Connect with us

Destinasi

Pertama Kali ke Hong Kong? Ini Lima Tempat yang Wajib Dikunjungi

Published

on

Hong Kong Disneyland, Taman bermain di Lantau Island ini tujuan wisata menarik, terutama bagi keluarga, atau siapa pun yang menyukai berbagai karakter Disney tapi tak bisa pergi jauh ke Disneyland California atau Paris.

Femme.id, Jakarta – Hong Kong menawarkan banyak tujuan menarik untuk para pelancong, tapi ada beberapa tempat yang wajib didatangi bagi turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke daerah tersebut.

Berikut lima tempat yang wajib dikunjungi Anda yang belum pernah ke Hong Kong seperti direkomendasikan Hong Kong Tourism Board.

BACA JUGA : Jelajah Hong Kong Ala Warga Lokal, ke Little Indonesia dan Old Town

Hong Kong Disneyland

Taman bermain di Lantau Island ini tujuan wisata menarik, terutama bagi keluarga, atau siapa pun yang menyukai berbagai karakter Disney tapi tak bisa pergi jauh ke Disneyland California atau Paris.

Permainan-permainan seru bertema Disney, Star Wars sampai Iron Man bisa dicoba di sini. Anda dapat menaiki atraksi Star Wars: Tomorrowland Takeover, mengikuti Jedi Training atau Disney in The Stars yang memadukan kecanggihan teknologi, efek pencahayaan serta proyeksi video.

Madame Tussauds

Ingin berfoto dengan Presiden RI Joko Widodo tanpa dihalau oleh para ajudan? Coba berkunjung ke museum lilin Madame Tussauds yang punya koleksi lebih dari 100 patung tokoh terkenal di dunia. Ada juga tokoh-tokoh dari Indonesia, seperti Presiden Soekarno dan Presiden Joko Widodo.

The Peak

Pencinta ketinggian harus mengunjungi The Peak yang jadi titik tertinggi di pulau Hong Kong. Dari sana, Anda dapat menikmati pemandangan Hong Kong dari ketinggian. Pada siang hari yang terlihat adalah hutan pencakar langit, sementara pada siang hari pemandangan berubah jadi kilauan lampu yang indah. Agar lebih seru, naik trem khusus dengan kemiringan 27 derajat menuju tempat itu.

Sky 100 Observation Deck

Gedung komersial tertinggi di Hong Kong ini menawarkan pemandangan Hong Kong 360 derajat, tepatnya di lantai 100 Gedung ICC. Anda bisa mencapai lantai 100 hanya dengan 60 detik dengan lift.

Ocean Park Hong Kong

Ini adalah tempat yang cocok sebagai wisata edutainment untuk anak segala umur, tepat untuk keluarga yang berwisata bersama para buah hati.

Anda bisa menemui hewan-hewan kutub di Polar Adventure, menguji nyali di wahana seru Thrill Mountain, serta mengenali budaya lama Hong Kong di atas tram kolonial di Old Hong Hong Kong.

Wisatawan muslim tak perlu khawatir karena masakan halal bisa ditemui di Panda Cafe Food To Go serta Dive Into A Float. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Destinasi

Oscar Harris Pukau Warga Kota Ambon

Published

on

Oscar Harris, adalah seorang musisi legendaris kelahiran Suriname.

Femme.id, Ambon – Musisi legendaris kelahiran Suriname, Oscar Harris tampil memukau warga kota Ambon yang memadati Lapangan Merdeka, Kamis (15/11/2018) malam.

Oscar Harris tampil memukau di ajang Amboina International Bamboo Music Festival 2018 yang berlangsung 15-17 November 2018.

Musisi kalipso kelahiran Suriname yang banyak berkarya di Belanda tampil energik membawakan kurang lebih sebelas lagu yang ada dalam album yang terkenal di tahun 1970 hingga 1980 an, diantaranya Song For The Children, Come On An have a Smile, since I meet you baby, story book children, Diana, Try A Little love dan TOP.

Song for the children merupakan lagu pembuka penampilan Oscar Harris dan diiringi 25 anak-anak kota Ambon, yang sebelumnya telah melakukan latihan bersama.

Oscar juga menyanyikan lagu berbahasa Indonesia Sandy yang diciptakan bersama musisi Rinto Harahap, serta lagu O Ulate.

Tidak banyak percakapan antara oscar dan para penonton, hanya beberapa kalimat candaan yang disampaikan selama konser seperti aneka minuman teh botol, kopi tubruk, hingga minuman tradisional Malaku Sopi.

“Ada Teh, kopi tubruk atau nasi goreng,” kata Oscar disela penampilannya.

Penonton yang memadati lapangan merdeka Ambon juga ikut bergoyang cha-cha saat oscar membawakan lagu TOP sebagai lagu penutup konser.

Penampilan musisi Suriname tersebut ditunggu para penikmat musik di kota Ambon mulai dari anak-anak yang datang bersama orang tua, kawula muda hingga para lansia yang tetap menunggu hingga akhir konser.

Wisatawan asing dari berbagai negara yang sementara menikmati liburan di kota Ambon juga turut menyaksikan penampilan pria berusia 74 tahun itu.

Selain Oscar Harris, Sejumlah musisi lokal juga menjadi pembuka penampilannya seperti band matahiti, tarian bulu nyawa robotic rehoboth, serta penampilan maestro suling bambu dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat dan Sulawesi Tengah.

