Connect with us

Digital

Kominfo Minta Facebook Jelaskan Peretasan

Published

on

Pembaruan Facebook pada 28 September 2018 berikut peringatan mengenai adanya ancaman keamanan.

Femme.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyurati Facebook di Indonesia untuk meminta keterangan mengenai peretasan yang terjadi akhir pekan ini, melibatkan 50 juta pengguna Facebook.

“Menteri Kominfo RI melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika telah meminta penjelasan resmi Facebook Indonesia atas masalah keamanan pada fitur Facebook ‘view as’ atau ‘lihat sebagai’ yang disinyalir dapat berdampak pada tindakan peretasan token akses pengguna akun Facebook oleh peretas,” kata Kominfo melalui keterangan tertulis, Selasa (2/10/2018).

BACA JUGA : Akun Facebook Diretas, Apa Pengaruhnya ke Instagram?

Surat tersebut ditujukan untuk kepala kebijakan publik Facebook Indonesia tertanggal Senin 1 Oktober 2018.

Selain penjelasan mengenai fitur “View as”, Kominfo juga meminta Facebook menjelaskan perihal langkah-langkah yang sudah dilakukan Facebook terhadap kasus peretasan tersebut, mengingat warganet Indonesia yang menjadi pengguna Facebook mencapai 115 juta orang.

“Isu perlindungan data pribadi warga negara Indonesia di internet menjadi salah satu fokus perhatian Kementerian Kominfo,” kata Kominfo

Facebook telah me-reset token akses milik hampir 50 juta pengguna yang diketahui telah terdampak untuk melindungi keamanan akun mereka. Facebook juga mengambil langkah pencegahan untuk me-reset (membuat ulang) token akses 40 juta akun yang mengalami hal serupa tahun lalu.

Akibatnya, saat ini sekitar 90 juta orang harus masuk kembali ke Facebook, atau aplikasi apa pun yang menggunakan Login Facebook. Setelah mereka masuk kembali, mereka akan mendapatkan pemberitahuan di bagian atas News Feed mereka yang menjelaskan apa yang terjadi.

Facebook juga untuk sementara mematikan fitur “View As”. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Digital

Fujifilm Luncurkan Mirrorless X-T30

Published

on

Fujifilm juga merancang monitor LCD di kamera ini lebih tipis, yaitu 1,3 milimeter dan menawarkan respons layar sentuh yang lebih baik.

Femme.id, Jakarta – Fujifilm resmi membawa kamera mirrorless baru seri X, yaitu X-T30, yang menjanjikan bodi lebih ringan dan lensa resolusi 26,1MP.

Dalam keterangan pers yang diterima, salah satu andalan dari X-T30 adalah bodi yang makin enteng dan ringkas dengan bobot 383 gram untuk meningkatkan stabilitas saat memegang kamera.

Fujifilm mengganti Selector Button dengan Focus Lever untuk menyediakan ruang pegangan tambahan di bodi belakang.

Fujifilm juga merancang monitor LCD di kamera ini lebih tipis, yaitu 1,3 milimeter dan menawarkan respons layar sentuh yang lebih baik.

X-T30 memiliki ISO terendah 160, yang sebelumnya hanya tersedia sebagai ISO tambahan, sekarang sudah ada saat memotret RAW. Kamera ini menggunakan mesin X-Processor 4 serta peningkatan algoritma AF untuk mempertinggi akurasi dalam deteksi wajah atau mata.

Fujifilm memperkenalkan fungsi face select untuk memberikan prioritas fokus otomatis pada wajah yang dipilih ketika beberapa wajah telah terdeteksi dalam bingkai.

Selain itu, mereka juga meningkatkan kinerja mode Advanced SR Auto dan Auto Focus sehingga kamera secara otomatis memilih pengaturan yang optimal dari 58 preset.

X-T30 dapat merekam video 4K (resolusi 3810 x 2160) dan 6K (6240 x 3510). Kamera ini juga mendukung format DCI (17:9) untuk memberi tampilan sinematis pada video.

Di Indonesia, Fujifilm X-T30 dijual di kisaran harga Rp13.000.000 dan tersedia mulai akhir Maret 2019. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Ramai Tagar #uninstallBukalapak, Achmad Zaky Minta Maaf

Published

on

Warganet banyak yang menyatakan akan uninstall aplikasi Bukalapak dan berbelanja di aplikasi e-commerce lain.

