Connect with us

Kuliner

Lima Jajanan Wajib Jika Berkunjung ke Hong Kong

Published

on

Dim sum, adalah istilah dari bahasa Kantonis dan artinya adalah "makanan kecil".

Femme.id, Jakarta – Hong Kong adalah salah satu tujuan berwisata kuliner untuk para pelancong yang gemar mencicipi makanan lezat. Ada banyak pilihan yang bisa ditemui di kawasan tersebut. Simak lima jajanan wajib coba yang bisa menginspirasi perjalanan Anda ke Hong Kong.

BACA JUGA : Wajib Kunjung Buat Pelancong, Lima Tempat Instagrammable di Hong Kong

Dim Sum

Belum afdal bila melewatkan dim sum ketika berada di Hong Kong, baik itu yang dikukus atau digoreng. Hidangan ini biasanya jadi pengganjal perut di antara sarapan dan makan siang.

Ada lebih dari 150 variasi dim sum, beberapa di antaranya adalah lumpia, pangsit goreng, kue lobak sampai ceker ayam yang lembut.

Wisatawan muslim juga bisa menyantap dim sum halal di restoran-restoran tertentu, salah satunya kantin Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre.

Cha Chaan Teng

Cha Chaan Teng adalah hasil perpaduan kebudayaan Asia dan Barat, sebuah kedai teh yang menyajikan ragam makanan. Anda bisa menyantap sarapan, makan siang atau makan malam di Cha Chaan Teng.

Salah satu restoran yang direkomendasikan adalah Mido Cafe, kafe lawas yang berdiri sejak 1950 dan jadi lokasi pengambilan gambar film-film Hong Kong. Apa pun makanan yang diinginkan, jangan lupa pesan juga es kacang merah yang lezat.

Pineapple Bun

Sering juga disebut Bo Lor Bao, pineapple bun ini biasa disantap pada pagi hari atau camilan petang yang dinikmati sambil menyesap secangkir teh. Meski namanya mengandung unsur nanas, sebenarnya camilan ini tidak mengandung buah itu. Namnaya terinspirasi dari lapisan renyah keemasan yang teksturnya serupa nanas.

Wife Cake

Ada kisah menarik di balik Wife Cake. Dulu, katanya ada seorang perempuan yang menjual diri pada tuan tanah demi membantu mertua membayar tagihan kesehatan. Suami perempuan itu membuat dan menjual Wife Cake yang hasil penjualannya dipakai untuk menebus sang istri. Wife Cake ini memiliki tekstur renyah dengan adonan melon segar dan juga manis.

Egg Tart

Kue kuning berbentuk mangkuk berisi puding telur manis ini tak boleh dilewatkan bila Anda berada di Hong Kong. Egg Tart paling enak ketika disantap saat masih panas, di mana kulit luarnya terasa renyah ditambah aroma mentega yang menggoda indera penciuman. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Kuliner

Mencicipi Restoran China yang Pernah Disinggahi Soekarno Tahun 1965

Published

on

Dong Lai Shun, adalah restoran halal yang ada di Jalan Wangfujing, distrik Dongcheng, Beijing.

Femme.id, Beijing – Salah satu restoran di Beijing memajang foto Presiden Soekarno dalam sebuah bingkai berukuran besar di dinding dekat kasir.

Dong Lai Shun adalah restoran halal yang ada di Jalan Wangfujing, distrik Dongcheng, Beijing. Dalam foto sepia itu Soekarno tampak tersenyum sambil menyematkan sejenis bunga ke kantong baju Mao Zedong, sang pemimpin China. Rupanya, Soekarno pernah diundang makan oleh Mao di restoran itu.

“Di bawah lukisan itu ditulis keterangan pada 5 Oktober 1965 Ketua Mao mengundang Presiden Soekarno makan di restauran ini,” kata Tony, salah seorang warga Beijing menjelaskan pada Selasa (13/11/2018).

Restoran yang sudah ada sejak tahun 1903 itu terkenal karena menyajikan makanan ala hotpot domba, dengan berbagai sayuran, bakso, dan juga daging sapi.

“Ini restoran paling top di sini karena kualitas daging yang dipilih memang yang paling bagus. Harganya mahal, untuk paket komplit satu orang bisa sampai 30 dolar AS,” kata Tony.

Makanan di Dong Lai Shun sebenarnya adalah maskaan Huaiyang yang merupakan singkatan dari nama daerah; Huaian, Yangzhou, dan Zhejiang. Masakan Huaiyang punya cita rasa manis dan lebih memperhatikan teknik mengiris dan suhu memasak. 

Jika ingin lebih nikmat harus ditambah kecap dan minyak wijen. Uniknya, hot pot daging ini disajikan dengan saus kacang di restoran ini.

Restoran itu cukup nyaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Para tamu yang datang saat itu kebanyakan adalah keluarga atau grup turis.

Meski demikian, menurut catatan kedutaan China,  Soekarno mengunjungi China pada 30 September 1956 dalam lawatan selama 17 hari, bukan tahun 1965 seperti yang tertera di lukisan. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Ragam Kuliner Bali Tersaji di Festival di India

Published

on

Sate lilit yang disajikan di festival tahunan di Kota Bhubaneswar Ibu Kota Negara Bagian Odisha India, yaitu Bali Yatra.

