Connect with us

True Story

DPR Didesak Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Published

on

Provinsi Bengkulu mendesak DPR RI menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Femme.id, Bengkulu – Pusat Pendidikan untuk Anak dan Perempuan (Yayasan Pupa) Provinsi Bengkulu mendesak DPR RI menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi UU guna melindungi hak-hak perempuan dan anak.

“Tren kekerasan seksual yang terus bertambah sehingga perlu ada payung hukum berupa UU Penghapusan Kekerasan Seksual. Apalagi, sejak awal tahun 2018 hingga sekarang telah terjadi 113 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Direktur Yayasan Pupa Susi Handayani saat menggelar jumpa pers di Bengkulu, Minggu (25/11/2018).

Yayasan Pupa mendorong DPR RI mempercepat pembahasan dan pengesahan RUU Pengahapusan Kekerasan Seksual untuk memutus mata rantai kekerasan seksual dan memulihkan psikologis korban.

Berdasarkan catatan Yayasan Pupa, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah itu tertinggi adalah kasus perkosaan dengan jumlah 25,6 persen.

Selanjutnya, kasus pencabulan 22 persen, ketiga penganiayaan 22 persen, dan keempat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 18,6 persen, serta kasus lainnya.

Ia menyebutkan tiga pelaku kekerasan di Bengkulu paling banyak terjadi melalui relasi pertemanan yang mencapai 24 persen, lalu disusul suami 15,97 persen, dan tetangga 14,58 persen.

Berdasarkan data tersebut, pelaku bisa dari orang yang tidak dikenal maupun orang yang baru dikenal oleh korban. Hal ini merupakan temuan dari berkembangnya kasus kekerasan yang tahun sebelumnya paling banyak merupakan keluarga inti korban.

Kasus kekerasan seksual kian diperparah dengan perspektif masyarakat yang tidak melindungi korban, bahkan cenderung menyalahkan korban.

Menurut Susi, stigmatisasi masyarakat yang masih menyalahkan kondisi korban menjadi alasan banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum tertangani secara optimal.

“Selain pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, penting juga untuk membangun mekanisme perlindungan berbasis komunitas dan sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi mengenai regulasi pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat rukun tetangga (RT) untuk mengoptimalkan payung hukum.

“Saya telah berdiskusi tentang upaya membentuk satgas perlindungan anak sampai tingkat RT dengan inisiatif dan swadaya masyarakat. Kalau ini sudah ada, akan lebih sistematis dan produktif dalam melakukan kampanye perlindungan terhadap perempuan dan anak,” katanya. (nur)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

True Story

BJ Habibie Wafat, Kemendikbud Sebut Film Habibie Fenomenal

Published

on

Mantan Presiden RI ke-3, Alm. B.J. Habibie.

Femme.id, Jakarta – Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Maman Wijaya mengatakan film yang diangkat dari biografi Presiden ketiga Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie fenomenal.

“Film-film beliau fenomenal dan banyak yang menyukainya,” ujar Maman di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Dua film diangkat dari biografi BJ Habibie yakni Habibie & Ainun dan Rudy Habibie meraih penonton di atas dua juta penonton selama masa penayangannya. Habibie & Ainun ditonton 4,58 juta penonton, sedangkan Rudy Habibie sebanyak 2,01 juta penonton.

Film tersebut diangkat dari memoar Habibie, mengenai kisah hidupnya bersama istri tercinta Ainun Habibie dalam buku Habibie dan Ainun.

“Dunia perfilman telah kehilangan putra terbaik bangsa, seorang teknokrat dan negarawan yang memiliki kepedulian nyata terhadap perfilman nasional, yang telah secara konkret turut memajukan film Indonesia,” terang dia.

BJ Habibie meninggal akibat gangguan pada jantung pada Rabu pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September dan ditangani 44 tim dokter dipimpin oleh tim dokter kepresidenan.

Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Selain pernah menjadi presiden, Habibie juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden, dan Menteri Riset dan Teknologi. Habibie juga mempelopori lahirnya industri penerbangan di Tanah Air. (dri)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

True Story

Pramugari Dipecat karena Emoh “Digini-gini” Bos, Hotman Paris Sentil Menhub

Published

on

Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., LL.M., M.Hum, adalah seorang Pengacara Indonesia.

Femme.id, Jakarta – Pengacara Hotman Paris Hutapea menyentil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi lewat pesan video di akun jejaring sosial Instagram miliknya, @hotmanparisofficial.

Dalam video yang diunggah pada Sabtu (27/7/2019), pengacara flamboyan itu mengaku mendapatkan aduan dari pramugari saat berada di Bali.

Kata Hotman Paris, pramugari tersebut mengatakan ada temannya yang mendapatkan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dari oknum pimpinan di sebuah maskapai penerbangan tempat dirinya bekerja.

Disampaikan Hotman Paris, ancaman tersebut dilayangkan gara-gara sang pramugari enggan diajak oknum pimpinannya melakukan hubungan badan.

“Halo saya lagi ngopi di Pantai Kuta Bali. Saat aku lagi ngopi, ada dua lagi pramugari yang ngadu karena temannya terima surat PHK, karena tidak mau terima ajakan bosnya gini-gini (berhubungan badan–RED),” ujar Hotman Paris dalam video itu.

