan di dalam dan di luar ruangan. Kalau Anda banyak beraktivitas di luar ruangan, pastikan pilih bot yang bagian luarnya tahan air.

Bahan tahan air ini akan memungkinkan Anda untuk menggunakan bot dalam cuaca apa pun, baik saat cerah atau hujan. Keliman sepatu juga harus rapat untuk semakin melindungi kaki dari basah dan lembap.

5. Terbuat dari kulit atau sintetis

Bot umumnya terbuat dari kulit, seperti full-grain atau nubuck, atau bahan sintetis, termasuk bahan berteknologi tinggi seperti Cordura yang tahan dari goresan.

Bahan kulit lama-lama akan menyesuaikan dengan kaki tapi perawatannya harus lebih seksama supaya tidak kering dan pecah. Sementara itu, bahan sintetis lebih mudah dirawat tapi tidak akan seelegan sepatu bot klasik. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Bot Jadi Tren Sepatu Tahun 2019

Published

on

Sepatu bot diyakini dapat menjadi hits di dunia fesyen pada tahun 2019.

Femme.id, Jakarta – Sepatu bot kembali hits di dunia fesyen pada tahun 2019. Ini terbukti dengan beberapa selebriti ternama mengenakannya kembali, sebut saja aktris Amerika Jennifer Connolly, desainer Inggris Alexa Chung, dan masih banyak model lainnya.

“Bentuk alas kaki ini kerap dipadukan dengan celana atau rok lebar, gaun terusan yang melebar bagian bawahnya (swinging frocks),” ujar Alexander Rademacher, direktur fesyen di pameran dagang Gallery Shoes di Dusseldorf, seperti dikutip dpa, Seni (7/1/2019).

Namun bagi siapa saja yang belum siap tampil dengan gaya ini, sepatu bot kaus kaki—telah menjadi sorotan sejak tahun 2018—akan tetap menjadi tren. Gaya ini termasuk sepatu bot semata kaki hingga di atas lutut (angkle-high boots) dengan hak yang tinggi.

“Jika Anda akan mengikuti tren ini, Anda harus memastikan bahwa Anda mendapatkan alas kaki yang berkualitas. Bahannya harus nyaman dan tidak cepat aus,” kata ahli alas kaki Claudia Schulz.

Sementara itu, sepatu bot berkerut (slouch boots) tengah populer saat ini, menurut para ahli. Slouch boots memiliki bagian atas yang panjang dan cukup lembut “jatuh” pada betis dalam lipatan.

“Ada banyak jenis sepatu bot berkerut. Kadang terdapat banyak lipatan di bagian atas, kadang lebih sedikit. Kadang sepatu tersebut tingginya hingga pergelangan kaki, kadang hampir setinggi lutut. Yang terpenting adalah bagian atas “kerutan” ke bawah lipatan,” jelas ahli sepatu sekaligus pewarta fesyen Simone Reiner.

Hak yang pendek dan sedikit melengkung (kitten heels) memberikan alternatif untuk sepatu dengan hak tinggi, yang suatu saat pasti tidak akan nyaman dipakai. Kitten heels biasanya memiliki hak antara tiga dan lima sentimeter.

“Tapi ada juga contoh dengan hak tinggi yang lebih lebar dan bagian bawahnya rata (block heels). Mereka bisa terlihat sangat berkelas ketika terbuat dari kulit dan warna yang sama dengan bagian sepatu yang lain,” kata Reiner.

Ia mengatakan,”hitam tetap menjadi warna sepatu klasik. Tapi selain itu ada warna yang lebih lembut, lebih lembut seperti merah anggur (bordeaux), coklat muda (khaki), coklat natural (cognac) atau kuning mustard yang sedang populer saat ini.”

Sepanjang dipadukan dengan warna tua seperti Bordeaux, merah cerah juga menjadi tren, terutama saat menjadi sepatu yang terlihat sporty.

“Biru tua dan biru laut merupakan dua warna yang digunakan oleh perempuan yang sadar fesyen—dan jangan lupa ungu terang juga dapat menjadi pilihan warna,” kata Schulz. (ang)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Tren Fesyen Muslimah Tahun Depan

Published

on

Founder Hijab Influencers Network, Roswitha Jassin.

Femme.id, Depok – Tren hijrah ternyata memengaruhi pula gaya fesyen muslimah di tahun depan, menurut Founder Hijab Influencers Network Roswitha Jassin.

Roswitha mengatakan bahwa tren hijab yang beberapa tahun lalu itu lebih rumit seperti gaya memelintir, misalnya, kini lebih simpel.

“Hijab segi empat sekarang itu dilipat menjadi segitiga. Kemudian, dipakaikan dikepala dengan cukup dijepit dengan penti atau bros. Dan sisa dari hijab tersebut diarahkan ke samping,” ujarnya saat ditemui dalam acara pembukaaan Centro Dept. Store Pesona Square Depok di Depok, Kamis (20/12/2018).

Selain itu, lanjutnya, hijab yang digunakan itu lebih panjang atau syar’i yang menutupi hingga bagian dada. Bahkan, juga menutupi hingga bagian belakang tubuh.

“Pakaian pun juga semakin longgar dengan tren warna soft seperti biru muda, tosca, baby pink, juga warna-warna earth tone, yakni coklat muda, coklat tua, dan hijau. Printing pattern pun kini juga banyak digemari karena memiliki keunikan tersendiri,” ungkap Roswitha.

Untuk acara formal, sambungnya, fesyen muslimah itu ada sentuhan aplikasi payet atau tambahan ruffles. (ang)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.