Connect with us

SUMATERA BARAT

Menikmati Seduhan Kopi Arabika Solok

Published

on

Beberapa kopi jenis arabika yang sering ia nikmati diantaranya adalah Solok Rajo, Gayo, Toraja, dan beberapa kopi dari Pulau Jawa.

Femme.id, Bukittinggi – Keberadaan kopi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, tidak hanya sebagai ‘trend’, akan tetapi menikmati kopi sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang.

Berbagai jenis kopi pun dapat dinikmati dengan berbagai cara, mulai dari ‘manual brew’ hingga ‘basic expresso’ dari berbagai biji kopi yang ada, baik itu robusta maupun arabika.

BACA JUGA : Keistimewaan Kopi Bengkulu Bakal Curi Perhatian Delegasi Pertemuan IMF

Salah satu biji kopi yang cukup terkenal dari Sumatera Barat adalah Arabika Solok, kopi yang berasal dari daerah dataran tinggi Sumbar, tepatnya di Kabupaten Solok.

“Dari beberapa jenis arabika yang ada, Solok Rajo adalah salah satu favorit saya,” kata salah seorang penikmat kopi, Oki Nofialdi di Bukittinggi, Sabtu (13/10/2018).

Dalam menikmati kopi, pria 26 tahun itu lebih suka jika kopi diproses secara manual, seperti tubruk atau V60.

Oki menyebutkan, Arabika Solok Rajo memiliki rasa yang khas, berbeda dari pada beberapa kopi arabika lain yang ada di Indonesia.

Beberapa kopi lain, menurutnya akan berubah rasa apabila sudah didiamkan dalam waktu yang lama, sementara Solok Rajo rasanya akan tetap sama.

“Bagi saya, waktu yang paling tepat untuk menikmati kopi adalah saat sore hari,” ujarnya.

Penikmat kopi lainnya, Zaimel Hendri (26) mengatakan dibandingkan dengan jenis robusta, ia lebih suka menikmati arabika, sebab rasanya yang tidak pahit.

Beberapa kopi jenis arabika yang sering ia nikmati diantaranya adalah Solok Rajo, Gayo, Toraja, dan beberapa kopi dari Pulau Jawa.

Salah seorang barista Pilar Coffee yang berada di kawasan Bukittinggi, Nanda Aldila mengatakan Kopi Solok merupakan salah satu kopi yang cukup digemari oleh penikmat kopi di daerah tersebut.

Menurutnya, Arabika Solok sendiri terdiri dari beberapa jenis biji yang memiliki karakteristik berbeda antara satu sama lain, hal tersebut tergantung pada ketinggian kopi itu ditanam.

Beberapa jenis Arabika Solok yang ada diantaranya adalah Arabika Solok Pak Rajo, Limau Cirago, Solok Danau Diateh, Solok Black Honey, dan Solok. (sya)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Kuliner

Mencicipi Aia Aka, Minuman Khas Bukittinggi

Published

on

Aia Aka atau ubek tawa, Adalah Kuliner tradisional Khas Bukittinggi.

Femme.id, Bukittinggi – Selain terkenal sebagai destinasi wisata nan eksotis, Kota Bukittinggi di Sumatera Barat, juga menyimpan aneka kuliner tradisional yang dapat memanjakan selera setiap pengunjungnya.

Salah satu dari sekian banyak kuliner tradisional tersebut, adalah Aia Aka atau biasa dikenal dengan sebutan ubek tawa.

Aia Aka merupakan hasil perasan daun cincau yang sudah mengental. Sari pati dari perasan tersebut dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, terutama ketika telah dicampur dengan beberapa tambahan bahan lain.

“Aia Aka dipercaya dapat menurunkan panas dalam, memperlancar pencernaan serta juga bermanfaat untuk kesehatan jantung,” ujar Iga Sutan Mangkuto yang sehari-hari berdagang Aia Aka di kawasan bawah Jenjang 40 Bukittinggi, Minggu (30/9/2018).

Untuk menikmatinya, pembeli dapat mencampur dengan beberapa bahan yang sudah disediakan, campuran tersebut dapat dipilih sesuai dengan selera.

Beberapa bahan itu di antaranya adalah air perasan daun kacang, air gula merah, santan, asam serta telur.

Iga Sutan Mangkuto yang sudah berdagang semenjak 25 tahun lalu itu menyebutkan, selain masyarakat sekitar, di antara pembelinya adalah wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Selain langganan, biasanya orang rantau yang pulang ke kampung halaman juga sering berbelanja, ditambah juga beberapa wisatawan yang berasal dari Jakarta dan Malaysia,” katanya.

Untuk dapat menikmati satu gelas Aia Aka, pembeli tidak perlu merogoh kantong terlalu besar, sebab harga yang dipatok terbilang sangat murah.

Satu gelas Aia Aka dengan campuran asam, air daun kacang, maupun santan hanya dipatok seharga Rp4.000, sementara jika menggunakan telur ayam kampung maka akan dihargai Rp7.000 dan Rp8.000 jika dicampur dengan telur itik.

Keunikan minuman yang menjadi ciri khas Kota Bukittinggi ini kemudian menjadikannya sebagai salah satu nominee dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 kategori kuliner, menggeser Kopi Kawa Daun yang sebelumnya juga diusulkan oleh Kabupaten Tanah Datar.

Salah seorang pembeli, Izhar Satria (25) menyebutkan selain karena unik dan khas, Aia Aka juga dipercaya dapat menurunkan panas dalam.

Menurutnya, Aia Aka diproses secara tradisional dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Bahan-bahannya yang berasal dari tumbuhan juga memiliki khasiat untuk kesehatan. (sya)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.