Connect with us

Selebriti

Cabang Olahraga Favorit Iqbaal Ramadhan di Asian Games 2018

Published

on

Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, adalah Aktor dan penyanyi berkebangsaan Indonesia.

Femme.id, Jakarta –  Gegap gempita menyambut Asian Games 2018 yang tak lama lagi berlangsung semakin terasa di masyarakat, termasuk Iqbaal Ramadhan, pemeran Dilan dalam film “Dilan 1990”. 

“Gue pribadi sebagai generasi millenial merasa bangga Asian Games diselenggarakan di Indonesia. Gue benar – benar berharap Indonesia sebagai tuan rumah dapat menang dan meraih prestasi, pang jagona kalo kata orang Sunda, Indonesia tuh,” ucap Iqbaal dalam keterangan pers Asian Games 2018.

Iqbaal ternyata memiliki banyak hobi olahraga yang ia tekuni sejak masa kecil. 

“Saya berolahraga belakangan ini mulai dari weight training, terus calisthenic, lalu skateboard. Dulu juga saya sempat renang untuk membantu pernafasan,” ujar dia.  

“Saya skateboard itu udah pasti, Sanggoe (red: Sanggoe Darma Tanjung) ya dari Bali, dia main ga ya? Pokonya salam buat Mas Sanggoe, gue ngefans banget sama dia, kalo gue ke Bali, kita hangout!” katanya ketika ditanya mengenai cabang olahraga favoritnya di Asian Games 2018. 

Dia pun mengajak masyarakat untuk mendukung para atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018. 

“Beban para atlet yang berjuang untuk Indonesia pasti berat, gue tau rasanya, yuk kita tonton atlet Indonesia rame-rame secara langsung. Jadi juara itu berat, biar Indonesia saja yang jadi juara,” ucap Iqbaal meniru dialognya di film Dilan 1990. 

Sebagai salah satu warga lokal Jakarta, Iqbaal pun tertarik untuk menghadiri pertandingan serta mengajak para generasi muda juga ikut memeriahkan acara bergengsi tersebut. 

Iqbaal juga menghimbau kepada masyarakat Jakarta dan Palembang untuk menjadi tuan rumah yang baik,” Satu, kita ini termasuk salah satu negara yang warganya terkenal murah senyum ya, just give your best smile. Untuk yang kedua, sesederhana jangan buang sampah sembarangan. Tunjukkan apa yang kita ingin mereka lakukan disini, kaya ah gue ga pengen mereka buang sampah,ah gue pengen mereka tertib, itu kita yang nunjukkin dan mencontohkannya,” pungkas dia. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selebriti

Lebih dekat dengan Nurul Shamsul, Finalis Miss Universe Selandia Baru Keturunan Indonesia

Published

on

Nurul Shamsul (20), perempuan berhijab pertama yang masuk 20 besar finalis ajang Miss Universe Selandia Baru 2018.

Femme.id, Jakarta – Nurul Shamsul (20) baru-baru ini jadi buah bibir warganet setelah ia diumumkan sebagai perempuan berkerudung pertama yang menjadi finalis 20 besar ajang Miss Universe Selandia Baru 2018. 

Nurul adalah gadis berdarah Indonesia-Malaysia. Ibunya yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah, pindah ke Malaysia sejak batita; sementara ayahnya berasal dari Ipoh, Perak, Malaysia.

BACA JUGA : Wanita Berhijab Keturunan Indonesia-Malaysia Jadi Finalis Miss Universe Selandia Baru 2018

Perempuan bernama lengkap Nurul Zuriantie Shamsul ini lahir di Banda Baru, Ampang, Selangor, Malaysia, pada 5 Agustus 1997. Ketika Nurul berumur lima tahun, orangtuanya membawa dia pindah ke Selandia Baru.

Di Negeri Kiwi, pemilik nama panggilan Yanti itu mempelajari bahasa Inggris, salah satunya lewat puisi yang kini punya tempat istimewa di hatinya.

“Hobi saya menulis puisi,” kata Nurul, yang karyanya juga sudah diterbitkan di New Zealand Poetry ketika ia berusia 17 tahun.

Puisi berjudul “The Liberation of Wine” berisi keinginannya sebagai muslimah untuk mendobrak stereotipe masyarakat Barat dan memberikan sudut pandang berbeda mengenai Islam. Dalam hal ini, kerudung baginya tidak mengekang, melainkan membebaskan. 

