Connect with us

Beauty

Tips Bersolek Natural Ala Gadis Korea

Published

on

Miharu Julie, adalah seorang beauty vlogger asal indonesia.

Femme.id, Jakarta – Beauty blogger Miharu Julie (25) berbagi tips memakai riasan ala Korea bagi para pemula. Dia mengatakan kunci utama memakai riasan layaknya gadis-gadis Korea adalah tampil natural.

“Riasan Korea itu lebih ke make up – no make up, sebenarnya mereka itu make up nya lumayan tebal tapi enggak kelihatan seperti make up jadi harus diakalin,” katanya saat dihubungi Antara di Jakarta pada Selasa (25/9/2018).

BACA JUGA : Bedanya Riasan Ala Korea dan Jepang

Untuk mendapatkan hasil riasan ala Korea yang diinginkan, Miharu menyarankan agar menggunakan produk-produk riasan Korea.

“Aku sarankan pakai produk Korea juga karena kalau pakai brand negara lain hasilnya akan beda,” kata dia.

Untuk melakukan riasan tersebut, mula-mula gunakan pelembab wajah.

“Pilih BB cream atau CC cream yang sesuai kulit yang ada UV protection karena di Indonesia kan panas. Yang paling penting di sini adalah pakai base make up-nya,” katanya.

Miharu menjelaskan supaya terlihat seperti make up ala Korea, diusahakan sebisa mungkin memperkecil pori-pori wajah sehingga memberi efek mulus di muka.

“Jadi kalau lihat idol-idol grup Korea kan mukanya mulus banget, kinclong tapi sepertinya itu tidak seperti itu, ada triknya,” kata dia.

Sementara untuk alis dan pulasan bibir pilih warna-warna natural.

“Sesuaikan warna alis dengan warna rambut atau mirip-mirip. Bisa turun satu sampai dua warna dari warna rambut,” katanya. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty

Pemilik Kulit Sensitif Sebaiknya Tidak Mencoba Kosmetik Secara Berlapis

Published

on

Lambatnya muncul iritasi tergantung kadar iritan bahan, semakin tinggi kadarnya, semakin cepat muncul efeknya seperti panas dan gatal.

Femme.id, Jakarta – Pemilik kulit sensitif sebaiknya tidak mencoba produk kosmetika baru secara berlapis-lapis, menurut dokter spesialis kulit dr. Sari Chairunnisa, SpKK.

“Kalau memang punya riwayat kulit sensitif, saat coba produk baru jangan langsung macam-macam tetapi satu-satu dulu,” kata dia yang merupakan Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation itu di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Saat memakai produk baru berlapis-lapis, Anda akan kesulitan menentukan mana produk yang tidak cocok bila muncul efek samping semisal kulit gatal, memerah atau panas. Sebaiknya pakai produk baru satu per satu sampai Anda rasa produk itu cocok untuk kulit Anda.

“Harus sabar-sabar kalau mau skin layering. Repot kalau sudah berlayer-layer, bingung produk mana yang harus di take-out. Karena yang enggak cocok bisa saja satu,” ujar Sari.

Dia mengatakan hasil atau efek suatu produk tergantung bahan dan masalah kulit. Oleh karenanya dia menganjurkan untuk mengamati kulit bahkan beberapa bulan setelah pemakaian produk.

“Bisa menilai harus evaluasi dua minggu kah, sebulan kah. Cocok atau tidak secara medis iritasi ada dalam hitungan jangka yang terlihat misal terasa panas. Tetapi ada iritasi yang late on set. Misal baru enam minggu,” tutur dia.

Sari menekankan cepat atau lambatnya muncul iritasi tergantung kadar iritan bahan. Semakin tinggi kadarnya, semakin cepat muncul efeknya seperti panas dan gatal.

