Connect with us

Destinasi

Wisata Religi di Banten dan Jakarta, Inspirasi Libur Lebaran

Published

on

Masjid Agung Al Azhar, Masjid Al Azhar dirancang dengan gaya campuran arsitektur Masjid Hij’ di Arab Saudi dan Masjid Qibtiyah di Mesir.

Femme.id, Jakarta – Apakah Anda mudik ke Banten atau menghabiskan waktu di Jakarta pada Idul Fitri tahun ini? Selain bertemu dengan sanak saudara dan orang-orang terkasih di kampung halaman, libur Lebaran adalah kesempatan untuk menyegarkan diri dengan mengunjungi tempat-tempat wisata.

Simak daftar destinasi wisata religi di Banten dan Jakarta yang bisa menginspirasi liburan Anda tahun ini, seperti dihimpun Kementerian Pariwisata.

Masjid Agung Banten

Bangunan bersejarah yang masuk kategori cagar budaya ini berdiri sejak masa Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Orang-orang setempat sering menyebutnya Masjid Banten. Dari sisi arsitektur, Masjid Banten punya nuansa campuran Jawa kuno dan Tiongkok.

Ada yang mengatakan masjid ini dibangun arsitek keturungan Tiongkok bernama Tjek ban Tjut, ada juga yang percaya arsiteknya adalah Raden Sepat dari Demak. Masjid Banten punya menara setinggi 24 meter, selain berfungsi jadi tempat mengumandangkan azan, menara ini juga jadi tempat penyimpanan senjata dan menara pengawas pada zaman kolonial Belanda.

Masjid Agung Tanara

Sesuai namanya, masjid ini terletak di Kampung Tanara, Serang, Banten. Ini juga peninggalan Raja Banten Pertama Sultan Maulana Hasanuddin. Masjid yang bersebelahan dengan rumah kelahiran Syekh Nawawi dan juga merupakan jejak dakwah Islam di Banten.

Masjid Istiqlal

Masjid terbesar di Indonesia yang terkenal ini dibangun pada 24 Agustus 1961 atas gagasan Menteri Agama KH. Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto. Masjid berlapis marmer yang bisa didatangi 200 ribu orang ini dibuat oleh arsitek Frederich Silaban, arsitektur penganut kristen protestan, dengan rancangan paduan arsitektur Indonesia, Eropa dan Timur Tengah.

PM Inggris Kunjungi Masjid Sunda Kelapa Perdana Menteri Inggris David Cameron (kedua kanan) didampingi Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri) dan Dubes RI untuk Inggris Teuku Mohammad Hamzah Thayeb (kanan) bersalaman dengan Ketua Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa Aksa Mahmud (kedua kiri) seusai mengunjungi Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (28/7/2018). Dalam kunjungannya tersebut, PM Inggris David Cameron juga berdialog dengan tokoh serta cendekiawan muslim membicarakan kerukunan antar umat beragama.

Masjid Sunda Kelapa

Masjid Sunda Kepala keluar dari pakem arsitektur khas masjid. Tidak ada kubah, simbol bulan-bintang atau bedug di masjid ini. Bangunannya berbentuk serupa perahu, sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa yang jadi tempat saudagar muslim berdagang.

Masjid Agung Al Azhar

Awalnya diresmikan sebagai Masjid Agung Kebayoran, namanya berubah jadi Masjid Agung Al Azhar, diberikan oleh Syekh Mahmud Syaltut, rektor Universitas Al-Azhar Mesir yang berkunjung ke sana pada 1960. Masjid Al Azhar dirancang dengan gaya campuran arsitektur Masjid Hij’ di Arab Saudi dan Masjid Qibtiyah di Mesir.

Masjid Luar Batang

Di sini terdapat makam yang dipercaya keramat oleh sebagian orang, makam Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus. Konon, jenazah Habib Husein yang akan digotong ke kurung batang untuk dikubur mendadak hilang ke luar batang. Kejadian itu berulang hingga tiga kali, sehingga orang memutuskan untuk memakamkannya di masjid ini.

