Connect with us

Fashion

Nur Asia Uno Dinobatkan The Most Inspiring Muslimah 2018

Published

on

Nur Asia Uno dinobatkan sebagai The Most Inspiring Muslimah, di Jakarta Halal Things 2018, di Senayan City, Jakarta (30/11/2018). 

Femme.id, Jakarta – Media Muslimah, Scarf Media menobatkan istri Cawapres Sandiaga Uno, yakni Nur Asia Uno sebagai The Most Inspiring Muslimah. “Alhamdulillah sekali, saya juga tidak menyangka kalau saya dinobatkan sebagai The Most Inspiring Muslimah”, ungkap Nur Asia Unodi Jakarta Halal Things 2018, di Senayan City, Jakarta (30/11/2018). 

Menurut Nur Asia Uno, melakukan kegiatan sosial sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Hal tersebut merupakan cara dalam mencari ridho Allah SWT. Dirinya juga berharap bukan hanya sahabat-sahabatnya yang terinspirasi tetapi juga bagi seluruh muslimah di Indonesia. Dirinya juga menyambut baik dengan hadirnya Jakarta Halal Things 2018, “Acara ini sekaligus memberikan jawaban bagi para pelaku industri halal karena turut berpartisipasi dalam membuka lapangan pekerjaan yang baru”, lanjutnya. 

BACA JUGA : Lagi-Lagi! Bawaslu Putuskan Prabowo-Sandi Tak Langgar Aturan Kampanye

Temi Sumarlin, CEO Scarf Media mengatakan Nur Asia Uno masuk dalam the most inspiring muslimah karena banyak kegiatan sosial yang dilakukan, bukan hanya saat menjadi istri wakil gubernur saja tetapi hingga saat ini mampu membagi waktu antara keluarga, rumah, hingga politik. 

Scarf Media ingin agar Industri halal semakin meluas di Indonesia, untuk mengakomdir pengusaha baru dibidang makanan, fashion, dan lainnya yang mengandung unsur halal. Serta Jakarta Halal Things dibuat untuk seluruh muslimah jakarta untuk dapat bertukar informasi, serta turut membantu membuka lapangan kerja bagi pengusaha baru dan mengembangkan industri halal di Indonesia. (tim)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fashion

Rok Mini Jadi Tren Lagi

Published

on

Rok mini mungkin dianggap lebih sebagai tren anak muda, tetapi ada tanda-tanda bahwa rok tersebut diminati oleh segala usia.

Femme.id, Jakarta – Setelah rok midi dan maxi (panjang) mendominasi pasar fesyen selama bermusim-musim, kini giliran rok mini yang menjadi tren

Seperti dikutip dari Guardian, Senin (22/4/2019), retailer online Asos musim ini menyediakan 165 pilihan rok mini, sedangkan Topshop dilaporkan mendapat kenaikan hingga 106 persen untuk pencarian item tersebut.

Topshop pun akhirnya memendekkan keliman salah satu rok yang menjadi gaya paling populer miliknya

“Kami mengharapkan rok mini versi terlaris kami menjadi favorit musim ini,” kata Anthony Cuthbertson, direktur desain global di Topshop.

Transisi midi-ke-mini juga merambah ke atas catwalk. Burberry memamerkan rok mini bermotif sapi, lengkap dengan sanggurdi, di atas catwalk dalam koleksi SS19-nya, sementara Chanel menampilkan rok sebagai bagian dari set terkoordinasi yang bertuliskan nama labelnya.

Tren fesyen ini kembali menjadi pusat perhatian, sebagian karena pameran V&A tentang Mary Quant, yang dibuka bulan ini di London. Perancang era 1960-an itu yang akhirnya mempopulerkan rok mini.

“Ada sesuatu yang secara inheren optimis saat mengenakan rok mini, yang mungkin menjelaskan mengapa rok mini kembali jadi tren,” kata Ellie Pithers, editor fitur mode di British Vogue.

“Rok mini memberikan kesan semangat muda, namun bukan berarti Anda tidak bisa memakainya jika Anda sudah berumur, Anda hanya perlu percaya diri untuk memakainya,” ujarnya.

Rok mini mungkin dianggap lebih sebagai tren anak muda, tetapi ada tanda-tanda bahwa rok tersebut diminati oleh segala usia.