Selain iritasi, biasanya produk yang tak cocok untuk kulit juga menimbulkan keluhan lain seperti komedo, bruntusan sampai kering atau agak merah, perih. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Bagaimana Menentukan Cocok atau Tidaknya Produk Kosmetik

Published

on

Produk yang tak cocok untuk kulit juga menimbulkan keluhan lain seperti komedo, bruntusan sampai kering atau agak merah, hingga perih.

Femme.id, Jakarta – Sebagian dari Anda mungkin masih bingung menentukan apakah produk kosmetik yang baru digunakan cocok untuk kulit atau tidak.

Dokter spesialis kulit sekaligus Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation, dr. Sari Chairunnisa, SpKK mengatakan hasil atau efek suatu produk tergantung pada bahan dan masalah kulit. Dia menganjurkan untuk mengamati kulit hingga beberapa bulan setelah pemakaian produk.

BACA JUGA : Bahaya Steroid dalam Produk Kosmetik

“Bisa menilai harus evaluasi dua minggu kah, sebulan kah. Cocok atau tidak secara medis iritasi ada dalam hitungan jangka yang terlihat misal terasa panas. Tetapi ada iritasi yang late on set. Misal baru enam minggu,” ujar dia dalam diskusi bersama Wardah di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Sari menekankan, cepat atau lambatnya muncul iritasi tergantung kadar iritan bahan. Semakin tinggi kadarnya, semakin cepat muncul efeknya seperti panas dan gatal.

Selain iritasi, biasanya produk yang tak cocok untuk kulit juga menimbulkan keluhan lain seperti komedo, bruntusan sampai kering atau agak merah, hingga perih.

“Amannya diberhentikan dulu. Lalu ketika kulit sudah mereda kita bisa saja cek produk di belakang telinga dulu atau punggung tangan. Setidaknya untuk keluhan terasa panas, perih, kering bisa ter-cover dengan metode itu,” kata Sari.

Dia mengatakan biasanya menganjurkan pasiennya mengaplikasikan produk yang baru dia beli pada malam hari selama tiga hari berturut-turut untuk melihat ada atau tidaknya efek samping. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Beauty

Bahaya Steroid dalam Produk Kosmetik

Published

on

Produk kosmetik aman bagian dari halal, Halal disini berarti menggunakan bahan baku yang aman bagi kulit dan sesuai hukum Islam.

Femme.id, Jakarta – Jika Anda menggunakan produk kecantikan yang fungsinya memutihkan kulit, perhatikan apakah ada efek lain, misalnya tumbuh rambut-rambut halus atau tidak, karena bisa jadi ada kandungan steroid di sana.

Dokter spesialis kulit sekaligus Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation, dr. Sari Chairunnisa, SpKK mengatakan steroid khususnya tipe dermovate berfungsi sebagai anti radang, namun punya efek samping membuat kulit menjadi putih.

“Ada beberapa yang menjual steroid sebagai lotion pemutih untuk badan. Itu sebenarnya krim anti radang. Efek sampingnya hipopigmentasi atau putih. Dalam jangka panjang bisa berdampak sistemik,” kata dia di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Selain itu, biasanya juga muncul kehitaman dan stretchmark di bagian kulit yang diolesi streoid. Untuk itu, penggunaan steroid khususnya dermovate harus sesuai resep dokter.

Selain steroid masih banyak bahan-bahan di luar sana yang tidak aman namun digunakan dalam produk kosmetik. Bahaya yang muncul juga beragam sesuai bahannya.

Agar tak salah memilih produk, Sari menekankan masyarakat memastikan produsen jelas dan pada produknya sudah mendapatkan notifikasi BPOM dan MUI.

“Produk kosmetik aman bagian dari halal. Halal di sini berarti menggunakan bahan baku yang aman bagi kulit dan sesuai hukum Islam, serta memiliki proses produksi yang sesuai dengan syariat Islam dan tidak menyakiti makhluk hidup lain. Bahaya kosmetik enggak aman bisa berdampak buruk bagi kulit, tergantung bahannya,” ujar dia. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.