Connect with us

Politisi

Polisi Hentikan Kasus Adik Mbak Mega, Meski Ada 30 Laporan

Published

on

Mbak Mega, dan adiknya Sukmawati Soekarnoputri

Serambiislam.com, Jakarta – Penyidik kepolisian telah menerbitkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) terhadap kasus dugaan tindak pidana penistaan agama yang menjerat Sukmawati Soekarnoputri.

“SP3 ini adalah surat perintah penghentian penyelidikan, ya, bukan penyidikan karena perkara masih tahap penyelidikan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Mohammad Iqbal di Jakarta, Minggu.

Ditegaskan Iqbal bahwa dihentikan karena tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan ke tahap penyidikan.

Semakin Bertambah, Umat Islam yang Polisikan Pencipta Puisi SARA Sukmawati

Menurut dia, total laporan atas kasus ini berjumlah 30 laporan dengan dua laporan sudah dicabut oleh pelapornya.

Seperti dilansir Antara, penyidik telah memeriksa 28 pelapor, seorang saksi, dan Sukmawati sebagai terlapor.

Selain itu, penyidik juga sudah mendengar keterangan empat ahli, yakni seorang ahli bahasa, seorang ahli sastra, seorang ahli agama, dan seorang ahli pidana.

Selanjutnya, penyidik sudah melaksanakan gelar perkara dan memutuskan bahwa kasus tersebut dihentikan penyelidikannya karena tidak ditemukan perbuatan pidana.

Puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati di ajang Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2018 memicu kontroversi dan protes karena membandingkan konde dengan cadar dan kidung dengan azan.

Adanya kasus ini, Sukmawati yang merupakan putri proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Indonesia Soekarno sempat meminta maaf kepada umat Islam di Indonesia.

Sukmawati menjelaskan bahwa dirinya tidak berniat menistakan agama Islam dengan puisi tersebut. (nit)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politisi

Keluarga Tahanan KPK Kunjungi Rutan, Bawa Ketupat Lebaran

Published

on

Istri Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, Sherrin Tharia

Femme.id, Jakarta – Keluarga dan rekan dari para tahanan di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur cabang Rutan KPK, Jakarta, Jumat, melakukan kunjungan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan pengunjung mulai mengantre untuk pendaftaraan kunjungan selepas shalat Id. Beberapa pengunjung datang membawa makanan khas Lebaran.

Salah satu keluarga tahanan yang berkunjung yaitu istri Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, Sherrin Tharia, yang datang sekitar pukul 07.45 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 07.56 WIB.

Rita Widyasari Dibawakan Opor oleh Suami ke Rutan KPK

Zumi Zola menjadi tersangka kasus dugaan suap pengesahan APBD Jambi 2018. Sherrin tidak banyak berkomentar kepada wartawan ketika memasuki rutan maupun ketika meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, KPK memfasilitasi 52 tahanan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1439 Hijriah di rutan Guntur. Sedangkan jadwal kunjungan keluarga dilakukan mulai pukul 08.30 WIB sampai 11.30 WIB.

Selain Zumi Zola, beberapa tahanan yang berada di rutan KPK antara lain dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai terdakwa kasus menghalang-halangi penyidikan dalam perkara korupsi KTP-Elektronik (KTP-E).

Selain itu Da juga keponakan Setya Novanto Irvanto Hendra Pambudi Cahyo sebagai tersangka kasus KTP-E, anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar Fayakhun Andriadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Kemudian, Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam yang sudah divonis 12 tahun penjara dalam kasus korupsi penerbitan izin usaha pertambangan.

