Connect with us

Digital

Facebook Luncurkan Memories, Tempat Temukan Momen Masa Lalu

Published

on

Facebook di perangkat Android dan iOS, yang memungkinkan pengguna untuk menelusuri semua momen yang sebelumnya mereka bagikan dengan keluarga dan teman.

Femme.id, Jakarta – Memories adalah fitur baru yang kini tersedia bagi pengguna Facebook di perangkat Android dan iOS, yang memungkinkan pengguna untuk menelusuri semua momen yang sebelumnya mereka bagikan dengan keluarga dan teman.

“Hari ini, kami meluncurkan Memori, satu tempat di Facebook untuk merefleksikan momen-momen yang Anda bagikan dengan keluarga dan teman-teman, termasuk postingan dan foto, pertemanan yang Anda buat, dan acara besar dalam hidup,” ujar Oren Hod, Product Manager, dalam postingan situs newsroom Facebook, yang diunggah Senin (11/6/2018).

Setiap hari, lebih dari 90 juta orang menggunakan “On This Day” untuk mengenang momen-momen yang telah mereka bagikan di Facebook, dan penelitian menunjukkan bahwa refleksi semacam ini dapat berdampak positif pada suasana hati dan kesejahteraan manusia.

“Inilah mengapa kami memperbarui pengalaman untuk memastikan semua kenangan Anda mudah ditemukan,” kata Oren Hod.

Laman Memories mencakup beberapa bagian,antara lain “On This Day,” yang menampilkan postingan Anda sebelumnya pada tanggal ini dan “Friends Made on This Day,” bagian yang akan menyertakan daftar teman yang Anda buat pada tanggal ini di masa lalu, termasuk video atau kolase khusus yang merayakan persahabatan Anda.

Ada pula “Recaps Memories,” bagian yang akan menampilkan rentetan kenangan musiman atau bulanan yang telah dipaketkan menjadi pesan atau video pendek dan “Memories You May Have Missed,” bagian yang akan menampilkan postingan-postingan yang mungkin Anda lewatkan pekan lalu karena belum memeriksa Memories.

“Kami tahu bahwa kenangan itu sangat pribadi — dan itu tidak semuanya positif. Kami mencoba mendengarkan umpan balik dan merancang fitur-fitur sehingga fitur-fitur ini bijaksana, dan menawarkan kepada orang-orang kontrol yang tepat yang mudah diakses,” ujar Oren Hod.

Anda mengakesenya melalui penanda Memories di sebelah kiri News Feed di komputer Anda atau di tab “more” di kanan bawah aplikasi seluler Anda.

Anda juga dapat mengakses Memories melalui pemberitahuan, melalui pesan yang mungkin Anda lihat di News Feed Anda, dan dengan mengunjungi facebook.com/memories. (ari)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Digital

Go Studio, Unit Khusus Gojek untuk Produksi Konten Hiburan

Published

on

President Go Studio Christopher Smith saat penutupan forum film dokumenter Docs By The Sea, di Kuta, Bali, Kamis (9/8/2018).

Femme.id, Kuta, Bali – Perusahaan on-demand berbasis aplikasi, Gojek, memperluas bisnis ke industri hiburan dengan membuat unit khusus, Go Studio untuk melakukan pendanaan terhadap produksi film.

President Go Studio Christopher Smith mengatakan bahwa unit bisnis ini mulai terbentuk pada awal tahun ini.

“Kami merasa dengan Go Studio, bekerja bersama pembuat film, sutradara, penulis Indonesia, kami memiliki kemampuan untuk memberi dampak pada industri hiburan di Indonesia,” ujar Christopher ditemui Antaranews usai gelaran Docs By The Sea, di Kuta, Bali, Kamis (9/8/2018).

“Kami mencari cerita yang berkualitas yang benar-benar membutuhkan bantuan apakah itu secara finansial atau memperkenalkan filmmaker pengalaman lebih, sehingga dapat mengangkat film Indonesia,” sambung dia.

Go Studio telah terlibat dalam sejumlah produksi film Indonesia, termasuk film yang baru saja dirilis “Ku Lari Ke Pantai” dan yang segera meluncur “Keluarga Cemara.”

Tidak hanya film bergenre keluarga, Go Studio juga telah berada di balik film laga “Buffalo Boys” dan film karya Garin Nugroho yang masuk dalam Venice Film Festival “Kucumbu Tubuh Indahku.”

Go Studio juga bahkan melirik film dokumenter. “Kami bekerja dengan beragam proyek,” kata Christopher.

Terlibat dalam Docs By The Sea

Go Studio terlibat dalam penyelenggaraan forum film dokumenter Docs By The Sea dengan berkolaborasi bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan lembaga nirlaba yang mendedikasikan diri untuk ekosistem film dokumenter Indonesia, In-Docs.

Go Studio menciptakan skema pendanaan untuk film dokumenter, yang diberi nama Docs By The Sea Co-Production Fund. Sebanyak 13 dari 22 proyek film dokumenter Indonesia yang memiliki fase produksi berbeda-beda, terpilih untuk mendapatkan dukungan berupa bimbingan, pendanaan, dan distribusi.