Femme.id, Jakarta – Beragam kuliner khas Pulau Dewata Bali disajikan sebagai pembuka festival tahunan di Kota Bhubaneswar Ibu Kota Negara Bagian Odisha India, yaitu Bali Yatra.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (4/11/2018) Kedutaan Besar Republik Indonesia di India bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dan pihak-pihak terkait sengaja mengadakan Festival Kuliner Khas Bali untuk memperkenalkan cita rasa khas Indonesia yang diwakili dari Provinsi Bali untuk masyarakat India.

Ragam menu seperti sate lilit, lawar gedang kambing, janganan megoreng saos kacang, betutu siap, jaja betun bedil, udang mesanten, rubuh gintil dan udang sambel ulek jadi incaran pecinta kuliner di Bhubaneswar.

Untuk menyiapkan ragam kuliner khas Bali ini, dua pakar gastronomi Bali, Chef Anak Agung Alit Pujawan dan Chef I Made Rumada didatangkan langsung dari Indonesia untuk menyiapkan menu-menu andalan.

Warga yang ingin mencicipi ragam kuliner Bali ini diharuskan membayar 1.200 rupee atau sekitar Rp240.000 per orang. Namun animo masyarakat India disebutkan tetap ramai untuk mencicipi masakan Bali.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Hotel dan Restoran Odisha K.K. Rao memuji cita rasa masakan Bali yang dicicipinya.

“Saya pikir cita rasa ini punya nilai komersial yang tinggi, ayo kita buat restoran khas Indonesia di Odisha,” kata Rao saat mencicipi sate lilit.

Festival Kuliner Khas Bali yang diadakan sejak 29 Oktober hingga 3 November di Hotel Mayfair Lagoon ini merupakan pembuka festival akbar masyarakat Odisha yakni Bali Yatra.

Selain festival kuliner khas Bali, kegatan ini juga diisi peluncuran buku The Pride and Glory of Bali Yatra, pictorial exhibition, penayangan film dokumenter, paparan mengenai bali recovery dalam rangka revitalisasi minat kunjungan wistawan India ke Bali serta dimeriahkan dengan penampilan tarian Bali.

Festival Bali Yatra yang dimulai pada 4 November ini diselenggarakan untuk mengenang perjalanan leluhur orang-orang Odisha yang mengarungi samudra hingga mencapai Nusantara dan salah satunya berlabuh di Pulau Bali.

Festival Bali Yatra diperuntukan kepada generasi muda tentang keberanian dan ketangguhan leluhur mereka yang disebut orang-orang Sadhabas kuno (pelaut Oriya).

Leluhur Odisha mengarungi samudra luas untuk menjelajahi pulau-pulau baru hingga menginjak bumi Nusantara, seperti Bali, Jawa, Borneo dan semenanjung Sumatera, termasuk ke Sri Lanka di penghujung abad ke 2 sebelum masehi. Ekspedisi itu membawa misi ekspansi perdagangan, budaya dan kepercayaan.

Bali Yatra yang berarti Sebuah Pelayaran ke Bali adalah festival tahunan akbar bagi masyarakat Odisha, yang dirayakan secara meriah di pesisir sungai Mahanadi, distrik Cuttack, Gadahadia Ghata.

Festival Bali Yatra dibumbui dengan rangkaian ritual seperti Bhalukuni Osha atau Khudurukuni Osha dan Bada Osha yang melambangkan nilai sejarah tinggi.

Momen ini juga dimanfaatkan untuk mengadakan pameran perdagangan, tidak kurang dari 1.500 stan dari 30 distrik di Odisha ikut memeriahkan festival Bali Yatra. (adi)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Kuliner

Demo Masak Sisca Soewitomo Buka Jakarta Culinary Feastival 2018

Published

on

Sisca Soewitomo di pembukaan Jakarta Culinary Feastival 2018, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Femme.id, Jakarta – Demonstrasi masak dari pakar boga ternama Sisca Soewitomo membuka Jakarta Culinary Feastival (JCF), resmi dibuka, Kamis (1/11/2018) dan akan berlangsung selama 1 sampai 4 November di Senayan City, Jakarta.

Sisca mempraktikkan resep sederhana sempol, camilan khas Malang yang terbuat dari campuran daging ayam dan udang di acara “Everybody Can Cook”.

BACA JUGA : Resep Sempol Malang Ala Sisca Soewitomo

Sisca juga berinteraksi dengan para pengunjung yang menonton acara masak, menjawab pertanyaan dan memberi beberapa kiat memasak sederhana.

Festival kuliner Jakarta Culinary Feastival (JCF), resmi dibuka, Kamis, dan akan berlangsung selama 1 sampai 4 November di Senayan City, Jakarta.

Festival ini menampilkan lebih dari 50 brand makanan dan minuman ternama, di antaranya adalah Warung Turki, Three Buns dan Burgreens.

Ada lebih dari 54 bintang kuliner dari seluruh dunia, 100 program gratis yang meliputi demonstrasi masak, gelar wicara hingga pertunjukan musik serta 30 program Masterclass dan Chef’s Table.

Festival ini juga akan diramaikan oleh 20 ragam makanan mitra layanan antar makanan Go-Food. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.