Kalimat dalam puisi itu akhirnya menjadi nama blog Nurul, The Girl In The Wine Red Scarf.

Nurul, yang juga aktivis hak asasi manusia, kini mengambil jurusan psikologi dengan minor kebijakan sosial di Universitas Waikato, Selandia Baru. Pencinta soto ayam itu bercita-cita mengambil gelar master di bidang community psychology demi membantu memberdayakan masyarakat sekitar.

Cantik itu relatif

Ada banyak faktor yang membuat seseorang disebut cantik. Menurut Nurul, kecantikan ada pada rasa percaya diri serta penghargaan dan kecintaan pada diri sendiri. 

Meski menganggap kecantikan luar bukan satu-satunya hal penting, bukan berarti ia abai dalam menjaga kesehatan kulit.

Bahan-bahan alami jadi andalannya. Kadang ia membuat sendiri masker dari bahan yang bisa didapat di dapur, seperti tomat dan madu. Ia percaya kesehatan kulit juga bersumber dari asupan makanan bergizi. Tapi diet tidak ada dalam kamusnya.

“Saya makan apa pun yang saya mau, mungkin saya tidak fokus ingin mengurangi berat badan, hanya fokus bahwa saya ingin bugar,” kata Nurul yang selalu berusaha rutin berolahraga di gym atau berjalan-jalan menikmati alam Selandia Baru.

“Tapi saya bukan perempuan sporty, saya tidak suka lari, mungkin sudah lima tahun tidak lari,” kata dia. “Bukan karena sibuk, tapi memang tidak suka,” lanjut Nurul, lalu tertawa.

Penyuka musik rap dan hip-hop itu juga bukan penggemar berat rias wajah. Gadis yang baru belajar merias diri ketika menjadi mahasiswi itu lebih suka riasan tipis.

Isi Lemari

“Less is more.” Itu prinsip Nurul dalam mengisi lemari. Kalau merasa isi lemarinya sudah terlalu banyak, dia akan mengeluarkan sebagian untuk disumbangkan.

Minimalis, kasual dan klasik menjadi kata kunci gaya busana penggemar buku “The Essential Rumi” itu.

“Tapi kadang-kadang apa yang saya pakai adalah baju pertama yang saya lihat ketika membuka lemari,” kata Nurul, kemudian terkekeh.

Biasanya kontes kecantikan diikuti oleh mereka yang sudah tak asing dengan dunia modeling. Tapi Nurul mengaku tidak pernah sekalipun belajar modeling.

Sepatu hak tinggi juga merupakan barang baru bagi penggemar film “Jumanji” dan “Mean Girl” itu. 

Sebelum mengikuti Stiletto Camp dari Miss Universe Selandia Baru, Nurul sama sekali tidak bisa mengenakan sepatu hak tinggi. Semenit saja terasa menyiksa baginya.

Tapi setelah belajar berjalan menggunakannya di kamp tersebut, sepatu berhak tinggi bukan lagi hal mengerikan baginya.

Sebelum wawancara dengan ANTARA News pertengahan Juli lalu, Nurul menjalani pengambilan gambar di salah satu stasiun televisi di Jakarta. Selama enam jam dia beraktivitas mengenakan sepatu hak tinggi tanpa mengeluh.

“Rasanya baik-baik saja, terasa normal,” imbuh dia disertai tersenyum lebar. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Selebriti

Steffy Burase Dikonfirmasi Soal Dana Aceh Marathon

Published

on

Fenny Steffy Burase, adalah seorang model asal Indonesia.

Femme.id, Jakarta – Penyidik KPK mengonfirmasi mengenai sumber dan penggunaan dana kegiatan Aceh Marathon 2018 kepada model Fenny Steffy Burase dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada provinsi Aceh.

“Saya hanya hubungan kerja dengan beliau (Irwandi Yusuf), sejak di projek Aceh Marathon 2018 tahun lalu, sudah setahun,” kata Steffy seusai menjalani pemeriksaan selama sekitar 13 jam di gedung KPK Jakarta, Rabu malam (18/7/2018).

BACA JUGA : Model Steffy Burase Penuhi Panggilan KPK

Steffi datang ke gedung KPK sekitar pukul 09.30 WIB dan baru keluar dari gedung tersebut pada sekitar pukul 22.45 WIB didampingi penasihat hukumnya Fahri Timur.