“Setiap project punya kebutuhan sendiri-sendiri, ada yang masih di tahap awal, ada juga yang sudah di tahapan akhir produksi. Ada yang butuh finansial ada yang butuh mentoring. Kami akan melihat sesuai kebutuhan mereka,” ujar Christopher.

Meski terlibat dalam pendanaan, Christopher mengatakan bahwa Go Studio tidak terlibat dari sisi kreativitas.

Go Studio juga berkeinginan untuk membuat 13 proyek ini dapat dilihat oleh lebih banyak dengan mencoba membawa ke festival film di luar negeri.

“Kebanyakan ceritanya sangat universal, tentang inovasi, cinta, kegigihan, yang tidak hanya orang Indonesia tapi cerita itu mungkin semua budaya di seluruh dunia bisa melihat dan dapat terpengaruhi dengan ini,” kata Christopher.

Tidak hanya berinvestasi pada karya sineas Indonesia, Go Studio juga memproduksi original stories sendiri. “Go Studio memiliki fungsi layaknnya rumah produksi,” ujar Christopher.

Sayangnya, saat ditanya soal platform yang akan menjadi wadah konten yang telah diproduksi Go Studio, Christopher enggan berbicara banyak.

Dengan singkat dia menjawab. “Spoiler Alert!”

“Kemungkinan selalu ada, namun terlalu dini untuk berbicara tentang hal itu,” dia menambahkan.

Christopher melihat banyaknya layanan video on-demand di Indonesia, seperti Netflix, Iflix Hooq dan Viu, sebagai hal yang positif di mana para pemirsa Indonesia dapat memiliki lebih banyak pilihan tontonan.

“Saya menonton berbagai platform karena satu platform ada sementara yang lainnya tidak ada, demikian sebaliknya. Memiliki akses untuk berbagai pilihan itu penting,” ujar Christopher. (ari)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Menkominfo Apresiasi Cloud Gaming Buatan Lokal

Published

on

CEO Skyegrid Rolly Edward, Menkominfo Rudiantara, Direktur Infrastruktur Bekraf Muhammad Neil dan pemain game Rindradana saat peluncuran platform cloud gaming Skyegrid di Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam.

Femme.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi kemunculan platform cloud gaming buatan lokal, Skyegrid, yang baru diluncurkan malam ini.

“Ini peluang, bagaimana kita mengembangkan ekonomi digital,” kata Rudiantara saat peluncuran Skyegrid di Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam.

Menurut Rudiantara, ekonomi digital bukan hanya soal perdagangan elektronik alias e-commerce, namun termasuk juga aktivitas ekonomi lainnya yang menggunakan platform dalam jaringan.

Dia optimistis gim di Indonesia, khususnya buatan pengembang lokal, akan tumbuh di masa mendatang.

Skyegrid merupakan platform bermain gim berbasis komputasi awan buatan Tanah Air, yang dibuat untuk mengatasi bermain gim bajakan dan gim dapat dimainkan tanpa perlu perangkat berspesifikasi tinggi.

Skyegrid menawarkan paket berlangganan Rp 179.000 untuk 30 hari agar pengguna bisa bermain gim yang disediakan di platform tersebut, saat ini berjumlah 60 gim.

Direktur Infrastruktur TIK M. Neil El Himam berpendapat platform cloud gaming seperti ini berperan dalam mendorong para pemain mengakses gim buatan pengembang lokal.

“Kita bisa menaikkan pangsa pasar gim buatan pengembang lokal,” kata Neil.

Skyegrid dapat dipakai di perangkat Android, Windows dan MacOS, mereka sedang mengembangkan agar platform ini juga dapat diakses melalui Xbox One. (nat)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Digital

Google Clock Kini Terhubung dengan Spotify

Published

on

Aplikasi Google Clock Untuk perangkat Android baru saja menerima fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengganti suara alarm dengan lagu-lagu favorit mereka, yang terhubung Spotify.

Femme.id, Jakarta – Aplikasi Google Clock Untuk perangkat Android baru saja menerima fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengganti suara alarm dengan lagu-lagu favorit mereka, yang terhubung Spotify.

Untuk memanfaatkan fitur baru ini, Anda harus menggunakan Spotify. Kabar baiknya adalah alarm musik ini dapat berjalan baik pada versi gratis maupun premium di layanan streaming musik tersebut.

Namun untuk menggunakan fitur ini, Anda harus memastikan bahwa aplikasi Spotify dan Clock di ponsel pintar Anda telah diperbarui ke versi terbaru, sebelum Anda akan dapat memilih musik yang Anda inginkan untuk membangunkan Anda.

Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menelusuri musik yang baru saja diputar atau memilih dari daftar lagu yang dikurasi Spotify, atau mencari soundtrack tertentu.

Tidak hanya itu, aplikasi Clock juga memungkinkan Anda untuk terus mendengarkan Spotify bahkan setelah alarm dimatikan.

Menurut Google, fitur baru ini akan diluncurkan secara global dalam pekan ini di Play Store, dan akan tersedia di semua perangkat yang menjalankan Android 5.0 Lollipop dan di atasnya, demikian Phone Arena. (ari)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.