Connect with us

Kuliner

Mencicipi Segarnya Teh Artisan Asli Indonesia di Paviliun Indonesia

Published

on

Beberapa varian teh dari Sila Tea yang dipamerkan di Paviliun Indonesia, area Westin Hotel, Nusa Dua, Senin (8/10/2018).

Femme.id, Nusa Dua – Pengunjung pameran Paviliun Indonesia di kawasan Nusa Dua, Bali disuguhi segarnya teh asli Indonesia yang disajikan dengan berbagai rasa.

“Biasanya teh diseduh dari kantong-kantong teh dengan rasa yang terlalu pekat sehingga sering ditambah gula, Sila mencoba main di campuran teh sehingga menghasilkan teh yang menonjolkan keunikan rasa masing-masing,” kata Asisten Product Manager Sila, Atika Puteri di Pavilion Indonesia pada Senin (8/10/2018) di Nusa Dua.

Khusus untuk ajang pameran di Pavilion Indonesia, Sila secara khusus menyajikan tiga varian racikan teh; Levare Black Tea yang merupakan racikan teh hitam dan kayu manis, Silver Needle yang merupakan teh putih, dan Fres’O Green Tea yakni teh hijau dengan campuran jeruk citrus dan lemon serta mint.

“Masing-masing teh akan memberikan efek berbeda Levare Black Tea memberikan efek menenangkan dan rileks, Silver Needle memberikan efek bahagia dan tenang sementara Fres’O Green Tea memberikan efek segar,” kata Atika.

Nama Sila sendiri diambil dari kata “Pancasila” di mana nilai-nilai di dalam Pancasila diadopsi oleh Sila.

“Sila ingin menyatukan dalam harmoni dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang ada di sekitar rantai Sila mulai dari petani, distribusi, pengepakan hingga sampai ke konsumen agar mereka semua mendapatkan nilai lebih dari Sila ini,” katanya.

Di hari pertama soft launching Paviliun Indonesia, Sila masih sepi pengunjung. Namun sejumlah pengunjung mengaku rasa teh Sila berbeda dari teh pada umumnya.

“Rasa tehnya lebih segar dan tidak pekat, meski ini tidak ditambah gula saya masih bisa menikmati teh hitam, padahal biasanya sudah pakai gula banyak,” kata Michael, pengunjung dari Jakarta.

Sementara varian rasa lain adalah teh mawar putih dan bunga mawar Prancis kering.

“Mawar Prancis sudah dikenal akan manfaat kesehatannya seperti melawan stres dan insomnia, melawan toksin dalam darah, bahkan untuk meningkatkan gairah,” kata Atika.

Usaha teh artisan Sila dari Sila Tea House digagas sejak Februari 2018 di Bogor. Ada 12 varian teh artisan yang diracik Sila Tea House, meski belum ada produknya yang diekspor namun teh Sila sudah dibawa konsumen ke luar negeri. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kuliner

Puluhan Agen Perjalanan Jerman Belajar Masakan Indonesia

Published

on

Sebanyak 43 agen biro perjalanan dan operator tur di Jerman mengikuti Kelas Masak Wisma Indonesia Berlin.

Femme.id, Jakarta – Puluhan agen perjalanan Jerman belajar memasak makanan Indonesia yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Wisma Indonesia Berlin dalam rangka memperkenalkan ragam kuliner Nusantara.

Berdasarkan rilis pers Kedutaan Besar RI di Berlin, Jerman, yang diterima di Jakarta, Minggu (21/10/2018), sebanyak 43 agen biro perjalanan dan operator tur mengikuti program Kelas Masak Wisma Indonesia untuk menyajikan makanan ringan khas Jawa Tengah semar mendem dan khas Manado bakwan jagung.

Menurut Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, para pemilik biro perjalanan dan operator tur tesebut dipilih agar mereka memiliki pengalaman yang lebih menyakinkan saat menceritakan keunikan cita rasa Indonesia kepada para calon wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

“Kita terus berupaya melakukan diversifikasi kegiatan promosi Indonesia di Jerman. Targetnya jelas, yaitu agar hubungan Indonesia dan Jerman lebih erat. Kita ingin masyarakat Jerman lebih mengenal Indonesia dengan berbagai keunikan yang dimilikinya. Dengan demikian Indonesia dapat menjadi pilihan berlibur utama bagi masyarakat Jerman,” kata dia.

Dubes Oegroeseno berencana akan menjadikan acara tersebut sebagai kegiatan rutin di Berlin dan 15 negara bagian lainnya di Jerman.

Selain menjajal membuat semar mendem dan bakwan jagung, istri Duta Besar Indonesia untuk Jerman Sartika Oegroseno juga memperagakan cara memasak selada Padang kepada para peserta kelas masak.

“Pembuatan makanan ini sangat menarik. Kami tidak pernah melakukan hal seperti ini,” ujar Simone Veres, salah satu peserta kelas masak dan pemilik biro perjalanan Veres Reisen yang berkantor di Frankfurt.