Jakarta Islamic Centre

Lembaga kajian dan pengembangan Islam di ibu kota ini terletak di Kramat Tunggak. Arsiteknya adalah Ahmad Noe’man yang merupakan orang di balik desain masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah. Itulah mengapa dua masjid itu punya arsitek serupa. (nan)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Destinasi

Berebut Tempat Selfie, Turis Italia Berkelahi

Published

on

Dua orang perempuan berkelahi karena berebut tempat swafoto di depan air mancur Trevi Fontana.

Femme.id, Jakarta – Berjalan-jalan rasanya belum lengkap jika tidak mengabadikan diri di tempat-tempat yang dikunjungi, terkadang wisatawan harus sabar mengantre untuk berfoto di sebuah tempat yang ikonik.

Kejadian di Roma, Italia baru-baru ini, dua orang perempuan berkelahi karena berebut tempat swafoto di depan air mancur Trevi Fontana. Peristiwa ini juga dicuitkan oleh akun resmi kepolisian Roma @PLRomaCapitale pada 9 Agustus lalu.

Laman Ubergizmo menulis, seorang remaja asal Belanda dan perempuan asal Italia terekam saling menjambak rambut karena berebut swafoto di tempat populer bagi wisatawan tersebut.

Keluarga mereka, yang juga berada di lokasi, pun turun tangan, sayangnya bukan untuk melerasi, tapi, malah menambah kisruh.

Menurut polisi, akhirnya mereka harus melerai delapan orang yang berkelahi.

Tidak diketahui apakah mereka dihukum karena menimbulkan keributan, yang jelas tidak ada yang terluka karena perkelahian ini. Beberapa orang yang terlibat perkelahian tersebut dilaporkan mengalami memar, tapi, tidak ada luka yang lebih serius dari itu. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

10 Kota Paling Layak Ditinggali di Dunia, Wina Gusur Melbourne

Published

on

Vancouver, adalah kota pesisir pelabuhan yang terletak di propinsi British Columbia di sebelah barat Kanada.

Femme.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya ibukota Austria, Wina, menempati urutan teratas dalam daftar kota paling layak ditinggali (huni) di dunia dibanding 140 kota-kota lainnya di dunia, demikian hasil survei The Economist Intelligence Unit baru-baru ini.

Prestasi Wina itu sekaligus menggusur Melbourne yang harus mengakhiri rekor tujuh tahun berturut-turut ibu kota Australia itu memimpin daftar kota paling layak ditinggali di dunia, kata kepala survei untuk kota Australia di The Economist Intelligence Unit dalam laporan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Meskipun Melbourne dan Wina sama-sama mengalami peningkatan dalam kelayakan ditinggali dalam enam bulan terakhir, peningkatan peringkat Wina, khususnya pada kategori stabilitas, sudah cukup untuk menggeser Melbourne.

Kedua kota sekarang terpaut hanya 0,7 poin persen, dengan Wina mencetak skor 99,13 dari 100, sedangkan Melbourne 98,4.

Dua kota Australia lainnya, yakni Sydney dan Adelaide juga masuk dalam 10 besar daftar paling layak huni, dengan masing-masing berada pada peringkat lima dan 10, sementara satu-satunya kota Eropa yang masuk 10 teratas hanyalah Kopenhagen (Denmark) yang berada di urutan sembilan.

Kota-kota lainnya yang masuk dalam peringkat atas, antara lain dua kota di Jepang, yakni Osaka dan Tokyo yang berada pada peringkat tiga dan tujuh. Osaka menonjol—naik enam posisi ke urutan tiga—terutama karena dukungan kualitas dan ketersediaan transportasi umum dan penurunan dalam tingkat kejahatan.

Transportasi umum yang baik di kota di Jepang itu telah berkontribusi pada kenaikan peringkat untuk kategori infrastruktur dan stabilitas. “Pergerakan ke atas pada kota-kota peringkat atas merupakan cerminan perbaikan yang terlihat dalam stabilitas dan keamanan di sebagian besar wilayah pada tahun lalu,” sebut laporan itu.