Emma Bunton, 43, penyanyi Spice Girls, baru-baru ini mengenakan mini kulit hitam sambil mempromosikan album barunya dan Gwen Stefani, 49, keluar mengenakan denim dengan celana ketat jala ikan di Los Angeles.

Jauh dari sirkuit selebriti, anggota parlemen Konservatif Andrea Leadsom, 55, telah mengenakan rok kulit hitam di atas lutut, dan pembawa acara TV Caroline Flack, 39, memilih satu dengan denim, dipasangkan dengan sepatu bot hitam.

Rok mini melawan gravitasi industri fesyen baru-baru ini yang justru mengarah ke “modest” fesyen yang lebih menyukai bentuk hemline panjang dan bentuk yang lebih longgar, demikian seperti dilansir Guardian. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Pesona Betawi di “Milan Design Week”

Published

on

Partisipasi DKI Jakarta di Milan Design Week merupakan dukungan Pemprov DKI terhadap industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional.

Femme.id, London – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menampilkan karya kreatif dari para seniman dan perancang Indonesia di pameran Superdesign Show dalam “Milan Design Week”, pekan pameran berbagai jenis karya dan rancangan terkemuka di dunia, di kota Milan, Italia dari 7-14 April mendatang.

Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Roma, Veronika Vonny Handayani di London, Kamis (11/4/2019) mengatakan, pameran berjudul Essential Jakarta menghadirkan berbagai jenis karya rancangan kontemporer berupa busana, furnitur, tarian dipadukan dengan video mapping, dan videografi dikurasi ICAD, dengan kurator Diana Nazir dan Itjuk.

Ragam karya ini mengambil inspirasi dari delapan ikon Betawi, seperti Ondel-ondel, Kembang Kelapa, Gigi Balang, Baju Sadariah dan Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor dan Bir Pletok. Menempati lahan seluas 175m2, stand Jakarta dirancang menyerupai bentuk Kembang Goyang, kue khas dari Betawi.

Selain tampilan karya, ada pula pertunjukan tarian tradisional dan suguhan makanan kecil maupun kue dan kudapan tradisional yang menarik perhatian pengunjung.

Furnitur karya Junianto berupa kursi kayu dengan jalinan rotan berbentuk lengkungan asimetris, diberi nama “Ciliwung Chair” mengambil tema sungai Ciliwung. Bagi Junanto, kursi Betawi menceritakan sejarah dan proses evolusi desain sejak jaman kolonial.

Sementara itu, Eldwin Pradipta membuat instalasi karya berupa topeng Betawi yang dipadukan dengan teknik video mapping sebagai latar belakang dari tarian Betawi, yang menjadikan seni pertunjukan lebih hidup untuk memberikan ilustrasi keragaman dan proses akulturasi masyarakat Betawi.

Ada pula busana tradisional karya Felicia Budi yang memadukan warisan budaya dengan modernitas kaum urban dalam karya Kebaya Kerancang bagi perempuan dan Baju Sadariah bagi kaum pria.

Para pengunjung yang terdiri dari undangan khusus, komunitas desain, media maupun masyarakat umum banyak yang menyukai karya yang ditampilkan di stand Indonesia. Gisella Borioli, Direktur dari Superstudio mengatakan, paviliun Indonesia sangat menarik dan berwarna dengan pemanfaatan lahan yang sangat baik.

“Saya memiliki impresi yang kuat dan positif dengan apa yang ditampilkan Indonesia, yaitu budaya tradisionalnya yg dikemas dalam tampilan kontemporer,” ujar Gisella.

Mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sherly Yuliana, menjelaskan, partisipasi DKI Jakarta di Milan Design Week merupakan dukungan Pemprov DKI terhadap industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional serta mempromosikannya ke kancah internasional.

“Ini adalah untuk pertama kalinya Jakarta melakukan promosi industri kreatif sekaligus budaya ke Eropa,” ujarnya.

Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles Hutapea saat menghadiri pembukaan pameran mengatakan, partisipasi Indonesia di Superdesign Show di Milan kali ini merupakan wujud penguatan kerja sama khususnya di sektor ekonomi kreatif, sesuai dengan tema Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia tahun 2019, yang mendorong kerja sama ekonomi kreatif dan UKM.

Para seniman yang berpartisipasi dari Indonesia adalah Aloysius Baskara Junianto, Ayang Kalake, Danton Sihombing, Du’Anyam, Eldwin Pradipta, Felicia Budi, Natureline, Pala Nusantara, Savira Lavinia, Studio Dapur dan Tommy Ambiyo.