Keseruan memasak makanan Indonesia tersebut semakin lengkap karena para peserta juga berkesempatan mencicipi hidangan makan malam menu Indonesia, seperti nasi timbel Sunda, empal gepuk, karedok, sate ayam, dan soto Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Visit Indonesia Tourism Office, Inga-Lena Koerner, meyakinkan para tamu bahwa Indonesia tetap aman sebagai destinasi wisata sepanjang tahun.

Hal itu diungkapkannya untuk menepis keraguan calon wisatawan terkait sejumlah musibah yang menimpa Indonesia baru-baru ini.

Berdasarkan laporan Asosiasi Biro Perjalanan Jerman menyebutkan, biro perjalanan dan operator tur berhasil mendapatkan pangsa pasar 52,1 persen atau senilai 33.7 miliar euro yang didominasi penjulan langsung paket pariwisata dari total pengeluaran wisatawan Jerman sebesar 65 miliar euro pada 2017.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari Turkish Airlines, Atlihan Atilla Ersöz, yang menyampaikan bahwa maskapai Turki itu akan membuka rute baru Istanbul-Bali pada Juni 2019. Kabar tersebut sekaligus menegaskan tingginya potensi wisatawan yang berminat ke Indonesia.

Di akhir sesi acara, Turkish Airlines mengundi hadiah untuk 1 orang peserta yang beruntung mendapatkan 2 tiket pulang pergi Berlin-Jakarta-Berlin. (azi)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Rasakan Sensasi Salad Wrap Berwarna

Published

on

Tomato wrap itu berwarna merah. Sedangkan, spinach wrap itu berwarna hijau.

Femme.id, Jakarta – Warna makanan itu menambah selera makan. Tidak heran bila SaladStop! kini membuat inovasi dengan menghadirkan wrap atau pembungkus salad dengan warna yang menarik mata.

Uniknya, wrap bernama itu adalah jenis veggie wrap. Wrap tersebut terbuat dari bayam dan tomat.

“Sesuai namanya, tomato wrap itu berwarna merah. Sedangkan, spinach wrap itu berwarna hijau,” terang Managing Director SaladStop! Adrien Desbaillets saat berbincang dalam acara perayaan ulang tahun ke-2 SaladStop! di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Adrien menambahkan alasan memilih kedua sayuran tersebut.

“Tomat dan bayam itu rasanya mudah diterima oleh banyak orang di Indonesia, juga di luar negeri,” sambungnya.

Ke depannya, lanjut Adrien, nantinya akan dikembangkan wrap yang berasal dari lemon grass.

“Salad wrap ini sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari satu jam setelah pemesanan. Sebab, salad masih hangat dan crunchy,” imbuhnya.

Kalau pun ingin membawa pulang, saran Andrien, pilihlah dressing yang creamy dibandingkan dengan cair yang lebih mudah membasahi wrap. (ang)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Pancake Adalah Salah Satu Makanan Tertua di Dunia

Published

on

Pancake, adalah kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu.

Femme.id, Jakarta – Di dunia ini ada berbagai jenis makanan, bahkan jumlahnya lebih dari ribuan. Namun dari semua itu, ada yang sudah ditemukan sejak zaman kuno.

Berikut ini adalah beberapa daftar makanan yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, demikian dilansir Boldsky, Rabu (17/10/2018).

1. Wine

Wine dikenal sebagai bagian penting dalam gaya hidup romawi kuno. Berbagai bukti arkeologis membuktikan bahwa wine merupakan minuman fermentasi anggur yang sangat populer sebelum munculnya Roma.

2. Pancake

Pancake atau panekuk dikenal sebagai makanan sarapan yang disantap dengan buah-buahan, cokelat, sirup dan berbagai topping lainnya. Sejarah pancake berkaitan dengan ditemukannya mumi Otzi Si Manusia Es yang menurut laporan hidup pada tahun 3.300 sebelum masehi.

Mayatnya yang dimumikan secara alami ditemukan pada tahun 1991 di pegunungan Alpen, Italia. Para peneliti mengungkapkan bahwa makanan terakhir Otzi kemungkinan besar terdiri dari Alpine ibex atau kambing liar ibex dan daging rusa merah bersama dengan pancake gandum yang dimasak di atas api terbuka. 

3. Cokelat

Para arkeolog menemukan bukti produksi cokelat di antara orang-orang Olmec kuno di Meksiko. Ketika para ilmuwan menguji bagian dalam pot dengan theobromine kimia, mereka menemukan indikator cokelat yang sangat otentik.

4. Madu

Madu memiliki sifat antiseptik dan rasa manis yang kuat. Menurut para ilmuwan, keberadaan madu sudah ada sejak 5.500 tahun yang lalu. Para peneliti menemukan guci di sebuah makam lama yang terlupakan di Georgia dan dianggap sebagai madu tertua di dunia. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.