Di Eropa misalnya, pada tahun lalu sangat dipengaruhi oleh penyebaran ancaman terorisme yang dirasakan di wilayah itu, yang menyebabkan tindakan keamanan meningkat. Dan, dalam enam bulan terakhir telah terlihat kembali ke keadaan normal.

Baca juga: Myanmar berusaha jadikan kota kuno sebagai warisan dunia

Perlu dicatat bahwa gerakan peringkat tidak selalu muncul dari perubahan kehidupan di kota-kota itu sendiri, tetapi mencerminkan bagaimana kota-kota itu dibandingkan satu sama lain.

Di antara kota-kota yang mengalami perbaikan peringkat tahun ini, ada tujuh kota yang harus terlempar dari 10 besar, yakni Auckland dari 8 ke 12, Perth dari 7 ke 14, Helsinki dari 9 ke 16, dan Hamburg dari 10 ke 18 meskipun secara skor mereka tidak mengalami penurunan.

The Economist Intelligence Unit mengatakan, dari 140 kota yang disurvei, 49 persen di antaranya mencatatkan perubahan negatif dalam peringkat kelayakan secara keseluruhan dalam enam bulah lalu dan 34 persen lainnya mengalami perubahan positif, sedangkan sisanya tidak mengalami perubahan apa pun.

Berikut daftar 10 kota paling layak ditinggali di dunia berikut skornya, menurut survei The Economist Intelligence Unit tahun 2018 :

1. Wina (Austria) 99,1
2. Melbourne (Australia) 98,4
3. Osaka (Jepang) 97,7
4. Calgary (Kanada) 97,5
5. Sydney (Australia) 97,4
6. Vancouver (Kanada) 97,3
7. Toronto (Kanada) 97,2
8. Tokyo (Jepang) 97,2
9. Kopenhagen (Denmark) 96,8
10. Adelaide (Australia) 96,6. (sur)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Destinasi

Bule – Bule Kebanyakan Ingin Lihat Ini di Indonesia

Published

on

Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises, Farriek Tawfik.

Femme.id, Jakarta – Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik para warga negara asing dari berbagai negara. Apa yang kebanyakan ingin para pelancong asing ini ingin lihat saat berkunjung ke tanah air?

“Bule-bule mau lihat yang natural, real kampung,” kata Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises di Jakarta belum lama ini.

Warga asing yang berdatangan ke Indonesia ini salah satunya sembari berwisata pesiar yang semakin waktu semakin banyak. Data dari Princess Cruises menunjukkan adanya lonjakan jumlah kunjungan kapal pesiar tahun ini sebanyak dua kali lipat ketimbang tahun lalu, yakni menjadi 372 kapal. Indonesia sendiri berada di urutan ke-7 negara Asia yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar.

Dari sejumlah wilayah di tanah air, Bali menjadi daya tarik utama wisatawan asing, yakni 82 kunjungan pada 2018 ini, diikuti Kepulauan Gili (43 kunjungan), pulau Komodo (40 kunjungan), Semarang (23 kunjungan) dan Surabaya (20 kunjungan).

Indonesia memang terkenal dengan sejumlah potensi wisatanya, mulai dari pemandangan alamnya, atraksi lokal, kegiatan unik di sana hingga makanan khas setempat.

“Bule-bule trennya kalau sudah tua mau keliling dunia. Soal atraksi, Indonesia salah satu yang terbaik,” kata Tawfik.

Hanya saja, sambung Tawfik, ada sejumlah keluhan yang umumnya dia dan tim hadapi di lapangan, antara lain menyoal kurangnya personel pemandu wisata yang mahir berbahasa asing serta minimnya sarana dan prasarana yang seperti toilet dan restoran yang nyaman.

“Enggak banyak guide yang bisa berbahasa asing misanya China, Prancis. Di Ujung Pandang mau ke Toraja misalnya, enggak ada fasilitas toilet yang nyaman, kami harus menyediakan tisu basah di depan toilet, lalu restoran yang nyaman,” papar dia.

Tak hanya itu, belum banyaknya pelabuhan yang bisa menampung kapal yang bersandar dan terbatasnya bis untuk tur juga masih menjadi kendala. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.