Sementara tim ICAD terdiri dari kurator Diana Nazir dan Itjuk, Andika Frestian selaku Direktur Artistik dan Amanda Ariawan. Milan Design Week adalah pekan pameran desain terkemuka yang melibatkan komunitas kreatif dari seluruh dunia.

Sepanjang pekan, berbagai pameran digelar di kota Milan, salah satunya Superdesign Show bertempat di kompleks Superstudio Piu, Via Tortona. (zey)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Fashion

Survei Ungkap Hunian dengan Konsep Berbagi Ruang Makin Digemari

Published

on

Konsep ini menawarakan solusi yang murah dan lebih terjangkau bagi milenial yang ingin memiliki hunian sendiri.

Femme.id, Jakarta – Jones Lang LaSalle (JLL), perusahaan riset dan manajemen properti global dalam survei terbarunya mengungkapkan hunian dengan konsep berbagi ruang (co living) kini semakin digemari khususnya bagi keluarga muda (generasi milenial) di kota besar seperti Jakarta.

Survei juga memperlihatkan banyak pengembang di negara maju seperti Cina, Hong Kong, dan Singapura memanfaatkan tren ini dengan membangun ruang coliving dengan kamar tidur dan kamar mandi pribadi kecil, tetapi ruang bersama yang besar berikut fasilitas umum.

“Konsep ini ternyata digemari dan menjadi tren hunian baru,” kata Chief Operating Officer dan Head of Alternative Capital Markets JLL Asia Pacific, Rohit Hemmani dalam keterangannya, Selasa (9/4/2019).

Laporan terbaru menyebutkan, cepatnya proses urbanisasi telah mengubah cara mencari hunian dan tempat tinggal. Penerimaan masyarakat terhadap prinsip ekonomi saling berbagai (shared economy) memunculkannya sebagai hunian alternatif.

“Kami melihat makin intensifnya permintaan terhadap alternative pilihan hunian yang terjangkau di seluruh kota-kota Asia Pasifik,” kata Rohit.

Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkpkan jumlah penduduk usia kerja atau di atas 15 tahun per Agustus 2018 sebanyak 194,7 juta jiwa. Dari angka tersebut sebanyak 124 juta jiwa sudah bekerja atau mampu menyewa dan membeli hunian, sementara sejumlah 16,5 juta masih sekolah.

Jumlah ini jelas lebih banyak dari negara mana pun di Asia Tenggara. Karena itu, tak mengherankan jika proyek-proyek transportasi massal yang akan datang juga menjanjikan peluang bagi para pemilik properti untuk mengembangkan co-living.

Sedangkan praktisi dibidang properti, Peony Tang mengatakan, konsep ekonomi berbagi telah mengubah dan membongkar tatanan dunia. Mulai dari layanan transportasi, ruang kerja hingga hiburan online, telah mengubah gaya hidup masyarakat modern di era ini.

“Konsep coliving atau berbagi ruang hidup semakin popular di kalangan milenial. Ada dua hal yang membuat konsep ini menjadi popular: keterjangkauan dan komunitas,” ujar direksi dari proyek South City yang berlokasi di Selatan Jakarta.

Milenial dengan dana yang terbatas dan ingin menabung akan sangat tertolong dengan konsep coliving. Konsep ini menawarakan solusi yang murah dan lebih terjangkau bagi milenial yang ingin memiliki hunian sendiri, ujarnya.

Keterasingan sosial akibat menjamurnya media sosial dan teknologi juga membuat hidup di komunitas besar dengan kamar tidur pribadi dan berbagi ruang bersama menjadi menarik.

“Co-living pada dasarnya adalah pandangan baru terhadap ide lama, yang dibayangkan oleh generasi milenial yang menghargai hal-hal seperti keterbukaan dan kolaborasi, jejaringsosial, dan ekonomi berbagi,” kata Peony.

Dewasa ini, jelas Peony, tren coliving juga meluas pengertiannya, bukan hanya berbagi ruang dan fasilitas, tetapi juga berbagi minat, keterampilan, sumber daya, nilai, dan impian mereka dengan orang-orang inspirasional lainnya.

Peony sendiri mengadopsi konsep co-living untuk apartemen yang dibangun di South City seiring dengan banyaknya generasi miienial yang berkerja di Jakarta untuk mencari hunian dengan harga yang terjangkau. (gan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.