“Aceh Marathon sampai saat ini dari pemerintah provinsi mengatakan ditunda. Itu keputusan pemprov bukan saya. Sebenarnya kalau medali itu mencapai Rp500 juta, untuk baju Rp300-400 juta, kalau ditotal dana ‘event’ sebesar Rp13 miliar,” tambah Steffy.

Namun Steffy membantah kepemilikan aset yang berasal dari Irwandi Yusuf.

“Aset apa ya? Tidak,” jawab Steff saat ditanya soal aliran dana.

“Alhamdulillah pemeriksaan berjalan dengan baik, 12 jam yang melelahkan, Steffy mengatakan tadi diperiksa dengan 12 halaman sekitar 60 pertanyaan, yang ditanyakan tentang aliran dana,” tambah pengacaranya, Fahri Timur.

Menurut Fahri, Steffy adalah staf ahli dalam pelaksanan Aceh Marathon 2018 yang menghadiri pertemuan dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Pemerintah Aceh.

Steffi adalah satu dari empat orang yang sejak 7 Juli 2018 lalu dicegah bepergian ke luar negeri selama 6 bulan oleh KPK. Selain Steffi, 3 orang lain yang dicegah adalah Nizarli, Rizal Aswandi dan Teuku Fadhilatul Amri.

“Saya belom cek (pencekalan) tapi nanti saya pastikan, belum ada surat (pemberitahuan cekal),” tambah Steffy.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat tersangka yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, pihak swasta Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri sebagai pihak penerima serta Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai tersangka pemberi.

Irwandi diduga menerima Rp500 juta sebagai bagian dari Rp1,5 miliar yang ia minta sebagai “fee” ijon 8 persen dari pejabat pemerintah Aceh untuk setiap proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) provinsi Aceh Tahun Anggaran 2018.

Pemberian kepada Irwandi dilakukan melalui orang-orang dekat Gubernur Aceh tersebut. KPK pun masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya.

Dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) pada 3 Juli 2018, KPK menyita uang sebesar Rp50 juta, bukti transaksi perbankan Bank BCA dan Bank Mandiri, dan catatan proyek.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmadi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga penerima Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dln)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Selebriti

PDIP Rekrut Caleg Artis Kuatkan Kepribadian Bangsa

Published

on

Katon Bagaskara, adalah artis yang menjadi bakal caleg dari PDI Perjuangan dari daerah pemilihan di Yogyakarta.

Femme.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan PDI Perjuangan merekrut artis menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dengan pertimbangan untuk menguatkan kepribadian bangsa dalam konteks kebudayaan.

“PDI Perjuangan tidak asal comot bakal caleg hanya karena memiliki elektoral tinggi. Kalaupun PDI Perjuangan merekrut para artis, mereka bukan sembarangan dipilih, tapi telah menjalani beberapa tahapan proses,” kata Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Hasto mengatakan hal itu menjawab pertanyaan pers terkait banyaknya artis dan selebritis yang masuk dalam daftar bakal caleg PDI Perjuangan untuk DPR RI yang telah didaftarkan ke KPU, pada Selasa (17/7). PDI Perjuangan mendaftarn sebanyak 575 bakal caleg dari 80 daerah pemilihan ke KPU, beberapa di antaranya adalah artis.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan tidak sembarangan merekrut artis, tapi melalui pertimbangan memiliki rekam jejak yang baik dan dapat memperkuat narasi cinta tanah air, dalam konteks memperkuat kepribadian bangsa Indonesia di bidang budaya.

Sejumlah artis dan selebritis yang menjadi bakal caleg dari PDI Perjuangan adalah, Kris Dayanti dari daerah pemilihan Jawa Timur V, Katon Bagaskara dari daerah pemilihan DI Yogyakarta, Ian Kasela dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan, Harvey Malaiholo dari daerah pemilihan Papua Barat, dan Jeffry Woworuntu dari daerah pemilihan Maluku.

Sejumlah artis lainnya yang menjadi bakal caleg PDI Perjuangan adalah, Chicha Koeswoyo, Sari Yok Koeswoyo, Angel Karamoy, dan Kirana Larasati. “Para artis tersebut mendapat tugas untuk memperkuat kepribadian bangsa Indonesia di bidang budaya,” katanya. (iza)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.