Yang lainnya adalah Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi, serta mantan ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi penerbitan surat ketetapan lunas (SKL) untuk obligor BLBI. (ant)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

KALIMANTAN TIMUR

Rita Widyasari Dibawakan Opor oleh Suami ke Rutan KPK

Published

on

Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara Rita Widyasari

Femme.id, Jakarta – Suami bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Endri Elfran Syafril, menyambangi Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur cabang Rutan KPK, Jumat, untuk berkunjung dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Pokoknya minta doanya saja, sehat lahir batin dunia akhirat. Selebihnya serahkan sama Allah,” kata Endri ditemui usai berkunjung ke Rutan KPK.

Ia mengaku hanya mengobrol santai saja dengan Rita, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Endri juga membawakan opor untuk disantap bersama keluarga di dalam rutan.

Keluarga Tahanan KPK Kunjungi Rutan, Bawa Ketupat Lebaran

“Kami ngobrol santai saja. Yang penting makan, yang penting bareng,” kata dia.

Endri dan keluarganya mendatangi Rutan KPK sekitar pukul 08.30 WIB dan meninggalkan lokasi pukul 11.20 WIB.

Selain keluarga Rita Widyasari, sanak saudara dan kerabat dari para tahanan KPK yang lain juga melakukan kunjungan untuk merayakan Lebaran 2018.

Beberapa di antaranya yaitu istri Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, Sherrin Tharia dan istri anggota DPR dari Partai Golkar Aditya Moha, Angelina Tjandring. Keduanya enggan memberikan komentar kepada wartawan.

Jadwal kunjungan keluarga para tahanan Rutan KPK dalam rangka Lebaran 2018 diselenggarakan mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB.

Beberapa tahanan yang berada di rutan KPK antara lain dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai terdakwa kasus menghalang-halangi penyidikan dalam perkara korupsi KTP-Elektronik (KTP-E), keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo sebagai tersangka kasus KTP-E, anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar Fayakhun Andriadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Kemudian, Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam yang sudah divonis 12 tahun penjara dalam kasus korupsi penerbitan izin usaha pertambangan, mantan ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Ketetapan Lunas (SKL) untuk obligor BLBI. (set)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

BANTEN

Soal Hoaks, Pimpinan IMM Muhammadiyah Minta Maaf kepada Bupati Pandeglang

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita

Femme.id, Jakarta – DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman Sulaiman beserta keluarga, dan Bupati Pandeglang Irna Narulita, terkait hoaks isu dugaan “hubungan khusus” diantara keduanya.

Ketua IMM Ali Mutohirin menjelaskan, kader IMM Purworejo Andi Mahfuri meretweet dan menyebarkan berita bohong (hoax) isu perselingkuhan Arman dengan Irna Narulita.

BACA JUGA : Dugaan Isu Hubungan Khusus Bupati Pandeglang dengan Menteri Ternyata Hoaks

“Kasus yang dikenakan pada kader kami sebanarnya adalah web Piyungancyber. Inilah yang jadi penyebab utamanya. Karena tweet yang dilakukan kader kami ini, sebenarnya ingin menjelaskan bahwa Andi ini tidak terlibat dalam web itu,” Ali, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2018).

Akhirnya, Penyebar Serangan Hoaks terhadap Bupati Pandeglang Ditangkap Polisi

Hal ini dikarenakan namanya dicatut mempublish itu terkait huhungan itu yg tertera dalam web. Ali Mutohirin berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Kader IMM agar senantiasa menjaga prilaku karakter yang terpuji.

Seperti diketahui, dari hasil investigasi Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya yang melacak percakapan dalam aplikasi WhatsApp yang diunggah tentang Menteri Pertanian dan Bupati Pandeglang, ternyata tidak ditemukan.

DPP IMM dan kuasa hukumnya menyerahkan sepenuhnya proses hukum adanya dugaan pelanggaran UU ITE yang merugikan nama baik Menteri dan Bupati Pandeglang, serta bisa mengungkap siapa aktor serta motif di balik kasus ini.

Seperti dikutip Suara.com, Ali juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar secara luas, terutama yang beredar di media sosial, tanpa melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kebenaran isi informasi dimaksud. (red)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.