Bukan cuma itu, Hotman Paris juga mengaku, sekira dua pekan lalu sejak video tersebut diunggah, ada pramugari yang mengadu ke dirinya. Soalnya pun sama. Pramugari itu tidak dibawa terbang karena enggan diajak ‘berhubungan’.

“Dua minggu lalu, ada juga dua pramugari yang ngadu ke saya karena sudah berbulan-bulan standby nggak dikasih terbang karena bosnya melalui kapten kapal disuruh harus gini-gini sama pimpinannya,” ujar Hotman yang mengenakan kemeja biru dan topi ‘buaya darat’ di video itu.

Melihat banyaknya korban, Hotman Paris juga menyentil Menhub Budi Karya Sumadi. Dia juga mengajak pemerintah melalui menhub untuk memberantas oknum tersebut.

“Menteri perhubungan come on, ini udah banyak korban. Masa kita biarkan putri-putri yang cantik begitu harus menjadi… ah udah deh. Enak banget itu oknum, dapat jabatan, dapat cewek cantik. Ayo kita berantas dia, turunkan dia, okey. Salam Hotman Paris,” ujar Hotman Paris, seperti dikutip Suara.com. (*)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

True Story

Miris, Anak Usir Ibu Kandung Demi Membela Istri yang Berbohong

Published

on

Hubungan ibu dan anak terkadang rumit. sebagai orang tua, Ibu terbiasa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.

Femme.id, Jakarta – Kasih sayang seorang ibu terhadap anak-anaknya adalah sepanjang hayat. Sebaliknya, kasih sayang anak-anak terhadap ibu hanya sepanjang tidak merepotkan.

Dalam sebuah video yang viral baru-baru ini, seorang wanita paruh baya di Malaysia menangis tersedu-sedu di dalam sebuah mobil.

Wanita yang tidak diketahui identitasnya itu menceritakan betapa anak laki-laki dan istrinya bersikap durhaka terhadapnya.

Dia mengatakan anak laki-laki dan menantunya telah mengusirnya hanya karena masalah popok cucunya. Padahal permintaannya itu demi kebaikan cucunya alias darah daging dari anak laki-laki dan menantunya sendiri.

Video berdurasi enam menit tersebut menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Facebook, Tik Tok Viral.

Berawal Dari Pertengkaran Dengan Menantu

Semuanya berawal dari pertengkaran wanita itu dengan menantunya yang kabarnya berasal dari Indonesia.

Wanita itu mengatakan dia menyuruh menantunya untuk segera membuang popok cucunya yang sudah penuh.

Dia beralasan popok yang penuh bisa menyebabkan masalah kesehatan kepada cucunya jika tidak segera dibuang.

Bukannya menuruti permintaan wanita itu. Menantunya itu malah marah-marah sambil berteriak, ” Kotoran Ibu lebih bau!”

Menantunya bahkan terus mengomel dan mulai melakukan penganiayaan terhadap ibu mertuanya sendiri.

Wanita malang itu bahkan ditendang, dan bajunya ditarik-tarik hingga terlepas.

Perlakuan Makin Tambah Parah

Saat insiden penganiayaan tersebut, tidak ada orang di rumah. Tapi saat putranya pulang, muncul harapan baginya untuk melaporkan kelakuan menantunya.

Tapi apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Menantunya lebih cepat melaporkan apa yang terjadi di rumah saat itu.

Bagaikan di sinetron, menantunya itu memutarbalikkan fakta. Dia bilang ibu mertuanya telah memperlakukan dirinya dengan buruk.

Sayangnya, anak laki-lakinya lebih percaya istri daripada ibu kandungnya sendiri. Anak laki-lakinya justru marah kepada ibunya.

Begitu marahnya sampai dia tega mengusir ibu kandungnya sendiri dari rumah tersebut.

Tak Menyangka dengan Kelakuan Anak Sendiri

Dalam video, wanita itu mengungkapkan kekecewaannya yang sangat dalam. Dia tidak menyangka dengan kelakuan anaknya sendiri.

Anaknya lebih percaya kepada istri daripada ibunya sendiri. Parahnya lagi, anaknya malah mengusirnya dari rumahnya sendiri.

Wanita itu juga bercerita hidup bersama anak dan menantunya penuh dengan penderitaan.

Ketika sakit, wanita itu mengaku harus mengurus dirinya sendiri, termasuk masak bubur sendiri.

Wanita itu menambahkan bahwa dia hanya makan bubur dengan kecap di kamarnya sendirian.

Mengancam Ibunya Sendiri

Wanita itu mengaku anaknya lebih membela istri daripada dirinya ketika menantunya itu berbuat salah.

Anaknya bahkan menebar ancaman jika ibunya berani menyakiti istrinya.

“Jika Ibu memukulnya, maka aku tak segan-segan membalasnya,” kata sang anak mengancam ibunya.

Nampaknya wanita itu mengalami lebam dan lecet akibat penganiayaan menantunya.

Orang yang merekam video kemungkinan adalah teman wanita itu. Dia yang membawa wanita itu ke klinik untuk berobat.

Baru diunggah 24 jam, video tersebut langsung viral setelah dibagikan lebih dari 23.000 kali. Demikian, seperti dikutip Islamidia.com (*)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.