Amboina International Bamboo Music Festival juga akan tampil Is Pusakata (ex Payung Teduh), gitaris asal Ambon Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa yang lebih dikenal dengan nama “Barry Likumahuwa”, Molucca Bamboowind Orchestra, serta sejumlah musisi lokal lainnya. (pen)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

Waktu Terbaik Berkunjung ke Selandia Baru

Published

on

The Hobbiton Movie Set adalah lokasi penting yang digunakan untuk trilogi film The Lord of the Rings Selandia Baru.

Femme.id, Jakarta – Selandia Baru adalah salah satu destinasi liburan yang menarik untuk dikunjungi para pencinta alam. Tertarik berkunjung ke sana?

Tourism New Zealand Regional Manager South and South East Asia Steven Dixon mengungkapkan waktu terbaik untuk menyambangi Negeri Kiwi.

“Setiap saat sebenarnya oke, tapi Maret sampai Oktober bagus. Anda bisa melihat daun berubah warna pada musim gugur, musim dingin pada Juli – Agustus, musim semi pada Agustus – Oktober,” tutur Tourism New Zealand Regional Manager South and South East Asia Steven Dixon di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Soal dana, dia mengatakan semua tergantung dari si pelancong. Ada banyak pilihan untuk mereka yang hemat atau bebas menggelontorkan uang.

Salah satu daya tarik Selandia Baru, kata Steven, adalah variasi keindahan alam yang letaknya tak berjauhan. Dari hutan hingga pantai bisa ditempuh dalam waktu singkat.

“Kalau bisa saya sarankan, kunjungi kedua pulau besar saat ke Selandia Baru karena punya lanskap yang berbeda,” ujar dia mengenai rekomendasi tempat untuk turis yang pertama kali menjejakkan kaki ke Negeri Kiwi.

Jumlah turis Indonesia terus bertumbuh dari tahun ke tahun meski belum sebanyak turis dari Australia, China dan Amerika Serikat yang menempati posisi tiga teratas.

“(Urutan Indonesia) Ada di Top 15, tapi pertumbuhannya cepat,” kata Steven.

Jumlah pengunjung Indonesia di telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Pada akhir September 2018, terdapat total 26.416 kedatangan dari Indonesia.

“Sekitar 18.000 datang untuk berlibur,” kata dia

Ia pun meyakinkan para wisatawan muslim bahwa semakin banyak fasilitas ramah muslim di Selandia Baru, seperti tempat ibadah dan restoran bersertifikasi halal.

Riset Tourism New Zealand menunjukkan bahwa sebagian besar orang Indonesia yang mempertimbangkan liburan ke Selandia Baru berusia antara 25 hingga 54 tahun. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 10 hari untuk berlibur di sana. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

BWCF 2018 Fokus pada Perjalanan Tokoh Sejarah Dunia di Indonesia

Published

on

BWCF juga memiliki agenda tentang mendongeng yakni Workshop Dongeng Kreatif dengan mengusung topik "Mendongeng dan Membuat Alat Peraga".

Femme.id, Jakarta – Mengusung tema “Traveling & Diary: Membaca Ulang Catatan Harian Pelawat Asing ke Nusantara”, perhelatan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) yang ketujuh akan kembali digelar pada tahun ini.

“Tujuannya supaya generasi muda dan Indonesia ini mengenal bahwa proses untuk menjadi Indonesia itu kultural sekali. Mulai dari Nusantara ini kultural artinya kita merajut nilai-nilai yang terbaik dari lokalitas, kesukuan, keagamaan dan menjadi ke-Indonesiaan itu,” kata salah seorang pendiri Borobudur Writers and Cultural Festival Mudji Sutrisno atau akrab disapa Romo Mudji di Jakarta, Selasa (13/11/2018) malam.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa kekhasan BWCF ini adalah teks atau naskah yang akan dibahas sudah harus selesai sebagai buku. Hal tersebut penting karena pihaknya ingin memulai sebuah generasi literasi yang mencintai Indonesia dari basis kulturalnya dan itu bentuknya naskah.

“Hanya ketika kita mengenal latar kita sejarah masing-masing, dan sejarah itu dikisahkan oleh narasi serta narasi tersebut oleh tema tahun ini dari kunjungan para pelawat asing ke kita,” katanya.

BWCF ketujuh yang akan digelar pada 22 hingga 24 November 2018 di Yogyakarta dan Magelang.

Mengusung tema “Traveling & Diary: Membaca Ulang Catatan Harian Pelawat Asing ke Nusantara”, acara tersebut akan membahas sejumlah buku-buku mengenai catatan perjalanan tokoh-tokoh sejarah ketika mengunjungi Indonesia mulai dari I Tsing pada zaman Sriwijaya, Ibnu Batuta pada masa Majapahit dan Samudera Pasai, sampai Wallace di era kolonial Belanda serta Rabindranath Tagor yang pernah berkunjung pada tahun 1927.

Tidak hanya membahas catatan perjalanan tokoh-tokoh sejarah asing ke Indonesia sebelum merdeka, perhelatan BWCF ini juga akan membahas catatan perjalanan pemenang Nobel yakni V. S. Naipaul saat berkunjung ke Indonesia sekitar tahun 1980-an.

Selain pembahasan naskah-naskah catatan perjalanan para tokoh sejarah tersebut, BWCF juga akan mengkaji buku mengenai lukisan-lukisan Kota Batavia di tahun 1744 karya JW Heydt serta pemutaran dan diskusi film.

BWCF juga memiliki agenda tentang mendongeng yakni Workshop Dongeng Kreatif dengan mengusung topik “Mendongeng dan Membuat Alat Peraga” serta “Dongeng Anak Tentang Borobudur” pada hari kedua dan ketiga perhelatan tersebut. (aji)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.