Femme.id, Jakarta – Lini masa Twitter, Jumat (15/2/2019) pagi dibanjiri tanda pagar #uninstallBukalapak akibat cuitan CEO Achmad Zaky yang dianggap mendukung salah satu pasangan calon presiden.

Zaky, dalam cuitan yang kini sudah dihapus, menyoroti dana dari negara untuk sektor penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) minim dan berharap “presiden baru bisa menaikkan” anggaran tersebut. Zaky dalam cuitan tersebut juga menyebutkan peringkat negara yang memiliki anggaran besar untuk litbang.

Istilah “presiden baru” tersebut dianggap warganet menyudutkan petahana Joko Widodo. Banyak warganet yang memprotes Zaky karena tidak menghargai presiden yang datang ke acara ulang tahun Bukalapak pada Januari lalu, hingga dianggap tidak mempercayai kemampuan bangsa sendiri karena cuitan bernada pesimistis.

Zaky dalam keterangan resmi memohon maaf dan menyatakan cuitan tersebut tidak bermaksud mendukung atau tidak mendukung calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

“Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.

Zaky melalui akun Twitter @achmadzaky menyampaikan bahwa negara perlu berinvestasi dalam riset dan sumber daya manusia agar tidak kalah dengan negara lain bertahun-tahun mendatang.

Menanggapi cuitan Zaky yang dianggap kontroversial, warganet banyak yang menyatakan akan uninstall aplikasi Bukalapak dan berbelanja di aplikasi e-commerce lain.

Namun, beberapa akun menyatakan dukungan mereka untuk e-commerce seperti Bukalapak yang membantu UKM di Indonesia melalui tagar #DukungBukalapak, namun, gaungnya tidak sampai menjadi trending topic.

Bersamaan dengan isu Bukalapak, tagar #uninstallTraveloka juga ramai diperbincangkan pagi ini, namun, tidak jelas apa pemicunya. Diduga tagar ini merujuk pada peristiwa 2017 lalu yang disebut melibatkan pendiri Traveloka dalam aksi walkout saat pidato Gubernur DKI Anies Baswedan. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Google Gelontorkan Bangun Pusat dan Perkantoran di AS

Published

on

Google mengatakan mereka telah merekrut lebih dari 10.000 karyawan di AS dan telah melakukan investasi senilai 9 miliar dolar AS (sekitar Rp126,7 triliun) tahun lalu.

Femme.id, New York – Perusahaan yang menaungi Google, Alphabet Inc, Rabu (13/2/2019), mengatakan pihaknya akan menggelontorkan lebih dari 13 miliar dolar AS (sekiar Rp183 triliun) untuk pembangunan pusat data dan perkantoran di Amerika Serikat (AS) tahun ini.

“Investasi baru ini akan memberi kami kemampuan untuk merekrut pulun ribu karyawan, dan memungkinkan penciptaan lebih dari 10.000 lapangan kerja baru di sektor konstruksi di Nebraska Nevada, Ohio, Texas, Oklahoma, South Carolina, dan Virginia,” tulis CEO Google Sundar Pichai di laman blog yang dikutip Reuters.

Tulisan tersebut bisa dilihat di https://www.blog.google/inside-google/company-announcements/investing-13-billion-2019 post.

Dengan investasi baru tersebut Google kini akan memiliki fasilitas di 24 dari 50 negara bagian di AS, menurut kantor berita Reuters.

Google akan terus memperluas kehadirannya di Chicago dan Washington. Tenaga kerja perusahaan juga akan bertambah dua kali lipat di Virginia dan Georgia, tulisnya di blog itu.

Pihak Google mengatakan mereka telah merekrut lebih dari 10.000 karyawan di AS dan telah melakukan investasi senilai 9 miliar dolar AS (sekitar Rp126,7 triliun) tahun lalu.

Untuk kuartal keempat, Google telah melaporkan beban dan pengeluaran sebesar 31,07 miliar dolar AS (sekitar Rp437,5 triliun), naik 26 persen dari tahun sebelumnya.

Belanja modal juga naik 64 persen menjadi 7,08 miliar dolar AS (sekitar Rp99,7 triliun).

Tahun lalu, Reuters melaporkan bahwa Amazon.com menjajaki alternatif untuk memindahkan sebagian kantor pusatnya yang baru di New York, berjaga-jaga jika proses pembangunannya gagal akibat penentangan warga setempat.

Google juga mengalami hambatan dalam perluasan fasilitas mereka di San Jose dekat kantor pusatnya di Mountain View. Meskipun demikian, perusahaan itu tidak mendapatkan penentangan berarti dari warga setempat. (ant)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.